Setelah dari rumah Vhia, Willy akhirnya mengantarkan Frischa kembali ke kos. Ketika tiba di kos, Willy dan Frischa di kejutkan oleh kedatangan Bastian. Willy dan Frischa pun turun dari mobil dan menghampiri Bastian.
"Bas, udah lama yah." Sapa Frischa dengan senyuman manis.
"Belum terlalu lama, Cha. Ehh bro, apa kabar kamu?" Sapa Bastian pada Willy dengan mengulurkan tangan.
"Kabar baik." Balas Willy dengan ketus.
"Oh ya, ngapain kamu ke sini, Bas?" Tanya Frischa.
"Mmmm. Itu Cha, mengenai tawaran aku yang kemarin. Kamu udah pikirkan? Soalnya kemarin kata tanteku di sekolah yang dia pimpin lagi butuh guru kelas. Jadi aku ke sini buat tanya sama kamu. Kalau kamu setuju besok kita berangkatnya. Gimana, Cha?" Tanya Bastian setelah memberitahukan maksud kedatangannya.
Frischa hanya melirik ke arah Willy. Ia hanya diam mendengar perkataan Bastian.
"Frischa tidak bisa. Karena ada hal yang lebih penting yang harus dia selesaikan di sini. Dia tidak akan ke mana-mana." Ucap Willy tiba-tiba dengan nada yang ketus.
Bastian hanya mengerutkan keningnya dan melirik ke arah Frischa. Ia berharap wanita cantik itu memberikan jawaban yang membuatnya bahagia.
"Mmmmm...kita masuk dulu yah. Biar bicaranya di dalam saja. Tidak enak di dengar orang lain." Frischa akhirnya mengajak kedua pria tampan itu untuk masuk ke dalam kos nya.
"Bas, bisa tidak kasih aku kesempatan sampai besok untuk berpikir. Aku senang kamu udah bantu aku untuk mencarikan pekerjaan, tetapi aku belum bisa memberikan keputusan karena ada sesuatu hal yang mau aku selesaikan dulu." Ucap Frischa ketika mereka bertiga sudah berada di dalam kos.
"Kalau boleh tahu, apa masalah yang mau kamu selesaikan. Kamu bisa bicarakan denganku, siapa tahu aku bisa membantumu." Tanya Bastian pada Frischa dengan senyuman manis.
"Udah ada aku." Jawab Willy dengan nada ketus lagi.
"Will, udah.. hmmm, sebelumnya makasih banget kamu udah mau peduli sama aku, Bas. Tapi masalah ini biar aku dan Willy yang menyelesaikannya. Kalau urusanku sudah selesai, aku akan kasih kamu jawaban tentang tawaran pekerjaan itu." Ucap Frischa dengan lembut sembari melirik ke arah Willy.
"Apa masalah ini yang akan kamu selesaikan?" Tanya Bastian sembari mengarahkan hp nya ke arah Frischa.
"Oh Tuhan. Kenapa Reni bisa berbuat seperti ini. Bas, boleh kirimkan ke aku statusnya Reni itu." Ucap Frischa dengan nada yang lirih.
"Aku bisa bantu kamu. Dan aku punya kenalan yang bisa mematahkan tuduhan Reni itu. Kenalanku ini bukan dukun, tetapi dia pendoa yang bisa membantumu. Kalau kamu mau kita berangkat sekarang. Biar masalah ini cepat selesai." Ucap Bastian pada Frischa.
"Will, boleh kita ikuti saran Bastian?" Tanya Frischa pada sahabatnya. Yah, sedari tadi Frischa melihat bagaimana lirikan tidak menyenangkan dari sahabatnya itu ketika melihat Bastian.
"Aku dari kamu ajah. Yang penting aku tetap ikut. Tidak bisa kalau hanya kalian berdua saja yang pergi." Ucap Willy sambil melihat ke arah Bastian dengan senyuman kecut.
"Kalau gitu, ayo kita berangkat sekarang. Pakai mobil aku ajah biar cepat." Ucap Bastian.
