Menerima Tawaran Bastian

Satu hari setelah kedatangan Evan ke kos Frischa. Pagi itu Frischa kembali kedatangan Bastian. Yah, pria tampan itu datang untuk bertanya tentang tawaran yang dia berikan pada Frischa.

Tokk!!

Tokk!!

Tokk!!

Friska akhirnya membukakan pintu untuk Bastian.

"Pagi Cha." Sapa Bastian dengan senyuman manis menampilkan giginya yang putih bersih .

"Pagi juga, Bas. Ayo masuk.' Jawab Frischa dengan membalas senyuman Bastian mempersilahkan Bastian masuk kedalam kosnya.

"Mmmmm..Kamu pasti mau bertanya tentang kepastian aku menerima atau tidak tawaranmu kan?" Tanya Frischa kemudian ketika mereka sudah duduk di dalam kos.

"Iya, Cha. Bagaimana, apakah kamu menerima tawaranku?" Tanya Bastian memastikan pada Frischa.

"Sejak semalam aku sudah memikirkannya, Bas. Dan semoga keputusan aku ini adalah jalan terbaik untuk hidup aku kedepannya. Aku sudah memutuskan untuk menerima tawaranmu. Tapi aku akan tetap memantau pergerakan mereka sampai permasalahan ini terselesaikan, Bas." Jawab Frischa dengan mantap.

"Puji Tuhan. Terima kasih sudah menerima tawaranku, Cha. Dan aku akan selalu berdoa buatmu semoga, permasalahan ini cepat selesai dan kamu bisa mengetahui siapa pelakunya. Biar papa dan mamamu bisa kembali menerima kamu." Ucap Bastian sambil menggenggam tangan Frischa dengan senyum.

"Makasih, Bas. Kalau gitu boleh kan aku menghubungi Willy, buat ngasih kabar kalau aku menerima tawaranmu." Tanya Frischa.

"Boleh. Dia kan sahabatmu, Cha. kamu berhak untuk menghubunginya dan dia pun berhak tahu." Jawab Bastian dengan senyum.

Frischa pun mengambil hp nya untuk menghubungi sahabat baiknya itu.

"Halo, Frischa." Sapa Willy dari seberang telepon.

"Halo, Will. Kamu sibuk tidak hari ini. Kalau tidak sibuk boleh ke kosku sekarang? Ada sesuatu hal yang mau aku sampaikan. Ini penting jadi aku tidak bisa memberitahukan lewat telepon." Ucap Frischa pada Willy.

"Oke. Aku ke sana sekarang yah." Jawab Willy kemudian memutuskan sambungan telepon Frischa.

Lima belas menit menunggu akhirnya Willy tiba di kosnya Frischa. Saat sampai di depan pintu kos, doa kaget karena ada Bastian juga di dalam. Dengan menahan sedikit amarah, dia pun masuk.

"Dari tadi dia di sini Frischa?" Tanya Willy pada Frischa dengan nada yang tidak suka ketika melihat Bastian.

"Will..udah dong. Bastian udah dari tadi disini. Aku menghubungimu ke sini karena ada keperluan, jadi jangan kayak gitu yah." Ucap Frischa pada Willy.

"Iya deh. Memangnya apa yang mau kamu sampaikan?" Tanya Willy lagi.

"Aku sudah memutuskan untuk menerima tawaran Bastian untuk bekerja di sekolah yang dipimpin tantenya itu. Dan besok aku dan Bastian berangkat." Ucap Frischa dengan hati-hati.

"A-apa Frischa? Kamu sadar dengan yang kamu ucapkan ini. Kita kan masih harus selesaikan masalah ini sampai mendapatkan pelakunya. Kamu mau hidup tanpa kedua orangtua dan keluarga. Aku tidak setuju." Ucap Willy dengan nada yang lantang.

"Aku tahu, Will. Tapi kalau aku terus-terusan di sini tanpa ada pekerjaan, aku makan apa? Aku tidak bisa merepotkan kamu setiap saat. Aku akan tetap menyelesaikan masalah ini Will. Aku juga akan mengembalikan kepercayaan papa dan mama terhadapku lagi. Dengan aku bekerja, aku bisa sedikit lebih tenang dalam menghadapi semua ini." Ucap Frischa pada Willy dengan nada yang lembut.

"Tapi Frischa, aku...."

"Kamu tenang saja, Will. Aku tidak mungkin melupakan kamu. Kamu bisa mengunjungi aku kapan pun kamu mau. Kan jaraknya tidak terlalu jauh dari kota kita ini." Ucap Frischa dengan senyum manis pada sahabatnya itu.

"Baiklah, kalau itu keputusanmu aku bisa apa. Tapi besok aku pun akan ikut mengantarmu. Biar aku bisa tahu bagaimana keadaan di sana." Ucap Willy dengan pasrah.

Baik Frischa maupun Bastian tersenyum lega dengan perkataan Willy. Bastian sangat menghargai Willy, bagaimana pun Willy adalah sahabat masa kecilnya Frischa dan Willy-lah yang selalu ada setiap Frischa dalam masalah atau dalam kondisi apa pun.

*Keesokan harinya...

"Kamu sudah siapkan semuanya, Cha?" Tanya Bastian ketika dia sampai di kos-an Frischa untuk menjemput.

" Udah, Bas. Tinggal tunggu Willy saja sekarang." Ucap Frischa dengan senyum.

Setelah beberapa menit mereka menunggu Willy, akhirnya pria tampan itu pun datang dengan seorang wanita cantik.

"Aku terlambat yah?" Tanya Willy

"Belum, bro. Sebenarnya udah mau berangkat tapi kata Frischa harus menunggu sahabatnya yang doyan terlambat." Ucap Bastian dengan nada senyuman mengejek Willy. Frischa hanya menggelengkan kepala melihat kedua pria ini tidak bisa untuk akur sehari saja.

"Mmmm..Ini siapa Will?" Tanya Frischa.

"Oh iya. Kenalin ini Meta, anak temannya mama. Tadi dia ke rumah jadi mama minta aku buat ajak dia jalan-jalan. Soalnya untuk beberapa hari ini Meta akan nginap di rumah, Frischa." Jawab Willy memperkenalkan wanita cantik di sampingnya itu.

Meta dan Frischa pun saling berjabat tangan begitu pun dengan Bastian.

"Kalau gitu kita langsung berangkat saja yah. Biar tidak kesorean sampai di sana." Ajak Bastian kemudian.

"Ayo." Jawab Frischa dan Willy serempak.

Mereka pun akhirnya berangkat menuju desa yang akan menjadi tempat kerja Frischa.

*Bersambung....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!