Chapter 18. Menjadi bos baru

Dika perlahan tersenyum dan melangkah mendekati Emilia yang tergeletak di lantai sama seperti Adit. Gadis itu terlihat ingin memberontak sejak tadi, tapi karena kedua tangan terikat oleh tali membuat dia tidak bisa bergerak leluasa.

"Hmpp!" Emilia ingin mengatakan sesuatu tapi mulut dia tertutup oleh isolasi sehingga suara tidak kunjung keluar.

"Hahaha~ apa kamu ingin melawan gadis kecil? Tapi sangat disayangkan kita akan bermain dan Adit akan melihat permainan ini sampai selesai, ini pasti akan menjadi adegan yang bagus." Karena terlalu menikmati situasi Raefka tidak bisa menahan diri untuk tertawa keras.

"Sekarang kamu boleh bermain dengan gadis itu terlebih dahulu Dika, silahkan permalukan dia tanpa kenal ampun!"

Dika sekarang berada tepat di depan Emilia yang terikat oleh tali, gadis itu tampak menangis tersedu-sedu karena berpikir ini adalah akhir dari kehidupan.

Saat tangan Dika ingin menyentuh Emilia, semua orang menatap dengan tatap jijik seolah siap untuk melihat adegan panas yang akan terjadi.

Tapi sangat disayangkan, tindakan Dika justru diluar ekspetasi semua orang. Alih-alih mempermainkan tubuh gadis, dia justru membuka ikatan tali dan isolasi dari mulut Emilia,

"Sekarang kamu sudah aman," lirih Dika setelah melepaskan tali dan isolasi tersebut, dia merentangkan tangan untuk membantu Emilia berdiri.

Disisi lain Emilia terkejut dia tidak percaya bahwa Dika justru menyelmatkannya.

"T-terima kasih."  Meski masih ada keraguan, Emilia mengapai tangan Dika untuk berdiri.

Para anggota Eskumat saling menatap wajah penuh senyuman mereka kini sirna terganti oleh wajah penuh kebingungan dan amarah.

"Hei apa-apaan ini?!"

"Kenapa kamu tidak memperokos* dia dan malah menyelamatkan!?"

"Sungguh melewatkan kesempatan."

Komentar-komentar dilontarkan begitu saja, namun sikap cuek Dika masih seperti biasa, dia tidak peduli.

Melihat bawahan terpercaya menunjukan taring dan malah berkhianat tentu sebagai bos Raefka marah besar. "Woi Dika apa yang kamu lakukan? Aku memberi perintah untuk menikmati tubuh subur wanita lacu* itu tapi kenapa kamu malah menyelamatkan dia?!"

Alih-alih menjawab, Dika menarik Emilia ke pelukannya memberikan ke amanan terhadapnya. "Maaf tapi kamu bukan Bosku lagi," jawab Dika bergumam.

"Apa katamu!? Sialan! Kamu pikir dengan siapa kamu berbicara?" Amarah Raefka tidak terbentung lagi dan dia berteriak penuh penekanan.

"Semua sudah kulakukan sesuai rencana, Emilia aman selama bersama denganku, jadi mengamuklah sesuka hatimu. Bos Adit."

Raefka semakin tidak bisa menahan amarah dia tampak ingin mengatakan sesuatu, tapi dengan cepat mulut itu dibongkam oleh pukulan Adit.

Adit yang dari tadi pura-pura tergeletak dan kedua tangannya terikat oleh tali kini telah berdiri dan memukul Raefka hingga orang tersebut mental beberapa meter, membuat tembok menjadi hancur karenanya. Raefka tergeletak di lantai dengan mata tertutup, dia pingsan.

"Ups aku sekali lagi melakukan pukulan dengan terlalu kasar," gumam Adit karena melihat Raefka KO dalam satu serangan.

Orang-orang yang melihat tentu saja terkejut bukan main, sosok bos yang dulu terkenal kuat kalah karena satu pukulan.

Di saat semua orang terkejut dan bergidik ketakutan, Dika justru tersenyum dan menatap penuh kekaguman ke arah Adit. "Wah, Bos Adit memang luar biasa!" Dia seperti anak yang kegirangan, bagaimana pun sikap dia berubah drastis.

"B- bajingan berani sekali kamu melukai bos kami!" Salah satu anggota Eskumat menerjang, dia melayangkan pukulan ke arah Adit.

Namun pukulan itu terlihat sangatlah lambat di mata Adit, dia dengan mudah menghindari pukulan tersebut.

"Lambat."

Bruk..

Adit membalas serangan dengan tendangan ringan yang mengarah ke perut, tapi tendangan ringan saja sudah berhasil membuat orang tersebut pingsan.

Satu, dua orang kembali maju. Kali ini mereka membawa senjata tajam dan ingin menusuk Adit.

Adit memegang pergelangan tangan kedua orang tersebut, tepat sebelum pisau mengenai dia. Lalu Adit melemparkan dua orang itu ke arah anggota lain yang ingin menyerang.

Membuat mereka semua terjatuh.

Bruk..

Brak..

Kra...

Adit terus menghindari serangan demi serangan yang datang tanpa kenal lelah. Dia juga terus menendang, memukul dan mengalahkan semua orang hingga jatuh tergeletak di tanah.

