bab 14 Omelan Sayang

" kamu ngapain disini nggak sekolah " omel Jho mengira Aliora cabut sekolah hanya untuk membelikan seorang pria hadiah .

" Ya beli hadiah lah kan nggak ada orang jualan sayur disini" jawaban ketus gadis kecil yang masih memakai seragam sekolah nya dengan kesal .

" Buat siapa?, pacar mu?" tanya Jho lebih sensi lagi dari Aliora sampai beberapa orang menatap mereka .

" Kayak Om yang nggak punya pacar aja " jawaban kesal Aliora melirik tajam bunga di tangan Jho lalu sibuk memilih ikat pinggang di rak sebelah nya mengabaikan Jho karena merasa kesal melihat Jho yang membeli hadiah untuk wanita lain .

" Jadi itu beneran untuk pacar Mu" tanya Jho mendekati gadis kecil itu bahkan meraih pinggang Aliora saat bodyguard nya telah membooking toko hadiah itu hingga yang tinggal hanya mereka dan beberapa pelayan toko.

Aliora yang mendongak menatap pria yang terlihat lebih emosi lagi dari nya itu dengan Aneh .

" Apaan sih Om marah-marah sama Ara. Om aja beliin wanita lain hadiah kenapa ketika Ara yang beli Om malah marah " tanya Aliora juga kesal dengan Jho yang malah mengomelinya harusnya kan Ara yang marah .

" Aku membelinya untuk mu dan ini untuk siapa?" tanya Jho meletakkan buket bunga yang di pegang nya melirik topi pria di tangan Aliora.

" Ara nggak percaya , mana pernah Om beliin bunga buat Ara dan milih high heels lagi dasar pembohong" kesal Aliora dengan suara keras sangat cemburuan sekali sepertinya dan itu membuat Jho kembali menjadi dirinya seketika bahkan langsung tersenyum.

" Jadi Ara sedang mencari hadiah untuk Om?" tanya Jho dengan seulas senyum memeluk gadis kecil itu saat dia peka bahkan merasakan cinta Aliora untuk nya .

" Enggak, Om aja beli hadiah untuk wanita lain" suara kecil Aliora hanya berdiri diam sama sekali tak membalas ataupun menolak pelukan Jho tapi walaupun begitu Jho bisa merasakan Aliora sedang merindukan nya itulah kenapa Aliora tidak menolak pelukan darinya walaupun tidak membalas .

" Om beli hadiah untuk Ara Sayang bukan buat wanita lain" ucap Jho dengan lembut mengelus kepala dan punggung Aliora yang di peluk nya.

" Om bohong" tak percaya Aliora kerena ini adalah hadiah yang tak biasa Jho belikan untuk nya .

" lah kenapa mikir Om malah bohong, beneran ini cocok nggak di kaki Ara " tanya Jho mengambil high heels yang tadi dipilih lalu berjongkok bahkan akan melepaskan sepatu yang sedang Aliora pakai.

" ihh Om jangan" Aliora merasa tak enak hati melihat Jho yang berjongkok di kaki nya .

" sudah sini coba" tanpa ragu Jho melepas sepatu Aliora yang berdiri di depannya lalu mencoba kan high heels pilihan nya .

" bagus tapi yang ini juga lebih bagus " Jho mengambil satu lagi dan mencoba kan nya ke kaki Aliora.

" Ini saja " Jho menyerahkan high heels itu pada pelayan toko .

Setelah memasang kembali sepatu Aliora Jho berdiri sambil mengelus pipi gadis manis itu .

" Ara kenapa kesini dijam sekolah Sayang?" tanya Jho begitu lembut dengan cara yang tak biasa membuat Aliora merasa berbunga-bunga mendengar nya .

" Ara kan pulang cepat hari ini Om Karena disekolah sedang ada kegiatan jadi Ara mampir kesini " jawab Aliora yang menunduk itu jujur tapi sesekali dia curi-curi pandang menatap Jho yang berdiri di depan nya .

" Pulang cepat tidak niat mampir ke kantor Om?" tanya Jho hangat semakin gemas melihat gadis kecil yang terus curi-curi pandang menatap nya itu .

" Ini mau mampir makanya beli hadiah " jawab Aliora yang entah mengapa sekarang dia tidak kuat menatap Jho dalam waktu yang lama jiwa Miss queen nya meronta ronta melihat ketampanan pria dewasa itu belum lagi tatapan lembutnya bikin Aliora meleleh.

" sudah makan?" tanya Jho yang dibalas gelengan oleh Aliora.

" mengapa jadi irit sekali bicara sekarang sih?" gemas Jho mencubit pipi tembem Aliora yang biasanya cerewet kalau bertemu Jho selalu bercerita ini itu .

" Mmm" entahlah Aliora juga tak mengerti dengan dirinya sekarang yang begitu kaku bahkan dia merasa malu untuk sekedar menatap Jho lama-lama jantung nya berdebar-debar tak karuan .

Jho memeluk Aliora sambil tersenyum lebar dan memberikan sebuket bunga yang tadi di pegang nya pada Aliora.

