Setelah acara semua selesai. Di teras rumah masih ramai dengan beberapa teman Haidar mereka berkumpul hanya untuk sekedar bernyanyi gambus dan berbincang bersama. Waktu menunjukkan pukul 2 dini hari Haidar memutuskan untuk masuk kedalam untuk beristirahat. Sedangkan diluar masih tampak ramai dengan beberapa pemuda tetapi mereka beralih ke sebuah ruangan sebelah teras yang biasa digunakan mereka berlatih Hadroh. Tak jarang pula mereka tertidur ditempat itu. Setelah Haidar menikah para teman Haidar tidak berani tidur di ruang tamu atupun teras. Kalau dulu mereka sudah terbiasa tidur di ruang tamu Haidar.
Di dalam kamar tidur Haidar melihat istrinya tertidur lelap dengan menggunakan piyama sederhana dan kerudung sederhana. Selama menikah sangat jarang sekali mereka berbincang di saat sebelum tidur. Jika pun mereka kedapatan masih belum tertidur pasti mereka akan segera membalikkan Badan masing masing dan tidur dengan diam tanpa ada obrolan yang tidak penting
"entah kenapa sangat sulit perjalanan kita Mil. Disaat aku ingin memperbaiki pernikahan kita tapi kenapa aku merasa jika kamu tidak perduli dengan pernikahan kita. Aku sudah berusaha menerima takdir yang di rencanakan oleh Allah. Tapi aku pun tak bisa membohongi diriku jika aku juga ingin memiliki pasangan yang sejalan dengan diriku" Haidar berucap di dalam hati sembari menatap wajah teduh istrinya
Kita Flashback ya.....
Haidar Pov...
Saat itu tepatnya beberapa bulan yang lalu, aku ada acara di tempat pamanku. Pamanku tinggal di jepara dan beliau juga seorang pemimpin majelis.
Kami beserta keluarga abah mamah dan juga beberapa saudara juga ikut di acara Harlah majelis.
Saat itu ada banyak tamu dan juga penggemar yang sudah bersiap dari siang untuk acara ini. Pamanku juga termasuk orang yang terkenal di medsos jadi banyak orang yang melakukan siaran langsung dan sudah bukan hal biasa lagi.
"Bib bisa kita minta foto bib,,," ada segerombolan ukhti dan aku mengiyakan ajakan mereka
"Sini saya yang foto kan" kata gadis yang menggunakan masker padahal ada Reza yang ingin memfoto kan kita
"Kamu ndak mau foto kah. Biar aku foto kan.." tanya temannya. Aku pikir memang dia ingi berfoto setelah mereka tapi ternyata dia menggelengkan kepalanya
"Nggeh terima kasih ya bib..." Kata mereka dan Haidar hanya tersenyum. Pandanganku beralih kearah gadis yang tak mau berfoto dengan diriku itu. Dia tampak cuek dan dingin jika dilihat dari kedua matanya
"Jadi cewek kok flat banget, ndak ada ramah ramahnya minimal senyum lah " kata ku di dalam hati, biasanya siapa pun yang menyapa diriku selalu bersikap ramah sebab aku sendiri selalu memperlakukan orang lain dengan ramah
Acara dimulai dengan penuh khidmat. Sebelum aku naik ke atas panggung. Aku melihat ke sekitar para jamaah dan subhanallah ramai sekali. Ketika di atas panggung aku bersama paman Sihap al Hasyimi berada ditengah panggung. Ketika acara dimulai aku sedikit lebih santai sebab paman Sihap yang memimpin solawat dan aku hanya menjadi backing dari beliau. Tatapan ku tertuju kepada gadis tadi beserta temannya duduk di barisan belakang anak hadroh sepertinya mereka ini berasal dari daerah sini. Lagi lagi fokus ku kepada dia yang hanya menatap Bib Sihap saja. Sedangkan para temannya sibuk mem vidio.
"sungguh langka biasanya para ukhti berusaha untuk mendekat ataupun mem vidio setidaknya mereka tersenyum kepada ku. Dah lah namanya juga manusia pasti ada yang suka dan ada yang tak suka" Dalam hatiku
"Kamu merhatiin siapa jangan ngelamun.." kata Bib Sihap mengagetkan diriku sedangkan diriku hanya tersenyum bib sihap juga mengikuti arah pandangku ke pada para gadis yang berjejer di belakang anak Hadroh
Acara sudah selesai sampai jam set 12 dan para jamaah menginginkan gambusan bersama. Akhirnya yang gambusan adalah aku, sebab Bib Sihap harus menemui tamunya di dalam.
Aku turun ke dari panggung dan duduk diantara anak Hadroh. Para anak remaja putra dan putri ramai dan riuh sekali. Aku duduk agak kebelakang dan aku tak menyadari jika dibelakang ku pas adalah gadis tadi. Jujur aku tak tau jika ada dia belakangku. Sebab semua ramai dan aku duduk juga sekenanya.
"Ih kamu beruntung dia di depan kamu lo, Tolong dong kamu ambil Vidio dari situ" kata Salah satu wanita
"Ha.. !! maaf kamu kalau mau ambil vidio monggo disini saya mau kesana" gadis itu berbicara. Aku menoleh kebelakang mencarinya ternyata dia sudah tidak ada
Haidar Pov end...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
oh di sini awal mula mereka ketemu yah swbelum menikah
2024-08-04
1
Hanipah Fitri
kenapa Haidar .alah nunggu istri nya yg mulai, padahal .mereka satu kamar tapi saling memunggungi
2024-04-25
1
Uthie
Oalah.. udah ada perhatian dari awal tohhh 🤭😁
2024-01-30
1