Bab. 16

Haidar memakan masakan yang di buatkan oleh Milla, entah kenapa ketika ia memasak sendiri dan di masakan rasanya nya berbeda. Lebih enak di masakkan.

"Monggo semuanya makan dulu..." Haidar

"nggeh monggo bib.." jawab mereka serempak

"enak ya bib kalau sudah nikah, misal lagi laper tengah malam pun ada yang masakin..." Kata salah satu teman Haidar sedangkan haidar hanya tersenyum

"iya mangkanya kamu segera menikah biar ada yang masakin kalau laper tengah malem. Cari istri yang bisa mengerti suaminya. Jaman sekarang banyak wanita yang menjalankan karir dan suami jadi ndak keurus. Itu juga yang biasa menjadi pemicu retaknya rumah tangga tapi ya ndak semua istri begitu. Sudah ah kenapa jadi ngomongin perceraian " jelas kang Taufik. Haidar membenarkan ucapan Kang Taufik

**********

Pagi sekali Milla sudah ke pasar untuk berbelanja di temani bu Umi dan kang Taufik sebab banyak yang harus dibeli. Kali ini Milla berbelanja banyak kebutuhan untuk acara Milad pondok. Sedangkan Haidar sudah sibuk di pondok setelah subuh. Haidar hanya menggunakan Hoodie dan sarung menambah ketampanannya. Bahkan banyak anak santri putri yang terkagum kagum

Acara yang dia adakan besok tapi hari ini ada bazar makanan dan barang. Milla adalah salah satu orang tersibuk sebab Haidar sudah menyerahkan semua urusan dapur ke Milla dan di bantu dengan Bu Umi.

Orang tua Haidar sampai di pondok setalah menempuh perjalanan yang lumayan lama sebab mereka berangkat dari Jakarta. Mereka memang tinggal tak menentu terkadang di Semarang ataupun di Jakarta tempat Hisyam kakak Haidar yang pertama tinggal.

Suasana pondok jadi semakin ramai sudah banyak anak yang mengikuti bazar bersiap siap. Apalagi mengetahui Ust Abdul datang beserta keluarga lainnya. Hisyam serta istri dan anaknya juga ikut serta jangan lupakan Zaki dan dua adik perempuannya Chana dan Syena. Haidar menyambut mereka dengan hangat, Haidar terkenal sangat dekat dengan ibunya. Semua memutuskan untuk bebersih dan beristirahat sebab hari masih pagi. Tinggal Mamah Hanna dan Ust Abdul yang masih duduk selonjor di depan ruang tamu.

"Istrimu mana Dar kok ndak kelihatan.." Tanya Ust Abdul melihat ke sekeliling tak menemukan Milla menyambut mereka

"Apa dia masih di kamar jam segini..." Tanya Mamah Hanna, seketika Mamah Hanna mendapatkan teguran dari Ust Abdul

"Iya mungkin saja kan Bi, barangkali dia masih lanjut tidur setelah subuh" Kata Mamah Hanna enteng.

"Milla tadi habis subuh pamitnya mau ke pasar mah" jawab Haidar singkat

"kok ndak kamu temani dia pasti belanja banyak dar, kamu ndak takut misal ada preman yang gangguin istri kamu, habis subuh masih petang dar " tanya Ust Abdul

"Abi ini gimana, Haidar ya sibuk ngurus disini lah bi, lagian Milla juga biasa ke pasar ngurus ruko nya Abi jadi dia sudah biasa dengan keadaan pasar.." Jawab Mamah Hanna

"Sudah sudah,,, tadi Milla tak minta berangkat agak siang bi, tapi katanya takut bahan yang di cari habis. Lagian tadi ada bu Umi sama kang Taufik jadi Milla ndak akan repot.." jelas Haidar, sesayang itu abi nya ke Milla

"Oh gitu, tapi bagaimana pun kamu tidak bisa memberikan tugas dapur ke Milla. Nanti kalau istri kamu kecapaian bagaimana. Abi sudah pingin gendong cucu lagi" secara tak langsung Ust Abdul menagih cucu ke Haidar

"Apa to abi ini, itu sudah ada si Lana putranya Bang Hisyam" Kata Haidar

"ponakan mu satu itu lagi bandel bandelnya sudah ndak mau di gendong dan di cium cium. Abi pingin bayi yang imut dan lucu" Jelas Abi Haidar memang benar Lana putra Hisyam memang agak aktif dan bendel sekaligus jahilnya minta ampun tapi dia sangat dekat dengan Haidar

Ketika meraka asik berbincang ada suara mobil berhenti dan ternyata itu Milla.

