Tanpa disadari ketika Milla menundukkan pandangannya suaminya menoleh ke arah dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Entah kenapa ketika semua orang bisa menerima diriku tapi disisi lain istriku sendiri tak menghiraukan diriku..." Kata hati Haidar melihat istrinya seolah tidak memperhatikan dirinya padahal semua mata melihat kearah depan.
Setelah acara selesai dan rapat tentang kegiatan milad pondok juga sudah selesai. Haidar segera menuju ke rumah sebab dia sudah ada janji dengan beberapa penggemar yang akan berkunjung ke rumahnya. Ketika Haidar sampai di teras sudah banyak orang Haidar menyambut mereka dengan sangat hangat dan ramah.
Kini rumah Haidar ramai dikunjungi banyak orang. Bukan hanya para penggemar saja yang berkumpul tetapi ada juga teman Haidar juga sedang berkumpul. Kecuali para anak buah Haidar dari Majelis Solawat Al-Hasyimi sebab anak buah Haidar rata rata kumpulan dari berbagai desa dan kalangan. Mereka hanya berkumpul ketika akan ada acara ataupun latihan bersama. Sedangkan jika acara rutinan pondok yang mengiringi Haidar adalah para anak santri
" Mari semuanya langsung masuk saja" Kata Haidar meminta semua penggemarnya yang berjumlah sekitar 5 orang 2 pria dan 3 wanita. Mereka masuk kedalam rumah Haidar
Rumah bergaya joglo modern. Memiliki ruang tamu yang luas sebab tidak ada sofa. Haidar sengaja mengosongkan ruang tamu itu. Ruang tamu hanya di lapisi dengan karpet tebal supaya jika ada yang bertamu bisa muat dan luas. Sedangkan sofa dan meja ada diruang tengah.
"Masyaallah bib Alhamdulillah bisa bertemu dengan jenengan" Kata salah satu tamu pria
"Iya saya kan sudah pernah bilang kalau misal mau main kabari ke kang taufik supaya bisa ketemu saya, sebab terkadang saya ada kerjaan diluar atau saya sedang ada acara. oh iya kalian ini dari mana ya?" Tanya Haidar
" Kita dari Surabaya bib, Sebenarnya kita memang awalnya hanya ziarah ke kudus. Saya cobak kirim pesan ke kang taufik katanya jadwal jenengan kosong tapi malem. saya sama anak anak sepakat untuk ke rumah jenengan" jelas teman pria itu, sedangkan Haidar hanya mengangguk anggukan kepalanya
"Jauh ya... maaf ya saya ndak bisa kasih apa apa hanya camilan ini. Ayo silahkan sambil ngobrol sambil dimakan" Kata Haidar sembari membukakan salah satu jajanan. Akhirnya dengan malu malu mereka mencicipi makanan tersebut
"Za Reza minta tolong kasih tau mbk Milla supaya ambilkan makanan..!" Kata Haidar kepada Reza. Reza ini bisa dibilang sebagai asisten Haidar. Dia juga dipercaya sebagai pemegang medsos Haidar
Reza segera ke dapur untuk meminta Milla menyiapkan makanan
"ini banyak mbk, saya tak manggil anak anak yang lain saja ya mbk" kata Reza ketika melihat banyaknya makanan
"Ndak usah Za, itu ada mbk Risti yang bantu bawa. Sama tak bantu bawa ndak papa" jelas Milla
Risti dan juga Reza membawa makanan ke ruang tamu setelahnya disusul Milla dengan membawa beberapa buah potong tidak lupa ia tetap menggunakan maskernya
"Sudah bib kami jadi merepotkan" kata salah satu dari mereka merasa tidak enak
"Jangan sungkan saya ndak merasa direpotkan. Justru saya minta maaf tidak bisa memberi kalian apa apa sudah datang jauh jauh dari Surabaya" Kata Haidar.
Haidar yang melihat Milla meletakkan kopi untuknya hendak berdiri, Haidar segera menarik gamis Milla dan berbisik
"Tetap disini jika mereka membutuhkan sesuatu kamu segera ambilkan" Hanya itu, Milla sedikit terkejut berfikir jika Haidar sudah mulai mau ia layani ketika di depan umum. Tapi ternyata ia diminta untuk melayani para tamu. Hati Milla sedikit tersentil ketika semua orang di perlakukan secara lembut entah kenapa dengan dirinya hanya ada kata perintah
Risti dan beberapa ibu pengurus ponpes juga berada di ruang tamu tersebut untuk menemani tamu yang perempuan. Milla beralih duduk didekat bu Umi beliau adalah pengurus pondok yang menjamin makanan anak santri. Sekaligus istri dari kang Taufik
"Gimana enak ndak..."Tanya kang Taufik, sedangkan mereka semua mengangguk
"Ini yang buat bu Umi istrinya kang Taufik beliau itu yang punya dapurnya sini.." kata Haidar
"walah ndak bib saya hari ini hanya bantu nerusin saja. Ini semua buatan Mbk Milla bib. Beliau ini bener bener paket komplit buat jadi istri pinter masak" penjelasan bu Umi membuat Haidar malu. Memang benar jika masakan Milla tidak perlu diragukan lagi
"oh Mbk Milla yang ini nggeh. Bib saya ini masih jomblo bib misal jenengan kenalkan boleh ndak bib" pertanyaan konyol yang dilontarkan oleh salah satu tamu pria membuat Haidar tersedak kopi. Sedangkan Milla jug sama terkejutnya
"Mas e serius mau di kenalkan sama mbk Milla.." Tanya kang Taufik menggoda Haidar
"Saya serius kalau misal mbk Milla nya belum punya pasangan, walaupun sudah ada yang khitbah saya masih bisa berjuang kang hehe " jelas pria itu dan hal ini membuat Haidar sedikit tidak terima. Haidar menelisik dari tadi pria ini memang sedikit sedikit memperhatikan Milla dan Milla juga terlihat tersenyum di balik maskernya
" Ndak boleh.."Jawab Haidar tanpa sadar dengan cepat
"Maksud saya dia sudah menikah " Hanya itu semua sedang menahan tertawa dengan kepanikan Haidar. Apalagi kang Taufik merasa sangat puas melihat kepanikan Haidar
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
bisa dibilang si Milla istri yang ga dianggap yah,,,
2024-08-04
0
Hanipah Fitri
antara Muka dan Haidar sepertinya mis komunikasi
2024-04-25
0
Uthie
Nahh gtu dongg... harus di panasin dulu 😁
2024-01-30
1