bab 13 perihal Hadiah

sebelum sampai dirumah Aliora Jho meminta krim penghilang memar pada bodyguard nya bahkan foundation untuk menyamarkan luka di sudut bibir nya agar nanti Daddy dan Mommy Aliora tak bertanya banyak hal .

Jho menggendong Aliora yang masih tertidur sangat nyenyak itu memasuki rumah mewah bernuansa Eropa itu .

" Jho" senyum hangat Daddy yang menuruni tangga bersama istrinya.

" Daddy ini Aliora dia sudah tertidur " ucap Jho menghampiri Daddy yang berhenti di anak tangga terakhir.

" Antar lah ke kamar nya , Apa aku yang sudah tua ini masih kau suruh untuk menggendong putriku" jawaban menggoda sang Ayah itu pada calon menantu nya.

 karena biasanya kalau Aliora tertidur Jho hanya menggendong nya sampai kedalam rumah jika ada Daddy dirumah maka Daddy lah yang akan mengantarkan Aliora ke kamar nya.

" Tapi Daddy,," sanggah Jho belum sempat beralasan Daddy Aliora sudah menjawab .

" Cepat Jho Daddy tunggu di meja makan " ucap Daddy menepuk pundak Jho lalu berjalan pergi bersama istrinya menuju meja makan dengan senyum menggoda mereka .

Akhirnya Jho menaiki tangga sambil menggendong Aliora dengan segala pikiran aneh yang bercampur aduk di kepala nya .

Setelah Jho menidurkan Aliora di kamar dia kembali menutup pintu kamar Aliora dengan perasaan nya yang tiba-tiba deg-degan saat akan menemui orang tua Aliora.

" eitsss,,, gila makin tampan aja kamu Jho" puji Mommy yang tengah mengaduk kopi suaminya, saat Jho datang menghampiri mereka.

" iyalah perawatan mahal" tambah Daddy saling tatap dengan istrinya lalu tertawa ngakak menertawai Jho yang rela melakukan apa saja demi Aliora.

" Ya kalau nggak ganteng mana mau Aliora sama Aku Mom" jawab Jho memelas yang sangat realistis jika dia tampil sesuai umurnya atau tidak memperbaiki penampilan nya jangankan suka yang ada Aliora malah ilfeel melihatnya nanti .

" ya tapi enggak 10 tahun lebih muda juga" ledek Daddy yang merasa cukup heran dengan Jho bisa-bisa nya pria 30an tampil seperti 20an tapi Jho tidak terlihat norak seperti orang tua yang kemuda-mudaan .

Jho benar-benar bisa mencocokkan antara style dan wajahnya yang cukup awet untuk pria seumuran nya bahkan dia bisa mengimbangi Aliora yang gadis remaja sebagai pasangan walaupun dengan versi yang sedikit lebih dewasa.

" ya mau gimana lagi Dad aku tak punya cara lain" jawab Jho apa adanya sambil tersenyum menatap kedua orang tua Aliora.

" Ya tapi walaupun begitu tidak boleh juga Jho mengorbankan kebahagiaan dirimu sendiri hanya karena ingin di cintai Aliora" ucap Mommy yang sangat tau bahkan menjadi saksi betapa beratnya perjuangan Jho mengubah dirinya selama ini agar pantas bersanding dengan putrinya.

" Aku tidak merasa keberatan dengan semua itu Mom , jika hanya kebahagiaan yang dijadikan tolak ukur nya maka Aliora adalah kebahagiaan ku" jawab Jho dengan mata sayu yang terlihat penuh keraguan .

" Baiklah Jho kami mendukung mu. Tapi Daddy harap kau tidak menyembunyikan identitas rahasia mu pada Aliora dalam waktu yang lebih lama lagi , kerena Aliora itu kalau sudah salah paham Daddy yang Ayah nya sendiri pun tak punya cara untuk meluruskan kembali pikiran gadis manja itu." ucap Daddy yang sudah mulai memberi peringatan kepada Jho.

