Jho keluar dari mobil nya lalu menyerahkan tas laptop yang dibawa nya pada Jenny sang asisten yang mengurus seluruh aspek di rumah nya .
" Bagaimana Jen apakah masalah semalam bisa di atasi ?" tanya Jho yang masih berdiri di teras melonggarkan dasinya.
" sudah Tuan, hanya saja konsleting kemarin bukan hal yang murni tapi memang berupa serangan langsung yang tak terprediksi" Jawab Jenny menjelaskan secara detail pada Jho .
" Bagaimana mungkin bisa terjadi apakah bagian keamanan selengah itu " juga Jho menatap Jenny dengan perasaan sedikit kesal, tapi Akhirnya Jho diam karena sadar bukan Jenny yang salah karena tugas nya hanya mengatur operasi rumah ini agar tetap stabil .
" Maafkan Aku Jenny mood ku sedang tidak baik" ucap Jho secara spontan pada wanita yang sudah menunduk di depan nya itu .
" Tidak apa-apa Tuan" jawab Jenny .
" Non Aliora" teriak Bodyguard Jho mengejar Aliora yang kembali berlari keluar pegar bahkan puluhan bodyguard itu berlari mengejar Aliora yang berlari kearah jalan yang cukup ramai walaupun ini adalah kompleks perumahan tapi ramai jalanan nya sudah seperti jalan pusat kota karena aktivitas orang-orang yang tinggal disana.
" Akkk " teriak Aliora tak tau lagi mau lari kemana saat hampir tertabrak mobil yang melaju kencang, fikiran Aliora benar-benar kacau sampai dada nya sesak .
Aliora terus berlari tak peduli seberapa banyak orang yang mengejar intinya sekarang Aliora tak ingin melihat Jho saking sakit nya perasaan nya.
...........
Jho yang mendengar nama Aliora langsung berlari keluar gerbang mengingat banyak nya bahaya yang mengintai Aliora dan sudah pasti Aliora sudah sangat marah dengan pikiran yang sudah kemana mana.
"Aliora dengarkan Om" teriak Jho memegang tangan Aliora yang baru bisa didapatkan nya setelah para bodyguard mengepung Aliora agar tak berlari lagi .
" Enggak. hiks,,, Ara benci Om . Pembohong" teriak Aliora begitu kecewa dengan suara serak yang menjelaskan secara langsung betapa hancur hatinya sekarang mengetahui kenyataan.
" Ara Salah paham Sayang,,, dengarkan Om dulu " ucap Jho pada gadis kecil yang terus menangis dengan nafasnya yang sesak membuat Jho khawatir dan Jho benar-benar melihat Aliora begitu hancur di depan matanya sekarang.
" Ara ,, benci ,,hiks ,, ,Ara nggak mau,,, ketemu Om lagi ,,hiks " Aliora merasa begitu sakit sampai dia tak bisa lagi mengendalikan pikiran dan emosi nya yang sudah campur aduk tak menyangka bahwa Om Jho sudah menikah .
" Hei enggak sayang,, enggak. dengerin Om dulu " lembut Jho benar-benar khawatir melihat kondisi Aliora yang tiba-tiba terlihat begitu sesak .
" Eng,,," detik berikutnya mata Aliora sudah tertutup dan tubuhnya langsung ambruk yang dengan cepat Jho tangkap .
" Astaga Sayang" cemas Jho langsung mengangkat Aliora dan menggendong nya masuk kedalam rumah .
" Sayang Maafin Om ,,, ini nggak seperti yang kamu pikirkan" risau dan cemas Jho memegang tangan Aliora yang sudah selesai di periksa dokter tapi tangannya terasa begitu dingin.
Jho tak menyangka kesalah pahaman Aliora dalam berfikir akan berdampak seperti ini pada kondisi fisik gadis kecil itu sampai dia pingsan tak sanggup memikirkan semua nya .
Setelah beberapa saat kemudian Aliora membuka matanya tapi Jho bisa merasakan getaran tangan Aliora yang masih di pegang nya .
" Astaga Ara kenapa bisa pingsan Sayang" cemas Mommy dan Daddy Aliora datang ke kamar Jho dengan perasaan cemas duduk di sisi kiri ranjang Jho .
Aliora yang sudah sadar itu menarik tangan nya yang dipegang Jho dengan cepat walaupun Aliora merasa tubuh nya lemah sekali sekarang karena sempat drop .
