Bertemu Papa dan Mama Frischa

Setelah drama pencarian Vhia dan Cherly tidak membuahkan hasil, Bastian pun mengajak Frischa dan Willy untuk singgah di sebuah Gereja.

Frischa merasa minder, karena selama masalah yang sedang ia hadapi belum pernah ia datang pada Tuhannya untuk berkeluh kesah. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menangisi takdirnya.

"Cha, ayo" Ajak Bastian ketika melihat Frischa masih terpaku pada tempatnya.

"Will, kami tidak ikut? Ayo" Ajak Bastian juga pada Willy.

Frischa menghembuskan nafas kasarnya lalu melangkahkan kaki mengikuti Bastian dan Willy. Selama berada di dalam Gereja, Frischa kembali terisak mencurahkan semua isi hati pada Tuhannya.

"Tuhan..bolehkah aku bahagia? Bolehkah aku bertemu kembali dengan papa dan mama? Dan bolehkah masalah ini segera berakhir? Aku butuh papa dan mama, Tuhan. Luluhkan hati papa dan mama agar mau mendengarkan semua yang ingin aku utarakan. Aku juga mohon Tuhan, bantu kami untuk segera menemukan Vhia dan Cherly. Jaga mereka berdua di manapun mereka berada sampai kami menemukan mereka. Amin." Frischa berdoa dalam hatinya dengan terisak.

1 jam berada di dalam Gereja, akhirnya mereka pun keluar dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mencari keberadaan Vhia dan Cherly.

"Bas, kita cari makan dulu yah. kasihan Frischa belum makan." Ucap Willy dengan nada berbisik pada Bastian.

Bastian hanya menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Willy. Bastianpun melajukan mobilnya menuju ke sebuah warung makan.

"Cha, ayo turun. Kita makan dulu setelah itu baru kita lanjutkan untuk mencari Vhia dan Cherly." Ucap Willy pada Frischa tetapi Frischa hanya menggelengkan kepalanya.

"Kalau kamu tidak mau makan, kamu tidak akan punya tenaga buat cari mereka. Ayolah Frischa, kamu jangan menyiksa dirimu sendiri" Ucap Willy lagi dengan nada sedikit pelan.

"Cha, ayo yah. Kita makan dulu. Kalau kamu tidak mau makan, aku sama Willy tidak akan mengijinkan kamu ikut mencari Vhia dan Cherly" Ucap Bastian dengan sedikit mengancam.

"Bas, aku mau ikut cari Vhia dan Cherly" Ucap Frischa dengan wajah memelas.

"Yah sudah kalau begitu ayo kita makan dulu " Ucap Willy dengan menarik tangan Frischa.

Dua puluh lima menit mereka berada di dalam warung makan itu. Setelah merasa kenyang mereka kembali menuju ke arah mobil. Tetapi langkah mereka terhenti, ketika melihat papa dan mamanya Frischa sedang menuju ke arah warung yang mereka singgah tadi.

"Papa..mama.." Frischa berlari kearah orangtuanya dan langsung memeluk papanya.

"Kakak rindu papa dan mama. Kakak rindu.." Ucap Frischa dengan terisak sambil memeluk papanya.

Melihat tangisan anaknya, terbesit rindu akan anak pertama mereka itu. Terlihat beberapa kali mama Frischa mengusap airmatanya dengan cepat. Sedangkan papa Frischa hanya mengepalkan tangannya menahan tangisannya dalam emosi.

Tiba-tiba papa Frischa langsung melepaskan pelukan Frischa dan menarik tangan sang istri meninggalkan sang anak yang masih terpaku dengan tangisannya. Melihat Frischa kembali rapuh, Bastian mengejar papa dan mama Frischa.

"Om..tunggu" Ucap Bastian mengejar kedua orangtua Frischa.

"Kamu siapa?" Tanya Papanya Frischa pada Bastian dengan sinis.

"Saya tau om kenal saya. Di sini sebagai orang yang peduli dengan Frischa, saya hanya meminta pada om dan tante untuk sejenak saja berpikir dengan kepala dingin. Om dan Tante itu orang tuanya Frischa tetapi om dan tante lebih memilih untuk percaya dengan mulut-mulut murahan di luar sana. Jujur saya kecewa, tetapi saya tidak punya hak untuk kecewa terhadap kalian. Saya hanya minta, cari tau semua kebenarannya om, jangan sampai menyesal dan kehilangan berlian om. Dan satu hal lagi, kami sudah mendapatkan titik terang dari permasalahan ini. Dan para pelaku itu akan segera kami laporkan pada polisi. Saya permisi om..Tante.." Ucap Bastian dengan nada penuh kekecewaan dan langsung meninggalkan kedua orangtua Frischa.

Sepeninggalan Bastian, kedua orang Frischa hanya terdiam. Ada sedikit kelegaan di dalam hati mereka mendengar itu semua. Tetapi masih ada rasa kecewa terhadap anaknya, karena mereka setiap hari masih di kasih bukti yang menurut mereka sangat terlihat jelas anaknya bersalah.

"Pa..mama rindu Frischa. Mama tidak tega melihat tangisannya di sana pa. Seharusnya kita yang memeluk dan menenangkannya" Ucap Mama Frischa ketika melihat Frischa dari kaca mobilnya.

"Sudahlah ma. Biarkan dia sendiri yang membuktikan semuanya pada kita" Ucap papa Frischa. Tetapi jauh di dalam hatinya dia juga sangat merindukan putrinya itu. Dan menyakitkan hatinya ketika melihat orang lain yang menenangkan tangisan putrinya.

"Papa rindu kamu, sayang. Papa rindu putri papa yang dulu. Kembalilah ceria sayang, buktikan semuanya dan kembalilah pada pelukan papa.Tuhan, ampunilah hamba yang belum bisa memaafkan putri hamba" Lirih papa Frischa dalam hatinya. Terlihat ia menyeka airmatanya dengan cepat.

*Bersambung...

Terpopuler

Comments

Rosi Ajja

Rosi Ajja

dasar orang tua egois

2023-11-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!