Aliora duduk di kursi samping Jho dengan terus menunduk tak berani menatap orang di sekeliling nya .
Jho memegang tangan Aliora di bawah meja sehingga gadis kecil itu menatapnya lalu dia tersenyum tulus yang seolah menguatkan Aliora membuat gadis kecil itu juga tersenyum dengan spontan.
" santai jangan kaku" ucap Jho dengan pelan sambil tersenyum pada Aliora yang diangguki Aliora saat rasa percaya dirinya yang sempat hilang seolah kembali.
Jho memberikan ponsel nya serta sebuah earphone pada Aliora sebelum dia berdiri ketengah untuk memimpin meeting yang beranggotakan ratusan orang itu .
Aliora yang di berikan ponsel nya oleh Jho merasa sangat senang akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini .
Aliora tidak main atau menonton tapi justru malah mencari setiap informasi yang sangat dia penasaran sampai gadis kecil itu dengan berani membuka room chat setiap akun yang Jho miliki saking ingin tau nya .
" Om Jho nggak gatel cewek aja yang banyak gatel sama dia " Batin Aliora merasa jengkel sendiri dengan wanita-wanita yang secara terang-terangan mengejar Om Jho nya .
Bahkan beberapa wanita yang chat Om Jho ada didalam ruangan ini .
Tapi semakin melihat semua isi ponsel Jho , Aliora semakin bingung dibuatnya jika memang tak ada wanita yang direspon Om Jho lantas untuk siapa dia masih menjaga hati nya diusia yang sudah terbilang tak muda lagi .
Aliora tau walaupun wajah Jho masih sangat tampan tapi umur pria itu memang sudah tak muda lagi .
Ditengah kebingungan Aliora Rich menyenggol lengan Aliora yang duduk di sebelah nya .
" Ada Apa Bocil?" tanya Rich pelan tersenyum menatap gadis manis yang terlihat kebingungan itu .
" Ara mau bobok Om" jawab Aliora yang merasa mengantuk karena suasana meeting yang begitu hening semua orang hanya sibuk menatap Jho yang tengah menjelaskan di depan layar monitor itu.
" Tidurlah" ucap Rich memberikan jas nya pada Aliora yang diterima lalu langsung ditaruh Aliora di atas meja di depan nya .
" Baru tersandar sebentar kepalanya kemeja gadis kecil itu sudah langsung tertidur pulas " geleng kepala Rich dengan gadis kesayangan Jho itu .
.............
cukup lama Aliora tertidur hampir satu jam dan saat dia membuka mata yang dilihatnya masih sama yaitu Jho yang masih berdiri di depan layar monitor menjelaskan serta menjawab setiap pernyataan investor nya.
" pasti sangat melelahkan" batin Aliora menatap Jho dengan mata sayu , kadang Aliora juga merasa iba melihat pria yang selalu bekerja keras itu.
Meeting itu berakhir dengan tepukan tangan dari semua orang yang ada di dalam ruangan itu setelah nya Jho kembali duduk .
" Kenapa Ara capek atau haus " senyum hangat Jho duduk disamping Aliora lalu mengelus kepala gadis kecil yang terlihat lelah itu .
" Jangan tanya Ara" jawab Aliora membuka tutup botol Air lalu memberikan nya pada Jho yang langsung diminum Jho tanpa membantah.
" Om ini jas nya, Terimakasih" kata Aliora mengembalikan jas Rich saat pria itu sudah berdiri hendak pergi juga meninggalkan ruang meeting yang perlahan mulai kosong saat tamu sudah mulai keluar.
" Iya " Rich langsung memakai jas nya yang tadi di buat alas tidur oleh Aliora tapi aroma manis tubuh Aliora benar-benar melekat di jas itu sampai Rich bisa menghirupnya .
Rich kembali melepas jas nya sambil terkekeh melihat tatapan menyipit mata Jho yang seolah mengajak baku hantam .
Aliora tinggal berdua bersama Jho dalam ruangan itu.
" Om masih mau kerja habis ini?" tanya Aliora yang diangguki Jho sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut setelah cukup lama berdiri memimpin meeting.
" Yaudah bobok sebentar biar fikiran dan tubuh Om bisa istirahat" kata Aliora segera berdiri mengajak Jho kembali keruang nya.
" Om nggak bisa tidur siang Ra" jawab Jho ikut berjalan keluar bersama Aliora, jangankan tidur siang malam saja Jho sangat susah tidur .
" aik ada pula orang nggak bisa tidur siang ?" heran Aliora bertanya tanya Dia saja jika mata terpejam langsung tidur .
