Bab. 17

Haidar yang mendengar ucapan Abinya merasa tersindir, bukan Haidar yang meminta Milla. Tapi memang Milla seperti itu jika ada cara di pondok atau di rumah, Milla selalu mengasingkan diri dan lebih suka di dapur.

Milla yang melihat meja makan menjadi sangat canggung sebab membicarakan dirinya. Milla berinisiatif membawakan camilan yang ia buat kemarin malam supaya suasana kembali hangat

"Ini Milla kemarin malam buat puding jadi monggo dicicipi... " milla berusaha mencairkan suasana

"Dasar penjilat.." Gumam Hasna dan didengar Mama Hanna yang duduk disebelahnya

"Ayo semuanya monggo Bib zaki, Fah Chana Fah syena ayo dicicipi..." Milla membawa puding ke depan tv

"Umi Lana mau puding.." rengek Lana

"Haduh sebentar ya Lana tangan umi kotor umi masih makan.." Ucap Hasna ia juga melihat suaminya juga sedang makan

"Ayo sini sama om aja yukk.." kata Haidar

"Ndak usah Dar, kamu makan aja dulu. Biar kakak yang suapin, kakak cuci tangan dulu..."Hasna berdiri dari kursi dan Milla segera menghampirinya

"Fah Hasna lanjut makan saja ndak papa biar Milla yang suapin Lana.." Kata Milla Hasna sangat kesal dengan Milla yang terus saja mencari muka di depan mertua nya

"Tidak usah Mill biar saya saja yang suapin Lana, Lana kalau sama orang asing agak resek" kata Hasna

"Kamu lanjut makan Na, Biar Milla yang suapin Lana.." Titah Abi dan Hasna hanya mengangguk

Milla mengajak Lana makan di ruang Tv bersama dengan para adik iparnya

"Ate Lana mau puding.." Rengek Lana

"Iya sabar ya anak ganteng.." Mila menyendok puding dan menyuapkan ke Lana dan ajaibnya Lana diam dan menurut. Biasanya Lana akan makan dengan lari kesana kemari

"enak ndak puding buatan tante.."

"enak Ate.." Lana sembari menunjukkan jempolnya

"Mau dong di suapin sama Ate Milla.." Kata Zaki menggoda Lana

"ihh... Om Zaki ganggu sana ambil sendiri ini puding nya Lana.."

"Lana pelit..." Kata Zaki semakin menggoda Lana dan dijawab Lana dengan juluran lidah sungguh sangat menggemaskan.

Ketika menyuapi Lana tiba tiba kepala Milla menjadi sangat pening, entah kenapa kepalanya terasa pusing sedari kemarin. Mungkin belum makan pikir Milla. Milla berusaha mengembalikan kesadarannya dan tak ingin membuat kegaduhan.

*********

Sehabis Dzuhur Di pondok Cahaya Langit sangat ramai sebab bazar sudah hendak di mulai. Para santri bersiap masing masing. Kali ini bazar di bagi menjadi dua yaitu untuk santri putra dan santri putri. Jadi antara perempuan dan laki laki di pisah. Ketika semua sedang riuh tak lama ada dua mobil yang sangat bagus memasuki pekarangan bisa dipastikan jika mereka orang yang berada.

Kedatangan mobil ini cukup membuat semua perhatian teralihkan. Tak lama muncullah beberapa orang yang jika dilihat mereka bukan dari Indonesia. Mereka seperti keturunan Arab.

Mereka langsung di sambut oleh Mamah Hanna dan Hasna. Mereka di antar masuk kedalam ndalem.

"mbk Milla mbk Milla..!"Risti tergesa gesa menghampiri Milla yang sedang berkutat dengan adona kue

"Astaghfirullah ada apa mbk Risti kok ngos-ngosan gitu..?" Tanya Milla ikut panik ada apa ini pikirnya

"Mbk Mil kita harus siapkan jamuan untuk tamu nya mamah Hanna beliau minta ke Risti supaya memberi tau mbk Milla. Kata beliau suruh menghidangkan makanan, sebab mereka tamu dari jauh.." Jelas Risti ngos-ngosan, Risti panik sebab di dapur masih sibuk membuat kue kering untuk besok sedangkan untuk membuat makanan berat sepertinya Mbk Milla dan Bu Umi belum menyiapkan.

