MMD - 007
Setelah selesai melalui kegiatan sarapan yang menegangkan, Larisa kembali berjalan - jalan santai di taman belakang.
Leon? Anak lucu itu berpamitan untuk main ke rumah tetangga sebelah mereka.
Larisa Kivyonna
( mendudukkan diri di kursi panjang bagian tengah )
Larisa Kivyonna
taruh saja cemilannya di samping kursi ini. ( menepuk kursi sebelah kanannya )
Pelayan 2
( mengangguk ) baik, nyonya. ( menaruh sepiring cookies )
Larisa Kivyonna
( menatap pelayan itu ) em... ( membasahi bibirnya ) dimana Bibi Sarah?
Pelayan 2
( membungkuk sopan ) beliau pagi - pagi sekali pergi untuk menjenguk suaminya yang sedang sakit keras, nyonya.
Larisa Kivyonna
( menatap kolam ) astaga... Aku turut sedih mendengarnya.
Larisa Kivyonna
kalau begitu, kau boleh pergi, terima kasih. ( tersenyum kecil )
Pelayan 2
( salah tingkah ) ah, tentu nyonya, saya permisi dulu nyonya.
Larisa menatap punggung pelayan wanita itu hingga masuk ke dalam rumah.
Larisa Kivyonna
mereka tetap belum terbiasa dengan ucapan kecilku yang satu ini, ya...
Larisa Kivyonna
ya... aku masih memaklumi itu, karena Larisa asli sangatlah mengerikan.
Larisa Kivyonna
bayangkan saja, jika orang yang kasar tiba - tiba berubah menjadi lemah lembut? ( memasang muka heran )
Larisa Kivyonna
( terkekeh kecil, menggeleng pelan ) itu mengerikan, pasti akan berpikiran macam - macam.
Larisa membuka buku catatannya, dirinya ingin melanjutkan kegiatannya kemarin yang sempat tertunda.
Larisa Kivyonna
( menekan pena ) okey... kita mulai darimana dulu, hm?
Larisa Kivyonna
lebih baik, dari konflik terlebih dahulu? ( hendak menulis ) tapi, tunggu.
Dari potongan ingatan Larisa asli, dirinya masuk ke dalam tubuh gadis ini setelah mengalami kecelakaan mobil karena mabuk.
Larisa asli meminum alkohol untuk melampiaskan rasa bersalahnya karena telah memukul Leon, pertama kalinya.
Larisa Kivyonna
( berusaha mengingat alur novel )
Larisa Kivyonna
tunggu... di bab berapa ya Larisa mengalami kecelakaan?
Larisa Kivyonna
( menyipitkan matanya, berpikir keras )
Larisa Kivyonna
Oh! Aku ingat! Ini kan bab waktu mau masuk ke konfliknya. ( menjentikkan jarinya )
Larisa Kivyonna
( hendak menulis ) seingatku...
Larisa Kivyonna
hm... ( berusaha untuk mengingat )
Larisa Kivyonna
ah, ya, konflik pertama itu, penyiksaan Larisa pada Leon mulai menjadi - jadi, gadis ini mulai gila memang.
Larisa Kivyonna
tapi! Karena sekarang aku yang berada di tubuh ini, aku tidak akan melakukan itu. ( tersenyum lebar )
Waktu kurang dari satu jam, Larisa gunakan untuk mencatat ringkasan novel bersamaan dengan dirinya membuat rencana untuk menghindari kematiannya yang tragis nantinya.
Larisa Kivyonna
hm... ( meneliti tulis tangannya ) sepertinya aku melupakan sesuatu.
Larisa Kivyonna
[ pernikahan. ]
Larisa Kivyonna
pernikahan Larisa dengan Kak Justin, hanyalah pernikahan di atas kertas. Memenuhi keinginan sang mendiang kakak.
Larisa Kivyonna
( sejenak terdiam ) seingatku, mereka akan mengakhiri pernikahan ini saat Leon mulai masuk sekolah, dan wanita itu datang.
