Flashback end...
Alhasil sekarang Milla tinggal di jogja dan hanya mengurus toko dari sang ayah mertua. Ust Abdul benar benar sangat menyayangi Milla. Entah kenapa beliau merasa bahwa Milla adalah sosok wanita yang luar biasa tangguh. Di saat semua berharap bisa bersanding dengan putranya, tapi Milla sendiri sebagai istri tak sekalipun ingin di kenal sebagai menantu atau istri dari keturunan Hasyimi. Wanita yang sederhana dan penyayang itu yang Ust Abdul lihat.
Kediaman Haidar Di Jogja..
Milad pondok akan segera di rayakan tinggal 3 hari lagi. Di pondok Cahaya Langit sudah banyak santri yang kembali, suasana ramai anak pondok yang berlalu lalang sangat ramai membuat Milla merasa tak kesepian. Bagaimana tidak suaminya yang sering acara ke luar kota terkadang membuat rumah sepi. Rumah akan ramai jika ada Haidar di rumah. Sebab pasti banyak teman Haidar yang datang.
Pagi seperti biasa Milla menyiapkan sarapan dan membereskan Rumah. Haidar yang memang sedang libur satu minggu untuk mengurus acara Milad. Dalam artian libur hanya keluar kota. Tapi untuk ke satu desa Haidar masih ada jadwal.
Milla sedang berada di dapur terkejut suaminya duduk di meja makan.
Tanpa di minta Milla segera mengambilkan kopi
"Besok Mamah sama Abi pulang jadi minta tolong kamu siapkan kamar mamah sama abi. Sama kamar tamu kamu bersihkan sekalian nanti buat yang lain. Minta tolong mbk Risti atau mbk ndalem yang lain supaya cepet selesai.." Jelas Haidar. Sedangkan Milla hanya mengangguk dan melanjutkan memasak
"Jenengan mau sarapan langsung ndak Bib" Tanya Milla datar dan Haidar hanya mengangguk saja
Sehambar itu percakapan mereka tak ada canda tawa layaknya pengantin muda lainnya
********
Milla bersih bersih kamar dengan di bantu oleh Risti dan Rusda.
"Mbk Rusda mau lanjut kemana setelah lulus aliyah.."Tanya Milla
"Ndak tau juga Mbk Milla, enak disini sambil cari ilmu sama barokahnya ustadz ustadzah. Tapi Rusda juga ndak boleh egois mbk, Rusda pingin bantu perekonomian Ibuk sama sekolahin adik Mbk Mill" Jelas Rusda
" kuliah sambil kerja juga bisa mbk, tapi apapun yang dipilih entah kerja atau kuliah yang penting di lakukan dengan sungguh sungguh. Cari ilmu itu ndak harus di bangku kuliah..."Jelas Milla, Milla tau bagaimana sulitnya ia menempuh pendidikan di universitas.
"Nggeh mbk Milla terima kasih nasehatnya..." Rusda sangat menyayangi Milla, Rusda sudah menganggap Milla seperti kakaknya sendiri. Jadi sebisa mungkin Rusda akan menurut jika diberi nasihat oleh Milla.
Rusda dan Risti selalu di beri uang ketika membantu Milla di pasar. Jadi sedikit demi sedikit Rusda bisa memberi uang kepada adiknya untuk jajan atau beli buku. Sedangkan biaya pondok gratis sebab Rusda menjadi ndalem di pondok.
Ketika sedang beberes sampai pukul 9 nan, Milla meminta Risti dan Rusda kembali ke pondok dan beristirahat sebab malam ini tidak ada tamu sama sekali hanya Habib dan kang Taufik sedang berbincang sambil ngopi
Milla hendak membuka laptopnya dan mengerjakan sesuatu. Tapi tak berselang lama suara pintu terbuka mengejutkan dirinya.
"kenapa Bib, jenengan butuh apa..? "Tak mungkin suaminya menghampiri dirinya jika tak ada tujuan
"Kamu sibuk tidak, saya laper tadi mau minta tolong ke kang taufik dan anak anak tapi ndak enak" jelas Haidar
"ndak repot,, mau makan apa tadi masih ada lauk masih bisa di panaskan bib..."Milla beranjak dsri duduknya dan menutup laptopnya. Milla sudah biasa dengan kebiasaan Haidar yang sering lapar di malam hari
"ndak mau,, kamu buatkan Mie ajalah sama telor sama sayur. Mumpung lagi dingin cuacanya..."
"Ndak mau nasi goreng aja bib, kalau mie terus Milla bisa dimarahin sama Mamah bib, jenengan kemarin sudah makan mie, sekarang mau makan lagi..."Jelas Milla, Milla pernah di marahi mamah Hanna sebab terlalu sering memasakkan Mie instan ke Haidar. Padahal itu permintaan Haidar sendiri. Haidar tipe orang yang gampang sakit jika kecapean atau sering mengalami sakit perut jika kebanyakan makan yang instan.
Jadi setelah kejadian itu ada hari tertentu Haidar boleh mengonsumsi mie dan yang terpenting adalah hanya Milla yang tau dimana letak mie itu. Haidar beberapa kali mencoba mencari tapi tak menemukan sebungkus mie pun. Memang benar jika wanita paling pintar menyembuhkan rahasia.
Milla segera beranjak dari tempat tidur dan segera menuju ke dapur sedangkan Haidar kembali ke depan
"Sudah matang belum..?" Ketika sedang asik memasak Milla dikejutkan dengan suara Haidar. Sungguh tidak sabaran
"Untuk minggu ini, ini yang terakhir ya bib makan mie instannya..." Milla memeringati
"Iya Iya berarti untuk seminggu sudah ndak makan lagi. Kamu pikir saya ini anak kecil apa yang gampang sakit perut..." Jawab Haidar dengan sedikit kesal
"emang gampang sakit perut, ndak ingat atau pura pura lupa" dalam Hati Milla
"Ya sudah saya ke kamar dulu, nanti kalau dah jadi kamu panggil saya " Haidar pamit
"Huff iya pergi ke kamar sana dari pada disini buat jantung tak aman bib.." lagi lagi Hati Milla yang berbicara berdekatan dengan Haidar membuat jantungnya tak aman
Sebelum Haidar kembali menghampiri kang taufik dan yang lain. Haidar kembali masuk ke dalam kamar hendak mengambil ponselnya. Ia tak sengaja melihat laptop Milla yang terbuka
"Pendaftaran Mahasiswa Baru... untuk apa Milla buka web ini, apa dia ingin melanjutkan kuliahnya.." Haidar penasaran ketika hendak mensecrol, Milla membuka pintu dan mengatakan jika makanannya sudah siap
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
makanya bib, tak kenal maka ta'aruf,,,
2024-08-04
0