bab 8 Bu Presdir

" Ibu , Ayah" suara kecil Aliora menatap kedua orang tua Jho yang berjalan menuju sofa tempatnya duduk.

" Ehh,,, jangan " senyum hangat ibu saat Aliora akan menurunkan kepala Jho yang tidur di atas pangkuan nya .

Ibu mengelus kepala Aliora lalu mengecup kening gadis kecil yang sudah dia anggap seperti anak nya sendiri sejak kecil Bahkan ibu Jho ikut membesarkan Aliora.

" Apa anak Ayah tidak boleh numpang tidur nak?" goda pria paruh baya itu juga mengecup kening gadis kecil yang sudah sejak 17 tahun lalu membawa kebahagiaan di keluarga nya sampai bisa mengembangkan Istri seperti biasa dan bangkit dari keterpurukannya.

" Ya boleh ,,, tapi,," Aliora merasa malu ketika orang tua Jho malah mendengar apa yang dia ucapkan barusan .

" Ya kalau boleh biarkan dia istirahat ya " ucap Ayah itu dengan seulas senyum yang selama ini menjadi saksi tentang bagaimana perjuangan panjang putra sematawayangnya untuk Aliora.

" Ayah sama ibu kapan pulang ?" tanya Aliora menatap kedua orang tua itu hangat .

" Ini baru sampai " jawab ibu yang duduk di depan Aliora.

" Terus kenapa langsung kesini apa Ayah dan Ibu tidak lelah?" tanya Aliora yang malah dibalas senyuman oleh orang tua Jho.

sebenarnya mereka memang lelah tapi mendapat laporan dari bodyguard mereka kalau kejadian nya begini ya mereka jadi ingin melihat langsung biar puas .

Lelah mereka seperti hilang saat melihat akhirnya putra semata wayang mereka bisa merasakan kebahagiaan yang selama ini begitu dia impikan .

" kami hanya mampir kebetulan lewat tadi nak" ucap Ayah Jho menatap Putra yang selama ini tak pernah bisa tidur siang benar-benar tertidur sekarang di pangkuan Aliora.

" Nanti kalau Jho bangun kasih ini sama dia'' Ayah memberikan sebuah flashdisk pada Aliora.

" Baik Yah" kata Aliora mengambil nya .

" Ayah dan Ibu pulang ya" kata Ayah mengecup kening kening Aliora.

" Iya Daaa" senyum tipis Aliora .

" ihh muka nya kok gitu" gemas Ayah melihat ekspresi gadis manja itu .

" Ayah nggak beliin Ara apa-apa gitu" suara manja Aliora yang biasanya selalu dibelikan coklat oleh Ayah jika pulang dari luar negri .

Pria paruh baya itu tertawa spontan mendengar ucapan calon menantunya yang masih menagih coklat seperti waktu kecil .

" Udah besar masih minta coklat?" goda Ayah yang diangguki Aliora karena dia sangat menyukai coklat apalagi yang di belikan Ayah .

" Ayah lupa" jawab Ayah yang membuat Aliora yang sudah berharap itu menjadi lesu.

" Ada nak ini " senyum hangat ibu Jho mengeluarkan 5 buah coklat berbentuk persegi dari tasnya.

" Waahhh, terimakasih Ibu" senyum selebar samudra Aliora menerima coklat itu dengan mata berbinar.

" Ayah Lo yang beliin" komplen Ayah saat Aliora hanya berterimakasih pada Ibu .

" tadi kata Ayah lupa " cemberut Aliora lalu setelah nya dia tertawa.

" Ya nggak akan Ayah lupa sama makanan kesukaan putri Ayah" senyum hangat pria paruh baya itu yang membuat Aliora Baper.

kadang Aliora merasa begitu bahagia sekali saat tak hanya mommy dan Daddy nya yang menyayangi nya setulus itu tapi juga ada Ayah dan Ibu Om Jho.

Setelah kepergian orang tua Jho Aliora sibuk menikmati coklat kesukaan nya dengan begitu nikmat.

Tok

Tok

Saat ada seseorang mengetuk pintu Aliora menjadi bingung karena Jho masih tertidur , Apakah disuruh masuk atau tidak tapi karena terus mengetuk jadi Aliora bilang masuk .

Ternyata yang masuk bukan satu orang melainkan 5 orang staf kantor Jho sekaligus.

" A,,ada Apa Kak?" tanya Aliora sedikit gelagapan melihat kelima staf Jho itu.

" Kami datang untuk meminta penandatanganan kontrak dari meeting tadi " kata salah satu dari mereka berbicara dengan sopan pada Aliora.

" Harus sekarang?" tanya Aliora menatap Jho yang masih tertidur pulas.

" Iya , karena akan segera di proses untuk kelanjutan berita acara yang akan disebarkan keseluruhan investor hari ini" jawab mereka yang membuat Aliora mau tak mau membangunkan Jho.

" Om" Aliora membangunkan Jho dengan lembut secara berulang kali ..

" Om bangun" ucap Aliora dengan nada sedikit keras .

" Mmm," bukan nya bangun Jho yang merasa tidurnya terganggu malah tidur miring menghadap perut Aliora lalu memeluk dan menyembunyikan wajahnya.

Staf Jho hanya bisa melongo melihat Presdir mereka yang ternyata punya sifat manja seperti anak-anak juga bukan selalu tegas dan keras seperti yang selalu mereka liat .

" Om Jho nggak mau bangun " kata Aliora menatap ke lima staf itu .

" Bu Presdir kan juga bisa menandatangani nya tak harus Presdir kan" jawab salah satu staf itu yang membuat Aliora melek .

" Bu Presdir?" kaget Aliora apakah Om Jho sudah punya istri dan perusahaan nya ini atas nama dia dan istrinya?.

" Iya ini hanya perlu tanda tangan saja Presdir sudah menyetujui semua dokumen ini dalam meeting tadi" ucap mereka menyerahkan setiap berkas yang mereka bawa pada Aliora.

" Tapi Ara nggak kenal Bu Presdir itu siapa?" tanya Aliora dengan nada sedih bahkan bergetar tak menyangka Om Jho ternyata sudah punya istri dan ini valid karena staff kantor Jho sendiri yang bilang .

" Astaga Aliora, Bu Presdir itu kamu kekuasaan yang kamu punya itu sama dengan Presdir di perusahaan ini jadi mau tanda tangan Presdir atau kamu itu sama sifat mutlak nya" jelas sekretaris Jho yang cukup dekat dengan Aliora berbicara secara transparan tidak formal yang membuat Aliora lebih kaget lagi.

" Ahhh kakak jangan aneh-aneh, Ara aja nggak tau dan bagaimana mungkin " tak percaya Aliora penuh keraguan .

" Cepat lah Dek tanda tangan saja bantu kakak, biar pekerjaan cepat selesai " bujuk Mona pada gadis kecil itu, mereka cukup dekat karena sejak kecil Aliora sering bermain dengan Mona juga.

" Tapi kak, "

kelima staf itu menarik nafas panjang memperlihatkan wajah lelah mereka agar bisa semakin mempengaruhi Aliora yang punya rasa kasihan sangat tinggi itu .

Akhirnya Aliora menandatangani walaupun dengan perasaan bingung dan tak percaya karena kasihan juga melihat staf Om Jho jika harus menunggu lama pasti pekerjaan mereka juga akan lama selesai jadinya.

............

Begitu Jho terbangun dari tidur nyenyak nya yang dia liat adalah wajah bingung Aliora yang seperti nya sedang berfikir keras tapi entah Apa yang gadis kecil itu fikirkan .

Jho menatap jam di pergelangan tangan nya lalu segera duduk dia fikir tidur hanya sebentar tapi ternyata sudah lebih 2 jam .

" Ara kenapa tidak membangunkan Om?" tanya Jho tersenyum lebar nyenyak sekali tidurnya di pangkuan gadis kecil itu.

" tidak membangunkan" tatapan julid Aliora yang membuat Jho tertawa spontan itu pertanda kalau gadis kecil itu sudah membangun kan nya berulang kali sedari tadi .

Next .

..."Sedang berusaha berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan sesuatu yang ga bisa diubah, belajar mengikhlaskan sesuatu yang sudah terjadi, belajar menerima keadaan dan belajar untuk ngga maksain sesuatu."...

Terpopuler

Comments

juhaina R💫💫

juhaina R💫💫

kak suka bgt Ama crta nya

2023-12-27

0

Aisyah Diany Zahra

Aisyah Diany Zahra

kata²nya sangat menyentuh..... lg d fase terpuruk thor..... semoga q bisa melupakan dia

