Bab 7 kau milik ku

Aliora duduk di kursi samping Jho dengan terus menunduk tak berani menatap orang di sekeliling nya .

Jho memegang tangan Aliora di bawah meja sehingga gadis kecil itu menatapnya lalu dia tersenyum tulus yang seolah menguatkan Aliora membuat gadis kecil itu juga tersenyum dengan spontan.

" santai jangan kaku" ucap Jho dengan pelan sambil tersenyum pada Aliora yang diangguki Aliora saat rasa percaya dirinya yang sempat hilang seolah kembali.

Jho memberikan ponsel nya serta sebuah earphone pada Aliora sebelum dia berdiri ketengah untuk memimpin meeting yang beranggotakan ratusan orang itu .

Aliora yang di berikan ponsel nya oleh Jho merasa sangat senang akhirnya dia mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini .

Aliora tidak main atau menonton tapi justru malah mencari setiap informasi yang sangat dia penasaran sampai gadis kecil itu dengan berani membuka room chat setiap akun yang Jho miliki saking ingin tau nya .

" Om Jho nggak gatel cewek aja yang banyak gatel sama dia " Batin Aliora merasa jengkel sendiri dengan wanita-wanita yang secara terang-terangan mengejar Om Jho nya .

Bahkan beberapa wanita yang chat Om Jho ada didalam ruangan ini .

Tapi semakin melihat semua isi ponsel Jho , Aliora semakin bingung dibuatnya jika memang tak ada wanita yang direspon Om Jho lantas untuk siapa dia masih menjaga hati nya diusia yang sudah terbilang tak muda lagi .

Aliora tau walaupun wajah Jho masih sangat tampan tapi umur pria itu memang sudah tak muda lagi .

Ditengah kebingungan Aliora Rich menyenggol lengan Aliora yang duduk di sebelah nya .

" Ada Apa Bocil?" tanya Rich pelan tersenyum menatap gadis manis yang terlihat kebingungan itu .

" Ara mau bobok Om" jawab Aliora yang merasa mengantuk karena suasana meeting yang begitu hening semua orang hanya sibuk menatap Jho yang tengah menjelaskan di depan layar monitor itu.

" Tidurlah" ucap Rich memberikan jas nya pada Aliora yang diterima lalu langsung ditaruh Aliora di atas meja di depan nya .

" Baru tersandar sebentar kepalanya kemeja gadis kecil itu sudah langsung tertidur pulas " geleng kepala Rich dengan gadis kesayangan Jho itu .

.............

cukup lama Aliora tertidur hampir satu jam dan saat dia membuka mata yang dilihatnya masih sama yaitu Jho yang masih berdiri di depan layar monitor menjelaskan serta menjawab setiap pernyataan investor nya.

" pasti sangat melelahkan" batin Aliora menatap Jho dengan mata sayu , kadang Aliora juga merasa iba melihat pria yang selalu bekerja keras itu.

Meeting itu berakhir dengan tepukan tangan dari semua orang yang ada di dalam ruangan itu setelah nya Jho kembali duduk .

" Kenapa Ara capek atau haus " senyum hangat Jho duduk disamping Aliora lalu mengelus kepala gadis kecil yang terlihat lelah itu .

" Jangan tanya Ara" jawab Aliora membuka tutup botol Air lalu memberikan nya pada Jho yang langsung diminum Jho tanpa membantah.

" Om ini jas nya, Terimakasih" kata Aliora mengembalikan jas Rich saat pria itu sudah berdiri hendak pergi juga meninggalkan ruang meeting yang perlahan mulai kosong saat tamu sudah mulai keluar.

" Iya " Rich langsung memakai jas nya yang tadi di buat alas tidur oleh Aliora tapi aroma manis tubuh Aliora benar-benar melekat di jas itu sampai Rich bisa menghirupnya .

