" Om punya cewek?" tanya Aliora dengan spontan menatap Jho penuh intimidasi.
" segitunya ucapan mu Cantik kayak Om begitu jelek aja sampai nggak ada cewek yang mau?" ucap Jho dengan raut wajah tersinggung nya .
" Maksud Ara jadi Om udah punya pacar?" jelas Aliora dengan nada lebih kesal lagi menatap Jho tapi tetap menjelaskan.
" Yang mau sama sih banyak Om aja yang nggak mau" jawaban menyebalkan Jho dengan tampang pede merapikan rambut nya agar terlihat semakin ganteng.
" Bahkan ada Lo Ra yang nawarin dirinya langsung sama Om" tambah Jho membuat mata Aliora yang sudah menyorot itu semakin tajam menatapnya.
" terus Om mau?" pertanyaan mendasar Aliora yang diangguki Jho .
" ya kali kesempatan emas dilewatkan" jawab Jho yang masih terdengar terakhir sebelum sebuah teriakan panjang .
" Ara ampun" teriak Jho saat Aliora menggigit ujung jarinya tanpa terduga .
" Ara enggak ,,, jangan gigit jari " kali ini Jho benar-benar merasa ngilu hingga akhirnya dia menarik jarinya dari mulut Aliora.
Aliora tak melepaskan saat Jho menarik jarinya Aliora mengambil tangan Jho lalu menggigit ujung telapak tangan nya.
" Astaga Sayang sakit" senyum lebar Jho membiarkan menarik tangan nya dan memeluk Aliora yang masih terlihat sangat ganas itu .
" ngapain Om sama cewek itu?" tanya Aliora menatap Jho yang memeluk nya dengan mata menyipit setajam mata elang .
" Ya pelukan" jawaban apa adanya Jho , karena memang sekarang mereka berpelukan.
Spontan saja Aliora menghirup aroma baju Jho yang bercampur dengan Aroma manis parfum perempuan.
" iihhh,,,jangan peluk-peluk Ara lagi'' kesal Aliora meronta mendorong Jho bahkan tak mau berdekatan dengan Jho saat dia benar-benar menghirup aroma parfum perempuan di baju Jho karena jarak mereka yang sangat dekat .
" Kenapa biasanya senang Om peluk?" tanya Jho tanpa dosa menatap Aliora yang duduk menjauh dari nya itu sampai begitu mepet ke pintu mobil .
"Sini " Jho mendekat dan meraih Aliora agar kembali duduk ke dekat nya .
" Mmmm, nggak mau ,,,Om jahat " cuek Aliora tak mau menatap Jho tapi air matanya sudah meleleh pertanda dia sedang merasakan sesuatu yang menyesakkan entah itu cemburu atau memang beneran sedih .
Jho memeluk gadis kecil yang masih memakai seragam SMA itu dari belakang karena dia duduk memunggungi Jho bahkan menaikkan kakinya ke atas kursi mobil .
Sebenarnya Jho juga tak ingin membuat Aliora menangis setiap ingin tau bagaimana perasaan gadis kecil itu terhadap nya tapi bagaimana lagi hanya dengan membuat gadis manja itu menangis lah Jho bisa tau perasaan Aliora.
Setelah cukup lama diam dalam posisi begitu Aliora menghapus air mata nya lalu berbalik menatap Jho yang hanya diam memeluk nya sambil menatap suasana di sepanjang perjalanan mereka .
" Jadi Om mau menikah dengan pacar Om?" tanya Aliora menatap Jho mengharapkan kejujuran.
" Om nggak punya pacar ?" jawab Jho singkat sambil tersenyum mengelus lengan Aliora.
" wanita yang dekat dengan Om itu" tanya Aliora masih begitu sensi .
" Ya Om kan bingung cantik , dia itu katanya sayang Om tapi selalu marah dan ngambek kadang juga manja kali sampai Om bingung harus hadapi dia kayak gimana. Om Sayang benget sama dia jadi Om akan mengorbankan apapun demi dia nanti" cerita Jho yang membuat Aliora menahan air mata saat tau Jho telah mencintai seseorang.
" Terus Nanti kalau Om udah nikah Ara cerita sama siapa lagi , Ara kan nggak punya teman" ucap gadis polos itu sambil menunduk lalu perlahan Air matanya jatuh .
" Ara kan masih bisa main kerumah Om" ucap Jho terus mengelus lengan Aliora seolah menguatkan Aliora.
" Enggak" lirih Aliora tak bisa membayangkan bagaimana nanti dia melihat Om Jho bermesraan dengan istrinya sedangkan melihat Om Jho di dekati wanita lain saja darah Aliora sudah mendidih saking tak rela nya.
