Azizah menatap tak percaya dengan ucapan Daffa. Apa ia bercanda? Tapi pernikahan bukanlah sebuah candaan.
"Aku ga bisa jawab! Tanya sama bapak!" Azizah merubah nada suara menjadi ketus. Lalu melirik kerumahnya. Apa bapaknya akan menerima pria tampang begal yang bekerja sebagai supir ini sebagai menantu? Tapi Azizah enggan juga memiliki suami seperti preman ini.
"Kakek sudah menanyakan hal itu, bapakmu setuju" jawab Daffa. Azizah kembali menoleh kearah Daffa. Dahinya berkerut tak percaya. Mungkinkah bapak menyetujui karna aku yang sudah perawan tua? Azizah merasa sesak. Apakah bapaknya seputus asa itu? Bukannya bapaknya pernah bilang hanya akan menikahkan putrinya dengan pria baik-baik, berakhlak baik dan punya penghasilan yang baik dan merupakan bentuk tanggung jawab pada dirinya sendiri. Jika bertanggung jawab pada diri sendiri ia mampu, pastilah ia akan bertanggung jawab juga pada keluarganya.
Azizah melamun. "Awas!" suara tersebut mengagetkan Azizah. Azizah merasakan seseorang memeluknya.
Buk!!!
Bertepatan dengan bunyi sebuah benda terdengar menimpa sesuatu. Azizah terdiam, pria preman ini memeluknya, ini sebuah dosa!! Mereka bukan mahrom.
Azizah mendorong Dafa sampai terjungkal kebelakang dengan galah yang ikut menimpanya.
"Ahhhh Shit!!" Dafa mengumpati galah tersebut. Azizah menatap nyalang Dafa. Sudah memeluknya tapa izin pria ini malah mengumpat didepannya.
"Aku ga mau menikah sama kamu!!" bentak Azizah lalu pergi berlari kedalam rumahnya.
Dafa menatap kepergian Azizah. Ia terdiam, apa dia barusan ditolak? Bagaimana bisa dia menerima penolakan seperti ini.
***
"Bapak yakin dia orang baik Zizah... Walau penampilannya agak..." bapak Ardi tidak melanjutkan kalimatnya.
"Kalau dia orangnya kasar bagaimana pak? Terus Azizah kena KDRT, emak ga mau ah! Anak kita cuman satu loh pak..." Emak Inah tampak tidak mau memberi restu untuk Azizah dinikahi Dafa.
"Kasian kakek Kipli, dia sakit-sakitan banyak pikiran karena cucunya itu ga mau menikah mak. Sudah dicoba jodohkan dengan anak teman-teman si Ahmad tapi anaknya Ahmad nolak terus" ucap Bapak.
"Emangnya anaknya pak Ahmad mau sama Azizah?" emak Inah memberenggut, ia tak mau anak gadis satu-satunya dinikahi Dafa, penampilannya seperti preman, siapa yang menjamin kalau dia tidak akan bersikap kasar layaknya preman yang biasa ada di pasar.
"Dia mau" jawab Bapak Ardi. Emak menatap bapak. "Makanya kakek Kipli berharap sekali Azizah mau, karena baru kali ini cucunya itu menyetujui untuk dinikahkan dengan seorang wanita" sambung bapak.
Emak menghembuskan nafasnya kasar. Apa iya harus melepas putrinya kepada pria yang seperti itu? apa ada jaminan anaknya akan hidup dengan baik?
Emak menyimpan banyak fikiran buruk. Dia sangat menyayangi putri semata wayangnya. Dia tidak mau anaknya hidup sengsara, apalagi pernikahan ini akan dijalani seumur hidup kalau sengsara seumur hidup bagaimana?
***
Pagi harinya Azizah harus menyapu halaman karena banyaknya daun pohon mangga yang rontok.
Azizah melihat setangkai mangga yang terletak dibawah pohon. Dia teringat akan kejadian kemarin. Perasaan kesal dan benci kembali merasuki hatinya.
Hingga akhirnya dia sadar. 'apa yang jatuh kemarin buah mangga ini? Terus yang kena si preman itu?' Azizah bermonolog sendirinya. 'apa dia bermaksud supaya mangganya ga kena aku ya?' Azizah masih menatap Mangga tersebut.
"Izah.." suara pria tua membuyarkan lamunan Azizah. "Kakek?? Ada apa?" tanya Azizah saat melihat ke arah kakek Kipli.
"Begini.... apa Bapakmu sudah membicarakan perihal pernikahan padamu?" tanya kakek Kipli.