Larisa Kivyonna
( mengetuk buku dengan pena ) bagaimana kalau, aku mencari surat itu dan membakarnya?
Larisa Kivyonna
( melihat catatannya ) hm, boleh juga, lebih cepat lebih baik.
Tangan Larisa mulai bergerak membuat coretan baru. Dirinya tersenyum kecil begitu tulis tangannya akhirnya selesai.
Larisa Kivyonna
( melihat kembali catatannya ) Kak Justin akan bertemu dengan Jennifer saat di pesta perjamuan.
Larisa Kivyonna
acara itu masih lama, 2 bulan lagi.
" aku-- pembunuh!-- putus-- dia-- gila! "
Larisa Kivyonna
akh! ( memegang sisi kepalanya )
Larisa Kivyonna
lagi?! ( berteriak heran )
Larisa Kivyonna
( menghela nafas kasar ) jika memang ingin memberikan ingatan itu padaku, berikan saja! Jangan setengah - setengah! ( berteriak kesal )
Larisa Kivyonna
aku sebal sekali dengan rasa sakitnya. ( menggerutu )
Seorang pria dengan balutan pakaian formal terlihat sibuk dengan panggilan dari ponselnya.
Justin Jeon Adipraya
📞 apa gadis itu membuat ulah?
📞 : tidak, Tuan, nyonya sedang bersantai di taman belakang.
Justin Jeon Adipraya
📞 Leonel?
📞 : Tuan Muda sedang bermain di halaman rumah bersama Nona Elvira, Tuan.
Justin Jeon Adipraya
📞 hm, baiklah, jika gadis itu berulah lagi, segera hubungi aku.
Justin Jeon Adipraya
( melempar ponselnya ke atas meja )
Justin Jeon Adipraya
hah, Lisa... aku harus bersikap bagaimana pada adik gilamu itu... ( memejamkan matanya )
Jeandre Helix Anderson
hm? bagaimana kalau berusaha untuk menuntunnya ke jalan yang benar?
Justin Jeon Adipraya
( terkejut ) sejak kapan kau ada di sini?
Jeandre Helix Anderson
sejak... ( membentuk jarinya seolah sedang menelepon )
Justin Jeon Adipraya
( mendengus sebal ) aku sibuk.
Jeandre Helix Anderson
( terkekeh kecil, berjalan masuk ) oh ayolah, aku perhatikan sejak kemarin gadis itu sudah sangat berbeda.
Jeandre Helix Anderson
tidak arogan, angkuh, selalu bertengkar denganmu--
Justin Jeon Adipraya
berapa orangku yang kau sogok untuk memataiku, huh?
Jeandre Helix Anderson
ah. ( tersadar ) ini, hanya sebuah... tebakan!
Justin Jeon Adipraya
( melirik tajam sekilas ) aku sibuk, pulang sana, jaga kakakku.
Jeandre Helix Anderson
ja, jangan lagi-- akh! Kau menyebalkan! Aku--
Justin Jeon Adipraya
jangan menyumpahiku dengan hal yang tidak akan pernah terjadi itu.
Jeandre Helix Anderson
( melengos kesal ) ayo taruhan, jika aku benar, kau harus memberiku keponakan perempuan yang lucu.
Justin Jeon Adipraya
berisik! Pulang sana!
Jeandre Helix Anderson
Hahaha!
Huaaaa, maaf kalo masih cringe😩
Author berusaha buat bikin cs nya seruu
Semangat buat aku😾😾😾❤️
Terima kasih yang sudah mau mampir ke sini😙
See you~
Comments
✧ 𝑠𝑢𝑜 ℎ𝑎𝑦𝑎𝑡𝑜 ✧
semangat terus ya Thor,kami bakal slalu dukung author kok💪
2024-04-26
2
Suryati Yati
lanjut, seruuu
2023-11-21
2
Bolo-Bolo
di tungguuuu
2023-11-08
9