Ardi sudah bersiap-siap ke bandara diantara handoko dan juga Mira. Saat ia di dalam mobil yang dikendarai papanya ia hanya diam. Pikirannya tertuju ke Aisah. Mira memperhatikan putranya yang duduk di sebelah nya.
“Ada apa,” tanya Mira.
Ardi hanya diam tanpa menjawab mamanya.
“Apa kamu nggak suka sama Aisah,” tanya Mira mengingat putranya yang baru berjumpa dengan gadis itu setelah 4 tahun tidak bertemu.
Ardi memandang wanita yang melahirkannya. “Suka kok ma,” jawabnya.
“Terus kenapa,” tanya Mira
“Aku nggak tega ninggalinnya ma.”
Mira mengusap pundak putranya. “Nanti kamu di sana. Kamu harus ingat. Bahwa di sini ada yang menunggu kamu. Kamu jangan khianati.” Ucap Mira.
“Ia ma Ardi tau.” Ucap pria tersebut sambil memandang jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
“Masih panjang rintangan yang akan kamu hadapi.” Ucap handoko.
“Ardi akan fokus dengan study Ardi pa. Agar Aisah juga bisa fokus dengan sekolahnya.” Ucap Ardi
“Kalian masih bisa berhubungan jarak jauh, video call, chat.” Ucap Mira menghibur putranya.
Ardi diam. “Saat ini mau jarak dekat atau jarak jauh sama aja ma. Kita bisa berzinah. Begitu banyak yang menyala gunakan komunikasi. Mulai dari menelepon, saling kirim foto yang tidak wajar. Kemudian melakukan video call dan melakukan hal yang tidak pantas. Aku gak mau seperti itu.” Ucapnya. “Nanti saat studi aku sudah selesai. Aku akan langsung melamarnya.”
“Tanpa ada komunikasi seperti yang kamu lakukan sebelumnya.” Tanya Mira.
Ardi mengangukan kepalanya. “Kami di jodohkan tapi kami belum memiliki ikatan apa-apa.” Ucapnya.
“Bagaimana kalau ia tergoda dengan pria lain. Karena merasa kamu tidak menghiraukannya?” Tanya Mira.
Ardi mengangkat sudut bibirnya. “Kalau jodoh gak akan kemana ma. Gak akan lari gunung dikejar.” Ucapnya. “Kalau bukan jodoh kita, udah di jaga seperti apa pun, tetap aja perginya ke yang lain.” Ucapnya kemudian saat mengingat bagaimana ia menjaga gadis cinta pertamanya dan pada akhirnya menikah dengan orang lain.
Handoko yang mengemudikan mobil tersenyum saat mendengar ucapan putra kesayangannya. Ia selalu menanamkan pendidikan agama kepada putranya tersebut. Mengajarkan aturan-aturan agama. Mewajibkan putranya untuk sholat di masjid dan saat ini ia benar-benar bersyukur melihat putranya yang menjaga akidah.
“Kamu selalu menjadi kebanggaan papa nak.” Ucap handoko penuh kebanggaan. “Seperti itulah seharusnya.”
******
Ardi duduk di ruang tunggu, menunggu jadwal keberangkatannya. Ia melihat notifikasi wa di ponselnya. Calon istri, begitulah nama Aisah yang disimpannya di kontak telepon.
Calon istri
Bang Ardi di mana?
Ardi
Di bandara
Calon istri
Abang jangan pergi dulu. Ica akan ke bandara.
Ardi
Ica tapi sekolah?
Calon istri
Ica udah izin dari sekolah. Tunggu Ica langsung ke sana.
Ardi mengerutkan keningnya saat membaca pesan tersebut. Ia selalu memandang ke arah yang berlawanan, menunggu calon istrinya datang sudah berulang kali panggilan untuknya.
“Ma, tadi Aisah wa aku. Katanya dia mau ke bandara. Aku udah gak bisa nunggu Aisah. Aku titipkan ini untuk Aisah ya ma.” Ucapnya sambil memberikan kotak yang di bungkus cantik.
