Draft

Setelah mendapatkan kabar tentang perselingkuhan Evan, Frischa langsung menghubungi Bastian. Ia sangat membutuhkan seseorang untuk menjadi teman curhatnya.

"Halo, Cha" Sapa Bastian dari seberang telepon.

"Halo, Bas. Mmmm...kamu sibuk tidak?" Tanya Frischa dengan suara yang sangat pelan.

"Tidak, Cha. Kebetulan aku lagi santai saja. Ada masalah di situ, Cha?" Tanya Bastian memastikan.

"Mmmm..iya, Bas. Sebenarnya ada sesuatu hal yang mau aku ceritakan sama kamu. Ta-ta-tapi.. hiikksss... hiikksss..." Frischa tidak melanjutkan kata-katanya karena ia langsung menangis sesegukan.

"Cha, kamu kenapa? Ada yang jahatin kamu di situ?" Tanya Bastian khawatir karena mendengar tangisan Frischa.

"Bas, aku tidak kuat lagi. Kenapa semua masalah terus saja datang. Sebenarnya salah aku apa. Aku benar-benar sendirian sekarang, Bas." Ucap Frischa dengan suara bergetar menahan tangisannya.

"Cha, cerita sama aku. Kamu kenapa? Atau sekarang juga aku ke situ yah. Kamu tunggu, jangan berbuat sesuatu yang merugikan kamu." Ucap Bastian langsung memutuskan sambungan telepon.

Tetapi sebelum Bastian berangkat ke tempat Frischa. Ia terlebih dahulu menghubungi Tante dan sepupunya untuk menenangkan Frischa.

"Kak Frischa, aku boleh masuk tidak?" Tanya Delia ketika mengetuk pintu kamar Frischa.

Tak ada jawaban dari dalam, karena khawatir Delia langsung membuka pintu kamar Frischa yang kebetulan tidak dikunci. Betapa kagetnya Delia, ketika Ia masuk Frischa sudah tertidur di lantai karena pingsan.

"Bun..bunda..." Teriak Delia memanggil bundanya.

"Kamu kenapa teri..." Belum sempat Tante Ratna menyelesaikan kata-katanya Ia pun kaget ketika melihat Frischa.

"Ya Tuhan. Nak kamu kenapa? Frischa.. Frischa." Tante Ratna begitu panik memanggil nama Frischa sambil menepuk pipi Frischa.

"Delia, ambilkan bunda minyak angin dan buatkan teh hangat untuk kak Frischa. Setelah itu langsung hubungi Kakakmu Bastian." Lanjut Tante Ratna pada anaknya.

"Baik bunda"

Setelah mengambil minyak angin dan membuatkan teh hangat, Delia pun langsung menghubungi Bastian yang dalam perjalanan.

"Halo, dek. Kenapa?" Tanya Bastian.

"Kakak sudah sampai mana? Masih lama tidak?" Delia pun balik bertanya pada Bastian.

"Setengah jam lagi kakak sampai dek. Kenapa? Kok suara kamu kayak panik gitu." Tanya Bastian lagi.

"Kak Frischa pingsan. Kakak buruan yah, tapi ingat hati-hati bawa mobilnya. Aku tidak mau kakak kenapa-kenapa." Ucap Delia.

"Frischa pingsan? Oke dek, kakak akan segera sampai. Kakak titip Frischa yah dek." Ucap Bastian langsung memutuskan sambungan telepon.

****

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua setengah jam, akhirnya Bastian pun sampai di kediaman Tante Ranta.

Tokk!!

Tokk!!

"Kak, ayo masuk. Kak Frischa lagi sama mama di kamar" Ucap Delia ketika membukakan pintu untuk Bastian.

"Tante. Bagaimana keadaan Frischa" Tanya Bastian setelah mencium tangan Tantenya.

"Tadi sih sudah sadar. sudah Tante kasih teh hangat. Dan sekarang dia masih tertidur." Jawab Tante Ratna sambil mengusap kepala Frischa.

"Sebenarnya Frischa ada masalah apa, Nak. Atau Frischa sakit?" Tanya tante Ratna pada Bastian.

"Sebenarnya bukan hak Bastian buat cerita masalahnya Frischa Tante. Intinya sekarang kita harus kasih dukungan buat Frischa tante." Ucap Bastian pada Tantenya.

Tante Ratna pun hanya mengangguk. Kemudian tante Ratna pun pamit pada Bastian untuk ke dapur menyiapkan makan malam.

Di dalam kamar, Bastian terus menjaga Frischa. Ia berharap Frischa segara bangun agar dia bisa tahu apa penyebab dari pingsannya Frischa.

Sepuluh menit kemudian Frischa membuka matanya, ia melihat ke sekeliling kamar dan ia kaget mendapati Bastian tertidur di atas kursi.

"Bas" Panggil Frischa dengan suara pelan.

"Cha, kamu sudah bangun. Apa yang sakit, atau kamu masih pusing?" Tanya Bastian mendekati Frischa.