" Jadi kalau Om nikah Ara nggak mau ketemu Om lagi?" tanya Jho yang lebih mendasar lagi untuk sekarang Jho benar-benar ingin tau perasaan Aliora.
Aliora menggelengkan kepalanya sambil menunduk tak mau menatap Jho .
di jalanan lebar yang cukup sepi Jho mengangkat sebelah tangan meminta bodyguard nya berhenti dan langsung keluar dari mobil meninggal kan mereka berdua.
Jho memegang pipi Aliora dengan kedua tangannya mengelus pipi tembem Aliora yang sudah basah air mata .
" Hei tatap Om" pinta Jho begitu lembut menatap Aliora hangat .
" enggak ,,,Om jahat" Aliora terus membuang pandangan dengan air mata yang berjatuhan tak mau menatap Jho walaupun pria dewasa itu sudah memegang pipi nya .
Jho terus menatap dan memperhatikan Aliora dengan detail sampai perlahan sebuah senyuman indah terukir di bibirnya.
Muach.
Plakk
Tamparan spontan Aliora ke wajah Jho dengan amarah yang sudah tak terbendung saat pria dewasa itu mengecup pipi nya .
" Ara nggak nyangka Om ternyata begini?" benci sekaligus kecewa Aliora menatap pria yang selama ini dia anggap begitu sempurna ternyata tak lebih dari seorang pecundang yang bahkan saat dia sudah punya keputusan untuk menikahi seorang wanita dia masih memanfaatkan kesempatan dengan wanita lain.
" Aliora Om tau kamu mencintai Om , jadi katakan sekarang" ucap Jho tersenyum kecut mengelus bibirnya yang luka akibat tamparan Aliora yang sangat keras.
" Ara salah Om, Ara memang mencintai Om tapi bukan dalam versi yang seperti ini . ternyata Om tak lebih dari seorang pecundang yang menutupi wajah dengan sebuah kehangatan yang penuh kasih sayang" ucap Aliora dengan begitu kecewa nya .
" pecundang?" Jho mengulangi ucapan Aliora yang men cap dirinya.
" Iya Ara menyesal pernah mencintai Om . Bahkan disaat Om sudah ingin memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita Om masih memanfaatkan wanita lain yang Om tau bahwa dia mencintai Om" hardik Aliora yang merasa sakit saat tau ternyata selama ini Jho memang sadar kalau Aliora mencintai nya .
Tapi Jho malah bersama wanita lain yang dia ceritakan dan yang lebih mengecewakan lagi Jho bertindak seolah tak ada wanita lain dalam hidup nya .
Much .
Plakk
Lagi dan lagi tamparan dari Aliora melayang di pipi Jho saat pria dewasa itu kembali mengecup pipi nya .
" Om emang brengsek ya . Ara benci Om" teriak Aliora menangis menggosok pipi nya yang dikecup Jho merasa sangat jijik dan marah semua seolah bercampur aduk.
Aliora ingin keluar tapi tak bisa selain pintu mobil yang di kunci para bodyguard Jho sangat banyak yang berjaga membuat Aliora hanya bisa menangis terisak merasakan seberapa tak berdayanya dia sekarang.
Sedangkan Jho hanya tersenyum berbunga-bunga saat pernyataan cinta benar-benar keluar dari mulut Aliora untuk nya walaupun dengan cara yang sedikit ekstrim.
Aliora membuka tas nya lalu tanpa terduga mengeluarkan pistol dan mengarahkan tepat pada dada Jho yang membuat pria dewasa itu membeku .
" Sayang jangan Aku hanya prank" rengek Jho manja pada Aliora layaknya pada pasangan mengangkat kedua tangannya.
Merasa ngeri juga melihat Aliora yang terlihat masih begitu marah belum lagi saat Jho ingat kalau sedari dulu Aliora punya prinsip apa yang sudah menjadi miliknya orang lain tidak boleh jika itu terjadi maka lenyapkan.
" Om boong" teriak Aliora semakin mengarah pistol nya bahkan akan menekan nya .
" Sayang enggak" teriak Jho benar-benar pasrah hanya bisa memohon pada gadis kecil itu.
Next .
..."Segala hal menunggu waktunya, tidak ada mawar mekar sebelum waktunya, matahari juga tidak terbit sebelum waktunya."...
Tunggu saja..., apa yang menjadi milikmu pasti akan datang padamu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Aisyah Diany Zahra
terlambat thor... dinding pemisah kami sangat tinggi
2023-12-27
0
wariyanti Safitri
lanjut Thor
2023-11-08
0
Fivin Mariani
aku selalu setia menunggu up nya mak
2023-11-07
0