Jho bangkit agar tidak menindih Aliora lalu dia duduk di tepi ranjang membelakangi Aliora yang masih berbaring di ranjang itu dengan perasaan yang sudah tak bisa di jelaskan bahkan raut wajah bahagia nya tadi hilang seketika mendengar penuturan Aliora.
Aliora menatap punggung Jho yang membelakangi nya itu perlahan bergetar bahkan Jho hanya diam duduk membelakangi Aliora.
Aliora marah, kecewa dan benci melihat Jho karena terlalu banyak kebohongan yang di sembunyikan nya selama ini tapi saat Jho seperti itu Aliora malah jadi kepikiran.
" Om" Ucap Aliora menyentuh punggung Jho yang duduk membelakangi nya itu tapi Jho benar-benar tak berbicara ataupun merespon Aliora.
Aliora duduk di belakang Jho mencondongkan kepalanya kedepan agar bisa menatap wajah Jho .
Deg .
Aliora melihat air mata jatuh di wajah pria dewasa yang selama ini selalu penuh senyum itu pertanda relung hatinya benar-benar terluka sampai air matanya jatuh tanpa diminta.
Seketika Aliora tersadar bahwa ucapan nya barusan tak hanya menyakiti Jho sebagai seorang suami tapi sudah melukai perasaan nya .
Akan sangat menyakitkan bagi Jho mendengar ucapan cerai di malam pertama pernikahan nya dengan wanita yang selama ini dia perjuangkan bahkan dia rela menunggu belasan tahun dan ini lah yang dia dapatkan di malam pernikahan nya, Hati siapa yang tak akan hancur sampai air mata pun jatuh tanpa di minta.
Jho berdiri dari duduk nya melangkah pergi menuju ruang ganti meninggalkan Aliora yang masih duduk di ranjang itu tanpa bicara sepatah katapun lagi .
" Om Jho mau kemana ya?" ucap Aliora yang malah menjadi bingung dia sadar kalau dia juga salah tapi kenapa Jho malah pergi tidak memarahinya balik seperti yang Aliora lakukan tadi atau setidaknya mengeluarkan kata-kata yang bisa mewakili perasaan Jho sekarang.
Saat naluri seorang istri di dalam diri Aliora seolah tumbuh dalam diam nya seketika Aliora berlari ke ruang ganti menemui suaminya.
Aliora memeluk Jho yang baru melepas baju itu dari belakang dan segera meminta maaf pada Jho yang sudah diam tanpa ekspresi itu.
Tapi Jho sama sekali tak bergeming dia membuka lemari baju lalu mengambil kemeja serta beberapa perlengkapan pribadinya.
" Om mau kemana?" tanya Aliora berpindah memeluk Jho kedepan agar Jho menatapnya, sekarang walaupun kecewa di bohongi Aliora cukup senang setidaknya Om Jho valid memang belum menikah dan Aliora adalah istri satu-satunya.
Setelah sejenak Aliora fikirkan semua kebohongan Jho beralasan logis Aliora tak terlalu tersakiti lagi dia hanya tinggal meminta Jho berhenti jadi mafia jika memang dia tak suka .
Sesimple itu pemikiran gadis labil itu yang terbayang oleh nya hanyalah menikah dengan Jho pasti akan sangat membahagiakan hidup berdampingan dengan pria penyayang itu .
Dari semua masalah serta kebohongan Jho yang tak bisa Aliora terima adalah jika Jho sudah menikah Aliora tak mau milik nya sempat dimiliki orang lain kalau yang selebihnya Aliora hanya kecewa saja tak sampai sakit hati pun .
Tapi demi tuhan memikirkan Jho sudah punya istri seperti tadi rasanya benar-benar menyakitkan sampai Aliora tak kuat menanggung beban pikiran nya .
Tapi Aliora tau dia salah telah meminta cerai pada suaminya padahal kalau sampai jho menceraikan nya, Aliora akan memilih mati jika itu terjadi begitu saking cintanya gadis labil itu pada suaminya .
Niat Aliora hanya minta maaf makanya memeluk suaminya tapi rupanya memeluk tubuh berotot itu secara langsung tanpa pembatasan mengantarkan sensasi tersendiri bagi Aliora.
Jho yang tengah melepas kancing kemeja yang akan di pakainya itu satu persatu langsung mengambil parfum tak menyemprotkan ke kemeja serta leher nya tanpa bergeming dengan Aliora yang berdiri di depan nya memeluk begitu erat .