" suka?" tanya Jho pada Aliora yang sedang menghirup aroma bunga ini walaupun masih dalam pelukan Jho .

Aliora mengangguk lucu sambil menikmati posisinya dalam pelukan Jho.

" yaudah ayok makan" Jho memegang tangan Aliora lalu mengajak nya untuk mengambil semua belanja mereka tapi Jho cukup takjub saat sampai di kasir ternyata Aliora sudah memilih banyak .

Aliora tak mau belanjaan nya dibayarkan oleh Jho membuat Jho cukup tersurut di buat nya .

" kenapa belanjaan kamu nggak mau Om bayarin duit Om emang nggak sebanyak uang kamu tapi Om mampu kok kalau hanya sekedar membayar itu " ucap Jho yang mengikuti Aliora yang mobil nya di parkir disudut toko .

" Ihhh apa sih Om kok malah tersinggung" kekeh Aliora membukakan pintu untuk Jho di samping kemudi dia ingin menyetir mobil nya sendiri .

" Ya gimana nggak tersinggung kamu melukai ego seorang pria ku Aliora" tegas Jho duduk di dalam mobil dengan ekspresi wajah tak terima nya .

" Melukai apa sih Om. kalau Ara beli hadiah buat Om terus Om yang bayar itu bukan hadiah nama nya" jelas Aliora dengan gemas melihat ekspresi merajuk Jho yang selama ini tak pernah dia liat .

" tetap Aja nggak ngehargai Om sebagai pasangan kamu" ucap Jho tak mau menatap Aliora yang masih berdiri di luar sedangkan Jho sudah duduk di dalam mobil .

Aliora menarik sabuk pengaman lalu menunduk dan memakainya pada Jho yang duduk miring ke kanan membelakangi nya itu .

mata Jho seolah terkunci menatap gadis kecil itu dalam jarak yang begitu dekat saat dia menunduk memasang sabuk pengaman untuk nya .

" Kiw kiw " goda Aliora dengan centil mengedipkan sebelah matanya menggoda Jho yang menatap nya tanpa berkedip membuat wajah pria dewasa itu langsung merah padam menahan malu saat di goda gadis kecil itu.

Aliora masuk ke mobil nya lalu berkendara dengan santai sambil sesekali melirik Jho yang hanya diam dengan ekspresi datarnya membuat ide-ide jahil Aliora berdatangan.

Dalam diamnya suasana Aliora yang tengah menyetir itu mengambil sesuatu di sudut pintu mobil dan melemparkannya ke tangan Jho yang melamun itu.

" Akkkkkk" teriak Jho benar-benar kaget saat seekor ular cukup besar jatuh ke tangan nya dan bahkan sudah Jho lembar ke bawah pun dia masih berjalan-jalan seperti akan menggigit sehingga Jho sampai mengangkat kedua kakinya ke atas kursi mobil .

" hahahaha " tawa meledak Aliora meminggirkan mobil lalu memukul setir mobil nya saking gemas nya melihat ekspresi ketakutan Jho yang secara spontanitas muncul karena efek kaget nya .

" Aaaaa, ampun Om " rintih Aliora saat Jho menghukum nya saking geram nya

Next.

Orang yang gak punya tujuan, nyetirnya pasti slow walaupun jalanan nya kosong. Iya kan?

Tapi coba deh kalo udah punya tujuan, ada target waktunya lagi, di jalanan biasa pun pasti ngegass teross. Ngerti kan?

Tapi ini bukan tentang nyetir dan jalanan melainkan kuliah ku ;)

