Bag.3

Milla segera pulang ketika hari sudah siang. Bahkan tidak ada satu pun pesan dari Haidar. Mungkin jika pasangan normal lainnya akan saling mencari dan mengirim pesan. Tapi tidak dengan mereka Milla sibuk dengan kegiatannya begitu juga dengan haidar.

Milla sampai di rumah dan halaman rumah sangat ramai dengan motor yang terparkir di depan halaman. Milla melihat dari kejauhan banyak teman Haidar yang sedang berkumpul. Sepertinya mereka sedang membahas jadwal Majelisan. Dulu sebelum menikah rumah ini memang sangat sering dijadikan tempat untuk berkumpul walaupun sekarang iya tetapi sejak Haidar menikah tempat berkumpul mereka di sebelah teras yang sangat asri sebab mereka tau Haidar sudah memiliki istri jadi mereka sudah tidak lagi sembarangan keluar masuk rumah tersebut.

Milla masuk ke rumah melalui pintu samping. Tubuh nya sangat lelah dia ingin segera mandi dan sholat dhuhur setelah itu istirahat sebentar.

Langkahnya terhenti setelah melihat ternyata Haidar berada di dalam kamar sedang mengambil notepad nya.

"Sudah pulang,,,,, apakah kamu tak punya ponsel hanya sekedar memberi tau kamu pergi kemana walaupun mungkin aku tau kamu pergi kemana. Kenapa setiap kali aku ajak bicara selalu saja seperti kamu tidak pernah mengganggap aku, ingat walau bagaimana pun aku suami kamu dan kamu harus patuh terhadapku" Tanya Haidar sedikit kesal sebab dia sedikit tersinggung atas pernyataan kang Taufik tentang Milla yang menitipkan pesan kepada Rusda.

Haidar merasa dirinya sudah sangat tidak dihargai. Setidak nya jika dia pergi tanpa berpamit sudah tidak perlu menitipkan pesan kepada orang lain. Kenapa ia tak memberikan pesan lewat ponsel. Yang membuat Haidar kesal Milla seolah tidak menganggapnya ada dia berbicara tapi Milla hanya diam sembari membongkar isi tas nya yang berisi catatan penjualan hari ini.

"Jenengan ndak salah apa bib..? Bukannya selama ini Milla selalu kirim pesan ke ponsel jenengan tapi jenengan kan ndak bisa balesi sebab jenengan sibuk. Tadi saya berangkat pagi sekali tapi jenengan masih tidur saya ndak berani hanya sekedar membangunkan jenengan untuk berpamitan" jelas Milla agak panjang

"Setidaknya ndak usah ngomong ke yang lain. Kamu mau nunjukin gimana ndak beres nya rumah tangga kita. Kamu mau buat saya malu dengan ketidak patuhan kamu. Saya juga pingin Mil punya istri yang manut dan ndak banggel kalau dikasih tau.." Haidar tersulut tidak biasanya Milla berani menjawab dia selalu menjawab dengan kata nggeh atau iya atau ndak hanya itu saja. Milla mendengar kata Banggel (tidak patuh) hanya bisa menghela nafas

"Milla boleh ngomong ndak bib...? Kalau jenengan tau, jadi Milla itu selalu serba salah. Milla selalu patuh dengan jenengan apapun yang jenengan minta Milla selalu usahakan. Bahkan semua yang Mamah Hannah mau selalu Milla laksanakan. Milla ndak boleh ini dan boleh itu Milla selalu turuti padahal Milla berhak untuk melakukan itu. Bahkan untuk masalah sepele seperti ini kenapa jenengan marah. Milla juga pingin bib punya suami yang bisa mengerti istrinya. Tapi Milla sadar siapa Milla ini Milla hanya perlu menunggu kapan waktunya Milla selesai melayani jenengan bib. itu saja.." Diakhir kalimat Milla merasa tak sanggup mengatakannya. Baru kali ini Milla berbicara panjang, ada satu hal yang dia baru tau tentang Syarifah Syella

"Maksud kamu apa...? Selama ini yang ndak bisa dimengerti itu kamu Mill. Kenapa waktu itu kamu mau menerima lamaran Abi dan paman jika pada akhirnya kamu mengeluh tentang saya yang tidak bisa mengeti kamu. Kita sudahi saja berbicara kita, selalu akan seperti ini jika kita berbicara." Kata Haidar menyudahi perbincangan ini. Selalu saja ketika Haidar ingin memulai berbicara pasti akan menjadi perdebatan

(Nggeh bib pada akhirnya tetap Milla yang salah bib. Milla yang ndak ngaca ini mau menerima lamaran Abi dan paman...) kata Milla dalam hati. Setelah itu Haidar pergi keluar dan Milla segera menyelesaikan menghitung penghasilan tadi pagi

Jika ditanya kenapa Milla ndak nangis atau meratapi nasibnya jawaban nya percuma. Semau yang terjadi sudah ditakdirkan. Milla adalah tipe cewek yang tak perlu memikirkan semua nya berlarut larut. Dia hanya perlu bersabar dan menjalani apa yang terjadi dengan ikhlas walaupun terkadang ia juga mengeluh.

