Chapter 20

Apakah kalian mengetahui bagaimana rasanya mendengar jeritan dan teriakan penuh rasa sakit dari ibu?

Bagaimana pemandangan mengerikan saat melihat ibu kalian terkena kekerasan oleh ayah kalian sendiri?

Emilia melihat hal seperti itu berulang kali semenjak dia hidup. Teriakan ibu, gambaran rumah yang beratakan, dan yang paling parah adalah saat ibu diperlakukan buruk tepat di depan matanya sendiri, tubuh ibu penuh luka, darah terus muncrat ketika Ayah memukulinya.

kalian tidak akan bisa membayangkan perasaan itu.

Padahal dia hanya ingin memiliki keluarga normal dan biasa saja, tapi kenapa itu tidak pernah terwujud? apa sebenarnya salah hingga harus melihat pemandangan ini?

'Ini semua karena kamu terlahir Emilia! Jika saja kamu tidak hidup! Tidak! Jika saja aku tidak berhubungan dengan pria itu... jika saja.. jika saja aku tidak punya hubungan dengan orang itu.. aku pasti bahagia!'

Emilia pernah mendengar perkataan tersebut dari ibunya, setelah mengatakan hal itu ibu Emilia mulai melakukan kekerasan fisik ke anak sewata wayang.

Alasan kenapa dia melakukan itu sangat simpel. Dia mulai menjadi gila dan ketakutan. Bahkan ibu dia takut dengan mata milik anaknya yang mirip seperti sang ayah.

Sejak awal ibu Emilia tidak seharusnya menikah dengan pria itu. Pernikahan mereka adalah hubungan gelap yang terjadi karena Emilia lahir. Dulu ayah pernah menghamili ibu dan terlhat Memang benar aku lebih baik..

'Tidak terlahir!!'

Emilia terus berpikir demikian jika saja dia tidak lahir pasti ibu tidak akan pernah merasakan perasaan sedih dan menderita seperti itu.  Jika saja dia tidak ada, semua akan berjalan lancar saja.

Saat Emilia masih kecil dia tanpa sengaja menunjukan luka memar di wajahnya yang mencolot di masyarakat. para warga datang ke rumah Emilia mereka sedikit memberikan kecurigaan bahwa orang tuanya melakukan tindakan kekerasan.

Bagaimana pun, dengan kelicikan kedua orang tua Emilia mengarang cerita bahwa Emilia hanya terjatuh saat bermain dan mereka bersandiwara dengan baik, berpura-pura menjadi keluarga bahagia.

Saat para warga sudah menghilangkan kecurigaan mereka segera pamit dan pergi.

Pada momen tersebut siksaan Emilia semakin parah.

"Ibu, Ibu lepaskan! Sakit!" Emilia yang masih kecil ditarik dengan kasar menuju suatu ruangan gelap.

"Berisik ini semua karena kamu berkeliaran! Lihat kita hampir saja ditangkap karena ulahmu, jika kamu diam saja dan menjadi anak baik. Hal seperti tadi tidak akan ada!"

Langkah kaki kedua orang itu terhenti di suatu ruangan gelap dan kumuh, ruangan tersebut merupakan kamar yang tidak terawat.

"Kamu masuk lah kesana dan ketika keluar jadilah anak baik." Ibu Emilia melemparkan dia ke ruangan.

"Tunggu ibu, tunggu..."

Tanpa membiarkan Emilia keluar dia langsung mengunci kamar.

Emilia kecil yang berada di dalam tentu memberontak dan ingin keluar dari sana. Dia terus memukul-mukul pintu, meminta untuk dibukakan. "Ibu, ibu, tolong bukakan! Aku janji akan menjadi anak baik, jadi tolong! Emi benci tempat gelap..."

Tidak mendengar perkataan anaknya, ibu Emilia langsung pergi begitu saja tanpa kenal rasa kasihan.

Emilia kecil terjatuh dan berlutut air mata mengalir deras seperti sungai. "Kenapa? Kenapa?"

