MMD - 006
Larisa, gadis itu baru saja selesai membersihkan diri. Aroma mawar menguar kuat di tubuhnya, rambutnya yang basah ia gosok menggunakan handuk kecil.
Larisa Kivyonna
( berjalan pelan menuju meja rias )
Larisa Kivyonna
hm... ( mengecek dahinya yang masih terdapat bekas luka )
Larisa Kivyonna
Kata dokter, bekas luka ini bisa ilang kalo rutin make salep selama seminggu.
Larisa Kivyonna
( mengambil salep berbentuk bundar, memakainya ) duh... Mana bekasnya gede lagi.
Larisa Kivyonna
untung aja ada poni. ( tersenyum kecil )
Suara ketukan pintu sedikit mengalihkan atensi Larisa, mata gadis itu menatap pintu dari pantulan cermin.
Larisa Kivyonna
iya, sayang? ( sedikit berteriak )
Larisa Kivyonna
( mengangkat sebelah alisnya ) biasanya juga langsung buka pintu, tapi lebih bagus seperti ini.
Larisa Kivyonna
iya, sayang, masuk saja. ( sedikit berteriak )
Leonel Jeon Adipraya
morning, mommy! ( berlari masuk )
Leonel Jeon Adipraya
( memeluk pinggang ramping Larisa )
Larisa Kivyonna
morning, Leon~ ( mengusap lembut kepala Leon )
Larisa Kivyonna
bagaimana tidurmu semalam, hm? Nyenyak?
Leonel Jeon Adipraya
( mengangguk semangat ) sa~ ngat nyenyak! Itu karena mommy peluk Leon.
Larisa Kivyonna
( tersenyum senang ) nanti malam mau tidur bareng sama mommy lagi?
Leonel Jeon Adipraya
( mengangguk semangat ) mau!
Larisa Kivyonna
( terkekeh gemas ) mommy mau pakai baju dulu ya, sayang.
Larisa Kivyonna
Leon duduk di sofa dulu.
Leonel Jeon Adipraya
( mengangguk paham )
Larisa mulai berjalan perlahan dibantu dengan tongkat elbow sikunya menuju ruang ganti yang bersebelahan dengan meja riasnya.
Larisa Kivyonna
( menoleh ke belakang ) tunggu sebentar ya, sayang.
Leonel Jeon Adipraya
( mengangguk ) okey, mom.
Larisa melempar senyum ke arah Leon, sebelum tubuh gadis itu menghilang dari balik pintu yang sudah tertutup rapat.
Leonel Jeon Adipraya
( menatap setiap sudut kamar Larisa )
Leonel Jeon Adipraya
kok di kamar mommy ngga ada foto bareng sama daddy, ya?
Leonel Jeon Adipraya
padahal daddy punya banyak di kamar. ( mengerucutkan bibirnya, sedih )
Larisa Kivyonna
( membuka pintu, melongok ) Leon? Masih disitu?
Leonel Jeon Adipraya
( menoleh cepat ke arah pintu ruang ganti ) masih ada, mom!
Leon sejenak terkesima dengan penampilan Larisa pagi ini, biasanya gadis itu hanya menggunakan pakaian santai di rumah, namun sekarang, mommy-nya menggunakan dress bermotif bunga.
Leonel Jeon Adipraya
( pupil membesar, kagum ) wah... Mommy sangat cantik!
Larisa Kivyonna
Oh, benar kah? terima kasih, Leon...
Leonel Jeon Adipraya
( melompat turun dari sofa, mendekati Larisa )
Leonel Jeon Adipraya
ayo, mommy. Kita sarapan bersama daddy. ( meraih tangan kiri Larisa )
Larisa Kivyonna
( menatap manik jernih Leon ) ayahmu belum berangkat bekerja?
Leonel Jeon Adipraya
( menggeleng pelan ) belum mommy, daddy selalu berangkat setengah 8. ( menunjuk jam dinding )
Larisa Kivyonna
( mengangguk paham ) baiklah, ayo kita sarapan bersama.
