Aisah begitu sangat malas untuk melihat pertandingan futsal sekolahnya. namun karena udah janji dengan Mardian. akhirnya ia pergi juga untuk melihat pertandingan tersebut. kedua sahabatnya tampa begitu semangat menonton pertandingan sekolah mereka. Mardian selalu melihat ke arah Aisah. setiap kali ia berhasil memasukkan bola ke gawang. pemuda tampan itu selalu tersenyum ke arah Aisah. namun Aisah hanya diam dan duduk saja. walaupun semua orang yang ada di sana berdiri bersorak penuh semangat. setiap kali tim sekolah mereka berhasil mencetak scor. Mardiana selalu melakukan hal yang sama setiap kali ia berhasil mencetak scor. setelah pertandingan selesai. begitu banyak para gadis di sekolah nya yang datang mendekati nya. memberikan tisu, minuman Pocari sweat, minuman meizone air mineral. dan sebagainya. namun pria itu menolak nya. ia berlari ke tempat duduk penonton berharap Aisah masih duduk di sana untuk menunggu nya. namun saat ia sudah berada di tempat duduk yang tadi di tempati aisah. gadis itu sudah tidak ada.
Mardian duduk di tempat duduk yang tadi di duduki Aisahia , ia berdesah kecewa.
********
berhari-hari Aisah tidak mendapatkan kabar dari Ardi. gadis itu selalu saja mengecek ponselnyalnya. setiap kali ada pesan wa yang masuk ia selalu membuka pesan itu dengan sangat cepat. ia juga melihat Ig milik Ardi. yang tidak pernah updated status. no ponsel Ardi sudah tidak aktif begitu juga dengan wa milik calon suami nya tersebut. ia tetap mengirim kan pesan tersebut ke Ardi. berharap pria itu mengaktifkan ponsel miliknya. dan membaca pesan tersebut
sudah berulang-ulang kali pesan yang di kirim kan pria itu di baca nya. mungkin sudah sampai ratusan kali. surat yang di berikan calon suaminya itu. sudah sampai lesuh karena selalu di bukanya, kemudian di lipat nya kembali dan di buka lagi. Hinga kertas itu sudah tampak begitu lesuh.
ia turun dari atas tempat tidur nya berbaring. ia kemudian memakai jilbabnya.
Bu Ica ke foto copy dulu ya sebentar. ucapnya. saat di lihatnya ibunya yang berada di dalam kamar sang ibu.
mau cari apa ca?
tanya siti.
Ica mau beli lem dan gunting Bu. untuk tugas prakarya besok. pena sama buku Ica juga. ucap nya.
hati-hati ya ucap Siti.
Bu Ica pergi nya dekat sini kok. jawab gadis remaja itu.
walaupun pergi nya cuman di depan rumah. Ica harus hati-hati. ucap Siti kepada putrinya.
aisah mengangukan kepalanya.
ia memarkirkan motor nya di depan toko foto copy yang di menjadi tujuan nya.
ia kemudian turun dari motor tersebut.
cari apa dek?
ucap pemilik toko.
bang, bisa laminating ini gak. ucapnya sambil memberikan kertas yang ada di tangannya.
pria itu tersenyum. dan kemudian mengangguk kan Kepala nya. pria itu mulai memanaskan mesin Laminating tersebut. ia mengatur panas.suhu mesin tersebut 120 °
setelah kertas tersebut di masukkan nya ke dalam plastik khusus untuk laminating. ia kemudian melampisi pelastik tersebut dengan kertas. guna mencegah pelastik itu terbakar. setelah di rasa benar-benar lengket kertas tersebut. ia memberikan nya ke pada Aisah. bang, lem stick glue, gunting, buku dan pena kekno hitam dan biru. ucapnya. kemudian.
surat dari calon suami nya ya dek.
ucap si pemilik toko.