Mulai detik itu kehidupan Emilia semakin parah. Ayahnya juga ikut main fisik jika dia tidak membeli sesuatu yang dia mau.

Kehidupan di sekolah juga berantakan, dia dijauhi banyak orang, dihina dan, ditindas.

Emilia merasa bahwa tidak ada yang mencintainya, dimanapun dia berada hanya ada rasa sakit. Bahkan rasa sayang orang tua dia tidak dapat.

...Jika terus seperti ini Emilia bisa gila.

Suatu hari saat ulangan diadakan, Emilia mendapatkan nilai terbaik di sekolah, di angka 98.

Emilia berpikir jika dia menunjukan ini ke orang tuanya, apakah dia akan dipuji?

Memikrkan hal tersebut Emilia tersenyum, dia melangkah masuk ke rumah dengan perasaan bahagia, tidak sabar untuk menerima pujiaan.

"Ayah, ibu! Lihat aku mendapatkan skor sempurna." Emilia  tersenyum dan menunjukan lembar ujian tepat di depan kedua orang tuanya.

Dia berpikir dengan begini pasti mereka akan bahagia.

Namun Emilia terlalu naif, kebenaran yang menanti tidak seperti itu..

Terlihat marah, ibu Emilia melemparkan piring ke arah Emilia, beruntung piring itu tidak mengenai Emilia, hanya mengores sedikit pipi dia. Tapi tindakan absurd barusan membuat Emilia gemetaran karena ketakutan.

"K-kenapa ibu?" tanya Emilia ketakutan.

"Apanya yang kenapa? Sempurna? Apanya yang sempurna! Jika ingin sombong lakukan jika 100 jangan mengharpkan kami bahagia dengan hasil setengah-setengah."

Hati dia terasa terkikis saat mendengar ucapan sang ibu, dia mulai berkeringat dingin dan menundukan kepala. "T-tapi ibu, itu merupakan skor terbaik di angkatanku... jadi bukankah kalian bisa sedikit memberikan rasa kagum..." Emilia mencengkram rok pendeknya, dia mengeluarkan air mata.

"Hahaha~ kamu kira ayah akan bangga? Lupakan tentang sekolah dan akademik... kamu sudah dewasa dan subur, jadi jika tubuh dijual pasti akan menjadi banyak uang." Ayah dia berkata dengan ekpresi menjijikan.

Emilia makin tidak mengerti, kenapa semua orang tidak melihatnya? Kenapa dia tidak pernah merasakan apa itu cinta? Kenapa?

Jika seperti ini.

'Lebih mati saja..' itu adalah pemikiran yang melekat di otak Emilia bahkan hingga sekarang.

***

Perlahan, Emilia terbangun di dalam mimpi yang kelam itu. Mata dia terbuka sedikit demi sedikit.

Cahaya matahari  menjadi orange, suasana pun juga sunyi. Emilia sedikit melirik ke kanan dan mendapati Adit sedang tertidur di kursi sambil menunggu dia.

Ada kehangatan pribadi di hati gadis itu saat menyadari bahwa Adit menunggu, tanpa disadari dia telah memasang senyuman. "Dia baik seperti biasanya, berbeda dengan 'mereka.'"

Bip.. Bip.. Bip..

Tiba-tiba gawai berwarna pink milik Emilia yang berada di meja samping kasur bergetar itu, tertulis nama 'ibu.' Seketika Emilia gemetaran, dia menelan ludah dan mengangkat telepon.

Membawa ke telingga dan berkata dengan lirih.

"Ya, ibu ada apa?" suara dia terdengar ketakutan.

"Apanya yang ada apa? Jangan berpura-pura tidak tahu! Apa yang kamu lakukan hari ini... ibu mendapatkan laporan dari guru bahwa kamu tidak mengikuti ujian. Gara-gara kamu ibu jadi malu dasar tidak berguna!"

"Hei jangan terlalu peduli tentang hal bodoh seperti ulangan... lebih baik mari kita jual saja anak ini dan dapatkan uang, itu pasti akan lebih berguna." Di balik telepon terdengar suara pria sangat berat dan penuh penekanan. Emi tahu siapa sosok suara tersebut, dia adalah dari ayahnya.

