chapter 3

Ardi melihat Arum turun dari tangga. Gadis itu terlihat sangat cantik dengan gaun yang di pakainya. Gaun tersebut melekat sempurna di tubuhnya yang langsing dan tinggi semampai. Makeup yang merias wajahnya terlihat sangat cantik, dan tidak menampilkan kesan menor dan berlebihan. Ia turun bersama dengan Sarah dan Naura.

Siti sedang duduk bersama dengan Ardi, Doni dan Ari. Saat dilihat putrinya yang sedang turun dari tangga, membuat wanita yang berusia sekitar 40 tahun itu meminta izin untuk menemui tamunya yang lain dan memastikan keadaan.

Gadis itu tersenyum melihat ke arah tiga pria tersebut. Saat gadis itu sudah mendekat dengan pria tersebut, ia melihat wajah Ardi yang tidak seperti biasanya. Wajah pria tersebu tampak sangat dingin. Arum melihat tangan Ardi yang di balut perban dan tampak masih ada sedikit bercak darah yang tempus dari perban tersebut.

“Di, tangan kamu kenapa?” tampak wajah Arum panik saat melihat tangan Ardi yang terperban. Dengan reflek Arum memegang tangan yang di balut perban tersebut.

“Numbuk kaca.” ucap pemuda tersebut.

“Kenapa kamu numbuk kaca sih Di. Terus gimana kabar kacanya sekarang?”

“Hancur. Biasa latihan,” jawab Ardi dengan tatapan dingin.

“Kamu latihan taekwondo atau kuda lumping sih Di ?” Gadis itu tampak mengomel. “Ceroboh banget sih kamu repetnya.”

Ardi menatap Arum dengan tatapan tajam. “Kalau aku bilang, aku numbuk kaca karena kamu. Kamu bakal ngomong apa?” tanya kemudi.

Gadis itu tampak terkejut mendengar pertanyaan dari pemuda di depannya. Ekspresi wajah pemuda itu tampak begitu serius. Bahkan sekian lama mereka bersahabat, ini untuk pertama kalinya Arum melihat tatapan Ardi yang begitu berbeda.

“Kok karena aku?” protes gadis tersebut sambil memajukan bibirnya.

Ardi tersenyum tipis.

“Sini aku obatin,” kata Arumi sambil meraih tangan tersebut.

Ardi menepisnya, pemuda itu menggelengkan kepalanya. “Aku bisa mengobatinya sendiri. Aku gak mau tangan kamu jadi kotor karena memegang tangan aku.”

“Gak apa. Aku bisa mencucinya,” jawab gadis itu kemudian.

Ardi menggelengkan kepalanya. “Kamu ingat gak,waktu kecil kamu paling sering terjatuh, lutut dan juga siku kamu terluka dan berdarah. Aku selalu mengobati luka kamu. Kamu terkadang bisa jatuh di mana saja dan pada saat itu aku selalu mengantongi benda ini kemana-kemana.” Ardi mengeluarkan betadin, hansaplas dan juga perban dari dalam saku celananya. “Aku selalu mengantongi benda ini, aku juga selalu memasukkan benda ini di dalam tas sekolah aku. Sampai sekarang, aku masih mengantonginya dan menyimpannya di dalam tas kuliah aku. Namun aku baru sadar, bahwa saat ini kamu bukanlah gadis kecil yang selalu terjatuh, yang aku gendong dipunggung saat kamu menagis saat lutut kamu terluka. Saat ini kamu sudah menjadi gadis yang dewasa, pintar, cantik dan kuat. Kamu sudah bisa melindungi diri kamu sendiri dan juga orang lain. Aku sudah tidak perlu menjaga kamu dan sudah saatnya aku tidak membawa benda ini kemana-mana.”

Arum memegang benda yang di tangan Ardi tersebut. Mata gadis itu berkaca-kaca mendengar apa yang di sampaikan Ardi. “Di, kamu gak ninggalin Arumkan.” Terdengar suaranya yang mulai bergetar. Ia memeluk tubuh pria yang berstatus sahabatnya itu.

Ardi menunjukkan sikap tegarnya dihadapan gadis cantik pertamanya. “Aku sayang kamu Rum, lebih dari nyawa aku. Aku gak akan pernah ninggalin kamu. Aku tetaplah Ardi sahabat kecil kamu hingga sekarang. Namun sekarang kamu sudah ada yang menjaga dan mencintaimu dengan sangat baik. Jadi aku sudah tidak perlu menghawatirkan kamu.” Ucap pemuda itu yang menahan sesak di dadanya

Air mata Naura meluncur dengan lancar begitu juga dengan Sarah. Ia melihat Ardi yang tampak begitu terpukul, Sarah yang menjadi pejuang cinta untuk mendapatkan Ardi, begitu sangat kasihan melihat Ardi saat ini. Doni melihat benda yang di keluarkan Ardi dari kantongnya. Mengingatkan dirinya pada saat ada kecelakaan lalulintas yang menyerempet anak sekolah dasar. Ardi mengeluarkan betadin dan juga perban dari dalam tasnya.

Arum masih menagis saat memeluk tubuh Ardi. Ardi memeluk tubuh Arum dengan sangat erat kemudian ia melepaskannya. Ia melihat Arum yang masih menangis.

“Kamu masih ingat gak? Waktu kita kecil, kita main rumah-rumahan. Kamu jadi mama, aku jadi papa. Kita memiliki keluarga bahagia. Aku memberikan kamu perhiasan yang aku buat dari tangkai daun ubi. Aku memberikan kamu kalung dan juga gelang. Pada waktu itu itu, aku berjanji sama kamu, jika kita sudah besar dan aku punya uang, aku akan membelikan kamu perhiasan emas yang asli dan juga cincin berlian.” Ucap pemuda itu.

“Arum gak pernah menganggap itu janji,” balas gadis tersebut dengan isak tangisnya.

“Tapi aku udah janji dengan diri aku sendiri,” ucapnya. Ia mengeluarkan kotak perhiasan yang ada di saku kemeja yang dipakainya. Ia membuka kotak perhiasan tersebut.

“Ini hutang janji aku untuk kamu. Maaf kalau cincin berliannya aku gak bisa ngasi,” ucap pemuda tersebut.

Arum menagis dengan menutup mulutnya melihat benda yang di pegang Ardi. Ia merasa lututnya lemah hingga ia harus bersimpuh dengan lututnya sambil menangis.

Ardi melakukan hal yang sama, ia bersimpuh dengan lututnya. Arum menagis menutup wajahnya.

“Aku gak mau kamu menagis. Aku ingin kamu bahagia. Ini hari penting untuk kamu. Air mata kamu sudah membuat makeup kamu berantakan,” ucapnya. kalau boleh jujur seandainya bisa, ia ingin melakukan hal yang sama. Menagis melepaskan sesak yang ada di dadanya. Namun ia seorang laki-laki yang harus mempertahankan harga dirinya. Ia harus terlihat kuat walaupun di dalam hatinya begitu hancur.

“Maafkan Arum,” ucap gadis itu kemudian.

“Kamu gak salah. Jika kamu tidak berjodoh dengannya, maka aku akan jadi jodoh kamu,” jawab Ardi. Ardi membantu Arum untuk berdiri. “Udah rapikan lagi makeup kamu. Sebentar lagi calon tunangan kamu akan datang,” ucapnya yang begitu pedih di rasanya saat mengatakan tunangan.

Bayangan dimasa kecil mereka seakan terputar otomatis di pandangan Arum. Arum merasa sedang menonton film dirinya di masa lalu. Arum mengingat semua peristiwa satu persatu yang membuat ia terus menangis. Ardi pria pertama yang ia cintai sebelum Habibi. Ia tidak pernah tau ternyata Ardi juga merasakan hal yang sama.

Arum masih merapikan makeup nya kembali. Sarah dan Naura tidak ada yang berbIcara. Mereka hanya memandang Arum dari pantulan cermin.

********

Ketiga pria tersebut duduk di salah satu meja yang berada di taman samping rumah mewah tersebut. Berbagai pilihan makanan sudah ada terhidang di sana. Seorang gadis kecil datang berlari menabrak tubuh Ardi.

“Bang Ardi,” ucap gadis kecil yang terlihat begitu genit.

“Cantik amat,” Doni mengeluarkan pujian saat melihat gadis cantik, kulitnya putih dan terlihat centil tersebut.

Ari menabok pundak sahabatnya tersebut. “Itu cewek belum cukup umur,” ucap pemuda itu.

“Kalau yang namanya cantik, belum cukup umur juga pasti sudah cantik,” jawab Doni yang mendapatkan tabokan dari sahabatnya.