" Ada. beda sama putri tidur kayak kamu" gemas Jho mengacak rambut Aliora yang dimana-mana selalu tertidur jika punya kesempatan.
" Om bisa nggak sih sekali-kali itu peduli sama diri Om sendiri" ucap Aliora tiba-tiba merasa tak bisa membiarkan Jho hidup dengan kebiasaan yang seperti ini secara terus menerus.
" maksudnya?" tanya Jho ikut duduk disofa bersama Aliora begitu sampai di ruangan nya .
" Kalau tubuh Om udah minta istirahat jangan di paksa kerja" jawab Aliora dengan nada suara sedikit tinggi.
" Ya gimana lagi pekerjaan nggak selesai-selesai kalaupun istirahat mata Om nggak bisa tidur jangankan siang malam aja susah " jawab Jho dengan jujurnya tapi malah membuat Aliora emosi mendengar nya .
" Ihhh Om Yaa" kesal Aliora menarik pria dewasa itu sampai kepala nya jatuh tepat diatas pangkuan Aliora begitu tubuh Jho rebah .
" Apa susah nya tinggal pejamin mata doang " jengkel Aliora melihat Jho yang malah tersenyum mendengar kemarahan Aliora.
" Iya tuan Putri Aku tidur " Jho meluruskan kakinya keatas sofa lalu memejamkan mata .
" orang belum selesai bicara malah udah pejamin mata" omel Aliora balik tapi tangannya sudah mulai mengelus kepala Jho yang berbaring di pangkuan nya .
Jho memang adalah orang yang sangat perhatian dan penyayang tapi menurut Aliora Jho sangat tak peduli dengan dirinya sendiri dan Aliora tak suka itu .
" Ara gimana Om bisa tidur kalau kamu omelin terus" rengek manja Jho pada Aliora dengan bahagia nya .
sangat jarang sekali Jho bisa sedekat ini dengan Aliora bahkan sudah lama sekali mereka tidak bersama seharian bahkan rasanya Jho ingin terus seperti ini.
Aliora menarik nafas panjang mencoba mengatur emosi lalu melembut.
" baiklah Om harus bobok okey" lembut Aliora yang diangguki Jho , walaupun Jho tak yakin akan bisa tidur .
Perlahan tapi pasti elusan lembut Aliora dikepala nya yang terasa menenangkan benar-benar membuat Jho begitu nyaman dan perlahan dia mulai berlabuh ke alam mimpi .
" Ara takut Om" suara sendu Aliora yang terus mengelus kepala Jho yang sudah tertidur itu .
Aliora bisa merasakan bahkan sudah bisa mendefinisikan bagaimana perasaan nya terhadap Om Jho tapi Aliora sangat takut dengan perasaan tak biasanya ini.
Yaitu mencintai Om nya sendiri.
Walaupun Aliora tak tau pasti entah bagaimana sangkutan nya dengan Jho karena sedari kecil yang Aliora tau Jho adalah Om nya .
Aliora tak tau secara pasti hubungan seperti apa yang ada antara dia dan Jho karena Aliora sendiripun punya jawaban bahkan Aliora tak tau sejak kapan Jho ada dihidup nya karena sedari Aliora kecil Jho sudah ada .
Aliora bisa saja menanyakan kebenaran itu pada Daddy nya tapi Aliora enggan serta tak ingin mendengar kenyataan bahwa dia tak bisa menikah dengan Om Jho nanti atau justru Om Jho sendiri yang tidak mau karena hanya menganggap Aliora sebatas ponakan nya saja .
" Apapun yang terjadi pokok nya kau milikku Om" tegas Aliora berapi-api yang sedari kecil begitu, apa yang sudah dianggap milik nya ya akan tetap begitu selama nya walaupun dia harus berperang dengan orang lain .
" Iya dia milik Ara " jawab kedua orang tua Jho yang berdiri dekat pintu itu dengan seulas senyum menatap putra nya yang tidur diatas pangkuan gadis kecil yang berbicara lantang itu.
Aliora langsung mengangkat pandangan nya mendengar jawaban itu .
Next.
...Hari ini aku bertanya pada bayanganku kenapa ikut denganku? Dia tertawa dan menjawab "Siapa lagi yang kau punya selain aku"...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
komala
ayo thor lanjut.... ayah ibu buruan lamar ara buat om jho.....
2023-11-04
0
Tya 💜🥰🥰🥰
lnjut thor
2023-11-04
0
wariyanti Safitri
lanjut lagi Thor
2023-11-04
0