" Aku baik-baik saja, Bas. Maaf yah sudah merepotkan kamu. Sampai-sampai kamu harus jauh-jauh datang ke sini" Ucap Frischa merasa bersalah.

"Tidak, Cha. Kamu tidak salah. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa" Ucap Bastian sambil menggenggam tangan Frischa.

"Bas, Evan selingkuh dan sekarang selingkuhannya hamil. Dua hari lagi dia akan wisuda, tapi aku tidak tahu sama sekali. kemarin mba Icha menghubungiku dan memberitahukan semuanya. Kenapa Evan begitu tega sama aku. Di saat aku terpuruk bukannya dia khawatir namun dia malahan menambahkan masalah. Aku tidak sanggup lagi, Bas." Ucap Frischa dengan terisak.

"Cha, heii..lihat aku. Kamu tidak sendirian, ada aku dan Willy sahabatmu. Cha, aku akan selalu berada di sisimu sekarang. Kita lewati semua ini sama-sama." Ucap Bastian menggenggam tangan Frischa.

"Hiikksss... hiikksss...Bas, aku rindu papa dan mama. Aku rindu mereka." Tangis Frischa semakin pecah ketika mengingat kedua orangtuanya lagi.

Bastian merasa iba dengan Frischa. Ia akhirnya membawa Frischa kedalam pelukannya. Air mata Bastian pun tumpah ketika tangisan Frischa semakin menjadi.

"Cha, sudah yah. Kamu harus kuat. Aku yakin papa dan mamamu sekarang pun sedang merindukanmu. Percayalah jauh di dalam lubuk hati mereka, pasti ada kerinduan untuk anaknya. Mungkin sekarang mereka butuh waktu untuk menerima semua ini. Yang sekarang harus kamu lakukan adalah bangkit kembali. Kembalikan rasa percaya orangtuamu dan tunjukkan pada orang-orang yang sudah berkhianat padamu bahwa kamu jauh lebih baik dari mereka." Ucap Bastian sambil mengelus kepala Frischa ketika Frischa masih dalam dekapannya.

"Sekarang tenanglah sudah. Hapus airmatamu. Orang-orang itu tidak pantas kamu tangisi. Ingat tujuan awalmu. Aku akan selalu ada untukmu." Lanjut Bastian.

Frischa pun hanya mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan Bastian. Setalah Frischa merasa jauh lebih baik, ia akhirnya tenang kembali.

"Kak, maaf ganggu. Bunda nyuruh aku panggil kakak berdua untuk makan malam. Bunda udah tunggu di meja makan." Ucap Delia.

"Iya dek" Jawab Bastian.

"Kamu cuci muka dulu yah. Aku tunggu di depan pintu kamar." Ucap Bastian pada Frischa.

Frischa pun masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah selesai mereka berdua pun menuju ke meja makan.

"Ayo, nak. Kita makan sama-sama. Tante udah masakkin yang spesial untuk kalian." Ucap Tante Ratna.

"Wahhh.. kelihatannya lezat nih Tante" Ucap Bastian dengan mata berbinar-binar.

Mereka pun makan bersama. Tak ada percakapan selama mereka berada di meja makan. Selesai makan malam, Frischa dan Delia membersihkan meja dan mencuci piring kotor. Sedangkan Tante Ratna dan Bastian menuju ke ruang keluarga.

"Nak, sebenarnya Frischa ada masalah apa. Kalau bisa ceritakan pada Tante. Siapa tahu Tante punya solusi untuk masalahnya Frischa." Ucap Tante Ratna memulai percakapan bersama ponakannya itu.

"Kekasihnya Frischa menghamili selingkuhannya tante. Padahal hubungan Frischa dan kekasihnya itu sudah di ketahui oleh kedua belah pihak keluarga. Bahkan yang membiayai kuliah kekasihnya itu, papanya Frischa. Bahkan selama di kota Frischa bekerja, gajinya selalu untuk kekasihnya itu tante." Ucap Bastian.

"Ya Tuhan. Kasihan sekali Frischa nak. Kalau begini masalahnya, Frischa harus bisa menuntut kekasihnya itu." Ucap tante Ratna.

"Sepertinya itu tidak akan Frischa lakukan tante. Mengingat ibu dari kekasihnya itu begitu menyayangi Frischa. Ibunya pun bahkan belum tahu kalau anaknya itu sudah menyakiti Frischa." Jawab Bastian.

"Biar Tante yang bicara sama Frischa. Sepertinya Tante harus bicara dari hati ke hati dengan Frischa".

Setelah menyelesaikan pekerjaan di dapur Frischa dan Delia pun bergabung dengan Tante Ratna dan Bastian. Mereka pun mulai bercerita tentang masa kecilnya Bastian dan Delia. Frischa terlihat beberapa kali tertawa lepas mendengar cerita dari Tante Ratna.

"Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaanmu." Gumam Bastian dala. hari ketika melihat tawa Frischa yang begitu lepas.

*Bersambung....

Terpopuler

Comments

Al^Grizzly🐨

Al^Grizzly🐨

harus bangkit dan balas dendam

2024-05-05

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!