Bag. 7

Setelah acara semua selesai. Di teras rumah masih ramai dengan beberapa teman Haidar mereka berkumpul hanya untuk sekedar bernyanyi gambus dan berbincang bersama. Waktu menunjukkan pukul 2 dini hari Haidar memutuskan untuk masuk kedalam untuk beristirahat. Sedangkan diluar masih tampak ramai dengan beberapa pemuda tetapi mereka beralih ke sebuah ruangan sebelah teras yang biasa digunakan mereka berlatih Hadroh. Tak jarang pula mereka tertidur ditempat itu. Setelah Haidar menikah para teman Haidar tidak berani tidur di ruang tamu atupun teras. Kalau dulu mereka sudah terbiasa tidur di ruang tamu Haidar.

Di dalam kamar tidur Haidar melihat istrinya tertidur lelap dengan menggunakan piyama sederhana dan kerudung sederhana. Selama menikah sangat jarang sekali mereka berbincang di saat sebelum tidur. Jika pun mereka kedapatan masih belum tertidur pasti mereka akan segera membalikkan Badan masing masing dan tidur dengan diam tanpa ada obrolan yang tidak penting

"entah kenapa sangat sulit perjalanan kita Mil. Disaat aku ingin memperbaiki pernikahan kita tapi kenapa aku merasa jika kamu tidak perduli dengan pernikahan kita. Aku sudah berusaha menerima takdir yang di rencanakan oleh Allah. Tapi aku pun tak bisa membohongi diriku jika aku juga ingin memiliki pasangan yang sejalan dengan diriku" Haidar berucap di dalam hati sembari menatap wajah teduh istrinya

Kita Flashback ya.....

Haidar Pov...

Saat itu tepatnya beberapa bulan yang lalu, aku ada acara di tempat pamanku. Pamanku tinggal di jepara dan beliau juga seorang pemimpin majelis.

Kami beserta keluarga abah mamah dan juga beberapa saudara juga ikut di acara Harlah majelis.

Saat itu ada banyak tamu dan juga penggemar yang sudah bersiap dari siang untuk acara ini. Pamanku juga termasuk orang yang terkenal di medsos jadi banyak orang yang melakukan siaran langsung dan sudah bukan hal biasa lagi.

"Bib bisa kita minta foto bib,,," ada segerombolan ukhti dan aku mengiyakan ajakan mereka

"Sini saya yang foto kan" kata gadis yang menggunakan masker padahal ada Reza yang ingin memfoto kan kita

"Kamu ndak mau foto kah. Biar aku foto kan.." tanya temannya. Aku pikir memang dia ingi berfoto setelah mereka tapi ternyata dia menggelengkan kepalanya

"Nggeh terima kasih ya bib..." Kata mereka dan Haidar hanya tersenyum. Pandanganku beralih kearah gadis yang tak mau berfoto dengan diriku itu. Dia tampak cuek dan dingin jika dilihat dari kedua matanya

"Jadi cewek kok flat banget, ndak ada ramah ramahnya minimal senyum lah " kata ku di dalam hati, biasanya siapa pun yang menyapa diriku selalu bersikap ramah sebab aku sendiri selalu memperlakukan orang lain dengan ramah

Acara dimulai dengan penuh khidmat. Sebelum aku naik ke atas panggung. Aku melihat ke sekitar para jamaah dan subhanallah ramai sekali. Ketika di atas panggung aku bersama paman Sihap al Hasyimi berada ditengah panggung. Ketika acara dimulai aku sedikit lebih santai sebab paman Sihap yang memimpin solawat dan aku hanya menjadi backing dari beliau. Tatapan ku tertuju kepada gadis tadi beserta temannya duduk di barisan belakang anak hadroh sepertinya mereka ini berasal dari daerah sini. Lagi lagi fokus ku kepada dia yang hanya menatap Bib Sihap saja. Sedangkan para temannya sibuk mem vidio.

"sungguh langka biasanya para ukhti berusaha untuk mendekat ataupun mem vidio setidaknya mereka tersenyum kepada ku. Dah lah namanya juga manusia pasti ada yang suka dan ada yang tak suka" Dalam hatiku

"Kamu merhatiin siapa jangan ngelamun.." kata Bib Sihap mengagetkan diriku sedangkan diriku hanya tersenyum bib sihap juga mengikuti arah pandangku ke pada para gadis yang berjejer di belakang anak Hadroh

Acara sudah selesai sampai jam set 12 dan para jamaah menginginkan gambusan bersama. Akhirnya yang gambusan adalah aku, sebab Bib Sihap harus menemui tamunya di dalam.

Aku turun ke dari panggung dan duduk diantara anak Hadroh. Para anak remaja putra dan putri ramai dan riuh sekali. Aku duduk agak kebelakang dan aku tak menyadari jika dibelakang ku pas adalah gadis tadi. Jujur aku tak tau jika ada dia belakangku. Sebab semua ramai dan aku duduk juga sekenanya.

"Ih kamu beruntung dia di depan kamu lo, Tolong dong kamu ambil Vidio dari situ" kata Salah satu wanita

"Ha.. !! maaf kamu kalau mau ambil vidio monggo disini saya mau kesana" gadis itu berbicara. Aku menoleh kebelakang mencarinya ternyata dia sudah tidak ada

Haidar Pov end...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

oh di sini awal mula mereka ketemu yah swbelum menikah

2024-08-04

1

Hanipah Fitri

Hanipah Fitri

kenapa Haidar .alah nunggu istri nya yg mulai, padahal .mereka satu kamar tapi saling memunggungi

2024-04-25

1

Uthie

Uthie

Oalah.. udah ada perhatian dari awal tohhh 🤭😁

2024-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!