Bab 10 pria blasteran

keesokan paginya.

Aliora mengendari mobil nya dengan kecepatan sedang menuju sekolah nya sambil mendengarkan musik santai .

" Kenapa sih sejak Ara suka Om Jho semua cowok kek biasa aja gitu?" Aliora jadi bertanya tanya pada dirinya sendiri padahal banyak sekali cowok-cowok ganteng yang mendekati nya bahkan mengejar entah itu hanya sebatas untuk popularitas ataupun benar-benar tulus.

Tapi dalam setiap detiknya yang ada dalam fikiran Aliora hanya lah Om Jho entah kenapa pria dewasa itu begitu meracuni fikiran Aliora sampai Aliora tak bisa memikirkan cowok lain selain nya.

" Awas aja Om berani main sama wanita lain , pokok nya Om punya Ara" tegas Aliora membanting pintu mobil nya setelah keluar lalu berjalan cepat menuju kelasnya.

Brukk.

" Haa Maaf pak" pinta Aliora mengumpulkan kembali buku-buku guru yang di tabrak nya tanpa sengaja karena jalan buru-buru.

" ehhh"Aliora tertegun menatap wajah blasteran yang belum pernah dia lihat sebelum nya .

" tidak papa" kata guru muda itu menerima buku nya yang di serahkan Aliora.

" Maaf ya pak " senyum sungkan Aliora sopan lalu kembali berjalan dengan pelan tak lagi berlari.

" tunggu" guru muda itu kembali memanggil Aliora.

" kenapa pak?" tanya Aliora kembali menghampiri guru muda itu .

" bisa tolong antarkan saya ke kelas 12 fisika 3" pinta guru muda itu yang memang tak tau Arah saking banyaknya nya kelas .

" Ayo pak kelas di samping kelas Ara" ucap Aliora lalu berjalan bersebelahan dengan guru itu .

" Bapak guru baru disini?" tanya Aliora pada guru yang berwajah rada bule itu cuma tak sepenuhnya.

" Iya saya baru masuk hari ini" jawab Guru muda itu curi-curi pandang menatap Aliora yang sangat ceria .

Aliora mengangguk emang udah feeling juga tak mungkin bapak itu guru PL karena walaupun tampang nya rupawan dia terlihat sudah sangat dewasa.

" Ini kelas nya pak . Ara masuk dulu yaa" pamit Ara sopan menunjukkan kelas yang dicari bapak itu lalu masuk kekelas nya yang berada tepat di samping kelas itu .

" iya terimakasih"ucap nya menatap Aliora dengan seulas senyum.

............

Di kantor nya Jho kaget bukan main saat melihat foto Aliora yang tengah berjalan disamping king Mafia sekaligus psikopat bahkan di beberapa vidio singkat Jho melihat gadis kecil itu mengobrol dengan pria itu .

Jho meminta pengawasan terhadap Aliora semakin di perketat , Jho benar-benar kecolongan sampai tak tau bahaya yang begitu besar berada dekat Aliora.

Maxime Exanderio adalah seorang king Mafia yang sepertinya tengah melakukan penyamaran di sekolah Aliora untuk menuju suatu targetnya, Tapi Jho benar-benar tak bisa tenang di buatnya.

Pertemuan Aliora dengan Maxime barusan entah mengapa membuat Jho merasa terancam.

Jho menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat dikantor agar bisa pulang siang , dia ingin menjemput Aliora ketika pulang nanti .

...........

Sepulang sekolah Aliora tersenyum senang keluar dari kelas nya karena hari ini Aliora dapat nilai UH terbaik di kelas nya.

Aliora ke Toilet sebentar karena ingin pipis jadinya sekolah sudah cukup sepi saat dia berjalan menuju parkiran dari kelas .

" Ehh bapak " senyum Aliora saat dia kembali bertemu dengan guru tadi .

" Bahagia sekali sepertinya?" tanya pria itu hangat merasa suka saja melihat gadis kecil yang full senyum itu .

" Iya dong pak , Ara dapat nilai UH tertinggi di kelas tadi " tanpa sadar Aliora bercerita sambil berjalan pada pria itu.

" Wihh pinter coba bapak liat ?" katanya hangat mengambil kertas di tangan Aliora.

" cukup bagus tapi besok usahakan 100 ya " pesan pria itu selayaknya seorang guru pada murid nya saat di kertas UH Aliora tertera nilai 97 .

" Susah matematika Pak ini aja hafal rumus sampe tengah malam" jawab Aliora malah beralasan bukan nya setuju dengan ucapan guru yang sudah benar itu .

" Itu kamu tau susah makanya belajar lebih giat lagi yaa" senyum hangat guru muda itu mengembalikan kertas UH Aliora saat mereka sampai di parkiran.

" Ohh iya kenalkan nama bapak Maxime " ucap pria itu mengulurkan tangannya yang dengan cepat di balas Aliora karena sungkan malah guru yang mengajaknya berkenalan duluan .

