bab 19 tanda milik

Jho bangkit agar tidak menindih Aliora lalu dia duduk di tepi ranjang membelakangi Aliora yang masih berbaring di ranjang itu dengan perasaan yang sudah tak bisa di jelaskan bahkan raut wajah bahagia nya tadi hilang seketika mendengar penuturan Aliora.

Aliora menatap punggung Jho yang membelakangi nya itu perlahan bergetar bahkan Jho hanya diam duduk membelakangi Aliora.

Aliora marah, kecewa dan benci melihat Jho karena terlalu banyak kebohongan yang di sembunyikan nya selama ini tapi saat Jho seperti itu Aliora malah jadi kepikiran.

" Om" Ucap Aliora menyentuh punggung Jho yang duduk membelakangi nya itu tapi Jho benar-benar tak berbicara ataupun merespon Aliora.

Aliora duduk di belakang Jho mencondongkan kepalanya kedepan agar bisa menatap wajah Jho .

Deg .

Aliora melihat air mata jatuh di wajah pria dewasa yang selama ini selalu penuh senyum itu pertanda relung hatinya benar-benar terluka sampai air matanya jatuh tanpa diminta.

Seketika Aliora tersadar bahwa ucapan nya barusan tak hanya menyakiti Jho sebagai seorang suami tapi sudah melukai perasaan nya .

Akan sangat menyakitkan bagi Jho mendengar ucapan cerai di malam pertama pernikahan nya dengan wanita yang selama ini dia perjuangkan bahkan dia rela menunggu belasan tahun dan ini lah yang dia dapatkan di malam pernikahan nya, Hati siapa yang tak akan hancur sampai air mata pun jatuh tanpa di minta.

Jho berdiri dari duduk nya melangkah pergi menuju ruang ganti meninggalkan Aliora yang masih duduk di ranjang itu tanpa bicara sepatah katapun lagi .

" Om Jho mau kemana ya?" ucap Aliora yang malah menjadi bingung dia sadar kalau dia juga salah tapi kenapa Jho malah pergi tidak memarahinya balik seperti yang Aliora lakukan tadi atau setidaknya mengeluarkan kata-kata yang bisa mewakili perasaan Jho sekarang.

Saat naluri seorang istri di dalam diri Aliora seolah tumbuh dalam diam nya seketika Aliora berlari ke ruang ganti menemui suaminya.

Aliora memeluk Jho yang baru melepas baju itu dari belakang dan segera meminta maaf pada Jho yang sudah diam tanpa ekspresi itu.

Tapi Jho sama sekali tak bergeming dia membuka lemari baju lalu mengambil kemeja serta beberapa perlengkapan pribadinya.

" Om mau kemana?" tanya Aliora berpindah memeluk Jho kedepan agar Jho menatapnya, sekarang walaupun kecewa di bohongi Aliora cukup senang setidaknya Om Jho valid memang belum menikah dan Aliora adalah istri satu-satunya.

Setelah sejenak Aliora fikirkan semua kebohongan Jho beralasan logis Aliora tak terlalu tersakiti lagi dia hanya tinggal meminta Jho berhenti jadi mafia jika memang dia tak suka .

Sesimple itu pemikiran gadis labil itu yang terbayang oleh nya hanyalah menikah dengan Jho pasti akan sangat membahagiakan hidup berdampingan dengan pria penyayang itu .

Dari semua masalah serta kebohongan Jho yang tak bisa Aliora terima adalah jika Jho sudah menikah Aliora tak mau milik nya sempat dimiliki orang lain kalau yang selebihnya Aliora hanya kecewa saja tak sampai sakit hati pun .

Tapi demi tuhan memikirkan Jho sudah punya istri seperti tadi rasanya benar-benar menyakitkan sampai Aliora tak kuat menanggung beban pikiran nya .

Tapi Aliora tau dia salah telah meminta cerai pada suaminya padahal kalau sampai jho menceraikan nya, Aliora akan memilih mati jika itu terjadi begitu saking cintanya gadis labil itu pada suaminya .

Niat Aliora hanya minta maaf makanya memeluk suaminya tapi rupanya memeluk tubuh berotot itu secara langsung tanpa pembatasan mengantarkan sensasi tersendiri bagi Aliora.

Jho yang tengah melepas kancing kemeja yang akan di pakainya itu satu persatu langsung mengambil parfum tak menyemprotkan ke kemeja serta leher nya tanpa bergeming dengan Aliora yang berdiri di depan nya memeluk begitu erat .

Aliora memejamkan mata sambil bersandar ke dada Jho memeluk pria itu semakin erat saat aroma khas tubuh Jho bercampur dengan parfum mahal milik nya .

" Minggirlah" ucap Jho tanpa ekspresi pada Aliora yang masih memeluk nya padahal Jho ingin mengancingkan kemeja yang barusan di pakainya.

" Om mau kemana " Tanya Aliora manja mendongak tapi tidak melepaskan pelukannya.

Jho yang masih merasakan sakit hati serta hancur dengan ucapan Aliora barusan menarik nafas panjang melihat Aliora yang sudah kembali seperti biasa dalam waktu kurang dari 30 menit .