Leonel Jeon Adipraya
( tersenyum senang )
Di sepanjang perjalanan mereka berdua menuju ruang makan, Leon tak hentinya bercerita dengan ceria, Larisa dengan telaten menanggapi dengan baik.
Kedekatan mereka membuat para pelayan yang melihat dibuat heran sekaligus merasa was - was, khawatir jika nanti Larisa tiba - tiba memukul Leon tanpa alasan yang masuk akal.
Dua pelayan terlihat sibuk menata menu sarapan di atas meja, siapapun yang mencium aroma harum sarapan pagi ini akan langsung dibuat lapar.
Suara langkah sepatu terdengar menggema di sudut ruang makan, dua pelayan itu segera berbalik dan membungkuk sopan kala melihat majikan mereka datang.
Pelayan 1 & 2
selamat pagi, Tuan.
Justin Jeon Adipraya
hm, pagi. ( menarik kursi, duduk di sana )
Pelayan 1
silakan nikmati sarapannya, Tuan. ( membungkuk sopan )
Justin Jeon Adipraya
( mencari putranya ) hei.
Justin Jeon Adipraya
( menoleh ke arah pelayan tadi ) kamu. ( menunjuk pelayan 2 )
Justin Jeon Adipraya
hm, dimana putra saya.
Pelayan 2
ah, itu, Tuan Muda tadi berlari menuju ke kamar Nyonya Larisa, Tuan.
Justin Jeon Adipraya
[ ke sana lagi? ]
Justin Jeon Adipraya
hm, baiklah. ( melihat jam tangannya )
Pelayan 2
( membungkuk sopan )
Justin memijat pangkal hidungnya, kenapa putranya itu selalu saja berusaha untuk mendekati Larisa yang selalu ringan tangan kepada putranya itu?
Leonel Jeon Adipraya
mommy tau, Leon hampir saja masuk ke dalam selokan kemarin waktu sedang berlatih sepeda.
Larisa Kivyonna
( terkejut ) astaga, tidak ada yang terluka kan?
Leonel Jeon Adipraya
( menunjukkan sikunya ) hanya luka kecil biasa, Leon masih bisa menahannya.
Entah kenapa mendengar penuturan Leon tadi, membuat dada Larisa sesak, seolah tanpa sengaja menyindir perlakuan Larisa asli pada Leon.
Justin Jeon Adipraya
( mengerutkan dahinya, tak suka )
Justin Jeon Adipraya
Leonel. ( sedikit meninggikan suaranya )
Leonel Jeon Adipraya
( menoleh cepat ) Dad!
Leonel Jeon Adipraya
morning, dad!
Justin Jeon Adipraya
( menatap tajam ke arah Larisa ) kemari.
Larisa Kivyonna
[ astaga, masih pagi... Apalagi ini... ]
Larisa Kivyonna
( menunduk ) Leon, mendekatlah dulu ke ayahmu.
Leonel Jeon Adipraya
( mendongak ) tapi mom, mommy--
Larisa Kivyonna
( melepas tautan tangannya, mendorong lembut tubuh Leon )
Larisa Kivyonna
jangan pedulikan mommy, ayahmu harus bekerja, dia tidak boleh terlambat.
Leonel Jeon Adipraya
( mengerucutkan bibirnya )
Larisa Kivyonna
jika Leon menurut, Leon akan mommy peluk hingga Leon merasa puas.
Leonel Jeon Adipraya
( berbinar senang ) sungguh?
Larisa Kivyonna
( mengangguk )
Leonel Jeon Adipraya
baiklah, mom. ( berlari kecil ke arah Justin )
Leonel Jeon Adipraya
( merentangkan tangan ) Daddy!
Justin Jeon Adipraya
( meraih tubuh mungil Leon, memangkunya ) dari mana saja putra daddy ini, hm?
Leonel Jeon Adipraya
menjemput mommy untuk sarapan bersama. ( tersenyum kecil )
Larisa berjalan dengan pelan menuju meja makan. Dirinya segera menarik kursi yang jaraknya jauh dengan tempat duduk Justin.