Rich kembali melepas jas nya sambil terkekeh melihat tatapan menyipit mata Jho yang seolah mengajak baku hantam .

Aliora tinggal berdua bersama Jho dalam ruangan itu.

" Om masih mau kerja habis ini?" tanya Aliora yang diangguki Jho sambil memijat pelipisnya yang terasa berdenyut setelah cukup lama berdiri memimpin meeting.

" Yaudah bobok sebentar biar fikiran dan tubuh Om bisa istirahat" kata Aliora segera berdiri mengajak Jho kembali keruang nya.

" Om nggak bisa tidur siang Ra" jawab Jho ikut berjalan keluar bersama Aliora, jangankan tidur siang malam saja Jho sangat susah tidur .

" aik ada pula orang nggak bisa tidur siang ?" heran Aliora bertanya tanya Dia saja jika mata terpejam langsung tidur .

" Ada. beda sama putri tidur kayak kamu" gemas Jho mengacak rambut Aliora yang dimana-mana selalu tertidur jika punya kesempatan.

" Om bisa nggak sih sekali-kali itu peduli sama diri Om sendiri" ucap Aliora tiba-tiba merasa tak bisa membiarkan Jho hidup dengan kebiasaan yang seperti ini secara terus menerus.

" maksudnya?" tanya Jho ikut duduk disofa bersama Aliora begitu sampai di ruangan nya .

" Kalau tubuh Om udah minta istirahat jangan di paksa kerja" jawab Aliora dengan nada suara sedikit tinggi.

" Ya gimana lagi pekerjaan nggak selesai-selesai kalaupun istirahat mata Om nggak bisa tidur jangankan siang malam aja susah " jawab Jho dengan jujurnya tapi malah membuat Aliora emosi mendengar nya .

" Ihhh Om Yaa" kesal Aliora menarik pria dewasa itu sampai kepala nya jatuh tepat diatas pangkuan Aliora begitu tubuh Jho rebah .

" Apa susah nya tinggal pejamin mata doang " jengkel Aliora melihat Jho yang malah tersenyum mendengar kemarahan Aliora.

" Iya tuan Putri Aku tidur " Jho meluruskan kakinya keatas sofa lalu memejamkan mata .

" orang belum selesai bicara malah udah pejamin mata" omel Aliora balik tapi tangannya sudah mulai mengelus kepala Jho yang berbaring di pangkuan nya .

Jho memang adalah orang yang sangat perhatian dan penyayang tapi menurut Aliora Jho sangat tak peduli dengan dirinya sendiri dan Aliora tak suka itu .

" Ara gimana Om bisa tidur kalau kamu omelin terus" rengek manja Jho pada Aliora dengan bahagia nya .

sangat jarang sekali Jho bisa sedekat ini dengan Aliora bahkan sudah lama sekali mereka tidak bersama seharian bahkan rasanya Jho ingin terus seperti ini.

Aliora menarik nafas panjang mencoba mengatur emosi lalu melembut.

" baiklah Om harus bobok okey" lembut Aliora yang diangguki Jho , walaupun Jho tak yakin akan bisa tidur .

Perlahan tapi pasti elusan lembut Aliora dikepala nya yang terasa menenangkan benar-benar membuat Jho begitu nyaman dan perlahan dia mulai berlabuh ke alam mimpi .

" Ara takut Om" suara sendu Aliora yang terus mengelus kepala Jho yang sudah tertidur itu .

Aliora bisa merasakan bahkan sudah bisa mendefinisikan bagaimana perasaan nya terhadap Om Jho tapi Aliora sangat takut dengan perasaan tak biasanya ini.

Yaitu mencintai Om nya sendiri.

Walaupun Aliora tak tau pasti entah bagaimana sangkutan nya dengan Jho karena sedari kecil yang Aliora tau Jho adalah Om nya .

