" Ibu , Ayah" suara kecil Aliora menatap kedua orang tua Jho yang berjalan menuju sofa tempatnya duduk.
" Ehh,,, jangan " senyum hangat ibu saat Aliora akan menurunkan kepala Jho yang tidur di atas pangkuan nya .
Ibu mengelus kepala Aliora lalu mengecup kening gadis kecil yang sudah dia anggap seperti anak nya sendiri sejak kecil Bahkan ibu Jho ikut membesarkan Aliora.
" Apa anak Ayah tidak boleh numpang tidur nak?" goda pria paruh baya itu juga mengecup kening gadis kecil yang sudah sejak 17 tahun lalu membawa kebahagiaan di keluarga nya sampai bisa mengembangkan Istri seperti biasa dan bangkit dari keterpurukannya.
" Ya boleh ,,, tapi,," Aliora merasa malu ketika orang tua Jho malah mendengar apa yang dia ucapkan barusan .
" Ya kalau boleh biarkan dia istirahat ya " ucap Ayah itu dengan seulas senyum yang selama ini menjadi saksi tentang bagaimana perjuangan panjang putra sematawayangnya untuk Aliora.
" Ayah sama ibu kapan pulang ?" tanya Aliora menatap kedua orang tua itu hangat .
" Ini baru sampai " jawab ibu yang duduk di depan Aliora.
" Terus kenapa langsung kesini apa Ayah dan Ibu tidak lelah?" tanya Aliora yang malah dibalas senyuman oleh orang tua Jho.
sebenarnya mereka memang lelah tapi mendapat laporan dari bodyguard mereka kalau kejadian nya begini ya mereka jadi ingin melihat langsung biar puas .
Lelah mereka seperti hilang saat melihat akhirnya putra semata wayang mereka bisa merasakan kebahagiaan yang selama ini begitu dia impikan .
" kami hanya mampir kebetulan lewat tadi nak" ucap Ayah Jho menatap Putra yang selama ini tak pernah bisa tidur siang benar-benar tertidur sekarang di pangkuan Aliora.
" Nanti kalau Jho bangun kasih ini sama dia'' Ayah memberikan sebuah flashdisk pada Aliora.
" Baik Yah" kata Aliora mengambil nya .
" Ayah dan Ibu pulang ya" kata Ayah mengecup kening kening Aliora.
" Iya Daaa" senyum tipis Aliora .
" ihh muka nya kok gitu" gemas Ayah melihat ekspresi gadis manja itu .
" Ayah nggak beliin Ara apa-apa gitu" suara manja Aliora yang biasanya selalu dibelikan coklat oleh Ayah jika pulang dari luar negri .
Pria paruh baya itu tertawa spontan mendengar ucapan calon menantunya yang masih menagih coklat seperti waktu kecil .
" Udah besar masih minta coklat?" goda Ayah yang diangguki Aliora karena dia sangat menyukai coklat apalagi yang di belikan Ayah .
" Ayah lupa" jawab Ayah yang membuat Aliora yang sudah berharap itu menjadi lesu.
" Ada nak ini " senyum hangat ibu Jho mengeluarkan 5 buah coklat berbentuk persegi dari tasnya.
" Waahhh, terimakasih Ibu" senyum selebar samudra Aliora menerima coklat itu dengan mata berbinar.
" Ayah Lo yang beliin" komplen Ayah saat Aliora hanya berterimakasih pada Ibu .
" tadi kata Ayah lupa " cemberut Aliora lalu setelah nya dia tertawa.
" Ya nggak akan Ayah lupa sama makanan kesukaan putri Ayah" senyum hangat pria paruh baya itu yang membuat Aliora Baper.
kadang Aliora merasa begitu bahagia sekali saat tak hanya mommy dan Daddy nya yang menyayangi nya setulus itu tapi juga ada Ayah dan Ibu Om Jho.
Setelah kepergian orang tua Jho Aliora sibuk menikmati coklat kesukaan nya dengan begitu nikmat.
Tok
Tok
Saat ada seseorang mengetuk pintu Aliora menjadi bingung karena Jho masih tertidur , Apakah disuruh masuk atau tidak tapi karena terus mengetuk jadi Aliora bilang masuk .
Ternyata yang masuk bukan satu orang melainkan 5 orang staf kantor Jho sekaligus.
" A,,ada Apa Kak?" tanya Aliora sedikit gelagapan melihat kelima staf Jho itu.
