Setelah siang ada acara temu manten, malamnya ada acara gambusan yang di sponsori Haidar sendiri. Suasana jadi semakin ramai dan hangat. sebab yang mereka lantunkan bukan musik sembarangan. Alunan yang lembut dan menyejukkan pendengaran.
Semua orang berkumpul di tempat yang sudah disediakan. Begitu juga dengan Milla, entah apa yang terjadi Milla dipanggil untuk menemui keluarga Bib sihap di ruang tamu pamannya. Milla di kenalkan dengan beberapa orang yang Milla tau itu ternyata orang tua Bib Haidar. Milla hanya diam dan tidak terlalu mendengarkan percakapan mereka.
Acara selesai dan Milla kembali ke Surabaya untuk bekerja begitu juga dengan Haidar yang sudah menjalankan rutinitas seperti biasa.
Tiga bulan kemudian....
Milla pulang ke rumah ketika ada acara haul kakeknya. Banyak guru guru yang bapaknya ia undang begitu pula dengan Bib Sihap. Di tengah padatnya jadwal beliau, beliau selalu menyempatkan diri ke rumah Adi bapak Milla.
Setelah acara selesai Bib sihap yang datang dengan istrinya mengutarakan keinginannya untuk meminta Milla berkenalan dengan ponakannya. Awalnya Adi mengiyakan dan menyerahkan semua ke Milla. Sedangkan Milla yang terkejut dengan penawaran bib Sihap hanya menurut apa kata bapaknya sebab pernyataan Umi Zamani tentang ibunya yang menangis ketika lamaran Indah.
Ternyata keesokan harinya keluarga dari bib Sihap datang. Mila yang kebetulan libur 2 hari jadi masih ada di rumah dan Milla tau apa yang terjadi di Rumah. Kemarin Milla sempat bertanya kepada bapaknya tentang taaruf yang di tawarkan oleh Bib Sihap dan kali ini Milla dengan tenang dan memasrahkan kepada bapaknya.
Sehabis Isya bib Sihap dengan istrinya umi Zamani datang dan Milla melihat dari jendela kamarnya ada seorang pria yang umurnya di bawah Milla. Milla berfikir bahwa pria itu yang akan di kenalkan kepadanya.
Semua orang duduk dan dengan persiapan seadanya Yuli menyajikan makanan dan cemilan. Sedangkan Milla yang di kamar.
"Maaf sekali kami jadi merepotkan. Sebenarnya memang maksudnya begini supaya kamu ndak usah beli beli Di..."Bib Sihap mengerti ketidak enakan Adi
"Haduhh maaf sekali nggeh, saya ndak menyangka jenengan datangnya sekarang. Saya pikir jenengan mengabari saya terlebih dahulu..." Kata Adi tidak enak
"ndak papa pak Adi Ndak usah repot repot..."Umi Zamani menenangkan
"Oh iya perkenalkan ini namanya Zaki, dia ini adiknya Haidar.." Kata Bib Sihap memperkenalkan ponakan satunya
Semua mengangguk dan Zaki tersenyum kepada mereka
"Oh iya bib, kalau boleh tau pria mana yang katanya jenengan kenalkan ke putri saya" Tanya Adi dengan lembut
"oalah iya sebenarnya dia masih di jalan tadi Di, dia nya ada acara jadi agak terlambat. Jadi tunggu sebentar lagi ya." jelas Bib Sihap
Semua berbincang dengan hangat sekitar sepuluh menit sedangkan Milla tak berani keluar kamar. Zaki orang yang sangat humble dan humoris langsung bisa ber interaksi dengan Lana adik Milla. Tak berapa lama ada mobil yang berhenti di pinggir jalan rumah. Sebab di halaman rumah penuh dengan mobil bib Sihap.
"Nahh ini yang ditunggu sudah datang..." kata Bib Sihap. Kepada dua sosok Reza dan juga Haidar
Adi dan Yuli terkejut dengan kedatangan mereka. Apa yang di maksud dengan keponakan Bib sihap adalah Haidar. Tapi Adi menepis pikiran tersebut. Adi melihat ke arah Reza yah Adi pikir yang akan dikenalkan dengan putrinya adalah Reza asisten Haidar.
Adi meminta Milla untuk keluar menemui mereka semua. Milla sebenarnya sangat enggan tapi bagaimana lagi. Yuli meyakinkan Milla bahwa semua akan baik baik saja.
Milla menyalami mereka semua Milla terkejut dengan kehadiran Haidar. Milla merasa dimana mana ada Haidar. Haidar melihat Milla sekilas dan menundukkan pandangannya.
Milla duduk di dekat ibunya tak ada persiapan apapun Milla menggunakan baju sederhana dan hijab instan.
"Seperti yang saya katakan kemarin Di. Saya ingin memperkenalkan ponakan saya ke Milla. Ndak usah buru buru dijalani saja dulu..." jelas bib Sihap
"Ehm iya bib, saya rasa umur ndak jadi masalah antara Milla dengan nak Reza walaupun umur Milla lebih tua dari Reza saya rasa ndak jadi acuan dalam berfikir..." kata Adi sedangkan Reza terkejut
"loh... bukan Reza Di, Reza masih kuliah ndak mungkin Reza buru buru menikah, Itu lo Di, masak kamu ndak kenal sama Haidar. Haidar kan keponakan saya, yang akan saya kenalkan kepada Milla adalah Haidar bukan Reza Di..." jelas Bib Sihap
Semua keluarga Milla mendadak syok dengan pernyataan bib Sihap. Adi seketika menolak permintaan Bib Sihap.
"Kenapa Di, biarkan mereka menjalani terlebih dahulu. Haidar itu orangnya baik insyaallah dia bisa menjaga dan membimbing Milla"
"Bukan seperti itu bib, saya mohon maaf yang sebesarnya mereka tidak sekufu, keluarga saya dan keluarga anda tidak sama. Kami dari keluarga orang biasa. Sedangkan anda dari keluarga mulia.." jelas Adi
"Syarat menikah itu yang penting dia islam dan lawan jenis Di, sekufu tak sekufu bukan menjadi syarat menikah Di" jelas bib Sihap
Sedangkan Haidar merasa sangat dongkol. Ia merasa sangat di tolak setelah tadi mati matian Haidar berusaha menerima perkenalan ini. Jika bukan karena permintaan pamannya Haidar jujur enggan. Apalagi setelah tau yang akan di perkenalkan kepada dirinya adalah Milla yang pernah ia temui. Haidar juga merasa jika Milla bukan gadis yang gampang di atur. Jadi Haidar merasa tidak bisa menerima perkenalan ini.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
oh awal mula hubungan mereka ga cair karena masing" punya asumsi sendiri
2024-08-04
1
thor
mengandung bawang🥲
2024-06-13
1
Soraya
salut bib Sihab
2024-05-21
1