Terpopuler

Comments

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

kira" kenapa yah ayah mertuanya si Milla menjodohkan sama putranya,,,

2024-08-03

0

Dee Nur

Dee Nur

relate banget di kehidupan nyata

2024-07-03

0

thor

thor

yang sabar ya milla

2024-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bag. 1
2 Bag. 2
3 Bag.3
4 Bag. 4
5 Bag. 5
6 Bag. 6
7 Bag. 7
8 Bag.8
9 Bag. 9
10 Bag. 10
11 Bag. 11
12 Bag.12
13 Bab. 13
14 Bab. 14
15 Bab. 15
16 Bab. 16
17 Bab. 17
18 Bab.18
19 Bab. 19
20 Bab. 20
21 Bab. 21
22 Bab. 22
23 Bab. 23
24 Bab. 24
25 Bab. 25
26 Bab. 26
27 Bab. 27
28 Bab. 28
29 Bab.29
30 Bab. 30
31 Bab. 31
32 Bab. 32
33 Bab. 33
34 Bab. 34
35 Bab. 35
36 Bab. 36
37 Bab. 37
38 Bab. 38
39 Bab. 39
40 Bab. 40
41 Bab. 41
42 Bab. 42
43 Bab. 43
44 Bab. 44
45 Bab. 45
46 Bab. 46
47 Bab. 47
48 Bab. 48
49 Bab. 49
50 Bab. 50
51 Bab. 51
52 Bab. 52
53 Bab. 53
54 Bab. 54
55 Bab. 55
56 Bab. 56
57 Bab. 57
58 Bab. 58
59 Bab. 59
60 Bab. 60
61 Bab. 61
62 Bab. 62
63 Bab. 63
64 Bab. 64
65 Bab. 65
66 Bab. 66
67 Bab. 67
68 Bab. 68
69 Bab. 69
70 Bab. 70
71 Bab.71
72 Bab. 72
73 Bab. 73
74 Bab. 74
75 Bab. 75
76 Bab. 76
77 Bab. 77
78 Bab. 78
79 Bab. 79
80 Bab. 80
81 Bab. 81
82 Bab. 82
83 Bab. 83
84 Bab. 84
85 Bab. 85
86 Bab. 86
87 Bab. 87
88 Bab. 88
89 Bab. 89
90 Bab. 90
91 Bab. 91
92 Bab. 92
93 bab. 93
94 Bab. 94
95 Bab. 95
96 Bab. 96
97 Bab. 97
98 Bab. 98
99 Bab. 99
100 Bab. 100
101 Bab. 101
102 Bab. 102
103 Bab. 103
104 Bab. 104
105 Bab. 105
106 Bab. 106
107 Bab. 107
108 Bab. 108
109 Bab. 109
110 Bab. 110
111 Bab. 111
112 Bab. 112
113 Bab. 113
114 Bab. 114
115 Bab. 115
116 Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117 Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118 Bab. 118
119 Bab. 119
120 Bab. 120
121 Bab. 121
122 Bab. 122
123 Bab. 123
124 Bab. 124
125 Bab. 125
126 Bab. 126
127 Bab. 127
128 Bab. 128
129 Bab. 129
130 Bab. 130
131 Bab. 131
132 Bab. 132
133 Bab. 133
134 Bab. 134
135 Bab. 135
136 Bab. 136
137 Bab. 137
138 Bab. 138
139 Bab. 139
140 Bab. 140
141 Bab. 141
142 Bab. 142
143 Bab. 143
144 Bab. 144
145 Bab. 145
146 Bab. 146
147 Bab. 147
148 Bab. 148
149 Bab. 149
150 Bab. 150
151 Bab. 151
152 Bab. 152
153 Bab. 153
154 Bab. 154
155 Bab. 155
156 Bab. 156
157 Cuap-cuap
158 Extra bab. 1
159 Extra bab. 2
160 Extra bab. 3
161 Extra bab. 4
162 Extra bab. 5
163 Extra bab. 6
164 Extra bab. 7
165 Extra bab. 8
166 Extra bab 9
167 Extra Bab. 10
168 Extra bab. 11