" Alio,,,"

Belum jadi Aliora menjabat tangan Maxime, Jho datang entah dari mana tiba-tiba memeluk begitu erat bahkan Jho menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Aliora.

" Ara mengapa lama sekali capek Om nunggu " lesu Jho yang masih tak mau melepaskan pelukannya.

Maxime segera pamit pada Aliora dan masuk kemobil nya sambil tersenyum pada Aliora dan Om nya yang sangat cemas pada ponakannya, walaupun Maxime tak sempat melihat wajah Om Aliora.

" Om tumben datang tungguin Ara lagi?" senang Aliora membalas pelukan Jho sudah lama sekali Jho tidak menjemput nya pulang sekolah .

" Iya. Om lagi ada waktu luang ayok kita pulang" ajak Jho membawa Aliora masuk ke mobil nya .

Aliora duduk sambil bersandar kelengan Jho yang duduk tegap seketika mereka saling diam dengan Jho yang terlihat sibuk dengan pikiran nya sendiri entah apa yang dia pikirkan.

" Om" panggil Aliora

" Mmm," Jho hanya bergumam tetap sibuk dengan pikiran nya.

" haa,,, aaaa Om jemput Ara cuma buat di diemin begini, mending pulang sendiri tadi" rengek Aliora dengan geram memangku tangan nya tak biasanya Om Jho nya begini .

" Tidak begitu Ara " senyum lebar Jho mengelus kepala gadis kecil itu.

Jho hanya sedang memikirkan bagaimana merangkai kata agar Aliora paham dan tidak lagi berinteraksi dengan pria berbahaya tadi .

Jho merasa kesulitan menjelaskan seperti apa pada Aliora kerena disatu sisi sampai detik ini pun Aliora juga belum tau tentang identitas rahasia Jho sebagai seorang mafia .

Sedangkan untuk menjelaskan itu Aliora harus tau dulu identitas rahasia Jho agar dia bisa paham dan mengerti apa yang Jho maksud .

Tapi sampai sekarang Jho masih tetap menyembunyikan identitas dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemafian dari Aliora karena beberapa alasan .

" Terus Apa Om diem terus dari tadi" tak suka Aliora.

" maaf ya,,, Om sedang banyak fikiran " lembut Jho yang membuat Aliora langsung menatap nya .

" Apa sih yang sedang Om fikirkan cerita lah sama Ara" ucap Aliora memegang tangan Jho bahkan dengan nakal nya Aliora menautkan jari-jarinya dengan Jho .

Membuat Jho tegang saat jari-jari kecil Aliora memasuki setiap celah jari Jho .

" emang Ara mau denger cerita Om?" tanya Jho tersenyum mengelus kepala Aliora dengan penuh kasih sayang saat rasa cinta nya lebih besar untuk Aliora dari pada keinginan sesaat nya yang berdatangan karena ulah gadis polos itu .

" Maulah cerita kan semua sama Ara asal jangan soal cewek , Ara nggak suka" ucapan valid Aliora yang begitu terang-terangan membuat Jho mengangkat sebelah alisnya.

" Ya justru itu yang mau Om ceritakan Ra" jawab Jho dengan sengaja memancing Aliora.

next ..

..."Jika pada akhirnya aku tak bisa memilikimu, biarlah aku mengagumimu sampai di titik dimana rasa itu akan hilang dgn sendirinya."...