Mereka bertiga pun akhirnya pergi menggunakan mobil Bastian menuju ke tempat yang Bastian katakan. Selama perjalanan Bastian hanya melirik ke arah Frischa dengan senyum. Tetapi tidak dengan Willy yang begitu emosi ketika melihat lirikan mata dari Bastian kepada Frischa.
"Itu mata jangan jelalatan terus. Fokus nyetir dong, biar kita cepat sampai." Ucap Willy dengan nada menyindir.
Bastian hanya terkekeh mendengar ucapan Willy.
"Will, apaan sih kamu." Tegur Frischa pada Willy.
Tiga puluh menit perjalanan mereka akhirnya mereka tiba di sebuah rumah yang sangat sederhana namun begitu nyaman. Bastian pun membukakan pintu untuk Frischa. Setelah itu mereka menuju ke halaman rumah itu dan menuju ke arah pintu.
Tokk!!
Tokk!!
Bastian mengetuk pintu rumah itu. Dua menit menunggu, akhirnya pintu rumah itupun terbuka.
"Siang Bunda," Sapa Bastian pada seorang wanita tua yang membukakan pintu itu.
"Eh kamu, Nak. Ayo masuk sayang." Sapa wanita itu dengan lembut.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah itu. Rumah yang begitu sederhana dengan desain interior yang memanjakan mata.
"Kalian silahkan duduk, yah. Bunda bikinkan minuman dulu." Ucap Wanita itu dibalas dengan anggukan dari ketiganya.
Lima menit kemudian wanita itu keluar membawa nampan berisi 3 cangkir teh dan setoples kue.
"Ini, silahkan diminum yah. Maaf bunda cuman bisa sediakan ini." Ucap wanita itu dengan senyuman.
"Iya, Bunda. Makasih." Jawab mereka bertiga.
"Oh iya, Bun. Kenalkan ini Frischa dan Willy. Mereka berdua temanku." Ucap Bastian memperkenalkan Frischa dan Willy. Frischa dan Willy pun mencium tangan wanita itu, dibalas senyuman yang hangat dari wanita itu.
"Tujuan kami ke sini, mau meminta bantuan bunda Marta. Ada permasalahan yang sedang di hadapi oleh Frischa." Lanjut Bastian. Wanita yang bernama bunda Marta itupun hanya menatap Frischa dengan sangat intens.
"Boleh bunda bicara berdua saja dengan Frischa?" Tanya bunda Marta. Ketiganya hanya saling memandang. Tetapi Frischa melihat anggukan dari Bastian.
"Ikut bunda ke dalam yah, cantik." lanjut bunda Marta.
Frischa pun mengikuti langkah bunda Marta menuju ke sebuah ruangan yang sangat nyaman.
"Silahkan duduk." Ucap bunda Marta.
"Bunda tahu, masalahmu itu tentang uang kan?" Tanya bunda Marta. Frischa yang mendengar pertanyaan bunda Marta hanya bisa mengangguk.
"Sekarang, kamu ikut bunda. Kita berdoa meminum petunjuk dari Tuhan. Kita hanya bisa membalas perbuatan orang dengan doa. Setelah ini bunda akan bantu kamu mengungkapkan siapa dalang dari masalah kamu." Ucap bunda Marta dengan senyuman hangat pada Frischa.
Frischa hanya mengangguk lagi mendengar ucapan dari bunda Marta. Ia akhirnya mengikuti bunda Marta ke sebuah ruangan yang dikhususkan untuk tempat berdoa.
Setelah selesai berdoa, mereka pun kembali ke tempat di mana Bastian dan Willy berada.
"Sebenarnya, uang dari teman kamu itu benar-benar hilang. Dan temanmu itupun sudah tahu siapa yang mengambil uangnya. Tetapi mereka tetap menuduh kamu karena ada sebuah dendam di hati mereka terhadapmu." Ucap bunda Marta kepada Frischa.
"A-apa bunda?" Tanya Frischa tidak percaya.
Bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments