Masih flashback.....
Haidar kembali ke pendopo dimana pamannya tinggal. Disitu banyak sekali orang yang masih ber bincang bincang. Entah itu dari keluarga atupun dari para anak hadroh lainnya. Mamah Hannah membawakan makanan untuk putra tercintanya itu
"Dar besok itu ada acara di deket sini dan kebetulan beliau itu yang ngurusin perbaikan sarana dan guru ngaji di pondok, tadi itu dia pesen ke paman katanya kamu juga diminta hadir jika tidak ada acara. Tadi beliau mau meminta kamu secara langsung tapi kamu tadi banyak yang ngrubutin jadi beliau nitip omongan ke paman" Jelas Bib Sihap, Bib Sihap juga mengelola pondok.
"Apa to Bib tadi Haidar mau jalan kesini susah sebab barengan sama bubar nya jamaah. Jenengan itu senengnya merendah padahal jenengan banyak digandrungi jamaah" Kata Haidar
"Ya endak lah. Bagaimana pun yang muda lebih menggoda dan mempesona" Canda bib Sihap sedangkan Haidar tertawa mendengar candaan pamannya
"jadi gimana bisa dateng apa ndak. Tapi ini acara desa biasa dar ndak seperti di lapangan. Ini cuma acara desa sama acara anak karangtaruna jadi kamu diminta untuk hadir sebagai tamu dar sama saya nanti tapi beliau juga mengundang keluarga kita sebenarnya" Tanya Bib Sihap
"ehm insyaallah bisa kayaknya bib. Haidar masih ada acara lusa jadi ndak papa. Sungkan kalau diundang ndak dateng walaupun hanya sebentar." jelas Haidar
"Ya sudah kita semua ikut saja ndak enak beliau juga kan dekat dengan keluarga kita..."
Keesokan harinya....
Di kediaman Pak Adi
Dari sehabis magrib sudah sangat ramai di Masjid Al Karim. Semua sangat antusias dengan adanya kedatangan habib Haidar yang memang sangat digandrungi.
Begitu juga di bagian dapur juga sangat sibuk menyiapkan jamuan untuk para tamu. Acara yang di gelar dalam rangka Haulnya Masjid Al Karim dan juga ada acara karang taruna juga.
"Mill nanti itu ada keluarganya Habib Sihap sama Habib Haidar jadi kamu nanti tolong bantuin di dapur atau paling endak kamu harus menjamu mereka jangan malah kabur cari jajan..." Kata Ibu Milla menasehati putrinya
"Buk Milla cari jajan juga bantu mbk mbk sama budhe budhe biar pada fokus masak sama siap siap jadi Milla bawa anak anak cari jajan gitu.." Jelas Milla
"Kamu ini bisa saja kalau di kasih tau Mill.." Kata Ibu Milla yang bernama Yuli
Mereka segera bersiap Yuli segera mengecek makanan sedangkan Milla kembali ke kamarnya untuk sedikit berdandan.
Milla mematut dirinya di depan cermin. Melihat dirinya di depan cermin tadi ibunya mengatakan Habib Haidar akan hadir. Entah kenapa hal itu membuat hati Milla sedikit berdesir. Tapi Milla paham itu hanyalah sebuah rasa kekaguman. Siapa yang tak kagum dengan sosok Haidar. Sosok laki laki yang sangat berwibawa, memiliki nasab Nabi di dalam dirinya. Memiliki akhlak yang luar biasa baik dan sopan. Jika ditanya dari mana Milla tau. Beberapa kali Milla mengikuti Medsos beliau dan beliau sering membagikan kebersamaan dengan sang Ibu dan saudara saudaranya.
Gadis yang memiliki nama lengkap Milla Rahma Salihin putri dari Hadi Rahmad Salihin. Milla lahir dari keluarga yang sederhana dan harmonis. Kedua orangtuanya selalu mengajarkan kepada Milla tentang kesederhanaan.
Milla di didik dengan baik oleh orangtuanya. Bisa dibilang Milla lahir di tengah keluarga yang memiliki pedoman agama yang kuat. Tapi Adi dan Yuli tetap memberi kebebasan anak anak nya untuk memilih apa yang mereka inginkan asalkan ibadah mereka tetap terjaga. Apalagi kakak dari Adi juga seorang ulama begitu juga putra putri mereka pasti lulusan dari pondok pondok terkenal. Hal ini yang membuat Kakak dari Adi selalu meremehkan kelurganya. Milla sendiri hanya seorang karyawan dari salah satu PT Prada yang bergerak di bidang pertokoan Dan Toserba. Sedangkan sepupunya lulusan dari campus dan juga bekerja di salah satu catatan sipil.
"Mill ayo kok ngelamun to. Kamu ndak ikut Indah ke depan jangan di kamar ndak enak nanti dipikirnya kamu ndak tau pekerjaan. Ada acara kok malah ngerem di kamar" Suara Yuli sang ibu membuyarkan lamunan Milla tentang Haidar. Yuli tidak ingin anaknya di bicarakan yang tidak tidak. Pada kenyataan nya putrinya itu sedikit membatasi diri dengan lingkungan sekitar. Tetapi yang tidak diketahui orang luar, Milla memang sengaja membatasi diri dengan tetangganya yang menurut Milla sedikit memuakkan. Mereka selalu membandingkan dirinya dengan Indah ataupun sepupu sepupu mereka yang lain dan pastinya mereka lebih hebat dari Milla dalam hal pencapain padahal sebenarnya Milla juga tak kalah sukses dari kelurga pamannya itu hanya saja Milla tak pernah sedikitpun mengumbar apa yang ia miliki.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
oh si Milla memang dari dulu sikapnya memang tertutup dan low profile yah, tapi banyak disalahpahami sih yah,,,
2024-08-04
2
Uthie
Tau tuhhhh.. suka gitu emang. Sok pada lebih baik.... padahal yg paling dinilai itu adalah AKHLAK yg dimiliki 👍😡
2024-01-30
2