Bab. 19

Haidar Pov....

Aku tidak tau apa yang direncanakan oleh mama. Pada saat aku sedang sibuk sibuknya tiba tiba di minta untuk kembali ke rumah sebab ada tamu penting dan disinilah aku sekarang diantara tamu mama yang tidak aku kenal sama sekali. Kecuali Bunda Hanum dan suaminya.

Tapi gadis arab ini aku tidak mengenalnya dan ternyata kata Mamah dia adalah seorang influencer dan model. Pantas saja dari penampilan dan cara berpakaian nya begitu modis.

Aku merasa seperti patung hanya diam dan mendengarkan obrolan mereka. Pada saat Abi dan suami bunda Hanum pergi mamah tetap tak mengizinkan aku pergi. Untung saja ada Lana, setidaknya aku tidak terlalu bosa dan kaku.

Tiba tiba gadis ini memperkenalkan dirinya dan namanya adalah Bella dia duduk agak dekat dengan diriku. Dia membicarakan tentang pembuatan MV dia juga menawarkan agar kakaknya bisa membantu sebab kakaknya seorang vidio grafis

Tak lama aku melihat ada Milla datang dan membawakan makanan. Hari ini ia sedang sangat kerepotan dengan kesibukan di dapur.

Mamah meminta kami semua makan terlebih dahulu sebab abi dan suami bunda hanum masih ada di pondok. Aku yang melihat Milla hanya duduk di belakang tanpa menyiapkan makanan untukku. Entah kenapa jika sudah terbiasa di layani ketika harus mengambil sendiri rasanya tidak enak.

Aku memberi kode untuk mamah supaya mengambilkan makanan untuk diriku sebab dilain sisi aku juga malu jika ingin mengambil.

Jujur aku sedikit terkejut dengan keberanian gadis ini dia mengambil piring dan mengambilkan makanan untukku dan aku hanya membiarkan dia menyiapkan makanan.

"Sungguh tidak peka sekali di sini ada suaminya kenapa malah duduk di sana dan melayani yang lain sedangkan suaminya sendiri diabaikan..." Kata ku dalam hati

Aku mendengar mamah meminta Milla untuk membuatkan es segar dan aku juga meminta supaya di buatkan kopi. Entah mau apa Bella juga ikut pergi ke dapur, aku memutuskan untuk berpindah duduk di dekat gorden di dekat Milla, setidaknya aku akan memperkenal kan dia kepada bunda Hanum.

Tak berapa lama akhirnya muncul Bella dengan membawakan kopi dan di susul oleh Risti yang membawa minuman. Kemana Milla kenapa tidak dia yang antar...? Ketika aku bertanya kepada Risti dia mengatakan jika Milla sedang repot di dapur

Setelah beberapa saat yang membosankan akhirnya datang rombongan dari anak anak Hadroh dan dengan alasan itu aku bisa kabur dari keadaan yang tak nyaman ini.

Haidar Pov End

Rombongan anak anak Hadroh sudah sampai, mereka di arahkan menuju ke garasi mobil yang sudah di sulap menjadi ruang tamu. Majelis yang di pimpin oleh Haidar sudah termasuk grup majelis yang besar. Oleh sebab itu para anggota pun banyak berasal dari luar desa bahkan ada yang dari Semarang

Haidar menyambut mereka ramai sehingga suasana pun menjadi sangat ramai. Dan dengan merekalah Haidar bisa tertawa dengan lepas. Semua crew dari hadroh Cahaya Langit berkumpul dan di persilahkan untuk masuk.

"Za Reza minta tolong kasih tau mbk Milla supaya di siapkan jajanan.." Kata Haidar

"nggeh bib.." Reza berjalan kebelakang dan menemui Milla

Milla terkejut ketika anak Hadroh datang sekarang Milla pikir tadi mereka akan datang waktu sore menjelang magrib. Tapi Milla cukup lega sebab makanan juga sudah ada yang siap. Jadi tinggal menyajikan saja.

Milla mengantarkan camilan dan minuman ke garasi dengan di bantu oleh Reza

"Aduh Mbk Milla jangan repot repot.." Kata Ali salah satu vokalis

" Ndak repot lah,,, kalian juga kan butuh tenaga untuk acara besok. Jadi harus banyak makan.." Jelas Milla

" Kita kalau lagi kumpul mbk Milla pasti buat camilan enak enak takutnya nanti kita gendut semua mbk. Kasian Bib Haidar harus cari outfit kita lagi.." Canda salah satu anak Hadroh

"ekhmm" Haidar merasa di tak di hiraukan. Meraka malah asyik berbincang dengan Milla.

