Beberapa bulan kemudian Indah dipinang oleh seorang pria yang di kenal kan oleh Bib Sihap. Setau Milla pria yang akan dijodohkan dengan Indah adalah teman dari Haidar yang memang sebagai murid Bib Sihap. Milla yang memang sedang sibuk sibuk nya di bagian admin atau lebih tepatnya bagian perizinan dan pengawas keluar masuknya uang dan barang sangat disibukkan dengan pekerjaannya. Hal itu membuat Milla tidak bisa pulang sebelum acara melainkan hanya bisa pulang ketika hari H saja.
Milla menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan segara memesan ojek untuk ke terminal bus. Milla sampai di rumah pukul 3 sore. Bukan langsung beristirahat tapi Milla segera ke toko yang di jalankan ibunya untuk memeriksa barang yang sudah kosong. Toko tersebut berada di area pondok di dekat masjid pondok Bib Sihap.Toko yang dikelola oleh ibunya itu berjalan dengan lancar alhamdulillah. Milla melengkapi toko itu dengan pemasak sehingga para santri atau pembeli bisa langsung memasak ditempat dan tak lupa bangku dan kursi juga disediakan oleh Milla. Milla juga menyediakan Wifi khusus para santri tapi Milla juga sudah mengatur jaringan, jika ada yang mencari hal yang tidak baik maka penelusuran tidak akan muncul. Jadi Wifi tersebut khusus untuk belajar.
"Assalamualaikum permisi bu Yuli,,,?" seorang santri sedang memanggil di depan rolling door yang terbuka sebagian
"Cari yang lain saja mungkin beliau tidak berjualan..." Kata pemuda satunya
"Masak sih bib nggak jual, tapi ini pintunya di buka bib" Tanya balik santri tersebut kepada pemuda yang tak lain adalah Haidar
"Lahh kamu kok jadi nanyak saya, saya ya ndak tau to le hahaha..." Haidar tertawa dengan santri polos ini
"Iya juga nggeh bib, sebentar tak panggil lagi bib" Setelah beberapa kali dipanggil belum juga ada sautan
"Sudah lah kita ke supermarket depan saja,,"Kata Reza sedikit kesal dengan santri satu ini. Sedangkan Haidar membiarkan saja sembari tersenyum melihat tingkah santri pamannya ini
"Astaghfirullah Bib Maaf saya lupa besok kan akad nya Mas Rofik sama mbk Indah dan bu Yuli kan tantenya mbk Indah seharusnya libur... "Kata Santri itu dengan heboh sebelum dia melanjutkan ucapannya ia di kejutkan dengan kehadiran gadis yang memasang wajah dingin dan kesal. Sebab Milla merasa mereka sangat berisik. Milla sedikit terkejut setelah tau ada Haidar juga. Bukan hanya Milla yang terkejut tapi Haidar juga sama.
"Loh mbk Milla yang jaga tumben biasanya bu Yuli" Tanya santri itu
"bu Yuli sedang repot, dan mbk Milla tidak sedang jaga sebab mbk Milla ndak jualan. Tokonya masih tutup mbk Milla kesini cuma mau liat barang" Jelas Milla
"Haduh mbk Milla,,, Ini lo habib kita kelaparan mbk dan beliau sedang ngidam pingin makan pop mie. Sedangkan di ndalem tak boleh makan mie" jelas santri itu sedangkan Haidar terkejut dengan ucapannya
"Kamu yang ngajakin kesini kok jadi saya.." Haidar membela dirinya
"Sudah sudah gimana mbk apa kita boleh membeli sebab kita mau ke depan tapi agak kejauhan apalagi jika Bib Haidar keluar takutnya mengundang keramaian" Reza menengahi sedangkan Milla tampak berpikir tak baik menolak rezeki juga
"Ya sudah ndak papa monggo mau mie apa" Milla mempersilahkan mereka masuk tetapi Haidar menunggu di gazebo saja
Setelah itu Reza dan santri yang bernama Sandi itu keluar membawa pop mie dan juga jajan cemilan tak lupa mereka juga membawa minuman.
Milla masih di dalam hendak bersiap pulang ternyata ada Umi Zamani dan Habib Sihap keluar dari mobil. Walau Milla jarang di rumah tapi Milla tau keluarga terpandang ini. Yang Milla baru tau ternyata Bib Haidar adalah kerabat mereka itu pun beberapa bulan lalu saat acara di rumahnya
"Lolo kalian kok pada nongkrong disini, Kamu juga dar mamah kan larang kamu makan mie terus" Tanya Umi Zamani, Bib Sihap ikut duduk dengan mereka
"Jangan bilang Mamah ya bulek, nanti beliau marah. Ini lo tadi Sandi yang ngajakin kesini saya mah ngikut aja di ndalem bosen, oh ya bulek kok mampir kesini mau apa...?" Tanya Haidar
"Mbk ndalem nelepon katanya butuh bahan buat seserahan nanti la bulek sudah sampek sini gk mungkin bulek puter balik. Bulek liat tokonya bu Yuli masih buka trus kalian juga habis jajan jadi bulek belanja disini aja" Jelas Umi Zamani
"Eh tapi Umi tadi adanya mbk Milla di dalam" Jelas Sandi
"Oh gitu pantes kok tumben masih buka ya sudah saya tak masuk sebentar" Umi Zamin masuk dan Milla hendak keluar
"Assalamualaikum Umi"Milla terkejut segera menyalami Umi Zamani.
"Waalaikumsalam Nduk ada gula sama keju ndak" Tanya Umi Zamani
"Nggeh ada monggo Mi, Milla carikan dulu"
"Maaf nggeh nduk, kata Sandi sebenarnya kamu ndak bukak toko ya, Maaf ya ini tadi mbk ndalem mendadak telepon. Jadi merepotkan kamu"
"Walah ndak kok Umi ndak papa sebenarnya tadi kesini cuma ngecek perlengkapan saja. Mumpung libur eh tadi ada mereka ya sudah ndak papa heheh"
"Kamu masih kerja di Surabaya to nduk " Tanya Umi Zamani
"Nggeh masih Umi" Milla menjawab sembari mencari bahan yang dibutuhkan Umi Zamani. Alhamdulillah niat nya mau ngecek toko eh tau nya ada rezeki Umi Zamani belanja banyak bahan.
"Sudah punya calon belum, kalau belum Umi bisa carikan kamu supaya ndak kerja sendiri. Saya itu salut sama kamu nduk. Semua orang pada bilang macem macem tapi kamu ndak bales mereka. Bahkan dari paman mu sendiri sering ngomong ya ndak ndak. Tapi bapak sama ibu kamu hebat didik kamu begitu kuat. Maka dari itu biar ndak sendiri Umi sama Habib bisa carikan kamu Jodoh. Bapak kamu sudah dianggap saudara sendiri sama Umi sama Habib" Umi Zamani tau semua tentang Milla bahkan yang orang desa tau Milla hanya lulusan SMA dan dropout dari kampus. Berita yang beredar Milla tak niat berkuliah dan hanya main main saja. Mereka juga beranggapan jika Milla kerja di Surabaya hanya ingin bersenang senang di kota dan untuk melarikan diri dari gunjingan tetangga bahwa Milla sudah keluar dari kampus. Milla terdiam mungkin bagi mereka yang menggunjing biasa saja tapi bagi Milla itu adalah hal yang sangat menyebalkan. Mereka tak tau apa yang ia rasakan dan mereka menghakimi tanpa memikirkan perasaan nya
"Kamu tau kapan hari waktu Indah di lamar sama Rofik dia murung dan nangis nduk. Kebetulan ibumu duduk di sebelah Umi. Umi tanya kenapa,, beliau jawab pingin banget putrinya juga di lamar pria, Umi bukannya mau ikut campur tapi Umi ikut merasakan yang ibumu rasakan sebab Umi sudah menganggap kalian keluarga" Jelas Umi Zamani
Milla menghela nafas....
"Ehmm begini Mi, Milla sebenarnya juga pingin punya kehidupan normal seperti gadis pada umumnya. Tapi memang ndak ada yang deketin Milla dan Milla belum punya pikiran kesana Mi" Jelas Milla. Umi Zamani hanya tersenyum, Umi Zamani paham kenapa para pria tidak ada yang mendekati Milla, bukan tak cantik Milla itu memiliki wajah yang manis tapi juga garang sekaligus. Sebenarnya umur Milla masih 26 tahun hanya berbeda satu tahun dengan Ponakannya Haidar. Tetapi kehidupan di desa berbeda dengan di kota besar. Umur tak menjadi masalah jika belum berumah tangga. Andai ia punya putra seumuran mungkin Umi Zamani akan menjodohkan dengan Milla. Sayangnya anak tertua Umi Zamani perempuan semua yang terakhir putra masih bersekolah Mts.
"Iya Umi paham nduk, hanya saja mulai pikirkan itu demi kebahagiaan orangtua kamu. Umi pamit dulu terima kasih atas belanjaannya" Umi Zamani membayar dan tersenyum manis kepada Milla
"Iya Umi terimakasih atas wejangannya.." kata Milla tulus Akhirnya Umi Zamani keluar dari toko dan Milla kembali membereskan barang tak jadi pulang, sebab ia sedikit memikirkan tentang ibunya yang menangis saat acara lamaran Indah
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 175 Episodes
Comments
Sugiharti Rusli
apa perjodohan itu ada unsur paksaan yah
2024-08-04
0