"Assalamualaikum..."

"Waalaikumsalam.."

Milla terkejut dengan kedatangan mertuanya. Milla benar benar belum bersiap sama sekali. Belum masak dan menyiapkan apapun, tadinya Milla akan memasak setelah pulang dari pasar tapi ternyata mereka datang pagi sekali

"Abi sama mamah sudah makan belum, Milla tak siap siap sebentar nggeh.. "Kata Milla tak enak pasti mertua capek setelah menempuh perjalanan lumayan jauh

"Sudah ndak usah kamu duduk dulu, nanti saja ke dapurnya, kamu gimana kabarnya Mill, jangan capek capek biar kamu sehat supaya Abi bisa dapet cucu lagi. Kalau pasar rame minta bantu yang lain supaya pekerjaan nya ringan..." Milla agak terkejut dengan permintaan Abi mertuanya dan Haidar hanya diam saja

"Ndak kok bi ndak capek. Alhamdulillah sekarang tambah rame tapi Milla di temani sama mbk mbk jadi ndak sendirian" jelas Milla

"Milla tak ke dapur dulu nggeh" lanjut Milla dan segera pergi ke dapur dari pada Ust Abdul bertanya macam macam

Milla menyiapkan berbagai macam makanan sebab keluarga suaminya semua datang. Hari sudah mulai agak siang mereka semua beralih kemeja makan.

Zaki, Chana dan Shena duduk di depan televisi sedangkan di meja makan ada Mamah Hanna ust Abdul Hisyam beserta Istrinya tak terkecuali Haidar meja makan sudah penuh. Milla mengambilkan makanan untuk suaminya.

"Kamu ndak makan Mill ayo ikut makan" Kata Ust Abdu inisiatif sebab ia melihat Haidar diam saja tau istrinya belum makan

"Nggeh nanti saja bi ini mau nyiapin yang lain dulu" Jawab Milla

"Iya Bi tugas Milla banyak banget lo sebagai tuan rumah acara besok harus lancar dan ndak boleh kurang satu apapun. Iya kan Na." Tambah Mama Hanna dan di jawab Anggukan oleh Hasna istri Hisyam. Hasna adalah salah satu yang tidak terlalu setuju jika adik iparnya yang sangat berharga mendapatkan istri seperti Milla yang bukan dari golongan yang sama dengan dirinya. Jadi sampai saat ini Hasna masih kurang bisa menerima Milla sama dengan mama mertuanya yang kurang setuju dengan Milla menjadi menantunya

"Lagian kan bagus Bi kalau Milla sendiri yang mengerjakan jadi bisa mantau sendiri supaya tidak ada kekurangan..." Tambah Hasna

"Kalian berdua memang cocok sama sama punya pemikiran yang sama. Misal Abi kembalikan ke kalian berdua bagaimana jika Abi dan Hisyam meminta kalian untuk mengatur dapur sendiri disaat ada acara besar. Kalau Abi ya ndak mau sebab Mama kamu istrinya Abi. Abi mau nya mama kamu nemani Abi, Menyambut tamu, mendampingi Abi. Bukannya selama ini seperti itu, kamu juga seperti itu na. Kamu hanya mendampingi suami kamu saja mana pernah kamu ikut repot di dapur" Jelas Abi panjang. Suasana jadi sedikit tegang sebab Ust Abdul sudah berbicara panjang lebar

...****************...

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

skak mat dari ayah mertua yah,,,

2024-08-04

0

Sondang Sartika Lumbanraja

Sondang Sartika Lumbanraja

berilmu tapi tak bermoral gila hormat semua

2024-06-13

1

Soraya

Soraya

paham agama tpi minim ahlak

2024-05-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!