2023-12-26

0

OAnonymous nk agek who

OAnonymous nk agek who

Kak kata” nya tak ambil ya?🥰🥰

2023-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kesedihan Aliora
2 Bab 2 habisin uang Om
3 Bab 3 pelukan Aliora
4 Bab 4 bebek montok
5 Bab 5 kemarahan Aliora
6 bab 6 Menggoda
7 Bab 7 kau milik ku
8 bab 8 Bu Presdir
9 Bab 9 besar dan kecil
10 Bab 10 pria blasteran
11 Bab 11 kemarahan yang berbeda
12 bab 12 gadis galak
13 bab 13 perihal Hadiah
14 bab 14 Omelan Sayang
15 Bab 15 gadis nakal
16 Bab 16 sebuah rahasia
17 Bab 17 kehancuran Aliora
18 Bab 18 pertengkaran
19 bab 19 tanda milik
20 Bab 20 Lagi Om
21 Bab 21 ketika aku menikahinya?
22 Bab 22 orang yang kita cintai
23 Bab 23 By
24 bab 24 perkara parfum
25 bab 25 Hidup bersama
26 Bab 26 Suami Aku
27 Bab 27 penasaran
28 Bab 28 Boleh
29 Bab 29 boneka buaya
30 Bab 30 tengah malam
31 Bab 31 olahraga
32 Bab 32 kegilaan Jho
33 Bab 33 nafkah
34 Bab 34 kolam renang
35 Bab 35 pemandangan indah
36 Bab 36 Rindu
37 Bab 37 kejujuran Aliora
38 Bab 38 Aliora kecil
39 Bab 39 tetap tenang
40 Bab 40 penuh kasih sayang
41 Bab 41 Ibu mereka jahat
42 bab 42 pertempuran
43 bab 43 ruang rawat
44 Bab 44 susu
45 Bab 45 rumah sakit
46 Bab 46 dokter muda
47 Bab 47 tidak puas
48 Bab 48 Milikku
49 Bab 49 tidak mau By
50 Bab 50 handal
51 Bab 51 Cat kuku
52 Bab 52 perlakuan manis
53 Bab 53 bangun
54 Bab 54 Korean style
55 Bab 55 menaikkan emosi
56 bab 56 sebuah penjelasan
57 Bab 57 ingin bercerita
58 Bab 58 bercerita
59 Bab 59 perubahan Aliora
60 Bab 60 bawaan hamil
61 Bab 61 dingin dan cuek
62 Bab 62 kerinduan Aliora
63 bab 63 udah nggak Sayang Ara
64 Bab 64 ingin bersama
65 Bab 65 ketika Jho sakit
66 Bab 66 perawat
67 bab 67 Harimau
68 Bab 68 di turuti Ayah
69 Bab 69 satu lagi keinginan
70 Bab 70 nutrisi yang bagus
71 Bab 71 pasar malam
72 bab 72 Manis
73 bab 73 rumah hantu
74 Bab 74 di lepaskan
75 Bab 75 Ingat Ara
76 bab 76 Baby Boy
77 bab 77 Erland Ferdinand
78 Bab 78 Maafkan Erland Mom
79 Bab 79 hukuman
80 Bab 80 sebuah penjelasan
81 Aliora dan Jho
82 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 kesedihan Aliora
2
Bab 2 habisin uang Om
3
Bab 3 pelukan Aliora
4
Bab 4 bebek montok
5
Bab 5 kemarahan Aliora
6
bab 6 Menggoda
7
Bab 7 kau milik ku
8
bab 8 Bu Presdir
9
Bab 9 besar dan kecil
10
Bab 10 pria blasteran
11
Bab 11 kemarahan yang berbeda
12
bab 12 gadis galak
13
bab 13 perihal Hadiah
14
bab 14 Omelan Sayang
15
Bab 15 gadis nakal
16
Bab 16 sebuah rahasia
17
Bab 17 kehancuran Aliora
18
Bab 18 pertengkaran
19
bab 19 tanda milik
20
Bab 20 Lagi Om
21
Bab 21 ketika aku menikahinya?
22
Bab 22 orang yang kita cintai
23
Bab 23 By
24
bab 24 perkara parfum
25
bab 25 Hidup bersama
26
Bab 26 Suami Aku
27
Bab 27 penasaran
28
Bab 28 Boleh
29
Bab 29 boneka buaya
30
Bab 30 tengah malam
31
Bab 31 olahraga
32
Bab 32 kegilaan Jho
33
Bab 33 nafkah
34
Bab 34 kolam renang
35
Bab 35 pemandangan indah
36
Bab 36 Rindu
37
Bab 37 kejujuran Aliora
38
Bab 38 Aliora kecil
39
Bab 39 tetap tenang
40
Bab 40 penuh kasih sayang
41
Bab 41 Ibu mereka jahat
42
bab 42 pertempuran
43
bab 43 ruang rawat
44
Bab 44 susu
45
Bab 45 rumah sakit
46
Bab 46 dokter muda
47
Bab 47 tidak puas
48
Bab 48 Milikku
49
Bab 49 tidak mau By
50
Bab 50 handal
51
Bab 51 Cat kuku
52
Bab 52 perlakuan manis
53
Bab 53 bangun
54
Bab 54 Korean style
55
Bab 55 menaikkan emosi
56
bab 56 sebuah penjelasan
57
Bab 57 ingin bercerita
58
Bab 58 bercerita
59
Bab 59 perubahan Aliora
60
Bab 60 bawaan hamil
61
Bab 61 dingin dan cuek
62
Bab 62 kerinduan Aliora
63
bab 63 udah nggak Sayang Ara
64
Bab 64 ingin bersama
65
Bab 65 ketika Jho sakit
66
Bab 66 perawat
67
bab 67 Harimau
68
Bab 68 di turuti Ayah
69
Bab 69 satu lagi keinginan
70
Bab 70 nutrisi yang bagus
71
Bab 71 pasar malam
72
bab 72 Manis
73
bab 73 rumah hantu
74
Bab 74 di lepaskan
75
Bab 75 Ingat Ara
76
bab 76 Baby Boy
77
bab 77 Erland Ferdinand
78
Bab 78 Maafkan Erland Mom
79
Bab 79 hukuman
80
Bab 80 sebuah penjelasan
81
Aliora dan Jho
82
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!