Bag. 2

Haidar bangun dari tempat tidurnya menuju ke kamar mandi dan segara menuju dapur. Pemandangan yang sudah biasa, meja makan penuh dengan menu makanan serta secangkir kopi hitam sudah tersaji. Haidar memandang makanan dengan tatapan yang sulit di artikan dan meminum kopi yang sudah disiapkan oleh Milla. Acara kemarin malam membuat dirinya kelelahan dan mengharuskan nya tidak sholat di masjid. Haidar segera mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Haidar berjalan ke depan teras rumah dan aktivitas cukup ramai walaupun hanya ada para ndalem yang tidak pulang sebab bulan ini sudah memasuki libur semester. Tetapi walau bagaimana pun Abi Haidar tetap memberikan privasi untuk mereka sehingga letak rumah haidar sedikit berjarak dengan area ponpes. Jadi ketika ada santri ndalem yang sedang bermain tidak menggangu Haidar ketika di rumah. Rumah yang asri dan berukuran cukup besar ini dulunya rumah yang ditempati oleh kedua orang tuanya. Sedangkan Haidar dan saudaranya mondok ditempat berbeda. Tetapi setelah menikah rumah itu sudah menjadi hak milik Haidar dan istri.

"Assalamualaikum bib..." Taufik menyapa Haidar yang mulai mendekati para santri ndalem. Haidar menjawab salam Taufik

"sudah sarapan bib kok sudah ngudut (ngerokok)" Tanya taufik sambil

"Belum kang, tadi sudah ngopi jadi ndak papa" canda Haidar

" Harus mulai di kurangi bib, jenengan harus jaga pola makan sama istirahat. Sebab bulan depan kita mulai jadwal ke luar kota bib" Jelas Taufik

"kalau masalah itu ndak perlu khawatir ini badannya tahan banting kok.." jelas haidar dengan tawa

"nggeh saya lupa sekarang ada mbk Milla yang ngurus ya bib" Taufik menggoda Haidar. Tidak banyak yang tau tentang pernikahan Haidar dan Milla. Bahkan yang tau dinginnya pernikahan mereka hanya Rusda dan Taufik saja

" Sudah to kang jangan mulai lagi..."

"oh iya Bib tadi saya ketemu Rusda di depan katanya mbk Milla sudah berangkat ke pasar habis subuh kalau ndak salah ada pesanan katanya"

"iya kang saya sudah tau..." Haidar berbohong pada kenyataannya Milla tidak memberi tau dirinya akan pergi kemana, tapi Haidar sudah menduga jika memang Istrinya itu pergi ke pasar. Setalah mereka berbincang akhirnya mereka mulai ikut bermain di lapangan bersama santri yang lain

Taufik adalah salah satu pengurus ponpes sekaligus orang yang mengurus Haidar waktu kecil. Taufik di minta untuk mendampingi kegiatan Haidar. Jadi semua jadwal dan kegiatan majelis yang mengurus adalah Taufik. Sedangkan Rusda adalah salah satu ndalem yang masih duduk di bangku aliyah. Ekonomi yang tidak mendukung membuat Rusda mengabdi di ndalem supaya tetap bisa mondok. Bahkan hanya dengan Rusda bisa berbicara bebas dan lepas. Sebab yang mereka tau Milla termasuk pribadi yang pendiam dan misterius.

***** Di Pasar****

Dengan semangat Milla melayani orang beli. Entah itu dalam jumlah sedikit atau banyak. Dia senang bisa bekerja walaupun hanya setengah hari saja, ketika pasar tutup Milla juga ikut menutup Toko.

Toko yang berukuran sedang dengan banyak nya stok barang terkadang membuat Milla kegerahan. Tapi Milla senang bisa dipercaya oleh Abi mertua nya untuk mengelola Toko sembako ini.

Dulu toko terdiri atas 2 ruko yang bersebelahan. Tapi karena keadaan Abi mertuanya yang kurang sehat mengharuskan nya mengurangi stok barang bahkan hampir gulung tikar.

"Mbk Milla mau ambil gula 3 duss sama kopi 10 renceng ya mbk" Salah satu pelanggan Milla

"Siap buk tambah apa lagi, mie nya ndak sekalian bu..?" Tanya Milla sembari mengambil beberapa renceng kopi

"iya udah deh mbk sekalian sama mie tapi yang kuah aja ya mbk yang goreng masih banyak soalnya 2 duss aja mbk" Milla segera mengambilkan pesanan yang diminta oleh pelanggan nya. Tidak banyak yang tau jika Milla adalah menantu dari Habib Muhammad abdul Al Hasyimi yang mereka tau Milla adalah pegawai dari Habib Abdul. Tetapi Abi Abdul ini terkenal dengan sebutan Ustadz sebab beliau adalah pengurus serta pengajar di ponpes ataupun perguruan tinggi.

"Ustadz Abdul gimana mbk kabarnya, dah lama ndak ke Jogja, katanya sempet drop sakit ya mbk sampek mau gulung tikar. Tapi alhamdulillah nya ada mbk Milla..." tanya Pelanggan perempuan itu

Sedangkan Milla hanya menanggapi dengan senyumannya dibalik masker yang ia gunakan

"nggeh buk Alhamdulillah beliau sudah sehat tapi sekarang masih di Semarang. Rezeki sudah ada yang ngatur bu jadi nggeh alhamdulillah ndak jadi gulung tikar..." Jelas Milla sembari mengepak barang yang dipesan

"sayang mbk Mill kalau ndak ada yang nerusin, semua putra putri beliau juga memiliki kesibukan sendiri. Apalagi sekarang Bib Haidar sudah banyak yang kenal dan majelis nya juga sudah sampai keluar kota. Apalagi menantu beliau yang pertama juga seorang syarifah ya pasti kegiatan di majelis lebih sering mbk Mill. Sungguh Masyaallah sekali keluarga beliau. Omong omong nih ya mbk Mill, saya denger kabar kalau Bib Haidar sudah mau nikah nggeh, kalah ndak salah sudah di jodoh kan dengan Syarifah Syella bener gak sih mbk Mill "

"saya ndak tau buk kalau itu...." Jawab Milla sekenanya saja

"Oalah kok bisa ndak tau to mbk, Mamah Hannah pinter kalau cari calon mantu. Kita yang orang biasa begini cuma bisa mengharap berkahnya saja ya Mbk Mill"

"Nggeh bu... " Jawab Milla dengan tersenyum

Setelah kepergian Ibu itu Milla duduk memakan sarapannya. Bukan satu kali dua kali ada yang bertanya seperti itu ke Milla. Semua orang membicarakan menantu Mamah Hanna serta calon istri untuk Bib Haidar dari kalangan orang terpandang dan terpelajar. Mungkin jika masalah itu Milla masih bisa bersaing tapi untuk masalah sekufu tidak akan bisa. Ketika ditanya orang sekitar siapa Milla sebenarnya dan ada hubungan apa dengan Keluarga Hasyimi, Milla selalu menjawab jika dia adalah orang yang diamanatkan untuk memegang toko tersebut. Tanpa menunjukkan identitas dirinya sebagai menantu dari keluarga Hasyimi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

apa si Milla istri yang disembunyikan yah

2024-08-03

0

Hanipah Fitri

Hanipah Fitri

masih nyimak sepertinya bagus

2024-04-25

1

Dia Amalia

Dia Amalia

mulai seru

2024-03-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!