Bab 11 kemarahan yang berbeda

" Om punya cewek?" tanya Aliora dengan spontan menatap Jho penuh intimidasi.

" segitunya ucapan mu Cantik kayak Om begitu jelek aja sampai nggak ada cewek yang mau?" ucap Jho dengan raut wajah tersinggung nya .

" Maksud Ara jadi Om udah punya pacar?" jelas Aliora dengan nada lebih kesal lagi menatap Jho tapi tetap menjelaskan.

" Yang mau sama sih banyak Om aja yang nggak mau" jawaban menyebalkan Jho dengan tampang pede merapikan rambut nya agar terlihat semakin ganteng.

" Bahkan ada Lo Ra yang nawarin dirinya langsung sama Om" tambah Jho membuat mata Aliora yang sudah menyorot itu semakin tajam menatapnya.

" terus Om mau?" pertanyaan mendasar Aliora yang diangguki Jho .

" ya kali kesempatan emas dilewatkan" jawab Jho yang masih terdengar terakhir sebelum sebuah teriakan panjang .

" Ara ampun" teriak Jho saat Aliora menggigit ujung jarinya tanpa terduga .

" Ara enggak ,,, jangan gigit jari " kali ini Jho benar-benar merasa ngilu hingga akhirnya dia menarik jarinya dari mulut Aliora.

Aliora tak melepaskan saat Jho menarik jarinya Aliora mengambil tangan Jho lalu menggigit ujung telapak tangan nya.

" Astaga Sayang sakit" senyum lebar Jho membiarkan menarik tangan nya dan memeluk Aliora yang masih terlihat sangat ganas itu .

" ngapain Om sama cewek itu?" tanya Aliora menatap Jho yang memeluk nya dengan mata menyipit setajam mata elang .

" Ya pelukan" jawaban apa adanya Jho , karena memang sekarang mereka berpelukan.

Spontan saja Aliora menghirup aroma baju Jho yang bercampur dengan Aroma manis parfum perempuan.

" iihhh,,,jangan peluk-peluk Ara lagi'' kesal Aliora meronta mendorong Jho bahkan tak mau berdekatan dengan Jho saat dia benar-benar menghirup aroma parfum perempuan di baju Jho karena jarak mereka yang sangat dekat .

" Kenapa biasanya senang Om peluk?" tanya Jho tanpa dosa menatap Aliora yang duduk menjauh dari nya itu sampai begitu mepet ke pintu mobil .

"Sini " Jho mendekat dan meraih Aliora agar kembali duduk ke dekat nya .

" Mmmm, nggak mau ,,,Om jahat " cuek Aliora tak mau menatap Jho tapi air matanya sudah meleleh pertanda dia sedang merasakan sesuatu yang menyesakkan entah itu cemburu atau memang beneran sedih .

Jho memeluk gadis kecil yang masih memakai seragam SMA itu dari belakang karena dia duduk memunggungi Jho bahkan menaikkan kakinya ke atas kursi mobil .

Sebenarnya Jho juga tak ingin membuat Aliora menangis setiap ingin tau bagaimana perasaan gadis kecil itu terhadap nya tapi bagaimana lagi hanya dengan membuat gadis manja itu menangis lah Jho bisa tau perasaan Aliora.

Setelah cukup lama diam dalam posisi begitu Aliora menghapus air mata nya lalu berbalik menatap Jho yang hanya diam memeluk nya sambil menatap suasana di sepanjang perjalanan mereka .

" Jadi Om mau menikah dengan pacar Om?" tanya Aliora menatap Jho mengharapkan kejujuran.

" Om nggak punya pacar ?" jawab Jho singkat sambil tersenyum mengelus lengan Aliora.

" wanita yang dekat dengan Om itu" tanya Aliora masih begitu sensi .

