Akhirnya dengan berbagai pertimbangan Adi menerima perkenalan ini. Jika di tanya bagaimana dengan Milla, Milla hanya menuruti ucapan dari orangtuanya saja.
Perkenalan mereka berjalan sangat singkat hanya membutuhkan waktu sekitar 3 minggu saja. Selama mereka ber ta'aruf tidak ada yang spesial sama sekali bahkan mereka tak punya nomor ponsel satu sama lain. Apalagi mereka memiliki pekerjaan yang sama sama di luar kota Haidar di Semarang dan Milla kembali ke Surabaya. Bahkan mereka berdua tidak menganggap bahwa perkenalan yang mereka lakukan serius. Mereka berdua mengira bahwa perkenalan ini tidak di lanjutkan. Milla sangat tau diri siapa dirinya, tidak mungkin ia harus mengemis ataupun memperjuangkan taaruf ini sendiri. Milla menyerahkan semuanya kepada sang pencipta.
Ternyata yang mereka pikirkan salah di minggu ke empat atas permintaan dari ustadz Abdul abi Haidar. Mereka harus segara melakukan pertunangan. Tentu keputusan ini tidak ada yang bisa membantah. Sekalipun itu Mamah Hanna. Apalagi Haidar, Haidar hanya bisa pasrah dan mencoba menerima.
Sedangkan Milla sendiri bingung hendak bereaksi seperti apa. Jika dulu dirinya pernah hendak dilamar dan Milla bisa menolaknya tapi entah kali ini Mila benar benar bingung dan memasrahkan kepada kedua orangtunya.
"Bagaimana Bu, kita masih ada waktu jika ingin membatalkan kan pertunangan ini" jangan dikira Adi menerima semua dengan senang.
"kenapa harus kita tolak Pak, mereka dari keluarga baik baik. Bukan hanya baik tapi meraka berasal dari keluarga yang derajatnya tinggi. Mungkin ini memang sudah takdirnya Milla pak. Setelah Milla menikah dengan bib Haidar Mila tak lagi di hina dan direndahkan oleh kakak kamu pak, dan yang membuat ibu yakin, beliau paham agama lalu apa yang bapak khawatirkan" Jelas Yuli panjang
" Iya tapi saat ini kita tak hanya membicarakan tentang derajat bu, tapi apakah mereka pantas untuk kita.. Kita dari keluarga yang sederhana. Sedangkan mereka dari keluarga terpandang. Apakah mereka bisa menerima Milla dengan baik.."
" lalu jika seperti itu apakah Milla tak pantas mendapatkan yang lebih baik pak, Milla adalah gadis yang memiliki prinsip kuat dan Milla juga Mandiri. Apa yang bapak khawatirkan, putri kita bukan seperti yang tetangga kita bayangkan mungkin yang mereka tau Milla hanya gadis biasa yang tak memiliki pangkat dan title sebab dia hanya seorang penjaga toko. Bapak harus tau, Milla tidak sepolos dan sediam itu. Hanya saja selama ini Ibu selalu meminta Milla untuk tetap diam dan membiarkan mereka berbicara sesuka mereka..."
Adi merasa tertampar dengan pernyataan istrinya. Memang benar Milla adalah putrinya yang sangat luar biasa. Gadis yang sangat berprinsip dan kuat. Pasti dia bisa menghadapi situasi yang Adi takutkan. Adi takut jika suatu saat nanti putrinya di rendahkan sebab tak memiliki derajat yang sama dengan keluarga calon suaminya.
"Bapak percayakan semua kepada gusti Allah semua yang terjadi sudah di gariskan. Ibu sudah berbicara dengan Milla dan dia memasrahkan semua kepada keputusan bapak" jelas Yuli
Di lain sisi di keluarga Haidar juga sempat terjadi perbedaan pendapat mengenai pernikahan Haidar dan Milla sebab mereka tak sekufu. Akhirnya pernikahan mereka telah disetujui.
Satu minggu kemudian setelah acara lamaran secara resmi langsung di lanjut ke acara pernikahan. Milla tak memiliki waktu untuk berpikir. Jujur pikirannya terlalu rumit sehingga ia tah bisa berpikir. Bahkan pengajuan cuti diuruskan oleh temannya.
Pernikahan di laksanakan di Jepara di rumah Milla. Sedangkan dari keluarga Haidar tidak bisa hadir semua sebab pernikahan mereka di gelar secara mendadak dan tertutup. Haidar mengucapkan ijab qobul di depan bapak Milla. Haidar ingin momen disaat seperti ini sangatlah mengharukan. Tapi ternyata tidak perasaan nya biasa saja dan semua terasa hambar. Walaupun Haidar berusaha menerima semuanya dengan ikhlas
Bahkan saat ini Haidar dan Milla belum dipertemukan. Terakhir mereka bertemu saat acara taaruf dan saat acara lamaran itupun Milla tidak di rumah, Milla sedang di Surabaya. Lagi pun acara lamaran juga sangat sederhana. Kabar pernikahan Milla dengan Haidar membuat gempar semua orang termasuk Keluarga Indah. Tetapi tidak bagi pengguna medsos. Mamah Hanna meminta semua kru dari Haidar untuk tak membuat postingan apapun tentang pernikahan Haidar dengan alasan privasi
Milla yang masih bingung hanya mengikuti arahan dari ibunya saja. Milla di dandani sangat cantik banyak yang terpesona dengan kecantikan Milla. Mereka taunya Milla gadis yang cuek dan tak pernah berdandan.
Milla diminta untuk segera keluar kamar untuk acara panggih manten. Tak seperti pernikahan Indah yang digelar mewah dan seru sebab ada banyak hiburan. Ketika akan keluar Milla meminta untuk memakai cadar supaya ia tak malu. Milla berjalan dengan menunduk di gandeng oleh ibunya, Haidar yang melihat Milla jujur terpesona tapi ia tak mau mengakui itu.
"Tuh kan Mah, abi bilang apa ke mama Milla tak kalah cantik sama para syarifah. Kadar kecantikan seseorang itu di ukur dari kecantikan lahir dan batinnya mah bukan dari garis keturunan.." ustadz Abdul berbisik ke istrinya. Bib Sihap dan Umi Zamani terharu dengan momen ini. Seperti yang mereka harapkan jika Mila tak kalah cantik dari para syarifah.
" Masyaallah Cantik ya kak syen istrinya bang Haidar.." kata Adik terakhir Haidar bernama Chana
"Cantikan juga Fah Shella dong na.." kata Syena santai sedangkan Chana kesal. Jujur Chana suka dengan Milla padahal ini pertama kali mereka bertemu langsung sebelumnya hanya melihat dari foto
Sedangkan Syena dulunya cukup dekat dengan Shella mantan tunangan Haidar jadi wajar ia masih berharap Haidar dan Shella bersama. Zaki yang mendengar adik perempuannya bertengkar segera menengahi dan mereka fokus kembali ke acara.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
oh ternyata ada keterpaksaan yang dirasa sama Haidar dan Milla, jadi mereka seperti berjarak selama menikah yah
2024-08-04
2
Uthie
lanjut 💪
2024-01-30
1