" Kami datang untuk meminta penandatanganan kontrak dari meeting tadi " kata salah satu dari mereka berbicara dengan sopan pada Aliora.
" Harus sekarang?" tanya Aliora menatap Jho yang masih tertidur pulas.
" Iya , karena akan segera di proses untuk kelanjutan berita acara yang akan disebarkan keseluruhan investor hari ini" jawab mereka yang membuat Aliora mau tak mau membangunkan Jho.
" Om" Aliora membangunkan Jho dengan lembut secara berulang kali ..
" Om bangun" ucap Aliora dengan nada sedikit keras .
" Mmm," bukan nya bangun Jho yang merasa tidurnya terganggu malah tidur miring menghadap perut Aliora lalu memeluk dan menyembunyikan wajahnya.
Staf Jho hanya bisa melongo melihat Presdir mereka yang ternyata punya sifat manja seperti anak-anak juga bukan selalu tegas dan keras seperti yang selalu mereka liat .
" Om Jho nggak mau bangun " kata Aliora menatap ke lima staf itu .
" Bu Presdir kan juga bisa menandatangani nya tak harus Presdir kan" jawab salah satu staf itu yang membuat Aliora melek .
" Bu Presdir?" kaget Aliora apakah Om Jho sudah punya istri dan perusahaan nya ini atas nama dia dan istrinya?.
" Iya ini hanya perlu tanda tangan saja Presdir sudah menyetujui semua dokumen ini dalam meeting tadi" ucap mereka menyerahkan setiap berkas yang mereka bawa pada Aliora.
" Tapi Ara nggak kenal Bu Presdir itu siapa?" tanya Aliora dengan nada sedih bahkan bergetar tak menyangka Om Jho ternyata sudah punya istri dan ini valid karena staff kantor Jho sendiri yang bilang .
" Astaga Aliora, Bu Presdir itu kamu kekuasaan yang kamu punya itu sama dengan Presdir di perusahaan ini jadi mau tanda tangan Presdir atau kamu itu sama sifat mutlak nya" jelas sekretaris Jho yang cukup dekat dengan Aliora berbicara secara transparan tidak formal yang membuat Aliora lebih kaget lagi.
" Ahhh kakak jangan aneh-aneh, Ara aja nggak tau dan bagaimana mungkin " tak percaya Aliora penuh keraguan .
" Cepat lah Dek tanda tangan saja bantu kakak, biar pekerjaan cepat selesai " bujuk Mona pada gadis kecil itu, mereka cukup dekat karena sejak kecil Aliora sering bermain dengan Mona juga.
" Tapi kak, "
kelima staf itu menarik nafas panjang memperlihatkan wajah lelah mereka agar bisa semakin mempengaruhi Aliora yang punya rasa kasihan sangat tinggi itu .
Akhirnya Aliora menandatangani walaupun dengan perasaan bingung dan tak percaya karena kasihan juga melihat staf Om Jho jika harus menunggu lama pasti pekerjaan mereka juga akan lama selesai jadinya.
............
Begitu Jho terbangun dari tidur nyenyak nya yang dia liat adalah wajah bingung Aliora yang seperti nya sedang berfikir keras tapi entah Apa yang gadis kecil itu fikirkan .
Jho menatap jam di pergelangan tangan nya lalu segera duduk dia fikir tidur hanya sebentar tapi ternyata sudah lebih 2 jam .
" Ara kenapa tidak membangunkan Om?" tanya Jho tersenyum lebar nyenyak sekali tidurnya di pangkuan gadis kecil itu.
" tidak membangunkan" tatapan julid Aliora yang membuat Jho tertawa spontan itu pertanda kalau gadis kecil itu sudah membangun kan nya berulang kali sedari tadi .
Next .
..."Sedang berusaha berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan sesuatu yang ga bisa diubah, belajar mengikhlaskan sesuatu yang sudah terjadi, belajar menerima keadaan dan belajar untuk ngga maksain sesuatu."...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
juhaina R💫💫
kak suka bgt Ama crta nya
2023-12-27
0
Aisyah Diany Zahra
kata²nya sangat menyentuh..... lg d fase terpuruk thor..... semoga q bisa melupakan dia
2023-12-26
0
OAnonymous nk agek who
Kak kata” nya tak ambil ya?🥰🥰
2023-12-26
0