Haidar yang mendengar ucapan Abinya merasa tersindir, bukan Haidar yang meminta Milla. Tapi memang Milla seperti itu jika ada cara di pondok atau di rumah, Milla selalu mengasingkan diri dan lebih suka di dapur.
Milla yang melihat meja makan menjadi sangat canggung sebab membicarakan dirinya. Milla berinisiatif membawakan camilan yang ia buat kemarin malam supaya suasana kembali hangat
"Ini Milla kemarin malam buat puding jadi monggo dicicipi... " milla berusaha mencairkan suasana
"Dasar penjilat.." Gumam Hasna dan didengar Mama Hanna yang duduk disebelahnya
"Ayo semuanya monggo Bib zaki, Fah Chana Fah syena ayo dicicipi..." Milla membawa puding ke depan tv
"Umi Lana mau puding.." rengek Lana
"Haduh sebentar ya Lana tangan umi kotor umi masih makan.." Ucap Hasna ia juga melihat suaminya juga sedang makan
"Ayo sini sama om aja yukk.." kata Haidar
"Ndak usah Dar, kamu makan aja dulu. Biar kakak yang suapin, kakak cuci tangan dulu..."Hasna berdiri dari kursi dan Milla segera menghampirinya
"Fah Hasna lanjut makan saja ndak papa biar Milla yang suapin Lana.." Kata Milla Hasna sangat kesal dengan Milla yang terus saja mencari muka di depan mertua nya
"Tidak usah Mill biar saya saja yang suapin Lana, Lana kalau sama orang asing agak resek" kata Hasna
"Kamu lanjut makan Na, Biar Milla yang suapin Lana.." Titah Abi dan Hasna hanya mengangguk
Milla mengajak Lana makan di ruang Tv bersama dengan para adik iparnya
"Ate Lana mau puding.." Rengek Lana
"Iya sabar ya anak ganteng.." Mila menyendok puding dan menyuapkan ke Lana dan ajaibnya Lana diam dan menurut. Biasanya Lana akan makan dengan lari kesana kemari
"enak ndak puding buatan tante.."
"enak Ate.." Lana sembari menunjukkan jempolnya
"Mau dong di suapin sama Ate Milla.." Kata Zaki menggoda Lana
"ihh... Om Zaki ganggu sana ambil sendiri ini puding nya Lana.."
"Lana pelit..." Kata Zaki semakin menggoda Lana dan dijawab Lana dengan juluran lidah sungguh sangat menggemaskan.
Ketika menyuapi Lana tiba tiba kepala Milla menjadi sangat pening, entah kenapa kepalanya terasa pusing sedari kemarin. Mungkin belum makan pikir Milla. Milla berusaha mengembalikan kesadarannya dan tak ingin membuat kegaduhan.
*********
Sehabis Dzuhur Di pondok Cahaya Langit sangat ramai sebab bazar sudah hendak di mulai. Para santri bersiap masing masing. Kali ini bazar di bagi menjadi dua yaitu untuk santri putra dan santri putri. Jadi antara perempuan dan laki laki di pisah. Ketika semua sedang riuh tak lama ada dua mobil yang sangat bagus memasuki pekarangan bisa dipastikan jika mereka orang yang berada.
Kedatangan mobil ini cukup membuat semua perhatian teralihkan. Tak lama muncullah beberapa orang yang jika dilihat mereka bukan dari Indonesia. Mereka seperti keturunan Arab.
Mereka langsung di sambut oleh Mamah Hanna dan Hasna. Mereka di antar masuk kedalam ndalem.
"mbk Milla mbk Milla..!"Risti tergesa gesa menghampiri Milla yang sedang berkutat dengan adona kue
"Astaghfirullah ada apa mbk Risti kok ngos-ngosan gitu..?" Tanya Milla ikut panik ada apa ini pikirnya
"Mbk Mil kita harus siapkan jamuan untuk tamu nya mamah Hanna beliau minta ke Risti supaya memberi tau mbk Milla. Kata beliau suruh menghidangkan makanan, sebab mereka tamu dari jauh.." Jelas Risti ngos-ngosan, Risti panik sebab di dapur masih sibuk membuat kue kering untuk besok sedangkan untuk membuat makanan berat sepertinya Mbk Milla dan Bu Umi belum menyiapkan.
