begitu sampai di rumah, Aisah langsung menuju ke kamarnya, Setelah menyalami tangan ibunya. Ia menaiki anak tangga satu persatu hingga sampai ke lantai atas. Aisah membuka pintu kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang tidak pernah di ganti. Gadis remaja itu masih setia dengan isi kamar nya. Mengingat isi kamar yang sekarang di pakai nya pemberian Ardi, walaupun dulu di berikan pria itu untuk kakaknya. namun sekarang sudah miliknya.
Aisah membuka baju seragam yang di pakai nya. Ia sudah tidak sabar untuk membuka bingkisan dari calon suami. Aisah mengambil bingkisan tersebut di dalam tas sekolah nya dan membuka bingkisan di tangannya dengan sangat hati-hati agar bungkusnya tidak rusak. Aisah membuka tutup kotak tersebut. Di dalam Aisah mengambil surat yang ada di dalam kota tersebut. Surat itu di tulis dengan mengunakan kertas surat seperti cerita ibunya. Aisyah tersenyum memandang kertas surat yang dibuat oleh calon suaminya sendiri. "Bang Ardi kreatif dan romantis," ucapnya yang mencium kertas surat berwarna pink dengan background berbayang foto Ardi bersama dengan Aisah di dalam di mobil. di zaman seperti sekarang sudah pasti kertas surat tidak akan mudah lagi untuk ditemukan. berhubung sudah tidak ada lagi yang menggunakan kertas surat seperti itu.
"Lihat kertas suratnya aja Ica udah senang," Aisah sudah tidak sabar ingin membaca isi surat tersebut.
to Aisah calon istri Abang.
Saat adek baca surat Abang. Mungkin Abang sudah berada di atas udara. Sudah terbang ke negeri Paman Sam atau mungkin Abang sudah memijakkan kaki di sana. Sungguh berat rasa hati Abang untuk meninggalkan Adek. Namun Abang ingin adek bangga saat nanti menjadi istri Abang. Abang berharap adek sekolah dengan baik. Jangan terlalu memikirkan hubungan kita. Abang ingin adek fokus dengan sekolah adek. Abang juga akan fokus dengan kuliah Abang. Abang sudah janji, di saat Abang sudah menyelesaikan studi Abang, Abang akan melamar adek dan pada saat itu adek mungkin sudah berumur 21 tahun atau 22 tahun atau juga 20 tahun. Adek doakan agar Abang bisa menyelesaikan semuanya dengan cepat. Abang berjuang di negara adidaya ini untuk adek demi masa depan kita. Adek sejak dulu sudah memiliki rencana untuk menjadi seorang dokter, guna bisa selalu ada di dekat abang. karena itu juga Abang ingin menjadi seorang yang bisa Adek Banggakan.
Selama ini Abang tidak pernah mau kita berhubungan sangat dekat. bukan karena Abang gak sayang adek. Abang sangat sayang adek, namun Abang tidak mau kita berhubungan terlalu jauh sehingga menjadi sebuah dosa.
Cuman Adek yang bisa membuat Abang tertawa lepas. Sehingga abang lupa bersikap Munaf seperti biasa. Abang selalu merindukan celoteh yang keluar dari bibir adek yang kecil. mata afek yang berkedip-kedip genit saat berbicara dengan Abang.
Dan afek harus tau, ciuman yang adek berikan untuk Abang. itu ciuman pertama Abang. Abang janji itu akan tetap menjadi ciuman pertama Abang Sampai nanti kita bertemu di depan saksi dan mendengarkan para saksi mengatakan sah.
Abang harap adek bisa menjaga hati adek untuk Abang dan menjaga kesucian adek. Abang sangat berharap adek tidak mengecewakan Abang.
Abang akan selalu merindukan adek di di sana.
jangan pernah meninggalkan sholat ya.
selalu doain Abang. Abang juga akan selalu mendoakan adek, agar tercapai cita-cita adek dan hadiah dari kesetiaan dan juga kesabaran kita. kita akan bersatu di pelaminan.
l love you sayang.
sekolah yang rajin.
by : Bang Ardi.
nb: Jangan pernah lelah untuk menjadi orang yang baik. karena orang yang baik akan berjodoh dengan orang yang baik pula.
