Bag. 9

Acara dimulai dengan adanya sambutan sambutan. Tak lama semua jamaah yang hadir sangat heboh. Milla melihat dari pojok teras ternyata rombongan kelurga Hasyimi datang. Bohong jika Milla tidak tertarik dengan Haidar. Tapi bagaimanapun Milla menganggap jika perasaaan nya hanya kekaguman belaka sebab Haidar memang sedang menjadi idola bagi semua kalangan. Sedangkan Milla sadar siapa dirinya bahkan untuk berkhayal pun Milla tak berani.

Milla melihat Indah sedang berada di depan menyambut rombongan. Semua nampak berbondong bondong mendekat seketika suasana menjadi riuh.

Habib Haidar dan Habib Sihap segera menuju ke tempat yang di sediakan. Sedangkan para keluarga perempuan yang lain di persilahkan langsung menuju ke ruang tamu.

Benar saja seperti dugaan Yuli, anaknya itu sudah melipir entah kemana. Sedangkan sekarang sudah berkumpul keluarga dari Haidar dan Bib Sihap

"Silahkan Fah dicicipi jajanannya. Mohon maaf rumah nya sederhana jadi agak sedikit sempit."Sebagai tuan rumah Yuli berbasa basi. Para tamu tersenyum dengan keramahan Yuli. Sedangkan disebelahnya ada iparnya yang tak suka dengan Yuli

"Yul kamu dek belakang saja, ngecek semua jamuan apa sudah lengkap takut nya ada yang kurang" Kata kakak ipar Yuli ibu dari Indah

"Tapi mbk di dapur sudah siap semua. Sudah ada mbk mbk yang bantu jadi insyaallah aman" Kata Yuli walau bagaimanapun Yuli juga ingin duduk bersama dan kumpul bersama keluarga mulia ini.

"Yul ini kan rumah kamu. Kamu yang bertanggung jawab untuk semua jamuan bukan tetangga kamu" Jawab Ipar Yuli dengan sedikit sinis. Sedangkan Yuli hanya mengangguk dan undur diri

Sedangkan Milla sendiri tidak menggubris ucapan ibunya jika ia harus berada di dalam untuk membantu ibunya. Bukan tak ingin bantu tapi Milla benar benar malas dengan kehadiran Budhenya yang menyebalkan. Milla dengan khusuk mengikuti acara. Dengan sesekali merespon ocehan para keponakannya. Milla tak sadar jika dia sudah di perhatikan oleh Haidar.

"Oh gadis itu ternyata di sini juga" Batin Haidar dia sedikit tersenyum ketika melihat kedekatan Milla dengan para anak anak kecil di sekelilingnya. Haidar melihat Milla bersama beberapa anak kecil dan menganggap mereka adalah anak Milla

Acara selesai dan semua para tamu di perkenankan untuk ke ruang keluarga. Semua berkumpul di ruang kelurga mau tak mau Milla juga ikut bergabung sebab ibunya membutuhkan bantuan Milla. Semua berbincang dengan hangat, Milla terkesan dengan ibu dari Haidar beliau sangat ramah dan terlihat orang yang berprinsip.

"Loh itu Milla ya Di,,,,?"Tanya Bib Sihap yang mana membuat semua tertuju kepada Milla yang saat ini berada di sebelah sang ibu sedikit tertutup gorden

"Nggeh bib,,,"Kata Adi tumben putrinya ada yang menanyakan. Sedangkan Milla tersenyum kikuk plus malu karna semua memandangnya. Sedangkan di samping Bib Sihap ada Haidar yang berusaha melihat siapa itu Milla. Sebab pandangan Haidar tertutup setengah gorden yang menjuntai

"Heehh dar, liatin apa kok sampek segitunya di depanmu ada para gadis kok nyari yang nyelip nyelip" Canda Bib Sihap membuat Haidar Malu

Sedangkan yang di maksud gadis di sebelah Haidar adalah Indah yang berada di sebrang Haidar menatapnya dengan memuja.

"Laiya kok ndak pernah keliatan to Di. Sudah nikah belum,, ini lo ponakan saya juga belum nikah" Bib Sihap mencandai Haidar sedangkan Haidar tersenyum saja

"Ponakan saya belum nikah itu Bib. Milla itu ndak pernah di rumah Bib. Saya rasa sudah punya pacar dia cuma ndak pernah di bawa kenalan sama keluarga. Secara hidup di Surabaya pergaulannya sudah seperti di Jakarta. Anak saya ni lo bib Indah tolong jenengan kenalkan pria yang terbaik dan jenengan nggeh sampun kenal Indah" Sahut pamannya itu dengan nada sedikit mengejek. Sedangkan Milla sudah hendak angkat bicara tapi ibunya memegang tangannya

"pergaulan jaman sekarang sangat meresahkan apalagi di kota kota besar Nauzubillah semoga Keluarga saya di lindungi dari hal buruk Ya Allah" Kata Mamah Hannah dalam hati. Sedangkan Haidar hanya menyimak

"Begitukah Di, sepertinya putrimu ndak bakalan begitu. Saya liatnya mirip sama mamah nya Haidar kalau liat orang tatapannya tajam. Jadi mustahil kalau Milla seperti itu. Malahan kayaknya Pria pada takut dekat dengan Milla" Bib Sihap yang merasa ucapan dari kakaknya Adi tidak lah benar. Sihap mengenal bagaimana keluarga Adi dan sikap kakak kakak Adi yang merendahkan itu.

"Saya sebagai orangtua hanya bisa mendoakan nggeh Bib. Kalau dari Milla sendiri saya tanya sudah ada yang deket belum jawabnya belum. Insyaallah saya percaya sama anak anak saya. Mereka ndak bakal melakukan hal yang di luar norma. Walaupun mungkin mereka hanya bekerja di kantor swasta bukan di kantor kantor kedinasan" Adi sedikit tidak terima dengan ucapan kakaknya yang seperti menuduh putrinya tanpa bukti apapun. Tapi Adi berusaha meredam emosinya. Sebab tujuan hidup Adi hanya untuk benar di mata sang pencipta bukan benar di mata kakaknya yang selalu mengganggap dirinya salah

"Iya betul, mau bagaimanapun pendidikannya ataupun background keluarganya, jika dia tak memiliki adab yang baik. Semua akan sia sia saja" jelas Bib Sihap. Sedangkan Milla yang merasa di perbincangkan merasa sedikit tak nyaman. Lagi lagi Ibunya diminta oleh Budhe nya untuk ke dapur membuat es. Milla langsung mengambil alih tugas ibunya dan segera ke dapur.

"lagi pula saya menyerahkan semuanya kepada anak anak untuk masalah jodoh bib yang penting nantinya bisa membimbing ke jalan yang lebih baik. Saya ndak pernah mempermasalahkan latar belakang keluarga. Tapi kalau keluarganya seperti jenengan nggeh ngapunten Bib (Iya maaf Bib) kita sebagai orang ahwal ya sadar diri saja..." Canda Adi

"Ya enggak lah Di kita sebagai manusia ya sama saja..." Kata Bib Sihap

...****************...

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

sepertinya ibu sama bapak si Indah ngarep.com anaknya dipinang si Haidar sih ini mah,,,

2024-08-04

0

thor

thor

Paman apa itu yang merendahkan keponakan sendiri hanya untuk kepentingan pribadi cuih

2024-06-13

0

Uthie

Uthie

Nahhh... bener banget itu. percuma latar belakang bagus, kalo gak ada Adab... suka menjelekkan orang lain 😡

2024-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!