Mira mengangukan kepalanya dan kemudian memeluk erat putra kesayangannya. Ia menagis didada putranya tersebut. Tubuh putranya yang tinggi, membuat ia hanya sedada putranya tersebut. Ardi memeluk wanita yang telah melahirkannya.
“Mana jaga kesehatan ya.” Ucapnya sambil meneteskan air matanya. Namun karena ia memakai kacamata hitam maka tidak terlihat bahwa ia sedang menangis.
Ardi memeluk papa nya.
“Baik-baik di sana nak,” ucap papanya. “Jangan tinggalkan sholat.” Ucap pria berusia 50 tahun tersebut yang selalu tampak ganteng dan gagah diusianya yang sudah setengah abad.
“Papa juga. Jaga kesehatan. Jagain mama ya pa.” Ucapnya sambil memeluk erat papanya. “Aku usahakan untuk kembali ke Indonesia bila libur.” Ucapnya.
Ardi melambaikan tangannya saat ia menaiki tangga pesawat tersebut. Ia melihat mamanya yang masih menagis. Ia duduk di kursi penumpang. Ia menulis pesan untuk Aisah. Sebelum menonaktifkan ponselnya.
Ardi.
Dek, abang gak bisa tungguin Ais. Maaf ya bang Ardi harus berangkat. Nanti kalau sudah sampai abang akan menghubungi Ais. Abang sayang Ais. I love you.
Ia kemudian menonaktifkan ponselnya.
********
Aisah berlari ke meja piket. Ia menyodorkan kertas izinnya yang sudah lewat setengah jam. Bersyukur yang duduk di meja piket tersebut buk Rina sehingga ia tidak diberi sanksi oleh guru cantik tersebut.
Aisah kembali duduk di kursinya. Jam pelajaran fisika sudah habis. Mereka menunggu pergantian jam.
“Jumpa,” tanya Rika saat sahabatnya itu duduk disebelahnya.
Aisah menggelengkan kepalanya. Ia baru ingat kalau ia belum sempat membuka pesan wa nya. Ia membuka wa di ponselnya sebelum guru bidang studi masuk. Aisah melihat pesan dari calon suami. Dengan cepat Aisah membukanya.
Calon suami.
Dek, abang gak bisa tungguin Ais. Maaf ya bang Ardi harus berangkat. Nanti kalau sudah sampai abang akan menghubungi Ais. Abang sayang Ais. I love you.
Aisah membaca pesan tersebut membuat air matanya menetes. Ia tidak menyangka kalau pria yang dicintainya selama ini mengatakan kepadanya i love you hatinya sungguh berbunga-bunga saat ini.
“Ada apa tanya rika?”
Aisah menunjukkan pesan tersebut kepada temannya. Wajah Erika tampak tersenyum.
Ia begitu penasaran ingin melihat pria yang begitu di cintai sahabatnya itu. Ia melihat foto yang ada di pp wa nya. Di lihatnya foto tersebut. Ia begitu terkejut. Ternyata begitu sangat ganteng. “Pantas kamu cinta mati. Ternya ganteng banget.” Ucapnya.
Aisah mengangukan kepalanya. “Bang Ardi bukan cuman ganteng tapi sangat baik.” Ucapnya.
Aisah memamerkan foto-fotonya bersama Ardi saat ia makan malam semalam. Juga fotonya di dalam mobil. Ia mengambil foto tersebut mengunakan ponsel milik Ardi dan kemudian mengirim foto tersebut ke wa nya.
Mereka menghentikan obrolannya ketika guru seni budaya sudah masuk.
Buk Mida.
************
Like komen serta vole nya sangat author hapakan. Maaf kalau gak di balsa satu persatu. Tapi semua komen author baca.
Dan nama yang sering komen akan author masuk kan kepemeran yang akan ada dalam novel author.
Ada yang bisa menebak gak apa isi bingkisan dari Ardi?
😊😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Putri Auren
apa isi bingkisan dr bang Ardi yaaa
2022-11-21
0
Minthil She Judhezt
Bunda Author meski Ica n Bang dokter Ardi dh jodoh tpi jgan buat Ica sedih
2021-11-23
0
sukabaca
ardi so sweet
2021-07-10
0