Aisah menagis saat memegang kertas surat tersebut. Mendapkan pengakuan cinta dari orang yang di rindukan nya bertahun-tahun seperti mimpi untuk Aisah. "I love you too bang," ucap Aisah yang tersenyum dan mengusap air matanya. "Ica berharap Isa bisa kuat menahan rindu sama Abang."
Aisah membuka kotak kecil yang ada di dalam kotak tersebut. Aisah mengeluarkan cincin yang bermata berlian. cincin yang terlihat sangat simpel namun mewah. Aisah memasukkan cincin tersebut di jari manisnya. Aisah membuka satu kotak lagi, yang berisi jam tangan dan gelang.
"Ya Allah, Ica gak nyangka. bang ardi sangat romantis. Allah, apa Ica boleh minta agar waktu di majukan 5 tahun yang akan datang.
Ica beneran gak sabar,"
ucapnya sambil mencium surat di tangan nya.
"Ica janji bang, Ica bakal jaga kesucian Ica untuk Abang. kesucian Ica, bukti cinta Ica," ucapnya dengan senyum lebar di bibirnya.
********
Aisah berbaring di atas tempat tidur nya. Ia benar-benar tidak ingin mengerjakan pr nya yang akan di kumpul besok. Mengerjakan Pr kimia, tidak butuh waktu lama untuknya namun saat ini ia hanya ingin memandang layar ponsel nya dan berharap calon suami akan menghubunginya . Besok yang masuk guru PPL cantik yang super baik, gak suka marah, dan sabar habis, Ibu Fitriah. Sudah pasti guru cantik itu gak akan marah atau ia juga bisa nyontek punya Erika atau derlin. Mereka gak mungkin lupa, pikirnya. Aisah memandang ponsel nya sambil bolak balik ke kanan dan ke kiri. Aisah membuka galeri dan melihat foto-fotonya sama Ardi.
Aisah tidak keluar-keluar dari dalam kamar.
surat Ardi sudah di baca nya berulang-ulang kali. Ia mencium surat itu gak ada habis-habisnya. Aroma parfum Ardi lengket di kertas tersebut.
Aisah memandang ponselnya yang berdering. Dengan cepat gadis itu menyentuh layar ponsel tersebut dan mengesankan icon hijau itu ke atas disaat Aisah Memandang panggilan video call dari pria yang sudah di tunggu nya.
"Hallo," ucap gadis tersebut setelah menata rambutnya dengan rapi.
Ardi tersenyum memandang wajah cantik gadis yang memenuhi layar ponselnya.
"Hallo juga, assalamu'alaikum,"
ucapnya.
"Waalaikumsalam," jawab Aisah.
"Adek udah makan?
tanyanya
Aisah menggelengkan kepalanya.
"Kenapa belum makan?" tanya Ardi.
"Ica nungguin Abang telpon," ucapnya.
"Ini Sudah Abang telpon. Habis ini makan ya," ucap Ardi yang mendapatkan anggukan dari Aisah.
"Sudah baca surat Abang?" ucap Ardi yang sedikit tersenyum.
Aisah kembali mengangguk kan Kepala nya.
"Ica juga cinta Abang. I Love you," ucapnya yang tersenyum lebar.
Ardi tersenyum mendengar ucapan gadis tersebut. I Love you to sayang," jawabnya dengan tatapan penuh kerinduan. Belum sehari tidak melihat gadis itu. Ia sudah sangat merindukan nya. Apa ia mampu untuk tidak menghubungi gadis tersebut. pikirnya
Mereka kemudian diam dan saling pandang.
"Bang," ucap Aisah memanggil namanya.
"Iya dek," ucap Ardi.
" Ica kangen Abang," ucap Aisah yang melanjutkan kalimatnya.
"Belum sampai satu hari Abang tinggalin dek," ucapnya.
"Iya tapi Ica sekarang udah kangen, gimana dong," ucapnya.
Ardi diam, bila boleh jujur. Ia juga sangat merindukan gadis remaja tersebut. "Sekarang sudah Vidio call apa masih kangen?"
tanyanya.
"Lihat Abang gini malah tambah kangen," ucap Aisah.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Maulana ya_Rohman
,,,,.....
2023-10-17
0
Putri Auren
aku yg baca ikut senyum senyum...
bahagia nya masa masa jatuh cinta 😘😘😘😘😘
2022-11-21
0
Lilik Juhariah
yg baca lho ikut bahagia
2021-07-03
0