Acara Bazar sudah di mulai setelah ashar. Di halaman pondok sudah sangat ramai. Semua sangat bersuka cita dalam menyambut acara.
Haidar pun sama ia juga sudah berada di pondok pria untuk mengikuti acara bersama dengan Mustofa. Dan yang membuat lebih spesial adalah acara ini di buka untuk umum. Jadi bukan hanya anak pondok saja. Haidar sebagai pengurus memberikan undangan untuk para wali murid supaya berkenan hadir.
Haidar berjalan jalan dengan segerombolan pengurus pondok lainnya. Haidar melihat banyak barang yang di pamerkan. Ketika waktu hendak magrib semua stand di tutup sementara untuk solat berjamaah.
"Ayo pada solat dulu semuanya jangan ada yang melipir. Dan satu lagi khusus untuk anak vokal di larang makan gorengan ya..." Kata Haidar bercanda Ali sebagai Vokalis hanya meringis
Sehabis magrib Haidar kembali ke ndalem dan melihat masih ada Bella yang sedang di temani oleh Syena, Chana dan mamahnya. Tapi bunda hanum dan suaminya entah pergi kemana.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
"Dar sudah solat apa belum...?" tanya Mama Hanna
"Sudah ma, Haidar tadi solat jamaah di masjid.." Kata Haidar
"ehm gitu, tadi mama mau ajak kamu jamaah bersama. Kebetulan Mamah sama Bella belum solat" kata Mama Hanna
"kenapa harus tunggu Haidar ma, Ya sudah mama langsung solat aja ini udah mau akhir waktunya. Magrib itu waktunya pendek. Kamu juga Syen sama Chan udah solat belum...?" Kata Haidar
"ih udah ya Chana udah solat ya. Itu yang belum solat kak Syena tuh.." jelas Chana
"Sebenarnya saya nunggu bib Haidar supaya bisa di imami solat, eh ternyata Bib Haidar sudah jamaah di masjid" Jelas Bella
Mereka akhirnya solat di tempat solat ndalem. Di ruang tamu tinggal ada Chana yang sedang menunggui Lana
"Bang Hisyam sama kak Hasna kemana emang chan..? " Tanya Haidar
"Tadi pamitnya mau beli susu sama kelengkapan si bocil ini nih, katanya mereka ndak bawa perlengkapannya si Lana. Biarin ah bang, mungkin mereka lagi pacaran mumpung ada yang jagain Lana" jelas Chana
"Iya abang kan cuma tanya Chan.."
"ehm mbk Milla kemana..?" Tanya Haidar pelan
" Tadi mbk Milla sehabis solat langsung ke dapur lagi. Kasian tau bang mbk Milla kerepotan sekali, walaupun di bantu sama bu Umi dan mbk ndalem tetep aja. Tadi Chana ajak Mbk Milla ke sini biar kumpul sekalian istirahat sejenak. Tapi katanya masih ada yang harus di beresin.. Gitu.." jelas Chana panjang. Sedangkan Haidar hanya mendengarkan saja
*******
Di Dapur Milla sedang menyiapkan makan untuk keluarganya. Ketika sedang mengambil menyusun piring Milla dikagetkan oleh siara Mamanya
"Mil tadi kok makanan untuk tamunya mama sedikit banget, mama lihat untuk anak hadroh kok banyak sekali. Lain kali jangan gitu semua di bagi rata. Trus tadi juga kamu bisa bisanya di minta buatkan kopi kok malah Bella yang buat kopi sendiri. Saya malu lo Mil, Bella kan tamu masak ia yang malah buatkan minum. Kamu kalau di kasih amanat dikerjakan dengan baik. Ingat kalau ada satu kekurangan itu kamu yang harus tanggung jawab sebab kamu tuan rumahnya" Mamah Hanna sebenarnya sudah kesal dari tadi tapi ia berusaha untuk tetap tenang. Tak mungkin ia memarahi Mila di depan Hanum dan Bella
"Iya Mah Milla ngerti, Mila akan sebisanya supaya tidak ada yang kurang" Milla tak mau jika di beri tahu mamahnya menjawab dengan sanggahan itu sama saja dengan membuat masalah baru. Sedangkan Milla tak suka yang ribet ribet jadi Milla hanya mengiyakan saja
"Ya Sudah siapin makan.." Mamah hanna dengan ketus
"Sudah selesai sholatnya bell..?"kata mamah Hanna kepada Bella yang keluar dari ruang sholat
"Sudah mah,, mama sama mbk Milla lagi apa..?" tanya Bella berbasa basi
"ini lo mama minta Mbk Milla siapin makan malam takutnya sudah pada kelaparan. Kamu mau makan sekarang biar disiapkan...? " Jelas mama hanna dan Milla hanya diam dan melanjutkan tugas nya
"ehm tidak dulu ma, Bella mau siap siap saja, Bella mau ajak Syena lihat bazar.." Jelas Bella
"Ya sudah kalau gitu.." mereka meninggalkan Milla yang masih sibuk di dapur
Sedangkan Haidar yang melihat mama dan Bella kembali ke ruang tamu segera mencari alasan supaya tidak diminta menemani Bella.
"Mah Haidar lapar, Haidar tak ke dapur langsung biar Milla siapkan.." sebelum Mamah Hanna menjawab Haidar sudah berdiri dan pergi ke dapur
****
Di meja makan Milla sedang menata lauk pauk. Ia sedikit melamun memikirkan tentang mamahnya dan Bella.
"Mama benar benar perhatian sekali kepada Bella, Tadi kata mama Tuan Rumah..??, sepertinya bukan tuan rumah tapi Milla hanya kepala asisten rumah tangga... Ya Allah Milla ingin sekali ikhlas dalam menjalani ini Ya Allah tapi rasanya sangat sulit" Milla dalam hati
Milla membayangkan perbedaan perlakuan mamah Hanna ke dirinya dan ke Bella, sangat berbeda..