Aliora tak tau secara pasti hubungan seperti apa yang ada antara dia dan Jho karena Aliora sendiripun punya jawaban bahkan Aliora tak tau sejak kapan Jho ada dihidup nya karena sedari Aliora kecil Jho sudah ada .

Aliora bisa saja menanyakan kebenaran itu pada Daddy nya tapi Aliora enggan serta tak ingin mendengar kenyataan bahwa dia tak bisa menikah dengan Om Jho nanti atau justru Om Jho sendiri yang tidak mau karena hanya menganggap Aliora sebatas ponakan nya saja .

" Apapun yang terjadi pokok nya kau milikku Om" tegas Aliora berapi-api yang sedari kecil begitu, apa yang sudah dianggap milik nya ya akan tetap begitu selama nya walaupun dia harus berperang dengan orang lain .

" Iya dia milik Ara " jawab kedua orang tua Jho yang berdiri dekat pintu itu dengan seulas senyum menatap putra nya yang tidur diatas pangkuan gadis kecil yang berbicara lantang itu.

Aliora langsung mengangkat pandangan nya mendengar jawaban itu .

Next.

...Hari ini aku bertanya pada bayanganku kenapa ikut denganku? Dia tertawa dan menjawab "Siapa lagi yang kau punya selain aku"...

Terpopuler

Comments

komala

komala

ayo thor lanjut.... ayah ibu buruan lamar ara buat om jho.....

2023-11-04

0

Tya 💜🥰🥰🥰

Tya 💜🥰🥰🥰

lnjut thor

2023-11-04

0

wariyanti Safitri

wariyanti Safitri

lanjut lagi Thor

2023-11-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kesedihan Aliora
2 Bab 2 habisin uang Om
3 Bab 3 pelukan Aliora
4 Bab 4 bebek montok
5 Bab 5 kemarahan Aliora
6 bab 6 Menggoda
7 Bab 7 kau milik ku
8 bab 8 Bu Presdir
9 Bab 9 besar dan kecil
10 Bab 10 pria blasteran
11 Bab 11 kemarahan yang berbeda
12 bab 12 gadis galak
13 bab 13 perihal Hadiah
14 bab 14 Omelan Sayang
15 Bab 15 gadis nakal
16 Bab 16 sebuah rahasia
17 Bab 17 kehancuran Aliora
18 Bab 18 pertengkaran
19 bab 19 tanda milik
20 Bab 20 Lagi Om
21 Bab 21 ketika aku menikahinya?
22 Bab 22 orang yang kita cintai
23 Bab 23 By
24 bab 24 perkara parfum
25 bab 25 Hidup bersama
26 Bab 26 Suami Aku
27 Bab 27 penasaran
28 Bab 28 Boleh
29 Bab 29 boneka buaya
30 Bab 30 tengah malam
31 Bab 31 olahraga
32 Bab 32 kegilaan Jho
33 Bab 33 nafkah
34 Bab 34 kolam renang
35 Bab 35 pemandangan indah
36 Bab 36 Rindu
37 Bab 37 kejujuran Aliora
38 Bab 38 Aliora kecil
39 Bab 39 tetap tenang
40 Bab 40 penuh kasih sayang
41 Bab 41 Ibu mereka jahat
42 bab 42 pertempuran
43 bab 43 ruang rawat
44 Bab 44 susu
45 Bab 45 rumah sakit
46 Bab 46 dokter muda
47 Bab 47 tidak puas
48 Bab 48 Milikku
49 Bab 49 tidak mau By
50 Bab 50 handal
51 Bab 51 Cat kuku
52 Bab 52 perlakuan manis
53 Bab 53 bangun
54 Bab 54 Korean style
55 Bab 55 menaikkan emosi
56 bab 56 sebuah penjelasan
57 Bab 57 ingin bercerita
58 Bab 58 bercerita
59 Bab 59 perubahan Aliora
60 Bab 60 bawaan hamil
61 Bab 61 dingin dan cuek
62 Bab 62 kerinduan Aliora
63 bab 63 udah nggak Sayang Ara
64 Bab 64 ingin bersama
65 Bab 65 ketika Jho sakit
66 Bab 66 perawat
67 bab 67 Harimau
68 Bab 68 di turuti Ayah
69 Bab 69 satu lagi keinginan
70 Bab 70 nutrisi yang bagus
71 Bab 71 pasar malam
72 bab 72 Manis
73 bab 73 rumah hantu
74 Bab 74 di lepaskan
75 Bab 75 Ingat Ara
76 bab 76 Baby Boy
77 bab 77 Erland Ferdinand
78 Bab 78 Maafkan Erland Mom
79 Bab 79 hukuman
80 Bab 80 sebuah penjelasan
81 Aliora dan Jho
82 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 kesedihan Aliora
2
Bab 2 habisin uang Om
3
Bab 3 pelukan Aliora
4
Bab 4 bebek montok
5
Bab 5 kemarahan Aliora
6
bab 6 Menggoda
7
Bab 7 kau milik ku
8
bab 8 Bu Presdir
9
Bab 9 besar dan kecil
10
Bab 10 pria blasteran
11
Bab 11 kemarahan yang berbeda
12
bab 12 gadis galak
13
bab 13 perihal Hadiah
14
bab 14 Omelan Sayang
15
Bab 15 gadis nakal
16
Bab 16 sebuah rahasia
17
Bab 17 kehancuran Aliora
18
Bab 18 pertengkaran
19
bab 19 tanda milik
20
Bab 20 Lagi Om
21
Bab 21 ketika aku menikahinya?
22
Bab 22 orang yang kita cintai
23
Bab 23 By
24
bab 24 perkara parfum
25
bab 25 Hidup bersama
26
Bab 26 Suami Aku
27
Bab 27 penasaran
28
Bab 28 Boleh
29
Bab 29 boneka buaya
30
Bab 30 tengah malam
31
Bab 31 olahraga
32
Bab 32 kegilaan Jho
33
Bab 33 nafkah
34
Bab 34 kolam renang
35
Bab 35 pemandangan indah
36
Bab 36 Rindu
37
Bab 37 kejujuran Aliora
38
Bab 38 Aliora kecil
39
Bab 39 tetap tenang
40
Bab 40 penuh kasih sayang
41
Bab 41 Ibu mereka jahat
42
bab 42 pertempuran
43
bab 43 ruang rawat
44
Bab 44 susu
45
Bab 45 rumah sakit
46
Bab 46 dokter muda
47
Bab 47 tidak puas
48
Bab 48 Milikku
49
Bab 49 tidak mau By
50
Bab 50 handal
51
Bab 51 Cat kuku
52
Bab 52 perlakuan manis
53
Bab 53 bangun
54
Bab 54 Korean style
55
Bab 55 menaikkan emosi
56
bab 56 sebuah penjelasan
57
Bab 57 ingin bercerita
58
Bab 58 bercerita
59
Bab 59 perubahan Aliora
60
Bab 60 bawaan hamil
61
Bab 61 dingin dan cuek
62
Bab 62 kerinduan Aliora
63
bab 63 udah nggak Sayang Ara
64
Bab 64 ingin bersama
65
Bab 65 ketika Jho sakit
66
Bab 66 perawat
67
bab 67 Harimau
68
Bab 68 di turuti Ayah
69
Bab 69 satu lagi keinginan
70
Bab 70 nutrisi yang bagus
71
Bab 71 pasar malam
72
bab 72 Manis
73
bab 73 rumah hantu
74
Bab 74 di lepaskan
75
Bab 75 Ingat Ara
76
bab 76 Baby Boy
77
bab 77 Erland Ferdinand
78
Bab 78 Maafkan Erland Mom
79
Bab 79 hukuman
80
Bab 80 sebuah penjelasan
81
Aliora dan Jho
82
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!