Bab.18

Milla menghidangkan minum dan beberapa Jajanan sembari menunggu makanan utama di sajikan. Mila menaruh makanan dengan sangat hati hati supaya mama Hanna tak marah

"Ayo diicipi dulu makanannya..."Kata mama Hanna. Sedangkan Bella mengangguk dan tersenyum

"Mill makanan nya sudah mateng apa belum dari tadi kok ndak disajikan. Tamunya dari tadi nunggu tolong cepat sedikit, kasian mereka dari jauh." Bisik mama Hanna ke Milla. Milla hanya mengangguk dan segera pergi ke dapur

"Enak banget lo makanannya Fah Hanna.." Hanum mencicipi camilan

"Iya monggo di makan ini buatan anak anak di ndalem..." Jelas Mamah Hanna

Dilain sisi Bella sedang berusaha memulai pembicaraan dengan Haidar. Bella sudah sangat tidak sabaran mengajak bicara Haidar. Sebab Haidar dari tadi hanya diam sambil memangku keponakannya dan sesekali bercanda dengan Lana yang sedang bermain ponsel

"Bib salam kenal saya Bella.."Bella mengatupkan tangannya. Sedangkan Haidar hanya mengangguk

" Bib Haidar masih sering buat vidio lagu arab tidak bib...?"Tanya Bella untuk mencari topik

"Masih tapi kalau sekarang sudah jarang sebab jadwal majelis sangat padat.." Jawab Haidar

"kalau butuh sesuatu atau kesulitan bib Haidar bisa meminta bantuan kepada saya atau kakak saya mustofa kebetulan dia seorang Vidio grafer" Jelas Bella.

"Nah itu dia bib, Bib Haidar bisa langsung tanya tanya ke kak Mustofa" Kata Bella melihat kakaknya datang. Merasa namanya di sebut Mustofa bertanya ke Bella

"Ini lo kak bib Haidar kan biasnya buat Music Vidio jadi Bella merekomendasikan supaya tanya tanya ke kakak misal ada kendala." jelas Bella

"Oh gitu iya ndak papa santai saja bib" Sedangkan Haidar hanya mengangguk dan tersenyum

Beberapa menit kemudian Milla keluar membawa beberapa makanan di bantu oleh Risti. Milla menyajikan makanan dengan hati hati ia melirik suaminya yang sedang duduk cukup dekat dengan gadis keturunan arab yang ia tau namanya Bella

Mamah Hanna mempersilahkan semuanya untuk makan terlebih dahulu sebab suami dari Hanum masih diluar bersama Abi. Sedangkan Lana lari ke Uminya sebab waktunya tidur siang

Mamah Hanna meminta Milla untuk duduk di dekat gorden batas antara ruang tamu dengan ruang tengah supaya jika butuh sesuatu bisa langsung diambilkan.

"Kamu tadi sudah makan apa belum dar, sepertinya kamu belum makan. Ayo makan sekalian.." kata Mamah Hanna dan Haidar tak bisa menolaknya.

"Sini bib biar saya ambilkan..." kata Bella mulai mengambilkan nasi dan lauk padahal Haidar sudah menolaknya. Dihadapan pria lain mungkin Bella adalah wanita yang tak gampang perhatian dengan laki laki. Tapi dengan Haidar ia rela menurunkan Egonya supaya bisa dekat dengannya

"Oh yang masak mbk ini ya Fah Hanna, enak banget lo masakan nya" Milla hanya tersenyum dan Mamah Hanna juga

Sungguh sangat memprihatinkan jika melihat kondisi Milla saat ini. Di rumahnya sendiri seolah dirinya tak terlihat dan tak dianggap oleh mama mertuanya dan bahkan suaminya.

Jika tak ada ust Abdul Milla tak diperbolehkan melayani Haidar dan yang melayani adalah Mamah Hanna sendiri. Mamah Hanna selalu memberikan batasan kepada Milla.

Tapi sekarang ia melirik suaminya sedang dilayani oleh wanita lain selain saudara dan mamahnya. Jujur Hati Milla sedikit tersentil. Se bodoamatnya Milla pasti ada rasa ingin di kenal dan di akui bahwa ia adalah istri dari Haidar. Jika ditanya apakah ia merasa dianggap seperti pembantu di rumahnya sendiri..? Iya itu memang benar. Milla beberapa kali mendengar Bu Umi dan Risti yang iba dengan dirinya yang hanya dijadikan sebagai tukang masak dan tukang bersih bersih. Lebih parahnya lagi tanpa sebuah pengakuan status, siapa dirinya ini..? Dia hanya menjalankan apa yang tuhan rencanakan dengan cara bersabar dan berpasrah jika waktunya nanti Milla akan di gantikan oleh seseorang yang menurut mamah mertuanya lebih mulia dan tinggi derajatnya dibandingkan dirinya. Milla dengan ikhlas akan melepaskan Haidar.