"Siapa to Ris yang datang.. Kok mamah Hanna segitunya. Ini baru jadi bumbunya aja.." Bu umi ikut kesal sebab di dapur sudah sangat kerepotan. Sedangkan Risti hanya geleng geleng kepala sebab ia tak tau

"Gini aja bu, tadi sayur nya sudah di bersihkan belum ya bu..? Kalau sudah dibersihkan di buat cap cai aja separuh bu, kan masak capcay ndak butuh waktu lama dan bumbunya simple. Di Kulkas masih ada bakso sapi sama sosis buat campuran" Jelas Milla Bu umi sudah mulai paham dengan perintah dari Milla

" sama goreng ayam dan ikan bu di bumbu kuning aja lebih simple " Milla menambahkan

"Kira kira kurang apa tidak ya mbk Mill takutnya mamah Hanna marah sebab jamuan terlalu sedikit" Kata Risti khawatir sebab Mamah Hanna suka jika menjamu tamu lauk dan pauknya beraneka ragam

"Aduh Ris itu dipikir nanti yang penting menu utama nya sudah terpikirkan" kata Bu umi segera menjalankan tugasnya. Sedangkan Milla berfikir benar juga, jika ada kekurangan mamanya pasti akan marah.

"Siapa wanita itu masyaallah cantik sekali.." Milla mengintip di baik gorden.

Setelah itu Milla ikut memasak bu Umi,.adonan kue nya diserahkan ke mbk ndalem hanya tinggal mencetak dan mengukus.

Di ruang Tamu semua keluarga termasuk Haidar juga di minta untuk datang oleh Mama Hanna. Untuk menyambut tamu dari Jakarta.

"Aduh kak Bella Masyaallah cantiknya, Syena ndak nyangka bisa ketemu langsung sama kak Bella" Kata Syena heboh

"Iya Alhamdulillah banget kamu juga cantik banget masyaallah Chana juga cantik. Kalau ingin ketemu kakak kenapa tidak ikut mamah Hanna waktu ke kantornya Bunda Hanum." Kata wanita bernama Bella

"Pingin banget kak tapi Syena sama Chana kan mondok jadi ndak bisa berpergian sewaktu waktu harus nunggu izin.."Jelas Syena

"Bi ini kenalkan namanya Bella dia ini adalah anak didiknya Hanum bi, Masyaallah cantik kan bi.." Mamah Hanna memperkenalkan kepada suaminya

"Iya pasti lah mah, anak didiknya Hanum pasti cantik cantik masyaallah.." mereka terkekeh bersama

"Oh iya iya... semoga lancar ya bisnisnya.." Abi tak terlalu mengerti dan lebih memilih mengobrol dengan suami Hanum. Apalagi Haidar ia hanya diam sambil menyimak Abinya berbincang.

Bella gadis keturunan arab yang tinggal sudah lebih dari 5 tahun di Indonesia bersama kakaknya dan kakaknya seorang vidio grafis. Ia sempat nomaden mulai dari Malaysia, Brunai dan yang terakhir di Jakarta dan ia betah tinggal di Jakarta. Bella adalah model baju islami sekaligus influence juga. Ia kerap membuat konten tentang kecantikan dan juga busana tentunya.

Bunda Hanum adalah salah satu pemilik butik yang sangat terkenal dan ia bekerja sama dengan Mamah Hanna jadi melalui Bunda Hanum lah Bella mengenal Mamah Hanna.

Mamah Hanna juga sering memperlihatkan foto foto Haidar, dan jujur saja ada rasa suka di hati Bella ketika melihat foto ataupun vidio tentang Haidar. Siapa yang tak menyukai Haidar. Seorang pemimpin majelis pemilik pondok termuda. Memiliki tatapan mata tajam dan berkharisma itulah kenapa Bella begitu menyukai Haidar. Serta memiliki adab yang luar biasa baik

Tapi ia cukup gengsi untuk sekedar mengirim pesan lewat medsos. Pada akhirnya mamah Hanna ingin dirinya mengunjungi pondok Cahaya Langit dan Bella benar benar bersedia untuk datang sebab ia tau pondok ini di jalankan oleh Haidar.

Dan sekarang disinilah dia di kediaman Haidar. Bella berusaha tidak menunjukkan sikap berlebihan ia takut Haidar akan ilfil. Jadi sebisa mungkin Bella menunggu momen yang tepat untuk bertegur sapa dengan Haidar.

...****************...

Terpopuler

Comments

Wahyu Suroso

Wahyu Suroso

tak semua orang berilmu tu punya adap .dan baik .contohnya ....ibu nya haidar ....sedang kan haidar pandai ilmu agama .tapi tak pandai jadi imam wanitanya

2024-11-10

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

sepertinya ibunya Haidar punya maksud tersembunyi yang sudah bisa ditebak deh

2024-08-04

0

Sondang Sartika Lumbanraja

Sondang Sartika Lumbanraja

dasar punya ilmu otak gatel

2024-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!