Setelah para sahabatnya pergi, Doni masih berdiri di tempatnya. Ia bukanlah jenis cowok pemalu bahkan ia biasanya cukup mudah untuk membuat cewek naksir dengannya. Sikapnya yang kocak dan kadang gak tau malu itu membuat cewek-cewek menyukainya. Saat SMA ia juga di kenal sebagai ketua OSIS dan tergabung dalam tim basket. Sifat rahmahnya tersebutlah yang membuat ia memiliki nilai plus tersendiri.
Ia masih memandang Sarah yang berdiri di depan pagar sambil mengotak-atik ponselnya. Ia kemudian memberanikan diri untuk menegur Sarah.
“Kamu gak bawak mobil?” Tanyanya yang membuat Sarah memandang ke arahnya. Sarah terlihat begitu cantik dan angun. Ia memakai busana yang bermodel kebaya. Model bajunya terlihat sangat seksi. Bagian lehernya terbuka lebar dan memperlihatkan bahunya yang putih. Kebaya hitam dengan rok batik hitam dan bercampur merah.
“Aku tadi di antar supir.” Jawab Sarah kemudian di saat ia melihat Doni sudah berdiri di sebelahnya.
“Sekarang nunggu apa.” tanya Doni.
“Sepertinya aku mau pesan taksi online. Pak supir sedang jemput papi.” ucapnya.
“Udah kamu pesan taksinya.” Tanya Doni yang penuh harap kalau gadis di sampingnya belum memesan taksi.
Sarah menggelengkan kepalanya. “Ini baru mau download aplikasi gocar.” Ucap nya.
“Aku antar mau.” Tawar Doni kemudian.
Sarah sedikit ragu dan kemudian ia menjawab, “boleh.”
Sarah sudah duduk di kursi sebelah kemudi. Ia kemudian mencantelkan besi seatbelt. Begitu juga dengan Doni, pria itu melakukan hal yang sama.
“Rumah kamu di mana.” Tanyanya sebelum menjalankan mobilnya.
Gadis itu memberikan alamat rumahnya. Doni mengemudi dengan sangat santai. Tidak ada pembIcaraan di antara mereka. Ia mendadak menjadi pendiam dan kehabisan kata bahkan untuk berdehem saja dia tidak bisa. Hanya ada suara musik mobilnya yang saat ini terdengar di antara mereka. Doni sedikit menaikkan volume music mobilnya agar suara detak jantungnya yang begitu kuat tidak terdengar oleh Sarah.
Mereka sudah sampai di depan rumah Sarah. Sarah tinggal di salah satu perumahan elit. Ia membuka kan pintu mobil untuk Sarah. Ketika Sarah menawarinya untuk singgah ia menolak.
“Gak enak bertamu jam segini.” Ucapnya.
Waktu itu sudah jam 10 malam. Sarah mengangguk dan kemudian mengucapkan terima kasih.
**********
Sesampainya di kos Ardi. Ari mengambil motornya. Kereta besi yang di milikinya itu seutuhnya pemberian dari Ardi. Ardi membelikan motor matic untuk sahabatnya itu ketika ia menjual mobil honda crv miliknya yang tembus seharga 1milyar.
“Gak nginap?” Tanya Ardi ketika sahabatnya itu duduk di atas motor matic hitam tersebut.
“Tugas aku belum siap Di.” Jawabnya. “Aku mau langsung pulang. Buat lembur.” Ucap Ari kemudian. Kosnya tidak terlalu jauh dari kos Ardi.
“Hati-hati,” ucap Ardi kemudian ketika sahabatnya itu sudah menjalankan motornya.
Ardi membuka pintu kamarnya. Kamarnya yang menjadi berantakan karena ulah sahabatnya. Ia membawa piring-piring kotor dan juga gelas ke dapur dan mencucinya. Ia kemudian membersihkan kamarnya. Ia memang tidak suka melihat kamarnya berantakan.
Ia kemudian menghubungi mamanya. Ia tidak tau harus bercerita kepada siapa selain kepada wanita yang telah melahirkannya tersebut. Terdengar suara penuh semangat menerima telepon nya.
“Ada apa anak mama nelfon?” Ucap Mira.
Ardi menghirup nafasnya dalam dan menghempaskannya. “Arum udah tunangan ma.” Suaranya terdengar begitu sangat lemas
Mira terkejut saat mendengar kata-kata Ardi. “Sama siapa?” Tanya wanita yang di sebrang sana.
“Mas Habibi.” Jawabnya kemudian.
“Yang belikan kamu mobil?”
“Iya ma.”
“Kan masih tunangan. Masih bisa di tikung.” Ucap wanita itu asal.
“Gak bisa di tikung lagi ma. Tiga minggu lagi udah nikah.”
“Ooo... Padahal dulu sewaktu ayah Arum masih hidup, Papa kamu dan mas Mardi sepakat menjodohkan anak-anak mereka.”
“Mama kenapa baru ngomong sekarang kalau ada perjodohan seperti ini. Mestinya Arum akan ikut amanah ayahnya.” Ucap Ardi penuh sesal begitu mendengar perkataan mamanya.
“Mama sama papa berencana mau ke Jakarta menemui Siti. Memberi taukan masalah ini. Tapi belum sempat-sempat. Tapi ayahnya gak ada bilang yang di jodohkannya Arumi. Kalau Arumi gak jadi jodoh kamu. Berarti kamu akan di jodohkan dengan Aisah.”
“Apa???? Mama yg benar aja. Ardi mau di jodohkan sama Aisah?”
“Itu masih mending. Dari pada kamu di jodohkan sama anak yang masih dalam perut.”
“Ma, jangan gini dong.”
“Ini amanah dari mas Mardi. Mama dan papa harus segera memberi tahukan hal ini kepada Siti. Biar gak kecolongan untuk yang kedua kalinya. Kalau sempat kecolongan yang ke dua kalinya. Gak mungkin kamu di jodohkan sama Azzam.”
“Ma, kenapa Aisah ma. Gimana kalau dia nolak Ardi.”
“Ya kalau dia nolak. Gak jadi jodoh kamu. Lagi pula anak mama ganteng kok. Pasti ramai yang mau.”
Ardi memijit pelepis keningnya. Niatnya menghubungi sang mama, agar mendapatkan ketenangan. Namun ternyata malah membuat kepalanya semakin pusing.
“Ma, dah ya Ardi ngantuk. Mau istirahat.”
“Iya sayang. Jaga kesehatan ya. Ingat kamu sudah di jodohkan dengan Aisah,” ancaman wanita dari seberang sana dan langsung memutuskan sambungan telepon tersebut.
***********
maaf ya Reader. untuk awal author memasukkan beberapa episode dari Arumi.
agar alur cerita author gak ngambang. dan bagi yang baru membaca bisa mengerti alur cerita nya.
makasih ya dukungan reader.
like dan komen nya author selalu tunggu
😊😊🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Fahri Siti
judul nya perjodohan
2022-12-24
0
Putri Auren
ada rasa kasian sama Ardi, tapi lucu pas mama bilang di jodohkan sama aisyah...
calon mantu idaman dewhhh buuu pokoknya. serba bisa serba ada di diri si aisyah... Lovvveeee uuuuuu sekebonnn daahhhh 😘😘😘😘😘
2022-11-21
0
Noer Anisa Noerma
lanjuu
2022-01-25
0