Keisha berjalan ke tempat tidur. Tatapannya terus memandang ke arah tempat tidur di mana ada seseorang yang tidur membelakangi dirinya. Jantungnya tiba-tiba saja memompa dua kali lebih cepat daripada biasanya. Entahlah, Keisha juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu?
Keisha tersenyum sembari mengulurkan tangannya mengusap kening Brandon. Namun tiba-tiba Keisha dikejutkan dengan suara Brandon.
"Ibu."
Keisha terkejut reflek ia cepat menarik tangannya dari kening Brandon lalu memandang ke arah Viona. Sama halnya dengan Keisha, Viona juga terkejut melihat hal itu. Bagaimana Brandon bisa menyebut Keisha dengan panggilan ibu.
Keisha dan Viona saling memandang dengan tatapan yang sama-sama bingung. Viona menghampiri Brandon dan dibuat bingung ketika Brandon masih dalam keadaan terlelap.
"Kak Brandon," panggil Viona lirih. Viona memegang bahu Brandon lalu menggoyangkannya memastikan apakah Brandon benar-benar masih tertidur.
"Mungkin kakakmu mengigau, Viona," ucap Keisha.
"Eh, iya mungkin, Mam." Viona tersenyum canggung. "Maaf, ya Mam. Mungkin kak Brandon lagi kangen sama ibu kami."
"Tidak apa, Viona," ucap Keisha.
Keisha tersenyum lalu mengulurkan tangannya meminta Viona untuk mendekat. Setelah Viona mendekat Keisha merangkul pundak Viona.
"Kita keluar yuk! Biarkan kakakmu istirahat," ajak Keisha.
"Iya, Mam." Viona mengangguk. Wajahnya tersenyum tetapi di dalam dirinya ia sangat marah mengingat ibunya melenyapkan diri karena wanita yang kini ada di sampingnya.
Jika bukan karena ingin memporak-porandakan keluarga Atmaja Viona tidak akan sudi berdekatan dengan perempuan yang ia anggap penyebab dari kematian ibunya.
Keisha membuka pintu ruangan itu. Saat keluar Viona dan Keisha di hadapkan dengan keberadaan Niko. Mereka bertiga beradu pandang beberapa saat membuat sedikit ada ketegangan. Viona yang menyadari itu berdehem untuk mencairkan ketegangan saat itu.
"Eheeemm, Kak Niko di sini? Oh iya ini kenali Mami … maksudku Maminya Azka," ucap Viona gugup.
Niko juga berdehem menetralkan ketegangan di dalam dirinya. Ia memandang Viona di dari balik kacamatanya. Gadis itu mengisyaratkan sesuatu yang bisa ia mengerti.
"Selamat sore, Nyonya." Niko menundukkan badannya.
"Selamat sore juga." Keisha balas mengapa Niko kemudian menoleh ke arah Viona. "Dia siapa, Viona?"
"Dia kakak Niko, Mam. Asisten pribadi Kak Brandon," jawab Viona. "Kak Niko nitip Kak Brandon ya. Aku ada urusan sebentar." Viona mengedipkan mata memberikan kode kepada Niko.
Niko yang mengerti kode dari Viona langsung mengangguk.
"Ayo, Mami," ajak Viona.
Niko bergeser memberikan jalan untuk Viona dan Keisha. Di saat itu pula pandangan Niko dan Viona masih bertemu seolah mereka sedang berbicara dalam bahasa isyarat. Setelah 2 mereka Viona lebih dulu memutus pandangan itu, ia tersenyum saat Keisha melihatnya.
Keisha membawa Viona ke kantin rumah sakit untuk sedikit berbincang. Tidak lupa juga Keisha memesan makanan juga makanan ringan.
Keduanya duduk saling berhadapan. Viona meletakkan kedua tangannya di atas meja kemudian Keisha menarik salah satunya untuk ia genggam.
"Viona, boleh Mami tanya sesuatu?" tanya Keisha.
"Silahkan, Mam," jawab Viona. "Apa yang mau Mami tanyakan?" tanya balik Viona.
Sebelum Keisha menjawab seorang pekerja di kantin itu datang mengantarkan makanan dan minuman yang dipesan oleh Keisha sebelumnya. Keisha menarik tangannya begitu juga dengan Viona.
"Ini minumnya," ucap pelayanan tersebut.
"Terima kasih, Mba," ucap Keisha.
"Oh iya, tadi Mami mau nanya apa?" tanya Viona kemudian menyesap justru alpukat di tangannya.