" Aku hanya sedang mencari waktu yang pas Dad dan juga momen yang tepat agar Aliora bisa paham dan mengerti sepenuhnya apa yang aku sampaikan serta alasan di balik nya." jawab Jho yang sebenarnya memang jauh lebih takut lagi kalau Aliora salah paham dan tiada maaf untuk nya .

" Yaudah Mom, Dad Aku pulang dulu" ucap Jho sopan setelah meminum beberapa teguk kopi nya.

" makan Jho" tawar Mommy.

" terimakasih Mom lain kali saja Aku sedang buru-buru pulang Ayah dan ibu ku sudah menunggu dirumah" jawab Jho sopan bersalam pada kedua orang tua Aliora.

Setelah kepergian Jho kedua orang tua Aliora yang tinggal berdua itu saling tatap lalu terkekeh dengan fikiran se frekuensi mereka.

.......

Dikamar nya Jho masuk ke kamar mandi sambil melepas kancing bajunya satu persatu lalu melepas kemeja nya dan berdiri di depan cermin wastafel.

" Bocil yang ganas " senyum geli Jho menatap bekas gigitan gadis manja itu di tubuh nya merasa ngeri-ngeri sedap membayangkan gadis kecil berpipi tembem itu .

setelah melepas pakaian nya Jho masuk ke dalam bathtub berendam sejenak untuk menyegarkan kembali tubuh nya yang terasa cukup lelah .

Sesekali Jho tersenyum setiap dipikiran nya terlintas wajah Aliora dengan segala sifat nya apalagi saat merajuk .

......

Sudah seminggu sejak kejadian itu Jho merasa Aliora semakin berubah terhadap nya bahkan Aliora tak lagi menjadikan Jho tempat pulang seperti dulu tapi sekarang Aliora bersikap biasa bahkan tak mau dekat dengan Jho seperti dulu yang begitu lengket sehingga membuat Jho bertanya-tanya salah nya apa .

" Mungkin karena sekarang Ara tau kalau kalian saling ada rasa makanya dia menjaga batasan layaknya sepasang kekasih" jelas Rich yang tengah menyetir itu saat Jho bercerita padanya.

" Ya kan seharusnya justru saat Ara tau aku mencintai nya bukan kah saat itu dia bisa menyalurkan perasaan nya terhadap ku , bermanja dan melakukan apapun aku akan menerima nya dengan senang hati tidak seperti dulu lagi aku harus menjaga batasan agar tak menodai nya" jawab Jho lebih transparan lagi mengatakan apa yang difikirkan nalurinya.

" Astaga jadi kau ingin menodai nya?" bentak Rich seketika menghentikan mobil nya di pinggir mendengar jawaban Jho.

" Ya bukan gitu maksud ku kan kalau kita saling mencintai itu kan hal lumrah kayak pelukan atau ciuman " jelas Jho berdasarkan pengalaman dan apa yang dia liat secara realistis.

" Hmmm, kau lupa kalau yang kau cintai itu gadis kecil bukan wanita dewasa Jho, dia akan merasa di lecehkan saat kau bersikap seperti itu jangankan mencium kau mengecup nya saja mungkin dia sudah akan menampar mu" jelas Rich yang tak habis pikir dengan pemikiran Jho tapi cukup wajarlah dia sudah terlalu lama menutup hati untuk wanita sehingga dia menjadi bingung harus bersikap seperti apa pada kekasih .

" udah di tampar kemarin" jawab Jho dengan jujur menyentuh pipi nya yang membuat Rich tertawa spontan.

" karena itu lah dia menjauhi mu , karena dia merasa kau menganggap nya sebagai pemuas " jawab Rich yang membuat Jho langsung ketar-ketir.

" Haaaa aku harus minta maaf pada nya , jangan sampai dia malah membenci '" Jho meminta Rich untuk putar balik agar mengantarkan nya ke sekolah Aliora

" Tapi ini baru jam 11 Jho dia pulang masih lama " kata Rich mengelus pelipisnya.