Pelayan 1
( membawa sepiring sarapan dan segelas susu ) permisi, nyonya.
Larisa Kivyonna
( menoleh sekilas ) oh, ya, silakan.
Pelayan 1
( tersenyum kikuk ) silakan nikmati sarapannya, nyonya. ( menaruh di depan Larisa )
Larisa Kivyonna
( tersenyum lebar ) terima kasih.
Pelayan 1
( sedikit terkejut ) ah, iya, nyonya, sudah menjadi tugas saya. ( menunduk malu )
Justin Jeon Adipraya
( menatap Larisa dalam diam )
Larisa sedikit dibuat canggung dan merinding begitu melihat tatapan dingin Justin.
Larisa Kivyonna
[ mungkin, untuk ke depannya, aku akan lebih nyaman sarapan di kamar ataupun taman belakang. ]
Leonel Jeon Adipraya
( menatap Larisa ) mom, kenapa mommy duduk di situ? Kemari mom.
Larisa Kivyonna
oh! ( sedikit terkejut ) ya? Leon?
Justin Jeon Adipraya
( masih menatap dingin Larisa ) biarkan saja, Leon.
Justin Jeon Adipraya
setidaknya dia ikut sarapan bersama kita.
Larisa Kivyonna
( tersenyum canggung )
Larisa Kivyonna
[ ya, setidaknya juga tidak memancing emosi pria itu. ]
Larisa menatap ke lain arah, dirinya merasa merinding dan ingin segera pergi dari sana karena hawa mencekam yang dikeluarkan dari Justin.
Larisa Kivyonna
( sedikit mencuri pandang ke arah Justin )
Justin Jeon Adipraya
( menyadari, mengerutkan dahinya, tak suka )
Larisa Kivyonna
( melengos cepat )
Larisa Kivyonna
[ ho~ lihatlah ekspresinya sekarang. Keliatan sekali ingin mema-kiku. ]
Justin Jeon Adipraya
( menatap Leon ) ayo mulai sarapan, biar daddy suapi.
Leonel Jeon Adipraya
( menggeleng ) no, dad. Leon ingin belajar makan sendiri.
Justin Jeon Adipraya
( tersenyum kecil, mengusap kepala Leon ) baiklah kalau itu maumu, pelan - pelan saja.
Leonel Jeon Adipraya
hm! ( mengangguk mantap, mulai meraih sendok )
Larisa Kivyonna
[ sesuai dalam cerita novel, pria moody-an ini sangat menyayangi putranya. ]
Larisa Kivyonna
[ manisnya~ ]
Justin Jeon Adipraya
( mengeraskan rahangnya )
Justin Jeon Adipraya
[ memuakan. ]
Justin Jeon Adipraya
makan, Larisa. Jangan menatap saya seperti itu. ( melirik tajam Larisa )
Larisa Kivyonna
Ah! Anu! ( gelagapan ) aku sedang tidak--
Leonel Jeon Adipraya
( tersenyum kecil ) Leon tau mom, daddy memang sangat tampan dan keren. ( menaikturunkan alisnya )
Justin Jeon Adipraya
UHUK!
Larisa Kivyonna
( terkejut, melongo tidak percaya )
Justin Jeon Adipraya
( segera mengambil minum, menenggaknya hingga setengah )
Justin Jeon Adipraya
( berdehem ) jangan berbicara saat makan, Leon.
Justin Jeon Adipraya
habiskan dulu sarapanmu.
Leonel Jeon Adipraya
( menutup mulut ) i am sorry, dad.
Larisa Kivyonna
[ benar - benar-- hah... ]
Di meja itu, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu, sedikit celetukan Leon yang selalu memuji Justin, dan Larisa yang terus bersikap canggung.
sarapan pagi yang sangat indah, bukan? 🥰
yang baca cs ini pagi - pagi, udah sarapan belum nih?
author pamit dulu ya~
see you~
Comments
zea
sangat menyenangkan
2023-12-01
6
Bolo-Bolo
wkwk
2023-11-08
6
Bolo-Bolo
itu emak aslimu, namanya Lalisa😞
2023-11-08
15