"Ehm.." suara deheman membuat Milla tersadar dari lamunannya
"Jangan melamun kalau lagi bawa barang takutnya nanti jatuh.." Kata Haidar. Ketika tau yang datang adalah Haidar ia merasa kesal juga. Sebagai suami seharusnya ia lebih perhatian terhadap istrinya. Milla menebak jika ia pasti sedang membutuhkan sesuatu.
"Saya Lapar.." Iya Milla sudah menebak
"Jenengan mau makan sama apa bib..?" Haidar menunjuk beberapa lauk dan Milla mengambilkannya
"kamu mau kemana lagi, sudah makan belum..? ayo duduk dan makan juga. Jangan buat makanan terus tapi kamu nya ndak makan." Kata Haidar pelan.
"jenengan sendiri yang suruh saya di dapur terus ndak selesai selesai " kata Milla dalam hati
Memang benar Mila belum makan nasi sama sekali ia hanya makan sedikit roti.
"Kenapa sih di suruh makan aja kamu masih mikir.." Haidar melihat Mila masih mematung. Mila mengambil lauk secukupnya dan itupun lauk tadi pagi bukan yang ada di meja. Jika mamahnya tau ia makan makanan di meja sebelum yang lain makan pasti ia akan salah lagi. Ada banyak batasan yang mamah Hanna berikan kepada Milla
"kenapa ndak ambil yang di meja.." tanya Haidar
"ndak bib, lauk tadi pagi masih enak dan sayang kalau ndak di makan.." jelas Milla, Milla yang melihat ada Bella dan Mamahnya masih di ruang tamu, ketika hendak duduk di maja makan takut sekali. Akhirnya Milla duduk di kursi sebelah kompor
"Kamu ngapain disitu. Ada meja makan kok malah makan disitu. Kamu banggel sekali ya. Ayo duduk disini jangan duduk di situ " Haidar kesal bisa bisanya ada meja makan malah duduk di dekat kompor
Milla yang takut dibentak lagi akhirnya menurut dan duduk di meja makan..
Mereka makan berhadapan dan makan dalam diam. Milla sesekali melihat ponselnya bergetar ada notice masuk. Mau tak mau Milla sesekali membalas chat tersebut.
"Kalau makan jangan sambil main ponsel, makan dulu baru wa nan. Kamu kasih tau dia, kalau kamu lagi makan nanti dihubungi lagi.." Haidar kesal sebab dengan dirinya pun ia tak pernah mengirim pesan. Tapi saat ini dengan siapa ia bertukar pesan.
"Dia siapa bib,,,?? ini lo temannya Milla waktu di kampus..." Milla bingung sekaligus tak suka. Ia merasa tersindir padahal dirinya tak melakukan chat aneh aneh
"Waktu di kampus kamu sebelum dropout itu, masih awet ya komunikasinya itu kan sudah lama.."Sindir Haidar dan Mila merasa sedikit sakit hati. Tapi ya sudah lah biar mereka yang menilai. Bahkan suaminya sendiri tak tau apa apa tentang dirinya.
"Oh iya tadi mamah bilang jangan sampai ada yang kurang untuk jamuan besok. Kata mamah kamu ndak jamu tamunya mamah dengan baik. Saya ndak mau sampai mamah kekurangan apapun. Kamu yang manut sama mamah..."Ketika selesai makan Haidar membahas tentang keluhan mamahnya. Jika Milla susah sekali di atur. Haidar sebagai anak sebisa mungkin ia menengahi jika mamahnya mengeluhkan sikap Milla. Padahal pada kenyataannya ia yang sulit mendengarkan Milla dan lebih memihak ke Mamahnya
Milla yang mendengar Haidar berbicara seperti itu rasanya sangat kesal. Milla tau akan seperti ini dan ini bukan pertama kalinya. Ketika ada sesuatu yang tak sesuai dengan dirinya. Mama Hanna akan mengadukan ke Haidar. Pada akhirnya ia yang akan disalahkan oleh Haidar. Jadi jalan paling aman adalah Milla hanya mengiyakan saja untuk menghindari perdebatan.
"Kok diam, kamu ndak pingin jelasin apa yang terjadi..??" kata Haidar
"Mau jelasin bagaimana pun, tetap saja Milla yang salah dan Milla yang harus manut ke orang tua. Iya kan bib.." Kata Milla gemas. Sebisa nya ia berusaha tetap tenang kenapa malah suaminya yang mulai bertanya
"Terus maksud kamu saya yang salah,,," jawab Haidar. Mila menghela nafas kesal
"Siapa yang bilang jenengan salah, jenengan kan ndak pernah salah bib. Sudah bib Milla mau beres beres. Habis ini Milla izin mau pergi ke bazar sama Risti dan Rusda"
Sebelum Haidar menjawab Chana datang dan memberitahu jika Haidar sudah di tunggu di pondok.
Mereka tak tau jika sedari tadi Bella memperhatikan interaksi mereka berdua.
"Siapa Mbak Milla sebenarnya kenapa ia berani makan satu meja dengan bib Haidar.." Kata Bella dalam hati. Ketika Bella hendak menghampiri mereka Chana datang dan mengejutkan dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
pengen tak tonjok tuh si Haidar
2024-08-04
1
Rahma Putri
ustadz kok gak tahu adab sama istri gimana itu
2024-05-16
0
erma
Haidar ini ktnya pandai ceramah ke-mana² tp ga bs komunikasi dg istri sendiri, ustad kok gitu...hanya bs nasihati org lain, ga bs lihat kesalahan sendiri. jangan hanya dengar apa kt mama.
2024-03-26
2