" Ya Om kan bingung cantik , dia itu katanya sayang Om tapi selalu marah dan ngambek kadang juga manja kali sampai Om bingung harus hadapi dia kayak gimana. Om Sayang benget sama dia jadi Om akan mengorbankan apapun demi dia nanti" cerita Jho yang membuat Aliora menahan air mata saat tau Jho telah mencintai seseorang.

" Terus Nanti kalau Om udah nikah Ara cerita sama siapa lagi , Ara kan nggak punya teman" ucap gadis polos itu sambil menunduk lalu perlahan Air matanya jatuh .

" Ara kan masih bisa main kerumah Om" ucap Jho terus mengelus lengan Aliora seolah menguatkan Aliora.

" Enggak" lirih Aliora tak bisa membayangkan bagaimana nanti dia melihat Om Jho bermesraan dengan istrinya sedangkan melihat Om Jho di dekati wanita lain saja darah Aliora sudah mendidih saking tak rela nya.

" Jadi kalau Om nikah Ara nggak mau ketemu Om lagi?" tanya Jho yang lebih mendasar lagi untuk sekarang Jho benar-benar ingin tau perasaan Aliora.

Aliora menggelengkan kepalanya sambil menunduk tak mau menatap Jho .

di jalanan lebar yang cukup sepi Jho mengangkat sebelah tangan meminta bodyguard nya berhenti dan langsung keluar dari mobil meninggal kan mereka berdua.

Jho memegang pipi Aliora dengan kedua tangannya mengelus pipi tembem Aliora yang sudah basah air mata .

" Hei tatap Om" pinta Jho begitu lembut menatap Aliora hangat .

" enggak ,,,Om jahat" Aliora terus membuang pandangan dengan air mata yang berjatuhan tak mau menatap Jho walaupun pria dewasa itu sudah memegang pipi nya .

Jho terus menatap dan memperhatikan Aliora dengan detail sampai perlahan sebuah senyuman indah terukir di bibirnya.

Muach.

Plakk

Tamparan spontan Aliora ke wajah Jho dengan amarah yang sudah tak terbendung saat pria dewasa itu mengecup pipi nya .

" Ara nggak nyangka Om ternyata begini?" benci sekaligus kecewa Aliora menatap pria yang selama ini dia anggap begitu sempurna ternyata tak lebih dari seorang pecundang yang bahkan saat dia sudah punya keputusan untuk menikahi seorang wanita dia masih memanfaatkan kesempatan dengan wanita lain.

" Aliora Om tau kamu mencintai Om , jadi katakan sekarang" ucap Jho tersenyum kecut mengelus bibirnya yang luka akibat tamparan Aliora yang sangat keras.

" Ara salah Om, Ara memang mencintai Om tapi bukan dalam versi yang seperti ini . ternyata Om tak lebih dari seorang pecundang yang menutupi wajah dengan sebuah kehangatan yang penuh kasih sayang" ucap Aliora dengan begitu kecewa nya .

" pecundang?" Jho mengulangi ucapan Aliora yang men cap dirinya.

" Iya Ara menyesal pernah mencintai Om . Bahkan disaat Om sudah ingin memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita Om masih memanfaatkan wanita lain yang Om tau bahwa dia mencintai Om" hardik Aliora yang merasa sakit saat tau ternyata selama ini Jho memang sadar kalau Aliora mencintai nya .

Tapi Jho malah bersama wanita lain yang dia ceritakan dan yang lebih mengecewakan lagi Jho bertindak seolah tak ada wanita lain dalam hidup nya .

Much .

Plakk

Lagi dan lagi tamparan dari Aliora melayang di pipi Jho saat pria dewasa itu kembali mengecup pipi nya .

" Om emang brengsek ya . Ara benci Om" teriak Aliora menangis menggosok pipi nya yang dikecup Jho merasa sangat jijik dan marah semua seolah bercampur aduk.

Aliora ingin keluar tapi tak bisa selain pintu mobil yang di kunci para bodyguard Jho sangat banyak yang berjaga membuat Aliora hanya bisa menangis terisak merasakan seberapa tak berdayanya dia sekarang.

Sedangkan Jho hanya tersenyum berbunga-bunga saat pernyataan cinta benar-benar keluar dari mulut Aliora untuk nya walaupun dengan cara yang sedikit ekstrim.

Aliora membuka tas nya lalu tanpa terduga mengeluarkan pistol dan mengarahkan tepat pada dada Jho yang membuat pria dewasa itu membeku .

" Sayang jangan Aku hanya prank" rengek Jho manja pada Aliora layaknya pada pasangan mengangkat kedua tangannya.

Merasa ngeri juga melihat Aliora yang terlihat masih begitu marah belum lagi saat Jho ingat kalau sedari dulu Aliora punya prinsip apa yang sudah menjadi miliknya orang lain tidak boleh jika itu terjadi maka lenyapkan.

" Om boong" teriak Aliora semakin mengarah pistol nya bahkan akan menekan nya .

" Sayang enggak" teriak Jho benar-benar pasrah hanya bisa memohon pada gadis kecil itu.

Next .

..."Segala hal menunggu waktunya, tidak ada mawar mekar sebelum waktunya, matahari juga tidak terbit sebelum waktunya."...

Tunggu saja..., apa yang menjadi milikmu pasti akan datang padamu.

Terpopuler

Comments

Aisyah Diany Zahra

Aisyah Diany Zahra

terlambat thor... dinding pemisah kami sangat tinggi

2023-12-27

0

wariyanti Safitri

wariyanti Safitri

lanjut Thor

2023-11-08

0

Fivin Mariani

Fivin Mariani

aku selalu setia menunggu up nya mak

2023-11-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kesedihan Aliora
2 Bab 2 habisin uang Om
3 Bab 3 pelukan Aliora
4 Bab 4 bebek montok
5 Bab 5 kemarahan Aliora
6 bab 6 Menggoda
7 Bab 7 kau milik ku
8 bab 8 Bu Presdir
9 Bab 9 besar dan kecil
10 Bab 10 pria blasteran
11 Bab 11 kemarahan yang berbeda
12 bab 12 gadis galak
13 bab 13 perihal Hadiah
14 bab 14 Omelan Sayang
15 Bab 15 gadis nakal
16 Bab 16 sebuah rahasia
17 Bab 17 kehancuran Aliora
18 Bab 18 pertengkaran
19 bab 19 tanda milik
20 Bab 20 Lagi Om
21 Bab 21 ketika aku menikahinya?
22 Bab 22 orang yang kita cintai
23 Bab 23 By
24 bab 24 perkara parfum
25 bab 25 Hidup bersama
26 Bab 26 Suami Aku
27 Bab 27 penasaran
28 Bab 28 Boleh
29 Bab 29 boneka buaya
30 Bab 30 tengah malam
31 Bab 31 olahraga
32 Bab 32 kegilaan Jho
33 Bab 33 nafkah
34 Bab 34 kolam renang
35 Bab 35 pemandangan indah
36 Bab 36 Rindu
37 Bab 37 kejujuran Aliora
38 Bab 38 Aliora kecil
39 Bab 39 tetap tenang
40 Bab 40 penuh kasih sayang
41 Bab 41 Ibu mereka jahat
42 bab 42 pertempuran
43 bab 43 ruang rawat
44 Bab 44 susu
45 Bab 45 rumah sakit
46 Bab 46 dokter muda
47 Bab 47 tidak puas
48 Bab 48 Milikku
49 Bab 49 tidak mau By
50 Bab 50 handal
51 Bab 51 Cat kuku
52 Bab 52 perlakuan manis
53 Bab 53 bangun
54 Bab 54 Korean style
55 Bab 55 menaikkan emosi
56 bab 56 sebuah penjelasan