Tanpa terasa Milla meneteskan air matanya dan ia segera menghapusnya. Ia melihat suaminya tanpa sedikit pun menoleh kepada dirinya

"Mill cepet buatkan es segar.. Jangan ngelamun.." Bisik Mamah Hanna dengan keras sebab Milla tak dengar.

"Tolong buatkan saya kopi sekalian.." kata Haidar ketika Milla hendak berdiri

"Mbk kalau boleh saya ikut ke dapur ya mbk.." kata Bella. Milla yang masih bingung dengan Bella hanya mengangguk saja

Milla berjalan beriringan dengan Bella.Tapi Bella dengan sangat pelan melihat sekeliling ruangan yang ia lewat i. Banyak foto Haidar yang terpasang, ada foto ketika Haidar kecil. Ada banyak miniatur moge yang di letakkan di almari hias

Milla yang menoleh kebelakang ternyata Bella masih di depan almari pajangan sedang melihat lihat. Milla segera menemui Risti dan meminta untuk di racikan es segar supaya tidak terlalu lama. Milla menghampiri Bella

"Mbk cari apa nggeh.." kata Milla

"oh tidak mbk, Bella hanya ingin melihat lihat saja.." jelas Bella, Bella tak menyangka bisa berada di rumah Haidar, sungguh ia sangat senang.

"Mbk namanya Siapa..? Trus disini sudah berapa lama mbk.." Tanya Bella

"nama saya Milla, saya disini baru kok mbk masih beberapa bulan.." jawab Milla

"ehm gitu. Mbk harus bersyukur bisa melayani dan bisa dekat dengan bib Haidar. Kalau boleh nih pingin juga kerja jadi pembantu nya Bib Haidar. Iya kan mbk" kata Bella

"Iya mbk ayo mbk katanya mau ke dapur..."Milla mengiyakan dan mereka berjalan ke arah dapur

"Iya Mill seorang pembantu, hanya pembantu.." kata Milla dalam Hati.

Milla melihat Bella mencampurkan kopi dan gula di dalam gelas dan gelas itu adalah gelas yang khusus di pakai Haidar.

"Dia sagat total ingin mendekati Bib Haidar.." kata Milla dalam Hati

"sudah jadi ya mbk ini biar saya bawakan saja kopinya.." kata Bella

"Haduh mbk jangan, jenengan kan tamu biar saya saja yang bawa.." kata Risti. Tapi Bella tetap ingin membawa kopi itu sendiri. Akhirnya Risti membawakan es dan Bella membawa kopi.

Diruang tamu Haidar berpindah duduk didekat gorden dekat mamahnya. Semua terkejut ketika Bella yang membawakan Kopi dan disusul Risti dengan teko es segar

"Haduh Bell jangan repot repot kan dibelakang banyak mbak ndalem,," kata Mamah Hanna

"ndak repot mah tadi sekalian saja Bella pingin buatin.."jawab Bella enteng

"Laiya Mantu idaman ini Fah.." kata Hanum menimpali. Bella yang malu di goda seperti itu akhirnya kembali duduk di tempatnya

"Milla kemana .."Singkat pertanyaan keluar dari bibir Haidar ketika Risti hendak beranjak

"Oh itu bib Mbk Milla sibuk buat adonan. Saya tak kembali ke dapur nggeh bib.."kata Risti ndak enak

Risti kembali ke dapur dengan kesal, ia merasa Bella bersikap seenaknya sendiri.

"kenapa lagi ris.." tanya Milla

"kesel aja saya mbk Mill, mbk tadi seenaknya sendiri" Milla melihat Risti kesal berusaha meredamkan dengan mengalihkan perhatiannya

"sudah dari pada kesel ndak ada gunanya ini lo bantu mbk Milla tuang ini.." Risti segera mengiyakan

Di Dapur cukup riuh suara penggorengan suara mixer juga beradu.

"Mbk Milla tadi di cari bib Haidar.." Hati Milla berdenyut. Risti berbicara di saat Milla mematikan Mixer. Jadi dengan sangat jelas ia mendengar perkataan Risti

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

tamu ko yah ga tahu malu, sksd banget tuh si Bella,,,

2024-08-04

0

Soraya

Soraya

bingung orang ngerti agama tpi punya etika Haidar kmu kok mau dilayani sm wanita yang bukan istri kmu 🤔🤔🤔

2024-05-21

0

Jeni Safitri

Jeni Safitri

Apa pantas haidar disebut ustad atau habib dia sibuk ceramah tentang dosa tapi tidak menyadari sudah berapa banyak dan besar dosanya yg dia buat, tidak memberi nafkah batin ke istri dan tidak mengakui, terus bagaimana dosa mamanya dan bpk nya yg seorg habib tidak bisa membimbing istri dan anaknya krn dia hanya diam tanpa menegur apa yg di buat istri dan anaknya, ngk mungkin dia ngk tau atau pura" ngk tau

2024-03-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!