Malam Hari di Pondok Cahaya Langit
Milla sebagai istri dari pemilik pondok seharusnya dia hanya menyambut para tamu. Tetapi Milla sadar akan posisinya saat ini. Apalagi perkataan Mamah Hannah yang sampai saat ini masih ia ingat.
"Mill Haidar sekarang itu lagi diposisi banyak yang menjadikan ia panutan entah itu para kaum adam ataupun kaum hawa. Terutama di medsos, ketika Haidar ada acara dengan ustadzah x banyak yang cemburu dan itu membuat Haidar sedikit terganggu dengan para penggemarnya. Jadi lebih baik kamu sedikit jaga jarak dengan Haidar ketika di tempat umum"
Ucapan Mamah Hanna yang selalu ia ingat. Itulah kenapa pernikahannya tidak di publish. Sedangkan Milla sendiri lebih senang menyembunyikan wajahnya ketika di luar dengan menggunakan masker.
"Mbk Milla kok masih disini ayo mbk ke depan. Biar pekerjaan ini saya sama yang lain yang ngurus mbk" Kata Risti sudah banyak tamu yang hadir tetapi Milla masih sibuk mengurus persiapan jamuan makan
"Sudah mbk Risti saya disini saja, Milla mau siapin ini dulu supaya ndak ada kekurangan" Jelas Milla
"Itu biar saya yang siapin mbk, mumpung saya sedang halangan jadi saya ndak ikut ndak papa mbk. Mending jenengan sama Rusda ke depan saja" Jelas Risti
"Gitu ya mbk, beneran ndak papa mbk Risti yang siapin..?" Milla merasa tidak enak dengan Risti sebab Tadi siang Haidar mengirim pesan agar Milla menyiapkan jamuan makan. Sebab setelah agenda rutinan akan dilanjut dengan Rapat pengurus dan siang tadi Haidar diberitahu kang Taufik ada beberapa penggemar yang datang dari jauh untuk mengunjugi Haidar.
"Waduhh ya ndak papa to mbk. Malah ini sebenarnya tugas saya dan mbk ndalem lainnya..." Jelas Risti
"Ya sudah Mbk saya sama mbk Rusda mau ke depan kalau seperti itu" Akhirnya Milla memutuskan untuk ikut ke depan tidak lupa ia juga menggunakan maskernya
"Mbk Milla kenapa to mbk kok ndak pernah buka masker, kenapa ndak pake cadar saja sekalian. Atau itu cuma buat nutupin aibnya ya mbk.." Tanya Nisa salah satu ndalem yang memang sedikit agak julid
"Huss kamu kalau ngomong hati hati Nis, saya tau bagaimana wajah mbk Milla dengan jelas dia memiliki wajah yang Maa sya Allah cantik dan lembut. Kamu kalau pingin liat wajah mbk Milla kamu liat wajah Mamah Hannah jangan asal kalau ngomong, udah lanjutin tugas kamu...."
"Iya mbk..." Jawab Nisa sekenanya dia juga adalah salah satu ndalem juga yang masih aliyah. Nisa ini teman dari Rusda tetapi memang Nisa agak sedikit menyebalkan orangnya.
Acara rutinan yang dimaksud adalah pembacaan Tahlil kemudian dilanjut membaca rotib dan sholawat. Semua santri laki laki dan perempuan berkumpul di sebuah aula, Yang memimpin acara tersebut adalah Haidar sendiri. Banyak jajaran pengurus serta ustadz dan ustadzah yang datang ke acara rutinan tersebut. Sejak majelis yang dipimpin oleh Haidar terkenal semua hal yang berkaitan dengan Haidar selalu di abadikan oleh penggemarnya. Haidar membacakan maulid dengan khidmat dan khusuk. Sungguh pria yang sangat diidamkan oleh para kaum hawa. Haidar dengan kemeja hitamnya serta peci putih membuat dirinya semakin berkharisma dan berwibawa.
Disisi samping ada seorang wanita yang tak kalah terpesona dengan ke ketampanan Haidar. Mungkin Yang akan menjadi istrinya adalah wanita paling beruntung di dunia. Tetapi kenyataannya tidak, hal itu membuat Milla cukup sedih ia lupa seperti apa pernikahan yang dia jalani. Benar wanita itu adalah Milla. Di saat seperti ini lah dia bisa puas memandang suaminya. Bahkan untuk kegiatan sehari hari pun ia tidak berani menatap suaminya padahal ia halal baginya. Ada hal yang tidak ingin Milla ungkapkan dan Milla ingin memendam itu sendiri. Ada ego yang Milla kedepankan, Milla tidak ingin dicap sebagai wanita yang memanfaatkan keadaan. Secara suaminya dari keluarga terhormat dan terpandang. Sedangkan dirinya adalah gadis biasa dari keluarga sederhana. Itulah kenapa Milla selalu bersikap seolah acuh terhadap suaminya. Tapi ada kalanya hatinya ingin egois. Milla ingin memperjuangkan apa yang dia pegang saat ini. Tapi ada sebuah batu yang sangat besar yang mengharuskan ia selalu mengurungkan niatnya...
"Pandanglah langit sebagai langit tetapi jangan sekali kali engkau ingin memeluknya, sekalipun langit itu berada tepat diatas mu. Bagaimana pun kamu tak akan bisa menjangkau luasnya langit "
Tak terasa Milla meneteskan air matanya sungguh yang bisa Milla lakukan hanya mengadu kepada sang pemilik Cinta...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
apa yah rahasia yang harus Milla tutupi sebenarnya,,,
2024-08-04
0
thor
ya ampun Milla, semoga Haidar bisa menyadari akan cinta mu itu ya🥺
2024-06-13
0
Maria Ulfa
apa mama Hanna ibu sambung Haidar ya kok mirip milla
2024-05-31
0