57 Bab 57 ingin bercerita
58 Bab 58 bercerita
59 Bab 59 perubahan Aliora
60 Bab 60 bawaan hamil
61 Bab 61 dingin dan cuek
62 Bab 62 kerinduan Aliora
63 bab 63 udah nggak Sayang Ara
64 Bab 64 ingin bersama
65 Bab 65 ketika Jho sakit
66 Bab 66 perawat
67 bab 67 Harimau
68 Bab 68 di turuti Ayah
69 Bab 69 satu lagi keinginan
70 Bab 70 nutrisi yang bagus
71 Bab 71 pasar malam
72 bab 72 Manis
73 bab 73 rumah hantu
74 Bab 74 di lepaskan
75 Bab 75 Ingat Ara
76 bab 76 Baby Boy
77 bab 77 Erland Ferdinand
78 Bab 78 Maafkan Erland Mom
79 Bab 79 hukuman
80 Bab 80 sebuah penjelasan
81 Aliora dan Jho
82 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 kesedihan Aliora
2
Bab 2 habisin uang Om
3
Bab 3 pelukan Aliora
4
Bab 4 bebek montok
5
Bab 5 kemarahan Aliora
6
bab 6 Menggoda
7
Bab 7 kau milik ku
8
bab 8 Bu Presdir
9
Bab 9 besar dan kecil
10
Bab 10 pria blasteran
11
Bab 11 kemarahan yang berbeda
12
bab 12 gadis galak
13
bab 13 perihal Hadiah
14
bab 14 Omelan Sayang
15
Bab 15 gadis nakal
16
Bab 16 sebuah rahasia
17
Bab 17 kehancuran Aliora
18
Bab 18 pertengkaran
19
bab 19 tanda milik
20
Bab 20 Lagi Om
21
Bab 21 ketika aku menikahinya?
22
Bab 22 orang yang kita cintai
23
Bab 23 By
24
bab 24 perkara parfum
25
bab 25 Hidup bersama
26
Bab 26 Suami Aku
27
Bab 27 penasaran
28
Bab 28 Boleh
29
Bab 29 boneka buaya
30
Bab 30 tengah malam
31
Bab 31 olahraga
32
Bab 32 kegilaan Jho
33
Bab 33 nafkah
34
Bab 34 kolam renang
35
Bab 35 pemandangan indah
36
Bab 36 Rindu
37
Bab 37 kejujuran Aliora
38
Bab 38 Aliora kecil
39
Bab 39 tetap tenang
40
Bab 40 penuh kasih sayang
41
Bab 41 Ibu mereka jahat
42
bab 42 pertempuran
43
bab 43 ruang rawat
44
Bab 44 susu
45
Bab 45 rumah sakit
46
Bab 46 dokter muda
47
Bab 47 tidak puas
48
Bab 48 Milikku
49
Bab 49 tidak mau By
50
Bab 50 handal
51
Bab 51 Cat kuku
52
Bab 52 perlakuan manis
53
Bab 53 bangun
54
Bab 54 Korean style
55
Bab 55 menaikkan emosi
56
bab 56 sebuah penjelasan
57
Bab 57 ingin bercerita
58
Bab 58 bercerita
59
Bab 59 perubahan Aliora
60
Bab 60 bawaan hamil
61
Bab 61 dingin dan cuek
62
Bab 62 kerinduan Aliora
63
bab 63 udah nggak Sayang Ara
64
Bab 64 ingin bersama
65
Bab 65 ketika Jho sakit
66
Bab 66 perawat
67
bab 67 Harimau
68
Bab 68 di turuti Ayah
69
Bab 69 satu lagi keinginan
70
Bab 70 nutrisi yang bagus
71
Bab 71 pasar malam
72
bab 72 Manis
73
bab 73 rumah hantu
74
Bab 74 di lepaskan
75
Bab 75 Ingat Ara
76
bab 76 Baby Boy
77
bab 77 Erland Ferdinand
78
Bab 78 Maafkan Erland Mom
79
Bab 79 hukuman
80
Bab 80 sebuah penjelasan
81
Aliora dan Jho
82
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!