169 Extra bab 12
170 Extra bab. 13
171 Extra bab. 14
172 Extra Bab. 15
173 Extra bab. 16
174 Extra bab. 17
175 Cuap-cuap
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bag. 1
2
Bag. 2
3
Bag.3
4
Bag. 4
5
Bag. 5
6
Bag. 6
7
Bag. 7
8
Bag.8
9
Bag. 9
10
Bag. 10
11
Bag. 11
12
Bag.12
13
Bab. 13
14
Bab. 14
15
Bab. 15
16
Bab. 16
17
Bab. 17
18
Bab.18
19
Bab. 19
20
Bab. 20
21
Bab. 21
22
Bab. 22
23
Bab. 23
24
Bab. 24
25
Bab. 25
26
Bab. 26
27
Bab. 27
28
Bab. 28
29
Bab.29
30
Bab. 30
31
Bab. 31
32
Bab. 32
33
Bab. 33
34
Bab. 34
35
Bab. 35
36
Bab. 36
37
Bab. 37
38
Bab. 38
39
Bab. 39
40
Bab. 40
41
Bab. 41
42
Bab. 42
43
Bab. 43
44
Bab. 44
45
Bab. 45
46
Bab. 46
47
Bab. 47
48
Bab. 48
49
Bab. 49
50
Bab. 50
51
Bab. 51
52
Bab. 52
53
Bab. 53
54
Bab. 54
55
Bab. 55
56
Bab. 56
57
Bab. 57
58
Bab. 58
59
Bab. 59
60
Bab. 60
61
Bab. 61
62
Bab. 62
63
Bab. 63
64
Bab. 64
65
Bab. 65
66
Bab. 66
67
Bab. 67
68
Bab. 68
69
Bab. 69
70
Bab. 70
71
Bab.71
72
Bab. 72
73
Bab. 73
74
Bab. 74
75
Bab. 75
76
Bab. 76
77
Bab. 77
78
Bab. 78
79
Bab. 79
80
Bab. 80
81
Bab. 81
82
Bab. 82
83
Bab. 83
84
Bab. 84
85
Bab. 85
86
Bab. 86
87
Bab. 87
88
Bab. 88
89
Bab. 89
90
Bab. 90
91
Bab. 91
92
Bab. 92
93
bab. 93
94
Bab. 94
95
Bab. 95
96
Bab. 96
97
Bab. 97
98
Bab. 98
99
Bab. 99
100
Bab. 100
101
Bab. 101
102
Bab. 102
103
Bab. 103
104
Bab. 104
105
Bab. 105
106
Bab. 106
107
Bab. 107
108
Bab. 108
109
Bab. 109
110
Bab. 110
111
Bab. 111
112
Bab. 112
113
Bab. 113
114
Bab. 114
115
Bab. 115
116
Bab. 116 (Sekilas Ustadzah Halimah part. 1)
117
Bab. 117 (Sekilas Ustadzah Halimah part 2)
118
Bab. 118
119
Bab. 119
120
Bab. 120
121
Bab. 121
122
Bab. 122
123
Bab. 123
124
Bab. 124
125
Bab. 125
126
Bab. 126
127
Bab. 127
128
Bab. 128
129
Bab. 129
130
Bab. 130
131
Bab. 131
132
Bab. 132
133
Bab. 133
134
Bab. 134
135
Bab. 135
136
Bab. 136
137
Bab. 137
138
Bab. 138
139
Bab. 139
140
Bab. 140
141
Bab. 141
142
Bab. 142
143
Bab. 143
144
Bab. 144
145
Bab. 145
146
Bab. 146
147
Bab. 147
148
Bab. 148
149
Bab. 149
150
Bab. 150
151
Bab. 151
152
Bab. 152
153
Bab. 153
154
Bab. 154
155
Bab. 155
156
Bab. 156
157
Cuap-cuap
158
Extra bab. 1
159
Extra bab. 2
160
Extra bab. 3
161
Extra bab. 4
162
Extra bab. 5
163
Extra bab. 6
164
Extra bab. 7
165
Extra bab. 8
166
Extra bab 9
167
Extra Bab. 10
168
Extra bab. 11
169
Extra bab 12
170
Extra bab. 13
171
Extra bab. 14
172
Extra Bab. 15
173
Extra bab. 16
174
Extra bab. 17
175
Cuap-cuap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!