Aisah mengangukan Kepala nya.
romantis ya orang nya. ucap pemilik warung tersebut. ica kembali mengangguk kan kepa nya.
dokter ya. ucap pria itu. gadis itu kembali mengangguk kan kepalanya.
kemudian ia memandang pemilik toko tersebut. di baca ya bang. ucapnya.
terbaca dek. kalau laki-laki baik. ya seperti itu. ia menjamin,gadis yang di cintai nya. bersih tanda noda. ucap pria tersebut. membuat bibir Aisah membulat.
tapi kalau cinta, udah pasti gak bakal ngilang tanpa kabar berita kan bang.
kalau orang cinta pasti selalu ingin bersama ucap Aisah yang berusaha untuk mengeluarkan isi kepala nya.
sebagian orang emang mikir nya seperti itu.
mereka mencintai dan ingin menguasai yang belum hak mereka. dan bahkan mengambil yang tidak milik mereka.
namun laki-laki yang baik. ia tidak akan mau melakukan seperti itu. apa lagi orang nya alim. ibadah nya bagus. dan pintar lagi.
sudah pasti ia lebih memilih untuk menahan rasa rindu itu.
ucap pemilik toko.
tapi bagaimana kalau dia nya di sana tergoda dengan yang lain?
prinsip itu susah di terobos dek.
ucap pria tersebut.
berapa bang, tanya aisah saat ia mengingat bahwa ia sudah selesai belanja.
ia pergi setelah membayar belanjaan nya.
******
hai..... ucap seorang gadis yang duduk di sebelah Ardi.
Ardi memandang gadis berambut pirang lurus yang panjang sepinggang tersebut.
hai juga. jawab nya.
kenalkan nama aku Lusi. ucapnya sambil menjulurkan tangannya.
yang tidak mendapatkan balasan dari Ardi .
pria itu tersenyum dan kemudian menjawab.
nama aku Ardi.
kenapa kamu tidak menyambar uluran tangan aku. protes gadis tersebut.
Ardi hanya hanya tersenyum.
tidak perlu bersentuhan untuk bisa sling mengenal. ucapnya.
Lusi mengerutkan keningnya.
kita hanya berjabat tangan. lalu apa yang salah. protesnya.
kita berbeda jenis kelamin. ada hal-hal tertentu yang harus kita jaga.
ucapnya lagi.
membuat gadis cantik itu tampak semakin binggung. namun ia cukup tertarik dengan pria tampan yang saat ini duduk di sebelah nya.
dari mana asal mu?
tanya Lusi.
Indonesian.
jawab Ardi
bali?
tanya Lusi kemudian.
tidak Jakarta.
ucap Ardi tanpa memandang lawan bicara yang ada di sebelah nya.
aku hanya tau Bali saja. itu surga dunia ucap. Lusi kemudian.
apa kau mau membawa saat liburan kita. untuk jalan-jalan ke Bali.
aku tidak bisa janji. ucap Ardi.
kamu kenapa, dari tadi aku berbicara dengan mu. kamu tidak mau melihat ke arah ku. apa ada yang salah dengan diriku. ucap Lusi yang tampak kesal saat ia memperhatikan pria tersebut tidak ingin memandang nya .
maaf hanya saja aku tidak terbatas untuk melihat seorang gadis berpakaian serba terbuka. ucap Ardi tanpa memandang Lusi.
baju yang di pakai nya memang sangat seksi. memperlihatkan separo dada nya yang tampak siap untuk keluar. dengan rok yg sangat seksi sehingga paha mulus nya Tampak jelas.
apakah di sini sudah ada orang. ucap seorang gadis yang berdiri di depannya dan menunjuk kursi kosong di sebelah kiri Ardi.
tidak kosong.
jawab Ardi.
gadis itu mencacarkan pantatnya di kursi kosong tersebut.
ia kemudian menyapa Lusi dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan. Lusi menerima uluran tangan gadis tersebut.
Lusi ucapnya memperkenalkan namanya.
aku septiana. kau boleh memangil aku ana.
ucapnya.
ia juga menjulurkan ke Ardi.
yang tidak di balas oleh pria itu. aku Ardi.
ucapnya.
kamu bisa memanggil ku ana. ucap ana kemudian.
Septiana lebih sopan dalam bersikap.
gadis cantik berambut cokelat dan bermata coklat tersebut tampak begitu angun. dan sopan dalam berbicara.
seorang profesor yang masuk ke dalam kelas mereka. membuat mereka harus menghentikan obrolan perkenalan mereka yang sudah pasti mereka akan melanjutkan nya nanti.
*******
like komen dan vole nya. author tunggu ya.
kalau tidak ada hambatan. author akan up 2x
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
피롷
sbnernya bagus ceritanya. tpi sayang tanda petik banyak ketinggalan jdi ga tau itu narasi atau bukan
2023-02-09
1
Anna Loebis
Maklum masih ABG si ica
2021-06-09
0
Andi Armina Arif
thor pendidikan spesialis jarang dalam ruangan perkuliahan, lebih banyak bedside teaching pada pasien, dirumahsakit, dan langsung berhadapan dengan pasien
2021-06-07
0