"Siapa to Ris yang datang.. Kok mamah Hanna segitunya. Ini baru jadi bumbunya aja.." Bu umi ikut kesal sebab di dapur sudah sangat kerepotan. Sedangkan Risti hanya geleng geleng kepala sebab ia tak tau
"Gini aja bu, tadi sayur nya sudah di bersihkan belum ya bu..? Kalau sudah dibersihkan di buat cap cai aja separuh bu, kan masak capcay ndak butuh waktu lama dan bumbunya simple. Di Kulkas masih ada bakso sapi sama sosis buat campuran" Jelas Milla Bu umi sudah mulai paham dengan perintah dari Milla
" sama goreng ayam dan ikan bu di bumbu kuning aja lebih simple " Milla menambahkan
"Kira kira kurang apa tidak ya mbk Mill takutnya mamah Hanna marah sebab jamuan terlalu sedikit" Kata Risti khawatir sebab Mamah Hanna suka jika menjamu tamu lauk dan pauknya beraneka ragam
"Aduh Ris itu dipikir nanti yang penting menu utama nya sudah terpikirkan" kata Bu umi segera menjalankan tugasnya. Sedangkan Milla berfikir benar juga, jika ada kekurangan mamanya pasti akan marah.
"Siapa wanita itu masyaallah cantik sekali.." Milla mengintip di baik gorden.
Setelah itu Milla ikut memasak bu Umi,.adonan kue nya diserahkan ke mbk ndalem hanya tinggal mencetak dan mengukus.
Di ruang Tamu semua keluarga termasuk Haidar juga di minta untuk datang oleh Mama Hanna. Untuk menyambut tamu dari Jakarta.
"Aduh kak Bella Masyaallah cantiknya, Syena ndak nyangka bisa ketemu langsung sama kak Bella" Kata Syena heboh
"Iya Alhamdulillah banget kamu juga cantik banget masyaallah Chana juga cantik. Kalau ingin ketemu kakak kenapa tidak ikut mamah Hanna waktu ke kantornya Bunda Hanum." Kata wanita bernama Bella
"Pingin banget kak tapi Syena sama Chana kan mondok jadi ndak bisa berpergian sewaktu waktu harus nunggu izin.."Jelas Syena
"Bi ini kenalkan namanya Bella dia ini adalah anak didiknya Hanum bi, Masyaallah cantik kan bi.." Mamah Hanna memperkenalkan kepada suaminya
"Iya pasti lah mah, anak didiknya Hanum pasti cantik cantik masyaallah.." mereka terkekeh bersama
"Oh iya iya... semoga lancar ya bisnisnya.." Abi tak terlalu mengerti dan lebih memilih mengobrol dengan suami Hanum. Apalagi Haidar ia hanya diam sambil menyimak Abinya berbincang.
Bella gadis keturunan arab yang tinggal sudah lebih dari 5 tahun di Indonesia bersama kakaknya dan kakaknya seorang vidio grafis. Ia sempat nomaden mulai dari Malaysia, Brunai dan yang terakhir di Jakarta dan ia betah tinggal di Jakarta. Bella adalah model baju islami sekaligus influence juga. Ia kerap membuat konten tentang kecantikan dan juga busana tentunya.
Bunda Hanum adalah salah satu pemilik butik yang sangat terkenal dan ia bekerja sama dengan Mamah Hanna jadi melalui Bunda Hanum lah Bella mengenal Mamah Hanna.
Mamah Hanna juga sering memperlihatkan foto foto Haidar, dan jujur saja ada rasa suka di hati Bella ketika melihat foto ataupun vidio tentang Haidar. Siapa yang tak menyukai Haidar. Seorang pemimpin majelis pemilik pondok termuda. Memiliki tatapan mata tajam dan berkharisma itulah kenapa Bella begitu menyukai Haidar. Serta memiliki adab yang luar biasa baik
Tapi ia cukup gengsi untuk sekedar mengirim pesan lewat medsos. Pada akhirnya mamah Hanna ingin dirinya mengunjungi pondok Cahaya Langit dan Bella benar benar bersedia untuk datang sebab ia tau pondok ini di jalankan oleh Haidar.
Dan sekarang disinilah dia di kediaman Haidar. Bella berusaha tidak menunjukkan sikap berlebihan ia takut Haidar akan ilfil. Jadi sebisa mungkin Bella menunggu momen yang tepat untuk bertegur sapa dengan Haidar.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Wahyu Suroso
tak semua orang berilmu tu punya adap .dan baik .contohnya ....ibu nya haidar ....sedang kan haidar pandai ilmu agama .tapi tak pandai jadi imam wanitanya
2024-11-10
0
Sugiharti Rusli
sepertinya ibunya Haidar punya maksud tersembunyi yang sudah bisa ditebak deh
2024-08-04
0
Sondang Sartika Lumbanraja
dasar punya ilmu otak gatel
2024-06-13
0