MMD - 017
Larisa Kivyonna
( berkacak pinggang ) aduh, aku lupa menaruh buku novelnya dimana... ( mende-sah frustasi )
Larisa Kivyonna
( menggerakkan tangannya ke arah nakas ) kemarin sore kan aku taruh di atas sini, terus aku baca. ( berbicara sembari mengingat )
Larisa Kivyonna
( menunjuk meja rias ) aku bacanya disana, terus Leon dateng. ( sejenak terdiam )
Larisa Kivyonna
oh! ( tersadar ) semalam kan aku lanjut baca di ruang tengah. ( berjalan menuju pintu, keluar dari kamar )
Larisa segera berjalan menuju ruang tengah, dirinya akan tersenyum dan mengucapkan selamat pagi pada para pelayan yang berpapasan dengannya.
Mood-nya langsung melejit naik, senang karena para pelayan mulai tidak merasa curiga ataupun menatap dirinya heran.
Larisa Kivyonna
( bersenandung, tersenyum lebar ) akhirnya hal kecil yang kulakukan cukup lama, diterima juga oleh mereka.
Larisa mempercepat langkahnya begitu sampai di ruang tengah, dirinya sejenak menoleh begitu mendengar suara Leon memanggilnya.
Leonel Jeon Adipraya
( melompat dari tangga terakhir, berlari ke arahnya ) mommy!
Larisa Kivyonna
( tersenyum lebar, merentangkan tangan ) hei! Anak ganteng mommy~
Leonel Jeon Adipraya
( melompat ke dalam dekapan Larisa ) selamat pagi, mom. ( mengecup pipi Larisa )
Larisa Kivyonna
( sedikit terkejut, memegang pipinya )
Larisa Kivyonna
[ akh! Aku dapat ci-uman selamat pagi dari bocil unyu ini! Senangnya~ ]
Larisa Kivyonna
ouh~ pagi juga, Leon. ( menangkup wajah Leon ) kemari, biar mommy ci-um Leon juga. ( menci-um bertubi - tubi pipi Leon )
Larisa Kivyonna
[ gemas sekali! argh! ]
Leonel Jeon Adipraya
( tertawa lepas ) mom, stop! Leon geli! ( mendorong wajah Larisa )
Larisa Kivyonna
( mendekap erat tubuh Leon ) kamu lucu sih, jadi mommy gemas sama Leon. ( melepas pelukannya )
Leonel Jeon Adipraya
( tersenyum lebar, meriah tangan Larisa ) ayo, mom, kita sarapan bersama.
Larisa Kivyonna
( sekilas mengangkat kedua alisnya ) Leon duluan saja, ada yang harus mommy cari. ( berdiri dari jongkok )
Leonel Jeon Adipraya
( mendongak ) mommy cari apa? Mau Leon bantu?
Larisa Kivyonna
( menggeleng pelan ) hanya buku, Leon pergilah dulu ke ruang makan, nanti mommy menyusul.
Leonel Jeon Adipraya
okey, mom. ( berlari pergi )
Larisa memperhatikan Leon dengan senyum yang terus tercetak di bibirnya.
Larisa Kivyonna
( menggeleng gemas ) memang sepertinya akan susah melepaskannya.
Manik Larisa terus bergerak mencari sebuah buku ber-cover hijau lembut yang lumayan tebal. Larisa masih ingat, dirinya meletakkan buku itu di atas meja.
Larisa Kivyonna
( menggigit bibir bawahnya ) dimana ya? ( bergumam )
Justin Jeon Adipraya
mencari buku?
Larisa Kivyonna
( sedikit berjengit kaget, berbalik badan )
Manik jernih Larisa langsung menangkap tubuh tinggi Justin yang hanya berjarak beberapa meter di depannya.
Justin Jeon Adipraya
( mengangkat buku ) ini? ( sekilas melirik ke buku )
Larisa Kivyonna
( mengerjapkan matanya, langsung tersenyum ) ah, iya, aku sedang mencari itu.
Justin Jeon Adipraya
( berjalan ke arah Larisa, membuka dengan asal ) hm, buku ini memang lumayan bagus. ( berhenti di depan Larisa ) tapi sakit.
Justin Jeon Adipraya
Azharina. ( menatap Larisa ) gadis polos dari desa yang ingin mengetahui betapa gemerlapnya dunia diluar sana.
Justin Jeon Adipraya
hanya keindahan yang dia ketahui. ( menatap buku ) tidak dengan kekelaman dan kekejaman dunia luar yang sangat mengerikan.
