Rasa perih di tangannya sudah tidak lagi di rasakannya. Rasa sakit di hatinya melebihi dari rasa sakit apa pun. Sebagai seorang ahli bela diri taekwondo, memukul benda keras dari kaca bukanlah hal yang baru untuknya. Ia sudah terbiasa akan hal itu. Ia sudah tidak bisa mengungkapkan apa yang saat ini dirasakannya.
Ardi membuka album foto-fotonya saat ia masih kecil. Begitu banyak kenangan ia bersama dengan sahabnya itu. Kemudian foto-foto itu discan nya. Ia memindahkan foto-foto tersebut ke folder foto miliknya.
Kepalanya terasa begitu berat. Ia memijat-mijat keningnya sendiri. Ia kemudian mengeluarkan betadin, perban kain serta hansaplas dari dalam tasnya. Tiga benda tersebut tidak pernah jauh darinya. Ia selalu membawa benda tersebut. Sudah saatnya benda itu di tinggalkan nya. Ia memfoto benda tersebut dan meletakkan benda itu di dekat tempat tidurnya.
Ardi merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia memejamkan matanya. Ia tertidur cukup lama. Ardi baru terbangun saat jam 6 sore. Ia mandi dan langsung berwudhu. Ia kemudian memakai baju koko, dan juga kain sarung dan memakai peci. Ia keluar dari dalam kamarnya dan pergi ke masjid yang dekat dengan kosnya. Ia hanya berjalan kaki untuk sampai ke mesjid.
Ia selalu menyempatkan diri untuk bisa sholat berjamaah di masjid. Ia sholat Magrib dan kemudian ia mengaji di mesjid tersebut sambil menunggu waktu sholat Isya.
Kembali dari mesjid, ia masuk ke dalam kamar setelah membuka kunci kamar tersebut. Ia membuka baju yang dikenakannya dan menggantinya dengan baju kaos dan memakai celana training. Ardi mengambil ponselnya yang diletakkannya di nakas. Sudah banyak masuk chat dari para sahabatnya. Menanyakan kabarnya. Apa ia sudah dapat kabar dari Arumi. Ardi hanya membaca chat tersebut tampa berniat untuk membalasnya. Ia berusaha untuk memejamkan matanya. Makan malam yang sudah dibelinya sebelum pulang dari kampus tidak dimakannya.
*************
Pagi ini Ardi menyempatkan diri untuk ke toko perhiasan. Ia sudah berjanji, bahwa ia akan membelikan gadis cinta pertamanya itu perhiasan. Walaupun janji itu diucapkannya sewaktu mereka masih kecil dan ia akan tetap menepati janji itu. Ia membeli sebuah cincin emas, kalung dan gelang. Ia meminta pemilik toko tersebut untuk memasukan perhiasan itu kedalam kotak perhiasan. Ia kembali kekosannya setelah membeli perhiasan tersebut.
***
Ketukan di pintu kamarnya mengahlikan pandangannya dari monitor laptop yang ada di depannya. Ia sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Ketukan pintu tersebut semakin lama terdengar semakin kuat dan suara yang memangil-mangilnya sudah pasti sangat dikenalnya.
“Di.... Buka pintu Di. Buka Di. Di... Woy buka ... Kalau lo gak buka, ni pintu gua dobrakan ya.” Ucap orang dari luar. “Satu....dua.....”
Pintu itu terbuka. Sudah ada beberapa orang di depan kamarnya dan dua sahabat dekatnya nya. Saat pintu sudah terbuka, tampak wajah sahabatnya begitu mencemaskannya. Mereka tau bagaimana sahabatnya itu mencitai gadis yang berstatus sahabat sejak kecil itu. Apa lagi telpon dan juga chatnya tidak ada yang di balas Ardi. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk datang ke kos sahabatnya itu. Mereka takut sahabatnya itu melakukan tindakan bodoh. Namun melihat kondisi sahabatnya yang ternyata baik-baik saja Doni dan Ari merasa lega.
Dua pria tersebut masuk tanpa di suruh. Doni mengambil posisi duduk di lantai yang beralaskan karpet tebal tersebut. Ari juga melakukan hal yang setelah ia mengeluarkan buah serta mengambil roti dari lemari pendingin yang ada di kamar tersebut. Ardi hanya memandang sahabatnya. Kemudian pandangannya kembali tertuju ke benda petak di depannya. Jari-jari nya mulai sibuk menari-nari di atas keyboard laptopnya. Walaupun sebelah tangannya tidak bisa di gunakan nya untuk mengetik. Ia hanya memakai satu tangan saja.
Ari mengupas kulit salak dan kemudian mengingit nya. Doni membuka pelastik roti yang isi selai coklat keju tersebut. “Gak enak gak ada minumnya.” Ucap Doni yang mengunyah roti coklat tersebut. Ia kemudian berdiri ke lemari yang berisi piring dan gelas. Ia mengambil satu bungkus capuccino yang tersimpan di dalam lemari.
“Dua bro,” ucap Ari.
Doni hanya mengangkat jempolnya. Ia memasukkan serbuk capuccino tersebut ke dalam gelas dan kemudian menambahkan susu kental manis, menyeduh dengan air panas. Ia membuat 3 gelas capuccino. Ia kembali duduk dan menikmati roti serta segelas capuccino.
Bukan hanya satu bungkus roti yang di habiskan Doni dan Ari. Tapi mereka memakan 3 bungkus roti. Ardi memandang sahabat-sahabatnya itu.
“Kalian belum sarapan?” kalimat awal yang dikeluarkannya.
“Gue lapar banget. Dari semalam gue gak makan,” ucap Doni. Gue gak tenang, gak tau kabar lo,” ucap nya kemudian dengan bersungguh-sungguh. Sejak semalam ia tidak makan karena menghawatirkan sahabatnya. Sahabatnya yang tidak pernah pacaran dan hanya mencintai satu orang cewek semua hidupnya.
“Kalau aku memang belum sarapan,” ucap Ari sambil nyengir.
Ardi kembali diam melanjutkan tugas yang sedang di buatnya. Ia begitu bersyukur memiliki sahabat yang begitu perduli dengannya.
“Jadi tangan lo di jahit?” tanya Doni kemudian setelah menyelesaikan makan roti dan menghabiskan satu gelas capuccino.
“Gak ada yang robek. Cuman nancap doang.” ucap Ardi nyantai.
“Tapi itu darah nya masih netes,” ucap Ari yang memandang perbedaan putih yang masih basah tersebut.
“Gak apa kok,” Jawab Ardi.
“Kita periksa dulu luka lu tu,” usul Doni yang mencemaskan sahabatnya.
Ardi hanya mengangkat bahunya. Tanpa menghiraukan sahabatnya tersebut.
“Gimana, lu datang kan?” tanya Ari yang tampak ragu-ragu.
“Iya,” jawab Ardi.
“Nanti sore kami ke sini lagi. Kalau kami di sini sampai sore, lu bakal siapkan makan siang kami,” ucap Doni sambil tertawa.
“Terserah aja,” jawabnya.
Kedua sahabatnya itu pergi untuk mencari sesuatu.
*********
like dan komen nya jangan lupa ya reader.
vole juga. 😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Kawaii 😍
baru mampir
2024-01-11
0
Noer Anisa Noerma
lanjuuutttttt
2022-01-25
0
Eni Supriyono
maaf koreksi dikit ya....itu tulisan menggigit buah ya....bukan mengingit....
doble g...
seperti menggendong dobel g....kl g 1 untuk mengunyah...
sering salah ejaannya...
by the way sejauh ini ceritanya seru
2021-09-16
0