sebelum sampai dirumah Aliora Jho meminta krim penghilang memar pada bodyguard nya bahkan foundation untuk menyamarkan luka di sudut bibir nya agar nanti Daddy dan Mommy Aliora tak bertanya banyak hal .
Jho menggendong Aliora yang masih tertidur sangat nyenyak itu memasuki rumah mewah bernuansa Eropa itu .
" Jho" senyum hangat Daddy yang menuruni tangga bersama istrinya.
" Daddy ini Aliora dia sudah tertidur " ucap Jho menghampiri Daddy yang berhenti di anak tangga terakhir.
" Antar lah ke kamar nya , Apa aku yang sudah tua ini masih kau suruh untuk menggendong putriku" jawaban menggoda sang Ayah itu pada calon menantu nya.
karena biasanya kalau Aliora tertidur Jho hanya menggendong nya sampai kedalam rumah jika ada Daddy dirumah maka Daddy lah yang akan mengantarkan Aliora ke kamar nya.
" Tapi Daddy,," sanggah Jho belum sempat beralasan Daddy Aliora sudah menjawab .
" Cepat Jho Daddy tunggu di meja makan " ucap Daddy menepuk pundak Jho lalu berjalan pergi bersama istrinya menuju meja makan dengan senyum menggoda mereka .
Akhirnya Jho menaiki tangga sambil menggendong Aliora dengan segala pikiran aneh yang bercampur aduk di kepala nya .
Setelah Jho menidurkan Aliora di kamar dia kembali menutup pintu kamar Aliora dengan perasaan nya yang tiba-tiba deg-degan saat akan menemui orang tua Aliora.
" eitsss,,, gila makin tampan aja kamu Jho" puji Mommy yang tengah mengaduk kopi suaminya, saat Jho datang menghampiri mereka.
" iyalah perawatan mahal" tambah Daddy saling tatap dengan istrinya lalu tertawa ngakak menertawai Jho yang rela melakukan apa saja demi Aliora.
" Ya kalau nggak ganteng mana mau Aliora sama Aku Mom" jawab Jho memelas yang sangat realistis jika dia tampil sesuai umurnya atau tidak memperbaiki penampilan nya jangankan suka yang ada Aliora malah ilfeel melihatnya nanti .
" ya tapi enggak 10 tahun lebih muda juga" ledek Daddy yang merasa cukup heran dengan Jho bisa-bisa nya pria 30an tampil seperti 20an tapi Jho tidak terlihat norak seperti orang tua yang kemuda-mudaan .
Jho benar-benar bisa mencocokkan antara style dan wajahnya yang cukup awet untuk pria seumuran nya bahkan dia bisa mengimbangi Aliora yang gadis remaja sebagai pasangan walaupun dengan versi yang sedikit lebih dewasa.
" ya mau gimana lagi Dad aku tak punya cara lain" jawab Jho apa adanya sambil tersenyum menatap kedua orang tua Aliora.
" Ya tapi walaupun begitu tidak boleh juga Jho mengorbankan kebahagiaan dirimu sendiri hanya karena ingin di cintai Aliora" ucap Mommy yang sangat tau bahkan menjadi saksi betapa beratnya perjuangan Jho mengubah dirinya selama ini agar pantas bersanding dengan putrinya.
" Aku tidak merasa keberatan dengan semua itu Mom , jika hanya kebahagiaan yang dijadikan tolak ukur nya maka Aliora adalah kebahagiaan ku" jawab Jho dengan mata sayu yang terlihat penuh keraguan .
" Baiklah Jho kami mendukung mu. Tapi Daddy harap kau tidak menyembunyikan identitas rahasia mu pada Aliora dalam waktu yang lebih lama lagi , kerena Aliora itu kalau sudah salah paham Daddy yang Ayah nya sendiri pun tak punya cara untuk meluruskan kembali pikiran gadis manja itu." ucap Daddy yang sudah mulai memberi peringatan kepada Jho.
" Aku hanya sedang mencari waktu yang pas Dad dan juga momen yang tepat agar Aliora bisa paham dan mengerti sepenuhnya apa yang aku sampaikan serta alasan di balik nya." jawab Jho yang sebenarnya memang jauh lebih takut lagi kalau Aliora salah paham dan tiada maaf untuk nya .
" Yaudah Mom, Dad Aku pulang dulu" ucap Jho sopan setelah meminum beberapa teguk kopi nya.
" makan Jho" tawar Mommy.
" terimakasih Mom lain kali saja Aku sedang buru-buru pulang Ayah dan ibu ku sudah menunggu dirumah" jawab Jho sopan bersalam pada kedua orang tua Aliora.