" Mom ,Dad bawa Ara pulang?" pinta Aliora berbaring menghadap orang tua nya dengan kondisi yang lemah bahkan Aliora sudah pucat tapi seperti nya dia benar-benar tak ingin menatap Jho .
Saat ini yang Aliora rasakan tak lagi ingin marah atau memukul Jho seperti biasa untuk melampiaskan sakit hatinya sekarang Aliora hanya ingin diam dan menjauh dari Jho bahkan rasanya sakit sekali .
" Permisi " ucap Jenny mengetuk pintu kamar untuk mengantarkan tas dan ponsel Aliora yang diangguki Jho .
" Daddy ayok kita pulang " suara bergetar Aliora saat wanita itu berjalan masuk ke dalam kamar , bahkan Aliora menggapai pada Daddy nya saking tak ingin nya melihat wajah wanita yang menghampiri Jho yang duduk disamping dia berbaring.
Daddy membantu Aliora yang lemah itu untuk duduk tapi Aliora tidak mau dia hanya berkata ingin pulang dan akhirnya saat Mommy nya memeluk Aliora menangis dalam pelukan Ibunya sampai tersedu-sedu.
Terlihat sekali betapa hancurnya Aliora sekarang sampai untuk bergerak pun dia tak sanggup lagi selain menangis .
Jho diam menahan dirinya yang sebenarnya sangat ingin menjelaskan tapi Jho juga sadar kalau itu hanya akan memperburuk kondisi Aliora yang saat ini sama sekali tak bisa diajak bicara .
" Apa yang terjadi?" pertanyaan Daddy secara spontan mengelus punggung putrinya sembari menatap Jho yang duduk dengan wajah penuh kecemasan itu .
" Daddy Aliora Sa,,,," baru juga Jho bicara ponsel milik Mommy Aliora sudah mendarat di pipi Jho karena Aliora tanpa terduga melempar nya tepat diwajah Jho .
" Ara benci dia Daddy , Ara mau pulang " tangis Aliora yang sudah tak sanggup lagi memikirkan semuanya.
" Aliora dia adalah sekretaris ku bukan istriku " tegas Jho mengambil langkah besar benar-benar tak ingin membiarkan kesalah pahaman ini menghancurkan hubungan mereka yang akan menuju jenjang serius.
" Enggak " teriak Aliora begitu keras dalam kondisinya yang sudah lemah mengacak rambut nya merasa tak bisa menerima kenyataan bahwa Jho selama ini telah membohongi nya .
" Ara Sayang itu benar Daddy dan Mommy pun tau hal itu" jelas Daddy memegang wajah Putri nya yang terlihat begitu hancur itu mencoba menjelaskan semua nya .
Semua orang tau pikiran Aliora yang berlebihan lah yang membuat kondisinya se drop ini untuk itulah mereka semua ingin menjelaskan agar Aliora tak berpikir terlalu jauh.
" Kalian bohong sama Ara,,, kalau enggak kenapa Ara nggak pernah tau ,, tentang semua nya,,,, tentang rumah ini apapun itu ..hiks " hancur Aliora yang bahkan dari suasana rumah ini saja sudah tau kalau rumah ini sudah di tempati sejak lama .
" Menikahlah malam ini Jho agar kau bisa menjelaskan semua padanya" keputusan Daddy yang benar-benar tak bisa melihat putrinya sehancur itu hanya karena berfikir Jho telah menikah .
Bukan tanpa alasan Daddy memutuskan hal itu karena Dia benar-benar takut dan cemas melihat keadaan putrinya sekarang yang terlihat sangat hancur sampai drop .
Next ..
..."Sulit sekali bagiku untuk bisa menjelaskan seberapa menyakitkannya mencintai seseorang dengan harapan yang besar. Tapi cinta juga bisa berarti merelakan. Tidak semua yang aku cintai harus aku miliki meski aku begitu menginginkannya "...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Astaga ternyata Ortunnya Ara juga setuju dan malah kayaknya udah tau kalo Jo akan jadi mantu mereka.. gimana nih ceritanya..
2024-09-21
0
Aisyah Diany Zahra
hancur thor melihat dia bahagia.. padahal baru kemaren dia berkata dia merindukn ku... seaakiit ini merelakan yg kita cintai
2023-12-27
0
wariyanti Safitri
lanjut Thor
2023-11-12
0