Terpopuler

Comments

wariyanti Safitri

wariyanti Safitri

lanjut Thor

2023-11-10

0

Holel Holel

Holel Holel

Selalu setia menunggu cerita selanjutnya kak🤗jadi semangat💪

2023-11-10

0

Miss Typo

Miss Typo

gemes gemes sm sm Jho dan Aliora, akhirnya salah paham berakhir sudah 😁

semangat semangat thor 💪💪💪

2023-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kesedihan Aliora
2 Bab 2 habisin uang Om
3 Bab 3 pelukan Aliora
4 Bab 4 bebek montok
5 Bab 5 kemarahan Aliora
6 bab 6 Menggoda
7 Bab 7 kau milik ku
8 bab 8 Bu Presdir
9 Bab 9 besar dan kecil
10 Bab 10 pria blasteran
11 Bab 11 kemarahan yang berbeda
12 bab 12 gadis galak
13 bab 13 perihal Hadiah
14 bab 14 Omelan Sayang
15 Bab 15 gadis nakal
16 Bab 16 sebuah rahasia
17 Bab 17 kehancuran Aliora
18 Bab 18 pertengkaran
19 bab 19 tanda milik
20 Bab 20 Lagi Om
21 Bab 21 ketika aku menikahinya?
22 Bab 22 orang yang kita cintai
23 Bab 23 By
24 bab 24 perkara parfum
25 bab 25 Hidup bersama
26 Bab 26 Suami Aku
27 Bab 27 penasaran
28 Bab 28 Boleh
29 Bab 29 boneka buaya
30 Bab 30 tengah malam
31 Bab 31 olahraga
32 Bab 32 kegilaan Jho
33 Bab 33 nafkah
34 Bab 34 kolam renang
35 Bab 35 pemandangan indah
36 Bab 36 Rindu
37 Bab 37 kejujuran Aliora
38 Bab 38 Aliora kecil
39 Bab 39 tetap tenang
40 Bab 40 penuh kasih sayang
41 Bab 41 Ibu mereka jahat
42 bab 42 pertempuran
43 bab 43 ruang rawat
44 Bab 44 susu
45 Bab 45 rumah sakit
46 Bab 46 dokter muda
47 Bab 47 tidak puas
48 Bab 48 Milikku
49 Bab 49 tidak mau By
50 Bab 50 handal
51 Bab 51 Cat kuku
52 Bab 52 perlakuan manis
53 Bab 53 bangun
54 Bab 54 Korean style
55 Bab 55 menaikkan emosi
56 bab 56 sebuah penjelasan
57 Bab 57 ingin bercerita
58 Bab 58 bercerita
59 Bab 59 perubahan Aliora
60 Bab 60 bawaan hamil
61 Bab 61 dingin dan cuek
62 Bab 62 kerinduan Aliora
63 bab 63 udah nggak Sayang Ara
64 Bab 64 ingin bersama
65 Bab 65 ketika Jho sakit
66 Bab 66 perawat
67 bab 67 Harimau
68 Bab 68 di turuti Ayah
69 Bab 69 satu lagi keinginan
70 Bab 70 nutrisi yang bagus
71 Bab 71 pasar malam
72 bab 72 Manis
73 bab 73 rumah hantu
74 Bab 74 di lepaskan
75 Bab 75 Ingat Ara
76 bab 76 Baby Boy
77 bab 77 Erland Ferdinand
78 Bab 78 Maafkan Erland Mom
79 Bab 79 hukuman
80 Bab 80 sebuah penjelasan
81 Aliora dan Jho
82 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 kesedihan Aliora
2
Bab 2 habisin uang Om
3
Bab 3 pelukan Aliora
4
Bab 4 bebek montok
5
Bab 5 kemarahan Aliora
6
bab 6 Menggoda
7
Bab 7 kau milik ku
8
bab 8 Bu Presdir
9
Bab 9 besar dan kecil
10
Bab 10 pria blasteran
11
Bab 11 kemarahan yang berbeda
12
bab 12 gadis galak
13
bab 13 perihal Hadiah
14
bab 14 Omelan Sayang
15
Bab 15 gadis nakal
16
Bab 16 sebuah rahasia
17
Bab 17 kehancuran Aliora
18
Bab 18 pertengkaran
19
bab 19 tanda milik
20
Bab 20 Lagi Om
21
Bab 21 ketika aku menikahinya?
22
Bab 22 orang yang kita cintai
23
Bab 23 By
24
bab 24 perkara parfum
25
bab 25 Hidup bersama
26
Bab 26 Suami Aku
27
Bab 27 penasaran
28
Bab 28 Boleh
29
Bab 29 boneka buaya
30
Bab 30 tengah malam
31
Bab 31 olahraga
32
Bab 32 kegilaan Jho
33
Bab 33 nafkah
34
Bab 34 kolam renang
35
Bab 35 pemandangan indah
36
Bab 36 Rindu
37
Bab 37 kejujuran Aliora
38
Bab 38 Aliora kecil
39
Bab 39 tetap tenang
40
Bab 40 penuh kasih sayang
41
Bab 41 Ibu mereka jahat
42
bab 42 pertempuran
43
bab 43 ruang rawat
44
Bab 44 susu
45
Bab 45 rumah sakit
46
Bab 46 dokter muda
47
Bab 47 tidak puas
48
Bab 48 Milikku
49
Bab 49 tidak mau By
50
Bab 50 handal
51
Bab 51 Cat kuku
52
Bab 52 perlakuan manis
53
Bab 53 bangun
54
Bab 54 Korean style
55
Bab 55 menaikkan emosi
56
bab 56 sebuah penjelasan
57
Bab 57 ingin bercerita
58
Bab 58 bercerita
59
Bab 59 perubahan Aliora
60
Bab 60 bawaan hamil
61
Bab 61 dingin dan cuek
62
Bab 62 kerinduan Aliora
63
bab 63 udah nggak Sayang Ara
64
Bab 64 ingin bersama
65
Bab 65 ketika Jho sakit
66
Bab 66 perawat
67
bab 67 Harimau
68
Bab 68 di turuti Ayah
69
Bab 69 satu lagi keinginan
70
Bab 70 nutrisi yang bagus
71
Bab 71 pasar malam
72
bab 72 Manis
73
bab 73 rumah hantu
74
Bab 74 di lepaskan
75
Bab 75 Ingat Ara
76
bab 76 Baby Boy
77
bab 77 Erland Ferdinand
78
Bab 78 Maafkan Erland Mom
79
Bab 79 hukuman
80
Bab 80 sebuah penjelasan
81
Aliora dan Jho
82
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!