Bag. 5

Malam Hari di Pondok Cahaya Langit

Milla sebagai istri dari pemilik pondok seharusnya dia hanya menyambut para tamu. Tetapi Milla sadar akan posisinya saat ini. Apalagi perkataan Mamah Hannah yang sampai saat ini masih ia ingat.

"Mill Haidar sekarang itu lagi diposisi banyak yang menjadikan ia panutan entah itu para kaum adam ataupun kaum hawa. Terutama di medsos, ketika Haidar ada acara dengan ustadzah x banyak yang cemburu dan itu membuat Haidar sedikit terganggu dengan para penggemarnya. Jadi lebih baik kamu sedikit jaga jarak dengan Haidar ketika di tempat umum"

Ucapan Mamah Hanna yang selalu ia ingat. Itulah kenapa pernikahannya tidak di publish. Sedangkan Milla sendiri lebih senang menyembunyikan wajahnya ketika di luar dengan menggunakan masker.

"Mbk Milla kok masih disini ayo mbk ke depan. Biar pekerjaan ini saya sama yang lain yang ngurus mbk" Kata Risti sudah banyak tamu yang hadir tetapi Milla masih sibuk mengurus persiapan jamuan makan

"Sudah mbk Risti saya disini saja, Milla mau siapin ini dulu supaya ndak ada kekurangan" Jelas Milla

"Itu biar saya yang siapin mbk, mumpung saya sedang halangan jadi saya ndak ikut ndak papa mbk. Mending jenengan sama Rusda ke depan saja" Jelas Risti

"Gitu ya mbk, beneran ndak papa mbk Risti yang siapin..?" Milla merasa tidak enak dengan Risti sebab Tadi siang Haidar mengirim pesan agar Milla menyiapkan jamuan makan. Sebab setelah agenda rutinan akan dilanjut dengan Rapat pengurus dan siang tadi Haidar diberitahu kang Taufik ada beberapa penggemar yang datang dari jauh untuk mengunjugi Haidar.

"Waduhh ya ndak papa to mbk. Malah ini sebenarnya tugas saya dan mbk ndalem lainnya..." Jelas Risti

"Ya sudah Mbk saya sama mbk Rusda mau ke depan kalau seperti itu" Akhirnya Milla memutuskan untuk ikut ke depan tidak lupa ia juga menggunakan maskernya

"Mbk Milla kenapa to mbk kok ndak pernah buka masker, kenapa ndak pake cadar saja sekalian. Atau itu cuma buat nutupin aibnya ya mbk.." Tanya Nisa salah satu ndalem yang memang sedikit agak julid

"Huss kamu kalau ngomong hati hati Nis, saya tau bagaimana wajah mbk Milla dengan jelas dia memiliki wajah yang Maa sya Allah cantik dan lembut. Kamu kalau pingin liat wajah mbk Milla kamu liat wajah Mamah Hannah jangan asal kalau ngomong, udah lanjutin tugas kamu...."

"Iya mbk..." Jawab Nisa sekenanya dia juga adalah salah satu ndalem juga yang masih aliyah. Nisa ini teman dari Rusda tetapi memang Nisa agak sedikit menyebalkan orangnya.

Acara rutinan yang dimaksud adalah pembacaan Tahlil kemudian dilanjut membaca rotib dan sholawat. Semua santri laki laki dan perempuan berkumpul di sebuah aula, Yang memimpin acara tersebut adalah Haidar sendiri. Banyak jajaran pengurus serta ustadz dan ustadzah yang datang ke acara rutinan tersebut. Sejak majelis yang dipimpin oleh Haidar terkenal semua hal yang berkaitan dengan Haidar selalu di abadikan oleh penggemarnya. Haidar membacakan maulid dengan khidmat dan khusuk. Sungguh pria yang sangat diidamkan oleh para kaum hawa. Haidar dengan kemeja hitamnya serta peci putih membuat dirinya semakin berkharisma dan berwibawa.

Disisi samping ada seorang wanita yang tak kalah terpesona dengan ke ketampanan Haidar. Mungkin Yang akan menjadi istrinya adalah wanita paling beruntung di dunia. Tetapi kenyataannya tidak, hal itu membuat Milla cukup sedih ia lupa seperti apa pernikahan yang dia jalani. Benar wanita itu adalah Milla. Di saat seperti ini lah dia bisa puas memandang suaminya. Bahkan untuk kegiatan sehari hari pun ia tidak berani menatap suaminya padahal ia halal baginya. Ada hal yang tidak ingin Milla ungkapkan dan Milla ingin memendam itu sendiri. Ada ego yang Milla kedepankan, Milla tidak ingin dicap sebagai wanita yang memanfaatkan keadaan. Secara suaminya dari keluarga terhormat dan terpandang. Sedangkan dirinya adalah gadis biasa dari keluarga sederhana. Itulah kenapa Milla selalu bersikap seolah acuh terhadap suaminya. Tapi ada kalanya hatinya ingin egois. Milla ingin memperjuangkan apa yang dia pegang saat ini. Tapi ada sebuah batu yang sangat besar yang mengharuskan ia selalu mengurungkan niatnya...

"Pandanglah langit sebagai langit tetapi jangan sekali kali engkau ingin memeluknya, sekalipun langit itu berada tepat diatas mu. Bagaimana pun kamu tak akan bisa menjangkau luasnya langit "

Tak terasa Milla meneteskan air matanya sungguh yang bisa Milla lakukan hanya mengadu kepada sang pemilik Cinta...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

apa yah rahasia yang harus Milla tutupi sebenarnya,,,

2024-08-04

0

thor

thor

ya ampun Milla, semoga Haidar bisa menyadari akan cinta mu itu ya🥺

2024-06-13

0

Maria Ulfa

Maria Ulfa

apa mama Hanna ibu sambung Haidar ya kok mirip milla

2024-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!