Ardi memandang Doni dengan tatapan tajam. Membuat Doni menghentikan kalimatnya. Doni masih memandang wajah gadis kecil tersebut. Diambil nya ponsel dari saku celananya, dilihatnya status Ardi yang terakhir di IG Ardi. Foto Arumi saat masih kecil. Doni senyum.
“Kalau lo gak mau untuk gue ya? Gue mah iklas dan ridho nungguin nih bocah gedek,” ucap Doni yang tidak putus-putusnya memandang wajah gadis kecil tersebut.
Ardi menendang kaki Doni.
“Aduh.... Sakit bro.” Rintih Doni.
Gadis kecil tersebut masih bergayut di tangan Ardi. Gadis kecil tersebut mendongakkan kepalanya ke atas. Melihat wajah Ardi. “Abang Ardi sudah jumpa kak Arum?”
“Sudah.”
“Bang Ardi jangan sedih ya. Ada Ica di sini.” Hibur gadis kecil tersebut. Seakan gadis kecil itu mengetahui seperti apa perasaannya saat ini.
Ardi mengerutkan keningnya saat mendengar kalimat gadis kecil yang polos tersebut. “Kenapa bang Ardi sedih?” Tanya Ardi.
“Iya, karena kak Arum sudah di lamar sama mas Habibi. Abang Ardi tenang aja, Ica gak akan pacaran sama siapapun. Ica akan tunggu abang Ardi. Abang Ardi mau kan nungguin Ica?”
Ardi mengerutkan keningnya sambil tersenyum mendengar kalimat gadis kecil tersebut. “Nanti kalau Ais sudah besar, bang Ardi udah tua. Apa Ais masih mau?” Tanyanya kemudian.
“Umur bang Ardi sekarang berapa?” Tanya gadis itu.
“20 tahun.”
“Kalau nanti umur Ica 21 tahun dan bang Ardi 30 tahun. Menurut Ica gak tua kok.” Ucap gadis tersebut dengan senyum mengembang di wajahnya.
“Emangnya Ais banyak yang naksir?” tanya Ardi
“Ya banyak lah bang. Ica cantik gini. Tapi tetap aja gak ada yang berani dekati Ica.”
“Kenapa?” Tanya pemuda itu penasaran.
“Ica kan atlet taekwondo.”
Ardi senyum, dan kemudian ia mengusap puncak kepala gadis tersebut. “Ais gak boleh nempel-nempel sama bang Ardi.”
“Kenapa?” Tanya gadis kecil tersebut.
“Ais itu perempuan, bang Ardi laki-laki.” Ucap nya.
“Belum halal ya bang?” Tanya gadis kecil itu.
Ardi menganggukkan kepalanya.
“Jadi kalau udah nikah boleh?”
“Boleh.” Jawab Ardi.
Gadis kecil tersebut tersenyum sambil melepaskan tangannya yang memeluk lengan Ardi.
“Ingat ya, Ais gak boleh pegangan sama semua laki-laki.”
Ais menganggukkan kepalanya. “Ica ngerti. Pasti bang Ardi cemburu kalau Ica di pegang-pegang sama cowok lain.”
Doni dan Ari udah gak tahan dengar gadis kecil tersebut. Rasanya mereka ingin mengeluarkan ketawanya dan ngakak.
“Iya abang Ardi cemburu.” Jawab Ardi.
“Bang, Ica ke dalam dulu ya. Ngecek kak Arum.”
Ardi menganggukkan kepalanya.
“Besok abang jangan ninju kaca lagi.” Sambil memegang tangan Ardi yang di perban dan meniupnya.
Ardi diam saat mendengar ucapan gadis tersebut. Bagaimana gadis itu tau bahwa dia sudah meninju kaca. Saat ia berbIcara dengan Arum, Aisah tidak ada di sana. Namun sebelum pergi, gadis kecil tersebut mencium pipi Ardi terlebih dahulu dan pergi sambil tersenyum.
“Gila,. Tuh adeknya lebih agresif dari kakaknya. Lebih cantik, cantik banget. Kalau udah gedek gimana cantiknya itu.” Ucap Doni yang masih menatap gadis kecil tersebut.
“Bener tuh,” jawab Ari.
Ardi kembali diam tidak mau ambil pusing dengan ocehan teman-temannya.
Mereka duduk dengan mendengarkan musik band yang membawakan lagu-lagu melow.
********
Ardi hanya diam saat melihat rombongan pria yang melamar sahabatnya itu datang. Ia memilih untuk duduk di luar. Ia hanya menundukkan kepalanya. Ini begitu menyakitkan baginya.
Dua sahabatnya itu tidak mau masuk ke dalam. Mereka memilih untuk berada di dekat sahabatnya yang berusaha untuk tegar, mereka hanya hanya mendengarkan dari suara mikrofon. Yang membuat mulut mereka terbuka lebar, begitu juga dengan para tamu yang hadir yang pada umumnya adalah tetangga Arum, saat mendengarkan pihak keluarga Habibi mengatakan memberikan hantaran 5 milyar. Ari dengan reflek berkata, “Bisa buat rumah sakit.” Ari langsung mendapat tendangan di kaki dari Doni. Ardi hanya diam menundukkan kepalanya. Tidak ada yang tau bahwa air matanya menetes. Ia kemudian pergi ke mobil nya dengan alasan mengambil sesuatu.
Ardi duduk di dalam mobil ia berusaha menetralkan perasaannya. Matanya sudah memerah. Ia membenamkan kepalanya di stir mobil dan membuka sedikit jendela mobilnyanya. Ia mendengarkan seorang pria yang berstatus sebagai moderator dari keluarga Habibi tersebut langsung menyampaikan tanggal pernikahan mereka yang sudah di pilih oleh keluarga Habibi.
“Bagaimana acara pernikahan putra putri kita, kita selenggarakan tiga minggu lagi. Bagaimana ibuk Siti.” Ucap moderator tersebut.
Siti yang masih shock. Dengan cepat menjawab. “iya”.
********
Cukup lama ia berada di dalam mobil tersebut. Dengan posisi seperti itu ia kemudian menutup rapat jendela mobilnya. Saat acara lamaran sudah selesai ia kembali ke meja yang ada sahabatnya. Sudah ada naura dan juga Sarah di sana. Ia duduk disebelah Doni.
Sarah memandang Ardi. Ia begitu sangat kasihan melihat Ardi yang terlihat begitu hancur. Ia ingin menghiburnya namun tidak tau bagaimana caranya. Ardi terlalu bersikap dingin. Seharusnya ia merasa senang, karena Arum sudah di lamar Habibi, namun melihat kondisi Ardi ia sungguh tidak tega. Sarah gadis yang dari dulu berhak mendapatkan cintanya sejak awal mereka masuk kuliah.
**********
like komen nya ya.
vole nya jangan lupa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 221 Episodes
Comments
Putri Auren
seruuu...
aisyah, aisyah... bikin gemezzzzzz
2022-11-21
0
Noer Anisa Noerma
5 m wow
2022-01-25
0
Anna Loebis
😭😭😭😭😭😭
2021-06-09
0