Setelah kepergian Jho kedua orang tua Aliora yang tinggal berdua itu saling tatap lalu terkekeh dengan fikiran se frekuensi mereka.
.......
Dikamar nya Jho masuk ke kamar mandi sambil melepas kancing bajunya satu persatu lalu melepas kemeja nya dan berdiri di depan cermin wastafel.
" Bocil yang ganas " senyum geli Jho menatap bekas gigitan gadis manja itu di tubuh nya merasa ngeri-ngeri sedap membayangkan gadis kecil berpipi tembem itu .
setelah melepas pakaian nya Jho masuk ke dalam bathtub berendam sejenak untuk menyegarkan kembali tubuh nya yang terasa cukup lelah .
Sesekali Jho tersenyum setiap dipikiran nya terlintas wajah Aliora dengan segala sifat nya apalagi saat merajuk .
......
Sudah seminggu sejak kejadian itu Jho merasa Aliora semakin berubah terhadap nya bahkan Aliora tak lagi menjadikan Jho tempat pulang seperti dulu tapi sekarang Aliora bersikap biasa bahkan tak mau dekat dengan Jho seperti dulu yang begitu lengket sehingga membuat Jho bertanya-tanya salah nya apa .
" Mungkin karena sekarang Ara tau kalau kalian saling ada rasa makanya dia menjaga batasan layaknya sepasang kekasih" jelas Rich yang tengah menyetir itu saat Jho bercerita padanya.
" Ya kan seharusnya justru saat Ara tau aku mencintai nya bukan kah saat itu dia bisa menyalurkan perasaan nya terhadap ku , bermanja dan melakukan apapun aku akan menerima nya dengan senang hati tidak seperti dulu lagi aku harus menjaga batasan agar tak menodai nya" jawab Jho lebih transparan lagi mengatakan apa yang difikirkan nalurinya.
" Astaga jadi kau ingin menodai nya?" bentak Rich seketika menghentikan mobil nya di pinggir mendengar jawaban Jho.
" Ya bukan gitu maksud ku kan kalau kita saling mencintai itu kan hal lumrah kayak pelukan atau ciuman " jelas Jho berdasarkan pengalaman dan apa yang dia liat secara realistis.
" Hmmm, kau lupa kalau yang kau cintai itu gadis kecil bukan wanita dewasa Jho, dia akan merasa di lecehkan saat kau bersikap seperti itu jangankan mencium kau mengecup nya saja mungkin dia sudah akan menampar mu" jelas Rich yang tak habis pikir dengan pemikiran Jho tapi cukup wajarlah dia sudah terlalu lama menutup hati untuk wanita sehingga dia menjadi bingung harus bersikap seperti apa pada kekasih .
" udah di tampar kemarin" jawab Jho dengan jujur menyentuh pipi nya yang membuat Rich tertawa spontan.
" karena itu lah dia menjauhi mu , karena dia merasa kau menganggap nya sebagai pemuas " jawab Rich yang membuat Jho langsung ketar-ketir.
" Haaaa aku harus minta maaf pada nya , jangan sampai dia malah membenci '" Jho meminta Rich untuk putar balik agar mengantarkan nya ke sekolah Aliora
" Tapi ini baru jam 11 Jho dia pulang masih lama " kata Rich mengelus pelipisnya.
" nggak papa Aku akan menunggunya " jawab Jho juga meminta Rich berhenti di toko khusus hadiah .
" Astaga sebucin apa dia nanti pada istrinya?" geleng kepala Rich menatap boss sekaligus teman nya yang sudah berjalan masuk ke toko hadiah itu bahkan orang sibuk seperti mau membuang waktu berjam-jam hanya demi menunggu Aliora pulang.
" Apa lagi ya yang bagus?" ucap Jho yang sibuk memilih hadiah dan di tangan nya baru ada sebuket bunga .
" Om ngapain kesini" tanya Aliora judes menghampiri Jho yang berada di toko hadiah di jam kerja dan untuk siapa dia membeli bunga .
Dan Aliora pun tau itu pasti bukan untuk nya karena selama ini Jho kalau memberikan Aliora hadiah itu selalu boneka dan coklat tapi Aliora melihat Jho malah membeli bunga dan sedang memilih high heels.
" Beli hadiah " jawab Jho tak kalah judes saat melihat Aliora juga tengah membeli hadiah untuk seorang pria bahkan di tangan nya sudah ada topi .
Dan Jho merasa tak terima sekali saat gadis kecil itu membelikan pria lain hadiah bahkan salama ini dia tak pernah memberikan Jho hadiah kecuali makanan.
Next.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
eryuta
kopi🤝
2023-11-10
0
wariyanti Safitri
lanjut Thor
2023-11-10
0
Idah Tasikmalaya
up tambah dong
2023-11-10
0