Doni berbisik di telinga Ardi. “Dunia belum berakhir bro. Gak dapat kakaknya, masih ada adeknya. Nih si adek gak bakalan kalah dari si kakak. Bibit unggul ini,” ucapnya yang terdengar bercanda, namun memiliki niat untuk memberikan semangat untuk sahabatnya.

Ardi memandang Doni dengan tatapan tajam. Membuat Doni menghentikan kalimatnya.

*********

like dan komen nya ya reader. jangan lupa vole nya juga.

😊

Terpopuler

Comments

Eli Mei

Eli Mei

aisah 11 thn

2024-12-09

0

Nuruljannah Masayu

Nuruljannah Masayu

gak pernah bosan bacanya

2024-09-09

0

Aan Nurhasanah

Aan Nurhasanah

nguras air mata😭😭😭

2023-05-23

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 chapter 2.
3 chapter 3
4 chapter 4
5 chapter 5
6 chapter 6
7 chapter 7
8 chapter 8
9 chapter 9
10 CHAPTER 10
11 chapter 11
12 chapter 12
13 chapter 13
14 chapter 14
15 chapter 15
16 Chapter 16
17 episode 17
18 episode 18
19 chapter 19
20 chapter 20
21 chapter 21
22 chapter 22
23 chapter 23
24 episode 24
25 episode 25
26 chapter 26.
27 chapter 27
28 chapter 28
29 chapter 29
30 chapter 30
31 chapter 31
32 capter 32
33 capter 33
34 capter 34
35 episode 35
36 capter 36
37 capter 37
38 episode 38
39 capter 39
40 capter 40
41 chapter 41
42 capter 42
43 capter 43
44 capter 44
45 capter 45
46 capter 46
47 capter 47
48 capter 48
49 capter 49
50 capter 50
51 episode 51
52 capter 52
53 capter 53
54 episode 54
55 capter 55
56 capter 56
57 capter 57
58 capter 58
59 capter 59
60 capter 60
61 capter 61
62 capter 62
63 capter 63
64 episode 64
65 capter 65
66 capter 66
67 capter 67
68 capter 68
69 capter 69
70 capter 70
71 capter 71
72 capter 72
73 capter 73
74 capter 74
75 capter 75
76 capter 76
77 capter 77
78 capter 78
79 capter 79
80 capter 80
81 Capter 81
82 capte 82
83 capter 83
84 capter 84
85 capter 85
86 capter 86
87 capter 87
88 capter 88
89 capter 89
90 capter 90
91 capter 91
92 capter 92
93 capter 93
94 capter 94
95 capter 95
96 capter 96
97 capter 97
98 capter 98
99 capter 99
100 capter 100
101 capter 101
102 capter 102
103 capter 103
104 capter104
105 capter 105
106 episode 106
107 capter 107
108 capter 108
109 Episode 109
110 capter 110
111 capter 111
112 capter 112
113 capter 113
114 capter 114
115 capter 115
116 capter 116
117 capter 117
118 capter 118
119 capter 119
120 capter 120
121 capter 121
122 capter 122
123 capter 123
124 capter 124
125 capter 125
126 capter 126
127 capter 127
128 capter 128
129 capter 129
130 capter 130
131 capter 131
132 capter 132
133 capter 133
134 capter 34
135 capter 135
136 capter 136
137 capter 137
138 capter 138
139 capter 139
140 capter 140
141 capter 141
142 capter 142
143 capter 143
144 capter 144
145 capter 145
146 capter 146
147 episode 147
148 episode 148
149 capter 149
150 capter 150
151 Capter 151
152 capter 152
153 capter 153
154 capter 154
155 capter 155
156 capter 156
157 capter 157
158 capter 158
159 capter 159
160 capter 160
161 capter 161
162 Capter 162
163 capter 163
164 capter 164
165 capter 165
166 capterb166
167 Capter 167
168 capeter 168
169 capter 169
170 capter 170
171 Capter 171
172 capter 172
173 capter 173
174 capter 174
175 capter 175
176 capter 176
177 capter 177
178 capter 178
179 capter 179
180 capter 180
181 capter 181
182 capter 182
183 capter 183
184 capter 184
185 capter 185
186 capter 186
187 capter 187
188 capter 188
189 capter 189
190 capter 190
191 capter 191
192 capter 192
193 capter 193
194 capter 194
195 capter 195
196 capter 196
197 capter 197
198 capter 198
199 Capter 199
200 capter 200
201 capter 201
202 capter 202
203 capter 203
204 capter 204
205 capter 205
206 capter 206
207 capter 207
208 capter 208
209 capter 209
210 capter 210
211 capter 211
212 212
213 capter 213
214 capter 214
215 capter 215
216 capter 216
217 Capter 217
218 capter 218
219 capter 219
220 capter 220
221 pengumuman
Episodes

