MMD - 010
Seminggu telah berlalu, luka - luka Larisa yang masih membekas di tubuh gadis itu sudah hilang sepenuhnya.
Kaki kanannya juga sudah sepenuhnya sembuh, dirinya merasa sangat senang sekarang karena sudah bisa beraktivitas sebebasnya.
Larisa Kivyonna
( mengangkat poninya, mengusap dahinya ) bener - bener ilang sepenuhnya, mulus. ( menatap kakinya )
Larisa Kivyonna
( beranjak dari kursi rias, melompat - lompat kecil ) sama sekali ngga sakit. ( sejenak terdiam, menahan senyum )
Larisa Kivyonna
yes! yes! wuhu! akhirnya aku sembuh! ( kegirangan ) hei, you. ( menunjuk tongkat elbow sikunya di samping kasur )
Larisa Kivyonna
thank you, baby. ( nada ge-nit, flying kiss )
Larisa berlari kecil menuju pintu kamarnya dengan wajah berseri - seri.
Dirinya berencana akan kembali melakukan touring sendirian untuk menghafal tempat - tempat yang sudah ditunjukkan Bibi Sarah kepadanya.
Namun...
Larisa Kivyonna
( membuka pintu )
Leonel Jeon Adipraya
mom! ( tiba - tiba berteriak senang )
Larisa Kivyonna
Oh my! ( berjengit kaget, memegang dadanya ) Leon...
Leonel Jeon Adipraya
hihi~ ( memeluk kaki jenjang Larisa ) pagi, mom~
Larisa Kivyonna
( tersenyum kecil, berjongkok ) pagi, anak pintar. ( mencuri satu kecupan di dahi Leon ) sudah sarapan?
Leonel Jeon Adipraya
( mengangguk semangat ) sudah mommy. ( sejenak terdiam, memasang wajah sedih )
Leonel Jeon Adipraya
Mommy kenapa tidak pernah ikut sarapan dengan Leon dan daddy lagi?
Larisa Kivyonna
( sejenak terdiam ) aaa... ( menatap ke bawah )
Larisa Kivyonna
[ nanti kalau aku terus ikut makan bersama dengan kalian, Daddy-mu itu akan terus cemberut. ]
Larisa Kivyonna
mommy-- mommy sedang tidak nafsu makan, sayang... ( mengusap rambut Leon )
Leonel Jeon Adipraya
( menangkap tangan Larisa ) mommy sakit lagi?
Larisa Kivyonna
( menggeleng ) no, bukan begitu...
Larisa Kivyonna
[ aduh! Ayo Larisa! Berpikir, Berpikir, berpikir! cari alasan yang masuk akal! ]
Larisa Kivyonna
[ mengalihkan, topik saja! ]
Leonel Jeon Adipraya
mom? ( menatap polos Larisa )
Larisa Kivyonna
y,ya? ( gelagapan ) emm, Leon? Leon mau tidak, nemenin mommy ke ruang baca?
Leonel Jeon Adipraya
( mengerjapkan matanya ) ruang baca?
Larisa Kivyonna
ehem. ( mengangguk singkat ) di sana, Leon bisa menemukan banyak buku, mommy tidak akan memaksa Leon jika tidak ingin.
Leonel Jeon Adipraya
( sejenak berpikir, mengangguk mantap) Leon akan ikut mommy.
Larisa Kivyonna
( kembali mengusap rambut Leon ) okey! Ayo, sekarang kita pergi ke sana.
Leonel Jeon Adipraya
yes, mom! ( tersenyum lebar, menggandeng tangan Larisa )
Larisa dan Leon berjalan beriringan menuju ruang baca alias perpustakaan kecil milik Justin yang ternyata terletak tak jauh dari kamarnya.
Dirinya melempar senyum dan sapaan selamat pagi pada para pelayan, membuat mereka terheran - heran dengan perubahan sikap Larisa sejak gadis itu kecelakaan.
Ya karena itu bukan Larisa Kivyonna.
Larisa Kivyonna
( bergumam ) setidaknya aku sedang berusaha untuk memperbaiki pandangan orang - orang tentangmu, Larisa Kivyonna.
Leonel Jeon Adipraya
( mendongak ) mommy mengatakan sesuatu?
Larisa Kivyonna
( mengangkat kedua alisnya sekilas ) t,tidak sayang, mommy sejak tadi diam. ( tersenyum kecil )
Larisa Kivyonna
[ tajam sekali pendengaranmu, nak! ]
Leonel Jeon Adipraya
( tersenyum kecil, kembali menatap ke depan )
Leonel Jeon Adipraya
mommy cantik. ( menyeletuk )
Dan, disinilah Larisa dan Leon sekarang.
Di depan pintu perpustakaan kecil, milik Justin Jeon Adipraya.
Leonel Jeon Adipraya
( terus menatap pintu )
Larisa Kivyonna
( menatap Leon ) Leon penasaran?
Leonel Jeon Adipraya
( menggeleng, menatap Larisa ) Leon tiba - tiba merasa tertekan mom.
Larisa Kivyonna
apa? ( sedikit kaget ) tertekan?
Leonel Jeon Adipraya
( mengangguk )
Leonel Jeon Adipraya
Leon tidak tau. ( menyentuh pintu ) terasa tidak nyaman.
Larisa Kivyonna
( tersadar, terkekeh kecil )
Larisa Kivyonna
[ anak kecil memang hanya tau bermain, melihat tumpukan buku, hanya akan membuat mereka kabur. ]
Larisa Kivyonna
( mengangkat tubuh mungil Leon, menggendongnya ) tidak akan terjadi apa - apa, Leon. Percaya sama mommy, okey?
Leonel Jeon Adipraya
( mengalungkan tangan di leher Larisa ) okey, mom...
Larisa Kivyonna
( mengecup singkat pipi Leon ) ayo, kita masuk. ( mulai menekan engsel pintu )
Leonel Jeon Adipraya
woah... ( tercengang )
Larisa Kivyonna
( menatap Leon, mendengus geli )
[ dugaanku salah ternyata. ]
Larisa Kivyonna
( berdecak kagum, berjalan masuk ) banyak banget...
Larisa Kivyonna
[ seperti yang bibi katakan, Justin ternyata tipe orang yang suka menghabiskan waktu dengan ketenangan. ]
Leonel Jeon Adipraya
( menatap Larisa ) yang berjejer di sana itu, apa mommy?
Larisa Kivyonna
yang berjejer di rak itu, namanya buku.
Leonel Jeon Adipraya
( hanya mengangguk ) mommy mau melakukan apa di sini?
Larisa Kivyonna
hm... ( berjalan ke arah kursi sofa bermuatan dua orang )
Larisa Kivyonna
[ sebenarnya, aku juga tidak tahu mau melakukan apa di sini, mungkin jika ada buku novel, aku akan mempertimbangkannya. ]
Larisa Kivyonna
buku novel, ( menurunkan Leon, mendudukkannya di sofa ) tunggu sebentar ya, sayang, mommy tidak akan lama.
Leonel Jeon Adipraya
( mengangguk singkat, menidurkan tubuhnya di atas sofa ) Leon akan menunggu mommy.
Larisa Kivyonna
mommy tidak akan lama, sebentar sayang. ( berbalik, berjalan menuju rak - rak buku )
Manik Larisa memindai setiap rak yang berada di depannya itu, jari lentiknya menyentuh dengan pola abstrak, membaca setiap judul yang sebagian besar tentang bisnis, sedikit membuatnya kecewa.
Larisa Kivyonna
[ tidak ada buku novel... Ya, tentu Justin tidak akan memiliki buku seperti itu. ]
Larisa Kivyonna
( menatap ke atas, sedikit mengerutkan dahinya ) my beautiful-- Azharina.
Larisa Kivyonna
wah, ternyata ada! ( berbinar senang )
Larisa Kivyonna
walaupun hanya ada satu, itu tidak masalah untukku. ( berusaha mengambil )
Larisa Kivyonna
( berdecak kesal ) ngga sampe. ( berkacak pinggang )
Leonel Jeon Adipraya
( memperhatikan Larisa dalam diam )
Leonel Jeon Adipraya
mommy butuh bantuan? ( bangun dari tidurannya )
Larisa Kivyonna
hm? ( menoleh ke belakang ) tidak sayang, Leon disitu saja.
Larisa mencari sesuatu yang bisa dirinya pijak, matanya menatap kursi single di belakangnya.
Larisa Kivyonna
this. ( menarik kursi ) fufu~ Azharina, aku akan mendapatkanmu.
Larisa Kivyonna
( melepas sendal rumahnya, naik ke kursi ) gotcha!
Leonel Jeon Adipraya
sudah dapat mom?
Larisa Kivyonna
( menoleh ke belakang, menggoyangkan buku ) tara!
Leonel Jeon Adipraya
( bertepuk tangan senang )
Larisa Kivyonna
( turun dari kursi, meletakkan kursi ke tempat semula ) ayo Leon, kita keluar dari sini.
Leonel Jeon Adipraya
okey, mom! ( turun dari kursi sofa dengan pelan, berlari ke arah Larisa )
Larisa Kivyonna
( menggandeng tangan Leon ) habis ini Leon mau kemana?
Leonel Jeon Adipraya
( mendongak ) Leon mau main ke rumah Elvira mommy.
Larisa Kivyonna
( mengangguk pelan ) baiklah, kalo begitu selamat bersenang - senang.
Larisa melepas tautan tangannya dengan Leon, anak itu segera berpamitan dan berlari untuk bermain.
Larisa Kivyonna
( menghela nafas pelan ) waktunya me time. ( menatap senang ke arah buku )
Justin, pria itu sejak tadi tidak bisa fokus pada kertas yang berada di tangannya, pikiran pria itu terus memikirkan perubahan sikap Larisa sejak kecelakaan.
Justin Jeon Adipraya
( melempar kertas ke meja, mengusap wajahnya kasar ) hah, ada apa denganku.
Justin Jeon Adipraya
( memejamkan matanya ) kau sudah gila, Justin. ( melonggarkan dasinya )
" sikap Larisa jadi sangat mirip dengan mendiang istrimu, Justin. "
Justin Jeon Adipraya
( mende-sah lelah ) apa yang sedang kau rencanakan, Larisa...
Justin Jeon Adipraya
( menegakkan tubuhnya, menatap datar ke arah pintu ) masuk.
Bodyguard 1
Maaf, Tuan, mengganggu waktu Anda.
Justin Jeon Adipraya
hm, ada apa.
Bodyguard 1
( membungkuk sopan ) menjawab, Tuan, ponsel milik Nyonya Larisa sudah selesai di benarkan.
Justin Jeon Adipraya
( sejenak terdiam ) hm, bawa kemari.
Semoga suka ya dengan bab ini, see you~
Comments
RichQueen
pake salep merek apa ris..
cepet banget lukamu hilang
sepenuhbya lagii
tutor dong huu suhuu
2023-11-22
10
ppyyy
lanjut
2023-10-19
1
Maharani
next Thor
2023-10-19
1