" Selabil apa pikiran istri kecilku tuhan" batin Jho bernafas kasar menatap Aliora yang sekarang memeluk nya seperti panda imut yang terus menyusup mencari kehangatan.

Padahal barusan Jho benar-benar dibuat hancur dengan ucapan nya tapi sekarang melihat Aliora begitu seolah-olah tak terjadi apa-apa antara mereka .

" mencari wanita lain" ketus Jho masih benar-benar kesal pada gadis kecil yang sekarang nemplok manja pada nya padahal baru beberapa menit yang lalu perkataan nya seperti belati yang menusuk relung hati Jho sampai air mata Jho jatuh tanpa bisa di tahan nya .

" Om mau Ara gigit?" tanya Aliora balik mendengar jawaban Jho semakin mendekat wajah nya kedada bidang Jho yang sekarang seolah terbuka lebar untuk nya tanpa tertutup apapun .

Jho menatap cermin besar di depannya yang memperlihatkan dengan jelas Aliora yang tengah memeluk nya dan Apa yang sedang dilakukan gadis itu.

" Terserah bukankah aku tak berarti apa-apa untuk mu?" jawab Jho dengan lirih menatap pantulan dirinya dan Aliora di cermin .

walaupun Jho salah tapi sekarang dia tengah berjuang mengontrol emosi serta perasaan nya agar tidak berlaku kasar walaupun hatinya sakit kepada Aliora.

Andai kata mereka sama-sama dewasa sekarang mungkin Jho akan menunjukkan seberapa marah serta gejolak yang membakar dirinya sekarang Antara marah, kecewa dan emosi melihat gadis kecil itu.

Tapi apalah daya lagi-lagi rasa cinta dalam diri Jho terlalu besar untuk Aliora yang mengalahkan semua rasa yang ada hingga Jho hanya diam dan menerima perlakuan Aliora dan pernah marah ataupun berniat kasar pada Aliora.

Jho sadar kalau dia harus banyak sabar serta dengan perlahan mengajari istri kecil yang bukan tak peka tapi memang tak mengerti bagaimana tugas nya sebagai seorang istri termasuk menjaga perasaan suaminya.

" Ara" suara keras Jho dengan nada tinggi menjauhkan wajah gadis nakal itu dari dadanya saat merasakan mulut hangat Aliora mengenai kulitnya.

" Ihhh, Ara mau buat tanda kepemilikan Ara Om" rengek Aliora yang tak mau melepaskan pelukannya, dia ingin membuat tanda juga di dada suaminya seperti dalam Drakor yang sering di tonton nya.

" Astaga Bocil" rintih Jho menggigit bibir wajah nya merasakan apresiasi dari istri kecilnya yang sangat polos serta begitu terang-terangan.

Tapi akhirnya mengesampingkan semua hal Jho memberikan ijin Aliora untuk melakukan apa yang dia ingin dengan satu syarat.

" Tapi jangan dileher dulu yaa" ucap Jho menatap Aliora lembut .

" Ara mau dileher pokoknya " keras kepala Aliora langsung berjinjit dan melingkar tangan di leher Jho yang jauh lebih tinggi dari nya lalu perlahan memiringkan kepalanya menyusup ke ceruk leher Jho .

" Ara " suara tertahan Jho memegang pinggang Aliora dengan kedua tangannya semakin erat saat merasakan gejolak tak biasa dalam dirinya karena ulah istri kecilnya.

Next.

...Kadang harus lebih tega biar lebih lega sudah cukup disepelekan, sudah terlalu jauh jadi manusia yang gak enakan....

Terpopuler

Comments

wariyanti Safitri

wariyanti Safitri

lanjut Thor

2023-11-14

2

Cristella Tella

Cristella Tella

lgi thor

2023-11-14

0

Miss Typo

Miss Typo

Jho panas dingin tuh Ara membuat tanda kepemilikannya 😁
gk kuat hajar aja Jho dah sah ini 😂

semangat thor selalu ditunggu lanjutannya 💪💪💪

2023-11-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kesedihan Aliora
2 Bab 2 habisin uang Om
3 Bab 3 pelukan Aliora
4 Bab 4 bebek montok
5 Bab 5 kemarahan Aliora
6 bab 6 Menggoda
7 Bab 7 kau milik ku
8 bab 8 Bu Presdir
9 Bab 9 besar dan kecil
10 Bab 10 pria blasteran
11 Bab 11 kemarahan yang berbeda
12 bab 12 gadis galak
13 bab 13 perihal Hadiah
14 bab 14 Omelan Sayang
15 Bab 15 gadis nakal
16 Bab 16 sebuah rahasia
17 Bab 17 kehancuran Aliora
18 Bab 18 pertengkaran
19 bab 19 tanda milik
20 Bab 20 Lagi Om
21 Bab 21 ketika aku menikahinya?
22 Bab 22 orang yang kita cintai
23 Bab 23 By
24 bab 24 perkara parfum
25 bab 25 Hidup bersama
26 Bab 26 Suami Aku
27 Bab 27 penasaran
28 Bab 28 Boleh
29 Bab 29 boneka buaya
30 Bab 30 tengah malam
31 Bab 31 olahraga
32 Bab 32 kegilaan Jho
33 Bab 33 nafkah
34 Bab 34 kolam renang
35 Bab 35 pemandangan indah
36 Bab 36 Rindu
37 Bab 37 kejujuran Aliora
38 Bab 38 Aliora kecil
39 Bab 39 tetap tenang
40 Bab 40 penuh kasih sayang
41 Bab 41 Ibu mereka jahat
42 bab 42 pertempuran
43 bab 43 ruang rawat
44 Bab 44 susu
45 Bab 45 rumah sakit
46 Bab 46 dokter muda
47 Bab 47 tidak puas
48 Bab 48 Milikku
49 Bab 49 tidak mau By
50 Bab 50 handal
51 Bab 51 Cat kuku
52 Bab 52 perlakuan manis
53 Bab 53 bangun
54 Bab 54 Korean style
55 Bab 55 menaikkan emosi
56 bab 56 sebuah penjelasan
57 Bab 57 ingin bercerita
58 Bab 58 bercerita
59 Bab 59 perubahan Aliora
60 Bab 60 bawaan hamil
61 Bab 61 dingin dan cuek
62 Bab 62 kerinduan Aliora
63 bab 63 udah nggak Sayang Ara
64 Bab 64 ingin bersama
65 Bab 65 ketika Jho sakit
66 Bab 66 perawat
67 bab 67 Harimau
68 Bab 68 di turuti Ayah
69 Bab 69 satu lagi keinginan
70 Bab 70 nutrisi yang bagus
71 Bab 71 pasar malam
72 bab 72 Manis
73 bab 73 rumah hantu
74 Bab 74 di lepaskan
75 Bab 75 Ingat Ara
76 bab 76 Baby Boy
77 bab 77 Erland Ferdinand
78 Bab 78 Maafkan Erland Mom
79 Bab 79 hukuman
80 Bab 80 sebuah penjelasan
81 Aliora dan Jho
82 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 kesedihan Aliora
2
Bab 2 habisin uang Om
3
Bab 3 pelukan Aliora
4
Bab 4 bebek montok
5
Bab 5 kemarahan Aliora
6
bab 6 Menggoda
7
Bab 7 kau milik ku
8
bab 8 Bu Presdir
9
Bab 9 besar dan kecil
10
Bab 10 pria blasteran
11
Bab 11 kemarahan yang berbeda
12
bab 12 gadis galak
13
bab 13 perihal Hadiah
14
bab 14 Omelan Sayang
15
Bab 15 gadis nakal
16
Bab 16 sebuah rahasia
17
Bab 17 kehancuran Aliora
18
Bab 18 pertengkaran
19
bab 19 tanda milik
20
Bab 20 Lagi Om
21
Bab 21 ketika aku menikahinya?
22
Bab 22 orang yang kita cintai
23
Bab 23 By
24
bab 24 perkara parfum
25
bab 25 Hidup bersama
26
Bab 26 Suami Aku
27
Bab 27 penasaran
28
Bab 28 Boleh
29
Bab 29 boneka buaya
30
Bab 30 tengah malam
31
Bab 31 olahraga
32
Bab 32 kegilaan Jho
33
Bab 33 nafkah
34
Bab 34 kolam renang
35
Bab 35 pemandangan indah
36
Bab 36 Rindu
37
Bab 37 kejujuran Aliora
38
Bab 38 Aliora kecil
39
Bab 39 tetap tenang
40
Bab 40 penuh kasih sayang
41
Bab 41 Ibu mereka jahat
42
bab 42 pertempuran
43
bab 43 ruang rawat
44
Bab 44 susu
45
Bab 45 rumah sakit
46
Bab 46 dokter muda
47
Bab 47 tidak puas
48
Bab 48 Milikku
49
Bab 49 tidak mau By
50
Bab 50 handal
51
Bab 51 Cat kuku
52
Bab 52 perlakuan manis
53
Bab 53 bangun
54
Bab 54 Korean style
55
Bab 55 menaikkan emosi
56
bab 56 sebuah penjelasan
57
Bab 57 ingin bercerita
58
Bab 58 bercerita
59
Bab 59 perubahan Aliora
60
Bab 60 bawaan hamil
61
Bab 61 dingin dan cuek
62
Bab 62 kerinduan Aliora
63
bab 63 udah nggak Sayang Ara
64
Bab 64 ingin bersama
65
Bab 65 ketika Jho sakit
66
Bab 66 perawat
67
bab 67 Harimau
68
Bab 68 di turuti Ayah
69
Bab 69 satu lagi keinginan
70
Bab 70 nutrisi yang bagus
71
Bab 71 pasar malam
72
bab 72 Manis
73
bab 73 rumah hantu
74
Bab 74 di lepaskan
75
Bab 75 Ingat Ara
76
bab 76 Baby Boy
77
bab 77 Erland Ferdinand
78
Bab 78 Maafkan Erland Mom
79
Bab 79 hukuman
80
Bab 80 sebuah penjelasan
81
Aliora dan Jho
82
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!