" nggak papa Aku akan menunggunya " jawab Jho juga meminta Rich berhenti di toko khusus hadiah .

" Astaga sebucin apa dia nanti pada istrinya?" geleng kepala Rich menatap boss sekaligus teman nya yang sudah berjalan masuk ke toko hadiah itu bahkan orang sibuk seperti mau membuang waktu berjam-jam hanya demi menunggu Aliora pulang.

" Apa lagi ya yang bagus?" ucap Jho yang sibuk memilih hadiah dan di tangan nya baru ada sebuket bunga .

" Om ngapain kesini" tanya Aliora judes menghampiri Jho yang berada di toko hadiah di jam kerja dan untuk siapa dia membeli bunga .

Dan Aliora pun tau itu pasti bukan untuk nya karena selama ini Jho kalau memberikan Aliora hadiah itu selalu boneka dan coklat tapi Aliora melihat Jho malah membeli bunga dan sedang memilih high heels.

" Beli hadiah " jawab Jho tak kalah judes saat melihat Aliora juga tengah membeli hadiah untuk seorang pria bahkan di tangan nya sudah ada topi .

Dan Jho merasa tak terima sekali saat gadis kecil itu membelikan pria lain hadiah bahkan salama ini dia tak pernah memberikan Jho hadiah kecuali makanan.

Next.