Azizah terdiam, ia malah teringat akan permintaan menikah oleh Dafa.
"Belum ada pak..." jawab Azizah. "Ooh... Yasudah kalau begitu kakek lanjut jalan saja, mau beli sarapan" Kakek Kipli mengangguk, ia tak mau menyampaikan niat nya itu lebih dulu. Biarlah orangtuanya Azizah saja yang menyampaikan.
"Kakek pergi sendirian? Apa tidak apa-apa? Mau Azizah temani?" Azizah menawarkan diri karena dia tau kalau kakek kipli baru saja sembuh, takut terjadi hal-hal buruk.
"Tidak usah, kakek baik-baik saja" Azizah mengangguk, ia menatap punggung kakek Kipli yang menjauh.
"Apa tipe mu seperti kakekku?" lagi, suara seorang pria membuyarkan lamunan Azizah. Entah kenapa Azizah jadi suka melamun akhir-akhir ini.
Azizah menoleh. Ia melihat Daffa, perasaan jengkelnya timbul hanya karna melihat wajah pria didepannya ini.
"Sibuk aja deh ngurusin orang, ketularan sama ibu-ibu itu ya?" sewot Azizah. Daffa hanya menautkan alisnya heran.
Dia makin bingung, apakah sesulit ini bisa berbincang dengan wanita. Kenapa dia selalu saja kehabisan kata-kata.
"Mau apa? Mau nagih utang lagi?" ketus Azizah. "Aku hanya ingin menanyakan kepastian kemarin. Perihal menikah denganku" ucap Daffa.
"Huuufff" Azizah menghembuskan nafas sambil menggembungkan pipinya. Ia sangat kesal sekarang, jika bukan karena pria dihadapannya ini adalah supir keluarga Kakek Kipli mungkin sapu lidi ditangannya kini sudah melayang di kepalanya Dafa.
Dafa yang melihat perubahan ekspresi wajah Azizah sudut bibirnya malah terangkat, ia tersenyum. Lucu juga membuat kesal wanita didepannya ini.
"Aku ga mau bayar utang 50 ribu dengan menjadi istrimu!" ketus Azizah. Dafa terdiam. Ia bingung, ia tak berniat menagih utang 50 ribu itu. Baginya 50 ribu hanyalah uang kecil. Ia hanya ingin mendekati Azizah untuk memintanya menikah.
Tapi Azizah malah salah sangka, ia berfikiran jika Dafa meminta nya membayar utang dengan menjadi istrinya.
"Loh... Azizah.." Emak yang melihat Azizah sedang bersama dengan pria preman itu menatap Azizah khawatir.
"Mau apa kamu?" Emak sangat ketus ia bahkan memicingkan matanya menatap tak suka saat melihat Dafa.
'Ya Tuhan bagaimana mungkin aku akan melepas azizah ku tersayang menjadi istrinya' batin emak Inah memindai Dafa dari atas sampai bawah dengan matanya.
"Saya hanya mampir" jawab Dafa sekenanya. "Bohong! Dia mau menikahi Izah mak! Masa dia minta izah bayar utang dengan menikahi dia!!" tunjuk Azizah mengadu kepada emaknya.
Dafa membelalakkan matanya. Bisa-bisanya ia mengadu hal seperti itu. Tak ada yang salah sih, Dafa emang ingin mengajak Azizah menikah, namun ia tidak meminta Azizah membayar utang, apalagi menikah sebagai sarat pelunasan utang.
"Eh? Kamu minjem duit sama dia kapan?" Emak Inah yang kebingungan menatap Azizah heran. "Kemaren, waktu beli kue putu" jawab azizah.
"Kamu ini kok ada-ada aja, kenapa malah pinjem duit orang! Siapa yang ngajarin kamu minjem-minjem begitu! Kan emak bilang kalau ga penting ga usah dibeli!" emak menepuk bahu Azizah, ia malah berubah menjadi garang.
"Sakitt mak, aku udah terlanjur pesan sama yang jual, minta duit sama bapak, bapak ga bawa uang" jawab Azizah meringis.
"Maksud kamu apa minta anak saya bayar utang sama kamu dengan menikah?" tanya Emak pada Dafa. Dafa melotot, kenapa malah jadi salah paham begini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 111 Episodes
Comments
Sitie Nurhalijah
masih nonton
2024-10-18
0
Bilqies
aki mampir lagi thor
2024-05-18
0
Putra Al - Bantani
mampir. kak..
1 iklan mendarat
2023-11-08
3