Milla segera pulang ketika hari sudah siang. Bahkan tidak ada satu pun pesan dari Haidar. Mungkin jika pasangan normal lainnya akan saling mencari dan mengirim pesan. Tapi tidak dengan mereka Milla sibuk dengan kegiatannya begitu juga dengan haidar.
Milla sampai di rumah dan halaman rumah sangat ramai dengan motor yang terparkir di depan halaman. Milla melihat dari kejauhan banyak teman Haidar yang sedang berkumpul. Sepertinya mereka sedang membahas jadwal Majelisan. Dulu sebelum menikah rumah ini memang sangat sering dijadikan tempat untuk berkumpul walaupun sekarang iya tetapi sejak Haidar menikah tempat berkumpul mereka di sebelah teras yang sangat asri sebab mereka tau Haidar sudah memiliki istri jadi mereka sudah tidak lagi sembarangan keluar masuk rumah tersebut.
Milla masuk ke rumah melalui pintu samping. Tubuh nya sangat lelah dia ingin segera mandi dan sholat dhuhur setelah itu istirahat sebentar.
Langkahnya terhenti setelah melihat ternyata Haidar berada di dalam kamar sedang mengambil notepad nya.
"Sudah pulang,,,,, apakah kamu tak punya ponsel hanya sekedar memberi tau kamu pergi kemana walaupun mungkin aku tau kamu pergi kemana. Kenapa setiap kali aku ajak bicara selalu saja seperti kamu tidak pernah mengganggap aku, ingat walau bagaimana pun aku suami kamu dan kamu harus patuh terhadapku" Tanya Haidar sedikit kesal sebab dia sedikit tersinggung atas pernyataan kang Taufik tentang Milla yang menitipkan pesan kepada Rusda.
Haidar merasa dirinya sudah sangat tidak dihargai. Setidak nya jika dia pergi tanpa berpamit sudah tidak perlu menitipkan pesan kepada orang lain. Kenapa ia tak memberikan pesan lewat ponsel. Yang membuat Haidar kesal Milla seolah tidak menganggapnya ada dia berbicara tapi Milla hanya diam sembari membongkar isi tas nya yang berisi catatan penjualan hari ini.
"Jenengan ndak salah apa bib..? Bukannya selama ini Milla selalu kirim pesan ke ponsel jenengan tapi jenengan kan ndak bisa balesi sebab jenengan sibuk. Tadi saya berangkat pagi sekali tapi jenengan masih tidur saya ndak berani hanya sekedar membangunkan jenengan untuk berpamitan" jelas Milla agak panjang
"Setidaknya ndak usah ngomong ke yang lain. Kamu mau nunjukin gimana ndak beres nya rumah tangga kita. Kamu mau buat saya malu dengan ketidak patuhan kamu. Saya juga pingin Mil punya istri yang manut dan ndak banggel kalau dikasih tau.." Haidar tersulut tidak biasanya Milla berani menjawab dia selalu menjawab dengan kata nggeh atau iya atau ndak hanya itu saja. Milla mendengar kata Banggel (tidak patuh) hanya bisa menghela nafas
"Milla boleh ngomong ndak bib...? Kalau jenengan tau, jadi Milla itu selalu serba salah. Milla selalu patuh dengan jenengan apapun yang jenengan minta Milla selalu usahakan. Bahkan semua yang Mamah Hannah mau selalu Milla laksanakan. Milla ndak boleh ini dan boleh itu Milla selalu turuti padahal Milla berhak untuk melakukan itu. Bahkan untuk masalah sepele seperti ini kenapa jenengan marah. Milla juga pingin bib punya suami yang bisa mengerti istrinya. Tapi Milla sadar siapa Milla ini Milla hanya perlu menunggu kapan waktunya Milla selesai melayani jenengan bib. itu saja.." Diakhir kalimat Milla merasa tak sanggup mengatakannya. Baru kali ini Milla berbicara panjang, ada satu hal yang dia baru tau tentang Syarifah Syella
"Maksud kamu apa...? Selama ini yang ndak bisa dimengerti itu kamu Mill. Kenapa waktu itu kamu mau menerima lamaran Abi dan paman jika pada akhirnya kamu mengeluh tentang saya yang tidak bisa mengeti kamu. Kita sudahi saja berbicara kita, selalu akan seperti ini jika kita berbicara." Kata Haidar menyudahi perbincangan ini. Selalu saja ketika Haidar ingin memulai berbicara pasti akan menjadi perdebatan
(Nggeh bib pada akhirnya tetap Milla yang salah bib. Milla yang ndak ngaca ini mau menerima lamaran Abi dan paman...) kata Milla dalam hati. Setelah itu Haidar pergi keluar dan Milla segera menyelesaikan menghitung penghasilan tadi pagi
Jika ditanya kenapa Milla ndak nangis atau meratapi nasibnya jawaban nya percuma. Semau yang terjadi sudah ditakdirkan. Milla adalah tipe cewek yang tak perlu memikirkan semua nya berlarut larut. Dia hanya perlu bersabar dan menjalani apa yang terjadi dengan ikhlas walaupun terkadang ia juga mengeluh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
kira" kenapa yah ayah mertuanya si Milla menjodohkan sama putranya,,,
2024-08-03
0
Dee Nur
relate banget di kehidupan nyata
2024-07-03
0
thor
yang sabar ya milla
2024-06-13
0