Terpopuler

Comments

eryuta

eryuta

kopi🤝

2023-11-10

0

wariyanti Safitri

wariyanti Safitri

lanjut Thor

2023-11-10

0

Idah Tasikmalaya

Idah Tasikmalaya

up tambah dong

2023-11-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kesedihan Aliora
2 Bab 2 habisin uang Om
3 Bab 3 pelukan Aliora
4 Bab 4 bebek montok
5 Bab 5 kemarahan Aliora
6 bab 6 Menggoda
7 Bab 7 kau milik ku
8 bab 8 Bu Presdir
9 Bab 9 besar dan kecil
10 Bab 10 pria blasteran
11 Bab 11 kemarahan yang berbeda
12 bab 12 gadis galak
13 bab 13 perihal Hadiah
14 bab 14 Omelan Sayang
15 Bab 15 gadis nakal
16 Bab 16 sebuah rahasia
17 Bab 17 kehancuran Aliora
18 Bab 18 pertengkaran
19 bab 19 tanda milik
20 Bab 20 Lagi Om
21 Bab 21 ketika aku menikahinya?
22 Bab 22 orang yang kita cintai
23 Bab 23 By
24 bab 24 perkara parfum
25 bab 25 Hidup bersama
26 Bab 26 Suami Aku
27 Bab 27 penasaran
28 Bab 28 Boleh
29 Bab 29 boneka buaya
30 Bab 30 tengah malam
31 Bab 31 olahraga
32 Bab 32 kegilaan Jho
33 Bab 33 nafkah
34 Bab 34 kolam renang
35 Bab 35 pemandangan indah
36 Bab 36 Rindu
37 Bab 37 kejujuran Aliora
38 Bab 38 Aliora kecil
39 Bab 39 tetap tenang
40 Bab 40 penuh kasih sayang
41 Bab 41 Ibu mereka jahat
42 bab 42 pertempuran
43 bab 43 ruang rawat
44 Bab 44 susu
45 Bab 45 rumah sakit
46 Bab 46 dokter muda
47 Bab 47 tidak puas
48 Bab 48 Milikku
49 Bab 49 tidak mau By
50 Bab 50 handal
51 Bab 51 Cat kuku
52 Bab 52 perlakuan manis
53 Bab 53 bangun
54 Bab 54 Korean style
55 Bab 55 menaikkan emosi
56 bab 56 sebuah penjelasan
57 Bab 57 ingin bercerita
58 Bab 58 bercerita
59 Bab 59 perubahan Aliora
60 Bab 60 bawaan hamil
61 Bab 61 dingin dan cuek
62 Bab 62 kerinduan Aliora
63 bab 63 udah nggak Sayang Ara
64 Bab 64 ingin bersama
65 Bab 65 ketika Jho sakit
66 Bab 66 perawat
67 bab 67 Harimau
68 Bab 68 di turuti Ayah
69 Bab 69 satu lagi keinginan
70 Bab 70 nutrisi yang bagus
71 Bab 71 pasar malam
72 bab 72 Manis
73 bab 73 rumah hantu
74 Bab 74 di lepaskan
75 Bab 75 Ingat Ara
76 bab 76 Baby Boy
77 bab 77 Erland Ferdinand
78 Bab 78 Maafkan Erland Mom
79 Bab 79 hukuman
80 Bab 80 sebuah penjelasan
81 Aliora dan Jho
82 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 kesedihan Aliora
2
Bab 2 habisin uang Om
3
Bab 3 pelukan Aliora
4
Bab 4 bebek montok
5
Bab 5 kemarahan Aliora
6
bab 6 Menggoda
7
Bab 7 kau milik ku
8
bab 8 Bu Presdir
9
Bab 9 besar dan kecil
10
Bab 10 pria blasteran
11
Bab 11 kemarahan yang berbeda
12
bab 12 gadis galak
13
bab 13 perihal Hadiah
14
bab 14 Omelan Sayang
15
Bab 15 gadis nakal
16
Bab 16 sebuah rahasia
17
Bab 17 kehancuran Aliora
18
Bab 18 pertengkaran
19
bab 19 tanda milik
20
Bab 20 Lagi Om
21
Bab 21 ketika aku menikahinya?
22
Bab 22 orang yang kita cintai
23
Bab 23 By
24
bab 24 perkara parfum
25
bab 25 Hidup bersama
26
Bab 26 Suami Aku
27
Bab 27 penasaran
28
Bab 28 Boleh
29
Bab 29 boneka buaya
30
Bab 30 tengah malam
31
Bab 31 olahraga
32
Bab 32 kegilaan Jho
33
Bab 33 nafkah
34
Bab 34 kolam renang
35
Bab 35 pemandangan indah
36
Bab 36 Rindu
37
Bab 37 kejujuran Aliora
38
Bab 38 Aliora kecil
39
Bab 39 tetap tenang
40
Bab 40 penuh kasih sayang
41
Bab 41 Ibu mereka jahat
42
bab 42 pertempuran
43
bab 43 ruang rawat
44
Bab 44 susu
45
Bab 45 rumah sakit
46
Bab 46 dokter muda
47
Bab 47 tidak puas
48
Bab 48 Milikku
49
Bab 49 tidak mau By
50
Bab 50 handal
51
Bab 51 Cat kuku
52
Bab 52 perlakuan manis
53
Bab 53 bangun
54
Bab 54 Korean style
55
Bab 55 menaikkan emosi
56
bab 56 sebuah penjelasan
57
Bab 57 ingin bercerita
58
Bab 58 bercerita
59
Bab 59 perubahan Aliora
60
Bab 60 bawaan hamil
61
Bab 61 dingin dan cuek
62
Bab 62 kerinduan Aliora
63
bab 63 udah nggak Sayang Ara
64
Bab 64 ingin bersama
65
Bab 65 ketika Jho sakit
66
Bab 66 perawat
67
bab 67 Harimau
68
Bab 68 di turuti Ayah
69
Bab 69 satu lagi keinginan
70
Bab 70 nutrisi yang bagus
71
Bab 71 pasar malam
72
bab 72 Manis
73
bab 73 rumah hantu
74
Bab 74 di lepaskan
75
Bab 75 Ingat Ara
76
bab 76 Baby Boy
77
bab 77 Erland Ferdinand
78
Bab 78 Maafkan Erland Mom
79
Bab 79 hukuman
80
Bab 80 sebuah penjelasan
81
Aliora dan Jho
82
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!