"M- maaf.. ayah, ibu, ada banyak hal terjadi jadi aku..."

"aku TIDAK PEDULI DENGAN ALASAN!! KAMU MEMALUKAN KAMI, TIDAK BERHENTI DISITU... KAMU JUGA TIDAK PULANG UNTUK MALAM INI, 'KAN?"

"Ibu, itu... aku hanya tinggal di rumah teman jadi, tidak perlu khawatir."

"KHAWATIR? JANGAN SALAH PAHAM! YANG AKU TAKUTKAN ADALAH JIKA SESEORANG TAHU TENTANG RAHASIA KELUARGA KITA, YANG TERJADI BISA JADI AKU DITANGKAP.."

"Apa kamu ingin aku ditangkap? Dan apa kamu pikir bisa hidup sendiri? Jangan sombong!! Aaaa... aku benci kamu... ibu tidak butuh anak yang tidak patuh, jadi kamu tidak perlu pulang.. tetaplah diluar sana!"

"Tunggu ibu..."

Bip..

Emilia ingin meluruskan perkataan dari ibu, tapi sudah terlambat telepon sudah mati..

Tatapan dia kembali menjadi kosong seolah tidak melihat harapan apapun, pikiran dia juga kosong.

Karena beberapa suara keras dan gaduh, Adit membuka mata, terbangun dari mimpi. "Ada Emilia?" dia khawatir karena melihat wajah gadis yang tampak kosong.

Memalsukan wajah dia tersenyum ceria. "Tidak ada apa-apa Adit, makasih sudah menjagaku di sini!"

Bagi Adit terlihat jelas bahwa Emilia menyembunyikan sesuatu, tapi jika dia tidak ingin bercerita maka dia tidak punya hak untuk memaksa.

"Jadi begitu... emi ayo pulang."

"Iya." Emilia menganggukan kepala dan tersenyum.

Melihat punggung Adit yang sudah berdiri dan melangkah, Emilia langsung menghapus senyuman tersebut.

'Jika seperti terus bisa gawat... aku bisa gila! Aku harus melakukan sesuatu agar tenang... ah aku punya ide, jika aku MATI apakah aku akan tenang?' pikir Emilia sembari menatap kosong.

Terpopuler

Comments

Abbie Jard

Abbie Jard

MC nya gesrek pe'a ga peka banget.ga ada gerakan nya sama sekali.mana katanya mau merubah.tapi tetap saja makin tolol MC nya...

2024-09-10

0

Deki Marsoni

Deki Marsoni

matilah biar cerita yu selesai

2024-03-27

0

Gavin Bae

Gavin Bae

MC tolol.tidak peka.