Justin Jeon Adipraya
( mengangkat buku ) bertemu dengan Damian, seorang mafia yang haus akan kasih sayang. ( menatap manik jernih Larisa ) membuat Azharina malah terjebak dengannya.
Justin Jeon Adipraya
( sedikit mengikis jarak ) diperlakukan bak ratu, namun Azharina malah merasa menderita.
Justin Jeon Adipraya
gadis ini, menyesal. ( mengunci tatapan Larisa ) jika saja dirinya tidak nekat pergi. ( sejenak terdiam ) mungkin saja hidupnya tidak akan se-menderita itu.
Larisa Kivyonna
( mengerjapkan matanya ) o,oh. ( segera memalingkan wajahnya )
Larisa Kivyonna
by the way, aku baru pernah mendengar kalimat panjang keluar dari mulutmu. ( tersenyum kecil )
Justin Jeon Adipraya
( tersadar, sedikit menjauh dari Larisa, berdehem ) kenapa kau tidak izin, huh? ( menatap kesal Larisa )
Larisa Kivyonna
oh, itu. ( melihat ke arah lain ) maafkan aku, aku hanya, ingin mengisi waktu luangku dengan. ( menunjuk buku ) membaca.
Justin Jeon Adipraya
( mengulurkan buku ke arah Larisa ) kembalikan, jika sudah selesai.
Larisa Kivyonna
( tersenyum senang ) tentu. ( hendak mengambil ) terima ka--
Larisa maupun Justin sama - sama membulatkan matanya kala tangan Justin yang sedang memegang buku itu, tiba - tiba terangkat ke atas.
Larisa Kivyonna
( menatap Justin ) aku janji akan langsung mengembalikannya begitu selesai membaca, kemarikan. ( melompat untuk mengambil )
Justin Jeon Adipraya
a,aku memang ingin memberikannya padamu. ( berbicara cepat )
Larisa Kivyonna
( menatap kesal Justin ) jika ingin, kenapa malah main - main. ( kembali melompat )
Aksi perebutan buku pun terjadi, Larisa yang terus mengomel dan berusaha untuk mengambil.
Justin yang bingung dengan tubuhnya yang reflek melakukan hal sangat kekanak - kanakan itu.
Larisa Kivyonna
( berhenti melompat, menatap sebal Justin )
Justin Jeon Adipraya
kenapa berhenti, ayo ambil. ( membulatkan matanya, menggeleng )
Justin Jeon Adipraya
[ itu bukan kemauanku! ]
Larisa Kivyonna
( sekilas melirik ke atas, mendengus kesal ) oke. ( mengangkat lengan pendek dress-nya ) siapa takut.
Justin mengerutkan dahinya begitu Larisa meletakkan kedua tangannya di pundaknya.
Larisa Kivyonna
( menatap manik tajam Justin ) maafkan aku harus melakukan ini.
Tanpa aba - aba, Larisa melompat ke tubuh Justin dan melingkarkan kakinya di ping-gang Justin. Aksi dadakan Larisa tentu membuat Justin terkejut bukan main dan reflek menahan tubuh Larisa agar tidak terjatuh.
Larisa Kivyonna
( mengambil paksa buku di tangan Justin ) gotcha!
Jeandre Helix Anderson
OH GOD! ( tiba - tiba nongol )
Larisa maupun Justin sama - sama menoleh ke arah sumber suara dengan wajah terkejut. Di sana, berdirilah Jean dengan wajah syoknya sekaligus ada rasa bahagia di raut lelaki itu.
Jeandre Helix Anderson
WHAT THE H-- HAHA!
Jeandre Helix Anderson
( merogoh ponselnya, mengambil gambar ) Jessica! Jessica! kau harus lihat ini! ( berlari pergi )
Larisa Kivyonna
KAK! HEI! BUKAN BEGITU! KAMU SALAH PAHAM! ( berteriak panik )
Larisa Kivyonna
( berusaha turun )
Justin Jeon Adipraya
( semakin mengeratkan reng-kuhannya )
Larisa Kivyonna
( melotot galak ) kau gila! turunkan aku! jika ada yang melihat, mereka bisa salah paham! ( memberontak )
Justin Jeon Adipraya
( tersadar, langsung melepas reng-kuhannya ) ****! ( mengum-pat pelan )
Larisa Kivyonna
( mengaduh kesakitan, mengelus punggungnya ) Justin?! ( berteriak marah )
Comments
𝙎𝙖𝙜?
what the- aghhhh lucu bangetttss
2024-07-14
2
CHell
anjr ko gw senyum" sendiri
2023-12-31
4
UhAhShit💩
aaarrgghh makin serruuuuu
2023-10-22
1