Bab 9 besar dan kecil

" enak Lo tidur di paha empuk ini" goda Jho akan meminum segelas air putih di atas meja .

" Ihh cuci muka dulu" Aliora mengambil segelas air yang akan diminum Jho.

" Haus Ra" keluh Jho manja .

" ya cuci muka kan cuma sebentar" Aliora lebih mengeluh lagi yang membuat Jho segera cuci muka sambil menahan tawa .

" Udah tuan putri apa sekarang aku sudah boleh minum?" tanya Jho kembali duduk dekat Aliora.

Aliora mengambil beberapa helai tisu lalu memegang kepala bagian belakang Jho lalu membersihkan air yang masih sangat basah dimuka pria dewasa itu.

" Om mau minum air muka om sekalian" ketus Aliora terus membersihkan air di wajah Jho tanpa tau apa yang tengah pria dewasa itu rasakan saat wajah mereka sedekat itu.

" Ini minum lah " kata Aliora baru memberikan air itu pada Jho .

" Om ini?" kata Aliora memberikan flashdisk yang tadi di berikan oleh Ayah Jho .

" Apa ini ?" tanya Jho meletakkan gelas setelah selesai minum lalu mengambil flashdisk yang Aliora berikan .

" Flashdisk" jawab Aliora apa adanya.

" Om tau cantik kalau ini flashdisk tapi buat apa?" tanya Jho yang kepada Aliora.

" Ooo,,, itu dari Ayah " jawab jujur Aliora yang membuat Jho mengangkat sebelah alisnya.

" Ayah sudah sampai?" heran Jho .

" Udah , cukup lama Ayah disini sama ibu . Ara di kasih coklat " cerita Aliora dengan senang diakhir kalimatnya menunjukkan sepotong coklat di tangan nya.

" Cuma di beliin satu?" ledek Jho menahan tawa melihat coklat yang di pegang Aliora yang hanya tinggal setengah.

" Ihhh, dibeliin 5 tau . Ayah kan Sayang Ara" jawab Aliora dengan bangga nya .

" Mmmh, penipu udah jelas cuma 1 bilang 5 " tak percaya Jho .

" Kan udah Ara makan " kekeh Aliora menunjukkan sampah bungkusan coklat di dalam tong sampah di samping sofa .

" Astaga Aliora" tegas Jho langsung memeriksa mulut gadis kecil itu sambil geleng kepala .

" Kamu kebiasaan Ya , makan apapun nggak peka Takaran kamu bisa sakit gigi makan coklat sebanyak itu disaat yang bersamaan" tegur Jho sekaligus memperingati gadis kecil itu.

" Enggak ada mitos " tak percaya Aliora bahkan kembali melahap coklat yang masih tertinggal setelah itu.

" Aliora udah jangan makan terlalu banyak" larang Jho mengambil coklat di tangan Aliora tak membiarkan nya memakan lagi.

" Denger nggak apa yang Om bilang " tatapan menyipit mata Jho menatap Aliora yang masih menguyah coklat dalam mulutnya.

" denger tapi nggak percaya" jawab Aliora menantang Jho , begitulah gadis kecil itu saat dia merasa benar dia tak akan pernah menurut.

" Ooo jadi mau ngerasain sakit gigit dulu baru tau kalau makan coklat itu bisa bikin sakit gigi?" ucap Jho dengan kesal saat Aliora tak mau menuruti ucapan nya .

Jho tidak melarang Aliora makan coklat hanya saja jangan berlebihan tapi Gadis kecil itu tak pernah mendengar kan Jika sudah berhubungan dengan coklat.

" Ihhh malah marah " cemberut Aliora menatap Jho dengan mata menyipit juga seolah dia sedang mengadu kekuatan dengan Jho lewat tatapan.

" Terserah kamu mau makan coklat sebanyak apapun tapi kalau sudah sakit jangan mengeluh pada Om paham" ulti Jho karena Aliora itu apapun yang dia rasakan jika tidak pada orang tuanya dia akan mengadu pada Jho .

" Ihh nggak ada Lo Om makan coklat bikin sakit gigi" Aliora berusaha meyakinkan pria dewasa yang sudah diam pertanda dia tak ingin berdebat lagi.

" itu udah riset dokter jangan membantah kalau masih sayang sama diri sendiri " tegas Jho menatap gadis bandel yang tak mau di atur itu .

" kucing aja nggak makan coklat tetap sakit gigi, lah orang berpendidikan tinggi kayak Om malah percaya sama mitos " tak habis pikir Aliora.

" jadi menurut kamu Manusia itu sama dengan kucing?" pertanyaan mendasar Jho .

" Iya" jawab Aliora mantap" sambil tersenyum rese

" kau menyamakan aku dengan kucing?" tanya Jho dengan geram .

" Iya,ada juga kucing yang Garang kayak Om. hahahaha " tawa meledak Aliora setelah berbisik di dekat telinga Jho lalu berlari keluar meninggalkan pria dewasa yang mengelus dada itu.

" Aliora mau kemana?" Jho tak membiarkan Bocil itu keluar dari ruangan nya .

" Om Ayuk pulang ?" ajak Aliora.

" Yaudah Om Antar kamu pulang yaa" ucap Jho sambil merapihkan rambutnya menyisir dengan tangan .

" Om nggak boleh balik lagi ke kantor harus pulang kerumah habis antar Ara " ucap Aliora.

" Tidak bisa om ha,,,,"

" Eits ini mutlak tidak boleh di bantah Om harus istirahat berhenti mengejar dunia secara berlebihan. Kan Om bilang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik" ucapan manis Aliora yang secara tak langsung sudah mengikat Jho agar menuruti permintaan nya .

" Baiklah, tapi Ara harus janji kalau ada waktu selalu main ke kantor Om" syarat Jho yang diangguki Aliora.

Di perjalanan pulang.

" Om kenapa Ara boleh gantiin Om tanda tangan diperusahaan ?" Tanya Aliora yang sangat penasaran.

" Ohh, ada yang minta tanda tangan tadi pas Om tidur?" tanya Jho balik.

" Om tadi kenapa sih tidurnya kayak orang pingsan nggak mau bangun" kalau diingat-ingat Aliora kesal juga dengan Jho yang tak seperti biasanya.

" nyaman aja tidur di bantal empuk bikin Om nggak sadarkan diri " jawab Jho terkekeh menatap paha Aliora yang kecil tapi berisi .

" Jadi Om bilang paha Ara besar ?" sensi Aliora memukul lengan Jho jiwa Miss queen nya tersakiti oleh ucapan Jho .

" Iya , empuk lagi " jawab Jho tanpa dosa walaupun dia sudah tau Aliora sudah sensi.

" iiihhh, nggak ada Paha Ara kecil cantik tau " ucap Aliora tak terima Jho mengatakan paha nya besar .

" mana Ada besar terasa di kepala Om" jawaban iseng Jho sangat suka memperolok gadis kecil itu.

" Mmm, kecil" rengek Aliora mulai emosi .

" besar Ara" jawab Jho yang duduk di sebelah Aliora itu walaupun sudah tau Aliora mulai emosi .

" Kecil liat nih " tanpa pikir panjang Aliora mengangkat rok pendek nya keatas memperlihatkan pada Jho untuk membuktikan ucapan Jho salah .

" Astaga Bocil ini" Tremor Jho segera melepas jas nya lalu menutupi paha mulus gadis kecil itu yang kelihatan semua dan Jho benar-benar tak rela bodyguard nya ikutan melihat walaupun tak sengaja .

" Paha Ara kecil " ucapan tegas Aliora merasa Jho menganggap nya jelek karena mengatai paha nya besar.

" Iya , iya paha Ara kecil dan cantik" mengalah Jho terus merapikan jas nya di kaki Aliora agar tertutup semuanya.

" Tadi Om bilang besar maka nya kalau nggak liat nggak usah buruk sangka " kesal gadis polos itu .

" Astaga Sayang kenapa kau selalu menyiksa ku dengan kepolosan mu" batin Jho mengelus pelipisnya yang tiba-tiba berdenyut saat di pikiran nya terus terbayang hal yang baru saja Aliora perlihatkan padanya, membuat tubuh Jho panas dingin seketika.

Next .

..."Ternyata melepas payung tidak seburuk itu, nikmati saja hujan dan badainya nanti juga akan reda sendiri."...

Terpopuler

Comments

Aisyah Diany Zahra

Aisyah Diany Zahra

terkadang melepaskan payung juga berbahaya thor... 😔

2023-12-26

4

wariyanti Safitri

wariyanti Safitri

lanjut Thor

2023-11-05

0

Miss Typo

Miss Typo

ini ujian jadi sabar ya Jho
karna kamu jatuh cinta sm bocil 😁

semangat thor ditunggu lanjutannya

2023-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 kesedihan Aliora
2 Bab 2 habisin uang Om
3 Bab 3 pelukan Aliora
4 Bab 4 bebek montok
5 Bab 5 kemarahan Aliora
6 bab 6 Menggoda
7 Bab 7 kau milik ku
8 bab 8 Bu Presdir
9 Bab 9 besar dan kecil
10 Bab 10 pria blasteran
11 Bab 11 kemarahan yang berbeda
12 bab 12 gadis galak
13 bab 13 perihal Hadiah
14 bab 14 Omelan Sayang
15 Bab 15 gadis nakal
16 Bab 16 sebuah rahasia
17 Bab 17 kehancuran Aliora
18 Bab 18 pertengkaran
19 bab 19 tanda milik
20 Bab 20 Lagi Om
21 Bab 21 ketika aku menikahinya?
22 Bab 22 orang yang kita cintai
23 Bab 23 By
24 bab 24 perkara parfum
25 bab 25 Hidup bersama
26 Bab 26 Suami Aku
27 Bab 27 penasaran
28 Bab 28 Boleh
29 Bab 29 boneka buaya
30 Bab 30 tengah malam
31 Bab 31 olahraga
32 Bab 32 kegilaan Jho
33 Bab 33 nafkah
34 Bab 34 kolam renang
35 Bab 35 pemandangan indah
36 Bab 36 Rindu
37 Bab 37 kejujuran Aliora
38 Bab 38 Aliora kecil
39 Bab 39 tetap tenang
40 Bab 40 penuh kasih sayang
41 Bab 41 Ibu mereka jahat
42 bab 42 pertempuran
43 bab 43 ruang rawat
44 Bab 44 susu
45 Bab 45 rumah sakit
46 Bab 46 dokter muda
47 Bab 47 tidak puas
48 Bab 48 Milikku
49 Bab 49 tidak mau By
50 Bab 50 handal
51 Bab 51 Cat kuku
52 Bab 52 perlakuan manis
53 Bab 53 bangun
54 Bab 54 Korean style
55 Bab 55 menaikkan emosi
56 bab 56 sebuah penjelasan
57 Bab 57 ingin bercerita
58 Bab 58 bercerita
59 Bab 59 perubahan Aliora
60 Bab 60 bawaan hamil
61 Bab 61 dingin dan cuek
62 Bab 62 kerinduan Aliora
63 bab 63 udah nggak Sayang Ara
64 Bab 64 ingin bersama
65 Bab 65 ketika Jho sakit
66 Bab 66 perawat
67 bab 67 Harimau
68 Bab 68 di turuti Ayah
69 Bab 69 satu lagi keinginan
70 Bab 70 nutrisi yang bagus
71 Bab 71 pasar malam
72 bab 72 Manis
73 bab 73 rumah hantu
74 Bab 74 di lepaskan
75 Bab 75 Ingat Ara
76 bab 76 Baby Boy
77 bab 77 Erland Ferdinand
78 Bab 78 Maafkan Erland Mom
79 Bab 79 hukuman
80 Bab 80 sebuah penjelasan
81 Aliora dan Jho
82 cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab 1 kesedihan Aliora
2
Bab 2 habisin uang Om
3
Bab 3 pelukan Aliora
4
Bab 4 bebek montok
5
Bab 5 kemarahan Aliora
6
bab 6 Menggoda
7
Bab 7 kau milik ku
8
bab 8 Bu Presdir
9
Bab 9 besar dan kecil
10
Bab 10 pria blasteran
11
Bab 11 kemarahan yang berbeda
12
bab 12 gadis galak
13
bab 13 perihal Hadiah
14
bab 14 Omelan Sayang
15
Bab 15 gadis nakal
16
Bab 16 sebuah rahasia
17
Bab 17 kehancuran Aliora
18
Bab 18 pertengkaran
19
bab 19 tanda milik
20
Bab 20 Lagi Om
21
Bab 21 ketika aku menikahinya?
22
Bab 22 orang yang kita cintai
23
Bab 23 By
24
bab 24 perkara parfum
25
bab 25 Hidup bersama
26
Bab 26 Suami Aku
27
Bab 27 penasaran
28
Bab 28 Boleh
29
Bab 29 boneka buaya
30
Bab 30 tengah malam
31
Bab 31 olahraga
32
Bab 32 kegilaan Jho
33
Bab 33 nafkah
34
Bab 34 kolam renang
35
Bab 35 pemandangan indah
36
Bab 36 Rindu
37
Bab 37 kejujuran Aliora
38
Bab 38 Aliora kecil
39
Bab 39 tetap tenang
40
Bab 40 penuh kasih sayang
41
Bab 41 Ibu mereka jahat
42
bab 42 pertempuran
43
bab 43 ruang rawat
44
Bab 44 susu
45
Bab 45 rumah sakit
46
Bab 46 dokter muda
47
Bab 47 tidak puas
48
Bab 48 Milikku
49
Bab 49 tidak mau By
50
Bab 50 handal
51
Bab 51 Cat kuku
52
Bab 52 perlakuan manis
53
Bab 53 bangun
54
Bab 54 Korean style
55
Bab 55 menaikkan emosi
56
bab 56 sebuah penjelasan
57
Bab 57 ingin bercerita
58
Bab 58 bercerita
59
Bab 59 perubahan Aliora
60
Bab 60 bawaan hamil
61
Bab 61 dingin dan cuek
62
Bab 62 kerinduan Aliora
63
bab 63 udah nggak Sayang Ara
64
Bab 64 ingin bersama
65
Bab 65 ketika Jho sakit
66
Bab 66 perawat
67
bab 67 Harimau
68
Bab 68 di turuti Ayah
69
Bab 69 satu lagi keinginan
70
Bab 70 nutrisi yang bagus
71
Bab 71 pasar malam
72
bab 72 Manis
73
bab 73 rumah hantu
74
Bab 74 di lepaskan
75
Bab 75 Ingat Ara
76
bab 76 Baby Boy
77
bab 77 Erland Ferdinand
78
Bab 78 Maafkan Erland Mom
79
Bab 79 hukuman
80
Bab 80 sebuah penjelasan
81
Aliora dan Jho
82
cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!