2024-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. Pengkhianatan
2 Chapter 2. Dunia tujuh tahun sebelumnya
3 Chapter 3. Misi pertama
4 Chapter 4. Menghentikan pelecehan
5 Chapter 5. Membeli Emas
6 Chapter 6. Membayar biaya
7 Chapter 7. Sejak awal aku ditipu
8 Chapter 8. Memutuskan hubungan
9 Chapter 9. Jam olahraga
10 Chapter 10. Cafe
11 Chapter 11. Melayani pelanggan sampah
12 Chapter 12
13 Chapter 13. Menginap
14 Chapter 14. Ulangan dadakan
15 Chapter 15. Status baru
16 Chapter 16. Mendapatkan bawahan
17 Chapter 17. Ide cermelang dari Bos Adit
18 Chapter 18. Menjadi bos baru
19 Chapter 19.
20 Chapter 20
21 Chapter 21. Rencana
22 Chapter 22. Menyelamatkan
23 Chapter 23. Menyelamatkan 2
24 Chapter 24 Amel dan Emilia
25 Chapter 25. Menuju kantor polisi
26 Chapter 26. Hadiah dari sistem
27 Chapter 27. Hadiah Spesial dari Emilia
28 Chapter 28. Keributan di pagi hari
29 Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris
30 Chapter 30. Dasar sombong
31 Chapter 31. Kondisi rumah sakit yang gaduh
32 Chapter 32. Merasakan perasaan jahat
33 Chapter 33. Membasmi preman jalanan
34 Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
35 Chapter 35. Menjalankan rencana
36 Chapter 36. Surat undangan
37 Chapter 37. Permintaan tolong dan bukti yang membantu
38 Chapter 38. Memberantas geng elang
39 Chapter 39. Menyelesaikan kasus
40 Saran dan kritik
41 Chapter 40. Keluar dari rumah sakit
42 Chapter 41. Ke hotel Al-Faris
43 Chapter 42. Makan di hotel
44 Chapter 43. Joging
45 Chapter 44. Oisi restoran
46 Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran
47 Chapter 46. Mengatasi oisi restoran 2
48 Chapter 47. Pelajaran Pak Eko
49 Chapter 48.
50 Chapter 49.
51 Chapter 50.
52 Chapter 51.
53 Chapter 52.
54 Chapter 53.
55 Chapter 54.
56 Chapter 55.
57 Chapter 56
58 Chapter 57
59 Chapter 58
60 Chapter 59
61 Chapter 60
62 Chapter 61.
63 Chapter 62.
64 Chapter 63.
65 Chapter 64
66 Chapter 65
67 Chapter 66
68 Chapter 67
69 Chapter 68
70 Chapter 69
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Chapter 1. Pengkhianatan
2
Chapter 2. Dunia tujuh tahun sebelumnya
3
Chapter 3. Misi pertama
4
Chapter 4. Menghentikan pelecehan
5
Chapter 5. Membeli Emas
6
Chapter 6. Membayar biaya
7
Chapter 7. Sejak awal aku ditipu
8
Chapter 8. Memutuskan hubungan
9
Chapter 9. Jam olahraga
10
Chapter 10. Cafe
11
Chapter 11. Melayani pelanggan sampah
12
Chapter 12
13
Chapter 13. Menginap
14
Chapter 14. Ulangan dadakan
15
Chapter 15. Status baru
16
Chapter 16. Mendapatkan bawahan
17
Chapter 17. Ide cermelang dari Bos Adit
18
Chapter 18. Menjadi bos baru
19
Chapter 19.
20
Chapter 20
21
Chapter 21. Rencana
22
Chapter 22. Menyelamatkan
23
Chapter 23. Menyelamatkan 2
24
Chapter 24 Amel dan Emilia
25
Chapter 25. Menuju kantor polisi
26
Chapter 26. Hadiah dari sistem
27
Chapter 27. Hadiah Spesial dari Emilia
28
Chapter 28. Keributan di pagi hari
29
Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris
30
Chapter 30. Dasar sombong
31
Chapter 31. Kondisi rumah sakit yang gaduh
32
Chapter 32. Merasakan perasaan jahat
33
Chapter 33. Membasmi preman jalanan
34
Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
35
Chapter 35. Menjalankan rencana
36
Chapter 36. Surat undangan
37
Chapter 37. Permintaan tolong dan bukti yang membantu
38
Chapter 38. Memberantas geng elang
39
Chapter 39. Menyelesaikan kasus
40
Saran dan kritik
41
Chapter 40. Keluar dari rumah sakit
42
Chapter 41. Ke hotel Al-Faris
43
Chapter 42. Makan di hotel
44
Chapter 43. Joging
45
Chapter 44. Oisi restoran
46
Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran
47
Chapter 46. Mengatasi oisi restoran 2
48
Chapter 47. Pelajaran Pak Eko
49
Chapter 48.
50
Chapter 49.
51
Chapter 50.
52
Chapter 51.
53
Chapter 52.
54
Chapter 53.
55
Chapter 54.
56
Chapter 55.
57
Chapter 56
58
Chapter 57
59
Chapter 58
60
Chapter 59
61
Chapter 60
62
Chapter 61.
63
Chapter 62.
64
Chapter 63.
65
Chapter 64
66
Chapter 65
67
Chapter 66
68
Chapter 67
69
Chapter 68
70
Chapter 69

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!