Terpopuler

Comments

Aisyah Diany Zahra

Aisyah Diany Zahra

sakit thor walaupun hanya bisa mengagumi dari jauh... rasanya tersiksa

2023-12-26

0

Holel Holel

Holel Holel

Kapan up lagi kak ?
Nungguin ceritanya bagus soaolnya

2023-11-07

0

Adila Ardani

Adila Ardani

lanjut

2023-11-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kesedihan Aliora
2 Bab 2 habisin uang Om
3 Bab 3 pelukan Aliora
4 Bab 4 bebek montok
5 Bab 5 kemarahan Aliora
6 bab 6 Menggoda
7 Bab 7 kau milik ku
8 bab 8 Bu Presdir
9 Bab 9 besar dan kecil
10 Bab 10 pria blasteran
11 Bab 11 kemarahan yang berbeda
12 bab 12 gadis galak
13 bab 13 perihal Hadiah
14 bab 14 Omelan Sayang
15 Bab 15 gadis nakal
16 Bab 16 sebuah rahasia
17 Bab 17 kehancuran Aliora
18 Bab 18 pertengkaran
19 bab 19 tanda milik
20 Bab 20 Lagi Om
21 Bab 21 ketika aku menikahinya?
22 Bab 22 orang yang kita cintai
23 Bab 23 By
24 bab 24 perkara parfum
25 bab 25 Hidup bersama
26 Bab 26 Suami Aku
27 Bab 27 penasaran
28 Bab 28 Boleh
29 Bab 29 boneka buaya
30 Bab 30 tengah malam
31 Bab 31 olahraga
32 Bab 32 kegilaan Jho
33 Bab 33 nafkah
34 Bab 34 kolam renang
35 Bab 35 pemandangan indah
36 Bab 36 Rindu
37 Bab 37 kejujuran Aliora
38 Bab 38 Aliora kecil
39 Bab 39 tetap tenang
40 Bab 40 penuh kasih sayang
41 Bab 41 Ibu mereka jahat
42 bab 42 pertempuran
43 bab 43 ruang rawat
44 Bab 44 susu
45 Bab 45 rumah sakit
46 Bab 46 dokter muda
47 Bab 47 tidak puas
48 Bab 48 Milikku
49 Bab 49 tidak mau By
50 Bab 50 handal
51 Bab 51 Cat kuku
52 Bab 52 perlakuan manis
53 Bab 53 bangun
54 Bab 54 Korean style
55 Bab 55 menaikkan emosi
56 bab 56 sebuah penjelasan
57 Bab 57 ingin bercerita
58 Bab 58 bercerita
59 Bab 59 perubahan Aliora
60 Bab 60 bawaan hamil
61 Bab 61 dingin dan cuek
62 Bab 62 kerinduan Aliora
63 bab 63 udah nggak Sayang Ara
64 Bab 64 ingin bersama
65 Bab 65 ketika Jho sakit
66 Bab 66 perawat
67 bab 67 Harimau
68 Bab 68 di turuti Ayah
69 Bab 69 satu lagi keinginan
70 Bab 70 nutrisi yang bagus
71 Bab 71 pasar malam
72 bab 72 Manis
73 bab 73 rumah hantu
74 Bab 74 di lepaskan
75 Bab 75 Ingat Ara
76 bab 76 Baby Boy
77 bab 77 Erland Ferdinand
78 Bab 78 Maafkan Erland Mom
79 Bab 79 hukuman
80 Bab 80 sebuah penjelasan
81 Aliora dan Jho
82 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 kesedihan Aliora
2
Bab 2 habisin uang Om
3
Bab 3 pelukan Aliora
4
Bab 4 bebek montok
5
Bab 5 kemarahan Aliora
6
bab 6 Menggoda
7
Bab 7 kau milik ku
8
bab 8 Bu Presdir
9
Bab 9 besar dan kecil
10
Bab 10 pria blasteran
11
Bab 11 kemarahan yang berbeda
12
bab 12 gadis galak
13
bab 13 perihal Hadiah
14
bab 14 Omelan Sayang
15
Bab 15 gadis nakal
16
Bab 16 sebuah rahasia
17
Bab 17 kehancuran Aliora
18
Bab 18 pertengkaran
19
bab 19 tanda milik
20
Bab 20 Lagi Om
21
Bab 21 ketika aku menikahinya?
22
Bab 22 orang yang kita cintai
23
Bab 23 By
24
bab 24 perkara parfum
25
bab 25 Hidup bersama
26
Bab 26 Suami Aku
27
Bab 27 penasaran
28
Bab 28 Boleh
29
Bab 29 boneka buaya
30
Bab 30 tengah malam
31
Bab 31 olahraga
32
Bab 32 kegilaan Jho
33
Bab 33 nafkah
34
Bab 34 kolam renang
35
Bab 35 pemandangan indah
36
Bab 36 Rindu
37
Bab 37 kejujuran Aliora
38
Bab 38 Aliora kecil
39
Bab 39 tetap tenang
40
Bab 40 penuh kasih sayang
41
Bab 41 Ibu mereka jahat
42
bab 42 pertempuran
43
bab 43 ruang rawat
44
Bab 44 susu
45
Bab 45 rumah sakit
46
Bab 46 dokter muda
47
Bab 47 tidak puas
48
Bab 48 Milikku
49
Bab 49 tidak mau By
50
Bab 50 handal
51
Bab 51 Cat kuku
52
Bab 52 perlakuan manis
53
Bab 53 bangun
54
Bab 54 Korean style
55
Bab 55 menaikkan emosi
56
bab 56 sebuah penjelasan
57
Bab 57 ingin bercerita
58
Bab 58 bercerita
59
Bab 59 perubahan Aliora
60
Bab 60 bawaan hamil
61
Bab 61 dingin dan cuek
62
Bab 62 kerinduan Aliora
63
bab 63 udah nggak Sayang Ara
64
Bab 64 ingin bersama
65
Bab 65 ketika Jho sakit
66
Bab 66 perawat
67
bab 67 Harimau
68
Bab 68 di turuti Ayah
69
Bab 69 satu lagi keinginan
70
Bab 70 nutrisi yang bagus
71
Bab 71 pasar malam
72
bab 72 Manis
73
bab 73 rumah hantu
74
Bab 74 di lepaskan
75
Bab 75 Ingat Ara
76
bab 76 Baby Boy
77
bab 77 Erland Ferdinand
78
Bab 78 Maafkan Erland Mom
79
Bab 79 hukuman
80
Bab 80 sebuah penjelasan
81
Aliora dan Jho
82
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!