"Ini tentang kamu dan juga keluarga kamu," jawab Keisha.
Viona yang sedang menyedot jua alpukat seketika terdekak. Viona terbatuk-batuk membuat Keisha cemas.
"Viona, kamu tidak apa-apa?" Keisha beranjak duduknya.
"Kenapa mendadak perempuan ini ingin bicara mengenai keluargaku? Apa dia sudah tahu semua tentang aku dan kak Brandon? Ah rasanya itu tidaklah mungkin," batin Viona.
"Viona pelan-pelan minumnya," ucap Keisha.
Viona masih terbatuk-batuk dan Keisha menepuk-nepuk punggung Viona berharap bisa membuat Viona merasa nyaman.
Viona mengangkat tangannya pertanda ia sudah baik-baik saja. Keisha pun duduk kembali di tempat semula. Viona menarik napas panjang setelah itu kembali menyesap minumannya.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Keisha cemas.
"Iya, Mam. Tadi aku hanya terkejut saja," jawab Viona.
Viona kembali meletakkan minumannya ke atas meja kemudian menatap Keisha.
"Mami ada apa? Kenapa ingin tanya tentang keluargaku?" tanya Viona penasaran.
"Hanya ingin tahu saja, Viona. Mungkin suatu saat nanti Mami ingin main ke rumah kamu. Ingin mengenal kamu dan keluarga kamu lebih jauh," jawab Keisha.
Viona menunduk dan diam-diam mendengkus. Kedua telapak tangan yang ada di bawah meja mengepal kuat. Saat itu Viona benar-benar harus bisa menahan amarah saat keluarganya kembali diungkit. Apalagi oleh orang yang ia benci.
"Viona …," panggil Keisha lembut.
"Maaf sebelumnya, Mami. Sebenarnya aku hanya memiliki Brandon setelah kedua orang tua kami meninggal," ucap Viona masih menundukkan wajahnya.
Keisha terkejut, ia merasa iba kepada Viona setelah mendengar penuturan gadis itu.
"Maaf ya, Mami tidak tahu." Keisha menatap iba kepada Viona lalu kembali mengenggam salah satu tangan Viona. "Kamu bisa menganggap Mami sebagai orang tua kamu, itupun juga kalau kamu mau."
Perkataan Keisha membuat Viona mendongak menatap Keisha. Bibirnya melengkung ke atas membentuk sebuah senyuman. Akan tetapi di dalam hatinya amat murka.
"Terima kasih, Mam." Viona memberikan senyuman kepada Keisha. Namun, saat Keisha tidak sedang memerhatikan dirinya senyuman yang ada di bibir Viona luntur dan berganti dengan tatapan tajam nan mengerikan.
"Heh, tidak sudi aku menganggapmu sebagai ibuku. Gara-gara kamu ibu kami meninggal dunia," batin Viona.
"Oh iya, Viona." Keisha kembali menatap Viona dan dengan segera Viona mengubah ekpresi wajahnya.
"Ada apa, Mam?" tanya Viona.
"Sebenarnya Mami ke sini ada hal yang mau Mami bicarakan dengan kamu selain tentang keluarga kamu," ucap Keisha.
"Tentang apa lagi, Mam?" tanya Viona.
"Mami mau tanya …." Ucapan Viona menggantung. Keisha menatap Viona penuh arti membuat Viona merasa bingung.
"Ada apa, Mam? Kenapa berhenti?" tanya Viona bingung.
"Viona, Mami harap kamu tidak akan terkejut mendengarnya," ucap Keisha.
"Tidak akan, Mam," ucap Viona.
Viona mengubah ekspresi wajahnya menjadi imut.
"Sebenarnya hubungan kamu dan azka itu seperti apa?" tanya Keisha.
Eh?
"Maksud Mami gimana ya?" tanya Viona.
Kening Viona mengerut. Bingung karena perkataan dari Keisha.
"Iya, maksud, Mami … apakah kamu dan Azka memiliki hubungan?" tanya Keisha dan Viona tidak bisa menjawab sebab dirinya juga tidak tahu hubungannya dengan Azka itu apa.
"Viona …." Keisha kembali mengenggam tangan Viona. " Sebenarnya Mami senang jika kamu dan Azka berhubungan. Dan jika itu benar Mami ingin segera melamar kamu untuk Azka."
Mata Viona membulat mendengar perkataan Keisha. Akan tetapi diam-diam Viona tersenyum. Rencana untuk masuk ke keluarga Atmaja berjalan dengan lancar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments