Bag.8

Masih flashback.....

Haidar kembali ke pendopo dimana pamannya tinggal. Disitu banyak sekali orang yang masih ber bincang bincang. Entah itu dari keluarga atupun dari para anak hadroh lainnya. Mamah Hannah membawakan makanan untuk putra tercintanya itu

"Dar besok itu ada acara di deket sini dan kebetulan beliau itu yang ngurusin perbaikan sarana dan guru ngaji di pondok, tadi itu dia pesen ke paman katanya kamu juga diminta hadir jika tidak ada acara. Tadi beliau mau meminta kamu secara langsung tapi kamu tadi banyak yang ngrubutin jadi beliau nitip omongan ke paman" Jelas Bib Sihap, Bib Sihap juga mengelola pondok.

"Apa to Bib tadi Haidar mau jalan kesini susah sebab barengan sama bubar nya jamaah. Jenengan itu senengnya merendah padahal jenengan banyak digandrungi jamaah" Kata Haidar

"Ya endak lah. Bagaimana pun yang muda lebih menggoda dan mempesona" Canda bib Sihap sedangkan Haidar tertawa mendengar candaan pamannya

"jadi gimana bisa dateng apa ndak. Tapi ini acara desa biasa dar ndak seperti di lapangan. Ini cuma acara desa sama acara anak karangtaruna jadi kamu diminta untuk hadir sebagai tamu dar sama saya nanti tapi beliau juga mengundang keluarga kita sebenarnya" Tanya Bib Sihap

"ehm insyaallah bisa kayaknya bib. Haidar masih ada acara lusa jadi ndak papa. Sungkan kalau diundang ndak dateng walaupun hanya sebentar." jelas Haidar

"Ya sudah kita semua ikut saja ndak enak beliau juga kan dekat dengan keluarga kita..."

Keesokan harinya....

Di kediaman Pak Adi

Dari sehabis magrib sudah sangat ramai di Masjid Al Karim. Semua sangat antusias dengan adanya kedatangan habib Haidar yang memang sangat digandrungi.

Begitu juga di bagian dapur juga sangat sibuk menyiapkan jamuan untuk para tamu. Acara yang di gelar dalam rangka Haulnya Masjid Al Karim dan juga ada acara karang taruna juga.

"Mill nanti itu ada keluarganya Habib Sihap sama Habib Haidar jadi kamu nanti tolong bantuin di dapur atau paling endak kamu harus menjamu mereka jangan malah kabur cari jajan..." Kata Ibu Milla menasehati putrinya

"Buk Milla cari jajan juga bantu mbk mbk sama budhe budhe biar pada fokus masak sama siap siap jadi Milla bawa anak anak cari jajan gitu.." Jelas Milla

"Kamu ini bisa saja kalau di kasih tau Mill.." Kata Ibu Milla yang bernama Yuli

Mereka segera bersiap Yuli segera mengecek makanan sedangkan Milla kembali ke kamarnya untuk sedikit berdandan.

Milla mematut dirinya di depan cermin. Melihat dirinya di depan cermin tadi ibunya mengatakan Habib Haidar akan hadir. Entah kenapa hal itu membuat hati Milla sedikit berdesir. Tapi Milla paham itu hanyalah sebuah rasa kekaguman. Siapa yang tak kagum dengan sosok Haidar. Sosok laki laki yang sangat berwibawa, memiliki nasab Nabi di dalam dirinya. Memiliki akhlak yang luar biasa baik dan sopan. Jika ditanya dari mana Milla tau. Beberapa kali Milla mengikuti Medsos beliau dan beliau sering membagikan kebersamaan dengan sang Ibu dan saudara saudaranya.

Gadis yang memiliki nama lengkap Milla Rahma Salihin putri dari Hadi Rahmad Salihin. Milla lahir dari keluarga yang sederhana dan harmonis. Kedua orangtuanya selalu mengajarkan kepada Milla tentang kesederhanaan.

Milla di didik dengan baik oleh orangtuanya. Bisa dibilang Milla lahir di tengah keluarga yang memiliki pedoman agama yang kuat. Tapi Adi dan Yuli tetap memberi kebebasan anak anak nya untuk memilih apa yang mereka inginkan asalkan ibadah mereka tetap terjaga. Apalagi kakak dari Adi juga seorang ulama begitu juga putra putri mereka pasti lulusan dari pondok pondok terkenal. Hal ini yang membuat Kakak dari Adi selalu meremehkan kelurganya. Milla sendiri hanya seorang karyawan dari salah satu PT Prada yang bergerak di bidang pertokoan Dan Toserba. Sedangkan sepupunya lulusan dari campus dan juga bekerja di salah satu catatan sipil.

"Mill ayo kok ngelamun to. Kamu ndak ikut Indah ke depan jangan di kamar ndak enak nanti dipikirnya kamu ndak tau pekerjaan. Ada acara kok malah ngerem di kamar" Suara Yuli sang ibu membuyarkan lamunan Milla tentang Haidar. Yuli tidak ingin anaknya di bicarakan yang tidak tidak. Pada kenyataan nya putrinya itu sedikit membatasi diri dengan lingkungan sekitar. Tetapi yang tidak diketahui orang luar, Milla memang sengaja membatasi diri dengan tetangganya yang menurut Milla sedikit memuakkan. Mereka selalu membandingkan dirinya dengan Indah ataupun sepupu sepupu mereka yang lain dan pastinya mereka lebih hebat dari Milla dalam hal pencapain padahal sebenarnya Milla juga tak kalah sukses dari kelurga pamannya itu hanya saja Milla tak pernah sedikitpun mengumbar apa yang ia miliki.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

oh si Milla memang dari dulu sikapnya memang tertutup dan low profile yah, tapi banyak disalahpahami sih yah,,,

2024-08-04

2

Uthie

Uthie

Tau tuhhhh.. suka gitu emang. Sok pada lebih baik.... padahal yg paling dinilai itu adalah AKHLAK yg dimiliki 👍😡

2024-01-30

2

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!