"Gayamu itu lo Outfit outfit, la cuma baju koko sama sarung kok. Kamu juga Li gayamu ndak mau merepotkan tapi kalau ndak di kasih apa apa protes katanya butuh camilan kalau lagi latihan. Dasar kalian ini..." Semua tertawa mendengar Haidar yang agak kesal. Bukan cuma anak Hadroh yang tertawa tapi Milla juga ikut tersenyum. Ia lebih suka suaminya seperti ini santai dan tak kaku.

"La gimana bib. Waktu belum ada mbk Milla kita kalau latihan cuma makan kuaci sama kerupuk pasir.. Tapi sekarang sejak ada mbk Milla kebutuhan kita jadi terpenuhi bib.." Sambung Ali

"eh enak saja kamu, saya sudah sering minta ke kalian, supaya kalian beli gorengan atau jajan yang lain. Tapi kalian sendiri yang minta kuaci sama kerupuk pasir. Katanya untuk menjaga suara kalian. Kok malah jadi fitnah.." Haidar menyahut tak kalah sengit

"Tapi Bib kalau untuk pemukul ya ndak papa to.." sahut anak hadroh lainnya. Suasana hangat membuat Haidar bisa menjadi diri sendiri. Hal seperti ini sudah menjadi hal yang biasa jika mereka sedang latihan. Tapi mereka akan profesional ketika sudang berlatih ataupun sedang ada acara

"Wes terserah kalian lah ya, Saya tak kedalam sebentar " Haidar melewati Milla begitu saja dan hanya kang Taufik yang tau jika mereka tak baik baik saja

"Sebentar ya,, mbk Milla permisi dulu..." Milla ke dapur meminta Risti untuk menyiapkan makanan

Dilain sisi, Bella yang mendengar ada orang tertawa tertawa merasa ingin tau dan berjalan ke depan. Ia melihat di garasi yang sudah di sulap menjadi ruang tamu sedang banyak orang. Bella tau salah satu vokalis yang terkenal bernama Ali. Tapi Bella tak menemukan adanya Haidar di sana. Bella memutuskan untuk kembali masuk dan ia tak sengaja melihat Milla masuk ke dalam salah satu kamar.

"Apa boleh seorang asisten rumah tangga masuk ke dalam kamar majikannya dan tadi dia menunjuk kamar itu adalah kamar Bib Haidar..." Kata Bella dalam hati

Sedangkan di dalam kamar Milla sedang mencarikan cas Hp suaminya.

" Kamu taruh dimana sih tadi Mill, saya kan sudah bilang jangan pindah pindahin barang" Haidar kesal. Entah kenapa ia merasa kesal dengan Milla. Apa mungkin hanya gara gara tak disiapkan makanan ia jadi kesal.

"Tadi Milla bereskan bib takutnya korslet" jelas Milla kenapa suaminya ini selalu marah marah

" Tapi kalau tadi ada kenapa sekarang tidak ada.."

Syena yang melihat kamar kakaknya terbuka dan sedang mencari sesuatu segera menghampiri

"Cari apa Bang..?? Oh iya tadi syena ambil cas di laci, syena mau ngomong ke Abang tapi Syena lupa" Kata Syena sembari menyodorkan cas

Haidar yang mendengar Syena yang mengambil casnya merasa bersalah sudah menuduh Milla. Sedangkan Milla hanya memutar bola matanya. Sedangkan Syena yang takut terkena amukan sang kaka akhirnya pergi

"Sudah ya bib itu kan sudah ketemu Milla mau ke Dapur dulu mau siapin makanan anak Hadroh" Milla ke luar dari kamar dan membantu mempersiapkan makanan. Haidar hanya mengangguk dan Milla pergi ke dapur

...****************...

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

jadi orang ko yah ga bisa mencairkan hati istrinya sendiri sih Dar,,,

2024-08-04

0

Soraya

Soraya

kadang kadang yg paham agama yg suka khilaf ya thor

2024-05-21

0

Dia Amalia

Dia Amalia

pnya suami gk peka y gt

2024-03-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!