Sarah masih menatap ke arah Ardi. Iya sangat berharap bisa memberikan ketenangan untuk Ardi. Namun sikap pemuda itu tetap saja dingin. Sarah melihat sisi berbeda dari pemuda itu saat pria tersebut berbicara dengan Arum. Tatapan matanya, sikapnya dan bahkan ia bercanda dengan Arum.
Naura hanya berani menatap Ardi sekilas kemudian ia menundukkan kepalanya. Naura gadis yang selalu menundukkan pandangan terhadap laki-laki. Ia memang tamatan pondok pesantren
Ardi hanya diam ia menundukkan kepalanya. Ia mengangkat kepalanya saat di lihatnya Aisah yang sudah duduk atas pangkuannya. Gadis kecil tersebut dengan santainya duduk di pangkuannya dan melingkarkan tangan Ardi dipinggangnya yang ramping. Ardi memeluk gadis kecil tersebut dan mencium puncak kepalanya. Ia memang menyukai anak-anak dan ia menganggap gadis kecil itu adiknya.
“Abang Ardi mau apa, Ica ambilkan.” Aisah memutarkan kepalanya melihat ke Ardi.
“Kita ambil berdua.” Usul pemuda itu.
Aisah memandang Ardi. “Abang Ardi tunggu di sini aja. Biar Ica yang ambilkan.” Tawar gadis itu kemudian.
“Gak usah kita ambil berdua. Ais mau abang gendong atau jalan sendiri?” Ucapnya sambil tersenyum.
“Jalan sendiri aja deh. Tangan abang Ardikan masih sakit.”
Ardi senyum sambil mengusap puncak kepala gadis kecil tersebut.
Naura memperhatikan Aisah dan Ardi. Setelah mereka menjauh.
“Kak Sarah, saingan baru.” Ucap naura.
Sarah hanya tersenyum.
“Besok kalau udah gedek jumpa dengan Ardi, kira-kira tuh bocah malu gak ya?” Doni tampak mulai menerawang masa depan.
“Gue rasa gak bakalan mau ngaku tu bocah.” Balas ari.
Kemudian mereka tertawa, namun Sarah tampak cemberut dengan memajukan bibirnya
“Aku udah bilang ke kamu. Kenapa harus ngejar Ardi yang abu-abu coba. Mestinya langsung pilih yang jelas aja warnanya. Hitam ya hitam. Putih ya putih dari pada yang abu-abu. Di sini ada yang setia nungguin tapi malah di angurin.” Kata Ari.
Mendengar kata-kata yang di sampaikan Ari membuat wajah Doni memerah seketika. Naura melihat ekspresi wajah Doni. Doni menendang kaki Ari dari bawah meja.
********
“Saya mendapat beberapa informasi, yang ternyata mbak Arumi ini pintar nyanyi dan selalu menang lomba nyanyi tingkat kecamatan dan kabupaten. Hanya saja tidak di ikut ke tingkat yang lebih tinggi. Bagaimana para hadirin apa bila kita meminta untuk mbak Arumi menyanyikan satu lagu untuk menambah keindahan malam ini.” Ucap seorang mc yang membawa acara tersebut.
Ardi hanya diam di tempat duduk nya. Ia melihat gadis itu naik ke atas pentas. Ia sangat terkejut saat mendengar bahwa gadis itu meminta agar ia mau menemaninya untuk nyanyi di atas panggung tersebut. Ardi menarik nafasnya dalam dan panjang. Ia menghempaskan nafanya. Mungkin ini terakhir kalinya ia bisa bernyanyi dengan gadis itu. Tiga minggu ke depan gadis itu akan menjadi istri orang lain. Pemuda itu kemudian tersenyum. Ia melambaikan tangannya. Ardi berjalan menuju panggung. Ia naik ke atas panggung dan kemudian mengambil alat musik keyboard. Ardi memang mahir dalam memainkan alat musik yang sedang di otak-atiknya tersebut.
“Ardi sahabat saya sejak kecil dan sampai kapan pun dia tetap sahabat saya. Dialah yang tidak pernah pergi dari Arum, walau bagaimanapun keadaan Arum. Arum sungguh merasa Allah sayang dengan Arum. Karena Arum di pertemukan dengan orang-orang yang tulus sayang sama Arum.” Kata Arumi. Gadis itu melihat Ardi yang berdiri dialat musik keyboard tersebut. Ardi tersenyum dan mengangkat kedua jempol nya.
“Aisyah istri Rasulullah.”
Arum mulai metikkan gitarnya. Ardi mulai bermain dengan musik keyboard. Suara merdu Arumi memanjakan telinga yang mendengarnya. Para tamu undangan tampak terpukau saat melihat Arum memetikkan gitarnya dan suaranya terdengar begitu merdu. Arum kembali memetikan gitarnya setelah mendengar permintaan Ardi yang akan membawakan lagu kenangan yang terindah dari Samsons.
“Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
cinta yang t'lah hilang darimu yang mampu menyanjungku
Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu
Untuk mengenangmu
Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati
Chorus :
Bila yang tertulis untukku
Adalah yang terbaik untukmu,
Kan kujadikan kau
Kenangan yang terindah dalam hidupku
Namun takkan mudah bagiku
Meninggalkan jejak hidupku
Yang t'lah terukir abadi
Sebagai kenangan yang terindah
Darimu kutemukan hidupku
Bagiku kaulah cinta sejati”
Lirik lagu inilah yang menggambarkan perasaannya saat ini. Ia hanya berusaha untuk tetap bertahan di tempat ini. Kalau boleh jujur, Ia ingin pergi jauh dari tempat ini. Ia tidak ingin melihat gadisnya di miliki orang lain. Namun ia begitu mencintai gadis itu sehingga ia rela harus merasa kan sakit dan perih ini. Yang penting gadis itu bahagia.
Ia juga menyanyi lagu Dealova.
“Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Oh, karena hati telah letih
Aku ingin menjadi sesuatu yang selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa 'ku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati
Oh, bayangmu seakan-akan
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada
O-o-o-o-oh ...
Hanya dirimu yang bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang
dan sepi
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yang kuhela kau selalu ada”
Suaranya yang berat dan serak-serak basah tersebut begitu cocok dengan lagu yang di bawaknya. Arum yang memetikan gitarnya hanya menundukkan kepala. Air matanya menetes saat ia mendengar lagu yang di nyanyikan sahabatnya itu. Selama ini ia mengira bahwa ia hanya bertepuk sebelah tangan. Namun ternyata, ia sudah melukai perasaan sahabat nya.
Ari yang mendekati panggung tersebut, mengambil video sahabatnya itu. Setelah menyanyikan beberapa lagu, Ardi dan Arum turun dari panggung. Mereka mendapat tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir.
*********
“Selamat ya mas,” ucap Ardi sambil memegang erat tangan Habibi. “Aku percaya, mas bisa menjaga, menyayangi dan mencintai Arum. Tolong bahagiakan Arum.” Terlihat mata Ardi yang tampak berkaca-kaca. “Tolong jaga Arum.” Pintanya
Habibi menganggukkan kepalanya. “Terimakasih udah jaga Arum selama ini.” Ucap tulus pria itu.
Ardi mengangguk kan kepala nya.
Arum bersusah payah menahan air matanya. Ia tidak sanggup untuk melihat Ardi. Arum bukanlah gadis yang cengeng. Namun ia begitu takut setelah ini, Ardi akan menjauh dan meninggalkan nya.
“Arum...,” Arum mengangkat kepalanya. Ia melihat wajah Ardi. Wajah nya tampak begitu sedih saat melihat wajah sahabatnya itu.
“Selamat ya,” ucapnya. “Mas Habibi akan menjaga dan menyayangi kamu.” Ardi memberikan senyum yang sebenarnya tidak mampu ia tunjukkan. Gadis itu menganggukkan kepalanya.
Sebelum pergi Ari menyiku tangan sahabatnya. “Don, sepertinya Sarah sendiri tu.” Ucapnya sambil berbisik di telinga Doni ketika Sarah berdiri di depan pagar tinggi tersebut.
“Terus,” tanya Doni.
“Ya lu antar pulau lah.” Omel ari.
“Kalau dia gak mau gimana,” tanya Doni kemudian.
“Lu coba dulu bro. Emang bener ya kata orang. Cinta itu bisa bikin orang ****.” Omel Ari yang membuat Doni harus menelan air ludahnya.
“Gue berangkat dulu.” Ucap ari kemudian. Ia berjalan meninggalkan sahabatnya yang masih berdiri di tempatnya. Ia kemudian pulang bersama dengan Ardi. Ia tidak membawak motornya yang di tinggalnya di kos Ardi. Ari duduk di sebelah kursi kemudi. Ia melihat wajah sahabatnya itu. Pria tampan yang begitu sempurna di mata manusia yang memandang nya, kini begitu menyediakan. Tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka, hanya suara musik yang terdengar.
***********
hai reader. Jangan lupa ya like dan komen nya. vole nya juga.
kalau di Arumi, author banyak membahas tentang teman-teman nya Arumi. namun di novel yang ini. author akan membahas tentang para sahabat Ardi. dan juga Aisah ya.
please dukung author ya.
😊😊🙏🙏
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Maulana ya_Rohman
😢😢😢😢🤧
2023-10-17
0
Putri Auren
masih saja aku nangis ya pas Ardi bilang
tolong bahagia kan arumi
tolong jaga arumi
duuuuhhhh... rasanya pengen ngacak acak tuh acara.
focus ama aisyah 🤣🤣🤣tetep masih lucu imut gemesinnnnn
2022-11-21
0
Noer Anisa Noerma
banyak ngulang nya
2022-01-25
0