Aliora memejamkan mata sambil bersandar ke dada Jho memeluk pria itu semakin erat saat aroma khas tubuh Jho bercampur dengan parfum mahal milik nya .
" Minggirlah" ucap Jho tanpa ekspresi pada Aliora yang masih memeluk nya padahal Jho ingin mengancingkan kemeja yang barusan di pakainya.
" Om mau kemana " Tanya Aliora manja mendongak tapi tidak melepaskan pelukannya.
Jho yang masih merasakan sakit hati serta hancur dengan ucapan Aliora barusan menarik nafas panjang melihat Aliora yang sudah kembali seperti biasa dalam waktu kurang dari 30 menit .
" Selabil apa pikiran istri kecilku tuhan" batin Jho bernafas kasar menatap Aliora yang sekarang memeluk nya seperti panda imut yang terus menyusup mencari kehangatan.
Padahal barusan Jho benar-benar dibuat hancur dengan ucapan nya tapi sekarang melihat Aliora begitu seolah-olah tak terjadi apa-apa antara mereka .
" mencari wanita lain" ketus Jho masih benar-benar kesal pada gadis kecil yang sekarang nemplok manja pada nya padahal baru beberapa menit yang lalu perkataan nya seperti belati yang menusuk relung hati Jho sampai air mata Jho jatuh tanpa bisa di tahan nya .
" Om mau Ara gigit?" tanya Aliora balik mendengar jawaban Jho semakin mendekat wajah nya kedada bidang Jho yang sekarang seolah terbuka lebar untuk nya tanpa tertutup apapun .
Jho menatap cermin besar di depannya yang memperlihatkan dengan jelas Aliora yang tengah memeluk nya dan Apa yang sedang dilakukan gadis itu.
" Terserah bukankah aku tak berarti apa-apa untuk mu?" jawab Jho dengan lirih menatap pantulan dirinya dan Aliora di cermin .
walaupun Jho salah tapi sekarang dia tengah berjuang mengontrol emosi serta perasaan nya agar tidak berlaku kasar walaupun hatinya sakit kepada Aliora.
Andai kata mereka sama-sama dewasa sekarang mungkin Jho akan menunjukkan seberapa marah serta gejolak yang membakar dirinya sekarang Antara marah, kecewa dan emosi melihat gadis kecil itu.
Tapi apalah daya lagi-lagi rasa cinta dalam diri Jho terlalu besar untuk Aliora yang mengalahkan semua rasa yang ada hingga Jho hanya diam dan menerima perlakuan Aliora dan pernah marah ataupun berniat kasar pada Aliora.
Jho sadar kalau dia harus banyak sabar serta dengan perlahan mengajari istri kecil yang bukan tak peka tapi memang tak mengerti bagaimana tugas nya sebagai seorang istri termasuk menjaga perasaan suaminya.
" Ara" suara keras Jho dengan nada tinggi menjauhkan wajah gadis nakal itu dari dadanya saat merasakan mulut hangat Aliora mengenai kulitnya.
" Ihhh, Ara mau buat tanda kepemilikan Ara Om" rengek Aliora yang tak mau melepaskan pelukannya, dia ingin membuat tanda juga di dada suaminya seperti dalam Drakor yang sering di tonton nya.
" Astaga Bocil" rintih Jho menggigit bibir wajah nya merasakan apresiasi dari istri kecilnya yang sangat polos serta begitu terang-terangan.
Tapi akhirnya mengesampingkan semua hal Jho memberikan ijin Aliora untuk melakukan apa yang dia ingin dengan satu syarat.
" Tapi jangan dileher dulu yaa" ucap Jho menatap Aliora lembut .
" Ara mau dileher pokoknya " keras kepala Aliora langsung berjinjit dan melingkar tangan di leher Jho yang jauh lebih tinggi dari nya lalu perlahan memiringkan kepalanya menyusup ke ceruk leher Jho .
" Ara " suara tertahan Jho memegang pinggang Aliora dengan kedua tangannya semakin erat saat merasakan gejolak tak biasa dalam dirinya karena ulah istri kecilnya.
Next.
...Kadang harus lebih tega biar lebih lega sudah cukup disepelekan, sudah terlalu jauh jadi manusia yang gak enakan....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
wariyanti Safitri
lanjut Thor
2023-11-14
2
Cristella Tella
lgi thor
2023-11-14
0
Miss Typo
Jho panas dingin tuh Ara membuat tanda kepemilikannya 😁
gk kuat hajar aja Jho dah sah ini 😂
semangat thor selalu ditunggu lanjutannya 💪💪💪
2023-11-14
0