Updated 221 Episodes

1
Chapter 1
2
chapter 2.
3
chapter 3
4
chapter 4
5
chapter 5
6
chapter 6
7
chapter 7
8
chapter 8
9
chapter 9
10
CHAPTER 10
11
chapter 11
12
chapter 12
13
chapter 13
14
chapter 14
15
chapter 15
16
Chapter 16
17
episode 17
18
episode 18
19
chapter 19
20
chapter 20
21
chapter 21
22
chapter 22
23
chapter 23
24
episode 24
25
episode 25
26
chapter 26.
27
chapter 27
28
chapter 28
29
chapter 29
30
chapter 30
31
chapter 31
32
capter 32
33
capter 33
34
capter 34
35
episode 35
36
capter 36
37
capter 37
38
episode 38
39
capter 39
40
capter 40
41
chapter 41
42
capter 42
43
capter 43
44
capter 44
45
capter 45
46
capter 46
47
capter 47
48
capter 48
49
capter 49
50
capter 50
51
episode 51
52
capter 52
53
capter 53
54
episode 54
55
capter 55
56
capter 56
57
capter 57
58
capter 58
59
capter 59
60
capter 60
61
capter 61
62
capter 62
63
capter 63
64
episode 64
65
capter 65
66
capter 66
67
capter 67
68
capter 68
69
capter 69
70
capter 70
71
capter 71
72
capter 72
73
capter 73
74
capter 74
75
capter 75
76
capter 76
77
capter 77
78
capter 78
79
capter 79
80
capter 80
81
Capter 81
82
capte 82
83
capter 83
84
capter 84
85
capter 85
86
capter 86
87
capter 87
88
capter 88
89
capter 89
90
capter 90
91
capter 91
92
capter 92
93
capter 93
94
capter 94
95
capter 95
96
capter 96
97
capter 97
98
capter 98
99
capter 99
100
capter 100
101
capter 101
102
capter 102
103
capter 103
104
capter104
105
capter 105
106
episode 106
107
capter 107
108
capter 108
109
Episode 109
110
capter 110
111
capter 111
112
capter 112
113
capter 113
114
capter 114
115
capter 115
116
capter 116
117
capter 117
118
capter 118
119
capter 119
120
capter 120
121
capter 121
122
capter 122
123
capter 123
124
capter 124
125
capter 125
126
capter 126
127
capter 127
128
capter 128
129
capter 129
130
capter 130
131
capter 131
132
capter 132
133
capter 133
134
capter 34
135
capter 135
136
capter 136
137
capter 137
138
capter 138
139
capter 139
140
capter 140
141
capter 141
142
capter 142
143
capter 143
144
capter 144
145
capter 145
146
capter 146
147
episode 147
148
episode 148
149
capter 149
150
capter 150
151
Capter 151
152
capter 152
153
capter 153
154
capter 154
155
capter 155
156
capter 156
157
capter 157
158
capter 158
159
capter 159
160
capter 160
161
capter 161
162
Capter 162
163
capter 163
164
capter 164
165
capter 165
166
capterb166
167
Capter 167
168
capeter 168
169
capter 169
170
capter 170
171
Capter 171
172
capter 172
173
capter 173
174
capter 174
175
capter 175
176
capter 176
177
capter 177
178
capter 178
179
capter 179
180
capter 180
181
capter 181
182
capter 182
183
capter 183
184
capter 184
185
capter 185
186
capter 186
187
capter 187
188
capter 188
189
capter 189
190
capter 190
191
capter 191
192
capter 192
193
capter 193
194
capter 194
195
capter 195
196
capter 196
197
capter 197
198
capter 198
199
Capter 199
200
capter 200
201
capter 201
202
capter 202
203
capter 203
204
capter 204
205
capter 205
206
capter 206
207
capter 207
208
capter 208
209
capter 209
210
capter 210
211
capter 211
212
212
213
capter 213
214
capter 214
215
capter 215
216
capter 216
217
Capter 217
218
capter 218
219
capter 219
220
capter 220
221
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!