Pertarungan berlangsung cukup cepat, jumlah anggota Eskumat yang terdiri dari puluhan orang, kini tergeletak di lantai seperti bongkahan mayat.

Di atas tumpukan tubuh, remaja itu masih berdiri kokoh. Dia bahkan tidak mengeluarkan keringat atas pertarungan tadi. Bagi Adit melawan mereka semua sangat mudah.

"Sial dia terlalu kuat."

Tatapannya menatap segelintir tubuh yang tergeletak di lantai, ada ide menarik di otak dia.

Semua orang yang berada di sini merupakan calon para pembuat onar di masa depan.

Rata-rata dari anggota Eskumat akan menjadi prampok, pemabuk, pembunuh.

Maka dari itu Adit berpikir bagaimana jika dia sekalian mengubah nasib mereka agar lebih baik?

Adit tersenyum setelah memikirkan hal tersebut. "Kalian semua sangat lemah, bahkan bos kalian sudah aku kalahkan." ejek Adit dengan tatapan merendah.

"Karena semua anggota Eskumat telah ku kalahkan. Maka sebagai pemenang aku akan meminta satu hal..."

Ada jeda beberapa saat sebelum Adit mengatakan keinginan, bagaimanapun mereka tidak akan menerima keinginan Adit begitu saja.

"...Aku akan menjadi bos kalian sekarang. Dan juga aku ingin mengubah nama geng 'Eskumat' menjadi 'Basis (barisan siswa)'"

"Jangan bercanda siapa yang akan menerima hal itu?!" tentu tidak ada yang mau menerima begitu saja.

Terlihat jelas di wajah mereka, menampilkan ekspresi penuh amarah, tapi entah kenapa. Di hati terdalam, mereka semua sedikit menghormati Adit.

Bagi mereka Adit terlihat memiliki kharisma dan pemimpin yang hebat sehingga patut dihormati, bahkan lebih hebat dari Raefka.

Namun mereka tidak mau mengakui kata hati begitu saja.

"Tidak ada alasan untuk menolak! Ini adalah perintah bos baru Aditya Narayan!" Dika berkata dengan penuh tekanan.

Membuat semua orang sedikit bergetar karena takut dan mereka menjadi sedikit percaya dengan Adit, karena ini pertama kalinya mereka melihat Dika menghormati orang.

"Memang apa yang mau kamu lakukan bila menjadi bos kami? Dan juga seenaknya menganti nama menjadi basis!" umpat salah satu anggota.

Adit tersenyum lalu menjawab, "Aku ingin kalian semua hidup ulang menjadi baik. Karena itu aku mengganti nama menjadi basis."

"Mulai sekarang sebagai bos aku ingin kalian semua tobat dan berhenti melakukan hal bodoh! Bergunalah bagi masyarakat, bantulah para murid yang membutuhkan jangan malah menindas! Ingin aku ingin kalian kembali menjadi manusia normal.. sekian!" jelas Adit penuh penekan.

Bagi geng yang rusak seperti Eskumat perkataan Adit adalah omong kosong dan ideal. Mereka lebih suka berbuat onar.

Namun entah kenapa, aura milik dia mengundang kharisma yang luar biasa hebat. Siapapun jadi tertarik dan yakin atas ucapan Adit.

"Kalau begitu aku akan pergi dulu. Kalian pikirkan ini baik-baik, mulai sekarang kita akan membuat kebaikan bukan kejahatan!" ucap Adit lalu berjalan keluar gudang bersama Emilia dan Dika.

Saat mereka berjalan untuk keluar dari gudang, Adit menatap dengan lekat Emilia. Dia terlihat sangat berbeda dari biasanya.

Lalu Adit berpikir bahwa memang ada yang aneh dengan kejadian ini. Dia sudah menyelamatkan Emilia dari geng eskumat tapi tidak ada laporan dari sistem bahwa dia berhasil menyelesaikan misi.

Itu artinya masih ada sesuatu yang kurang dan harus Adit lakukan.

Tapi apa itu Adit tidak mengetahui?

Selang beberapa detik Adit kembali teringat atas misi dari sistem.

[Selamatkan Emilia dari Eskumat dan sembuhkan hatinya terluka.]

Meski Adit sudah menyelamatkan dari Eskumat tapi dia belum menyebuhkan luka hati yang dimaksud.

Sedikit melirik ke arah Emilia, dia tahu bahwa gadis tersebut seperti takut akan sesuatu, seolah-olah dia sedang dalam memikirkan sesuatu yang mengerikan.

[Mulai sekarang anda harus hati-hati tuan.]

[Jika anda serius ingin mengubah takdir kematian Emilia maka anda harus bertindak cepat... sebelum waktunya terlambat.]

[Dan juga semisal Tuan gagal mengubah masa depan gadis ini. maka segala tindakan pada saat ini akan tidak berguna. Itu artinya kedua orang tua anda akan mati, sarah akan selingkuh, dan anda akan dibunuh Naufal sama seperti masa depan sebagai mana berjalannya.]

[Simpelnya semua akan kembali ke dunia normal, tindakan yang anda ubah di masa lalu akan hilang di dunia ini.]

Dia kebingungan atas apa yang tiba-tiba sistem katakan, dia sudah bertanya dalam hati tapi tidak ada jawaban.

'Sudah lah, untuk sekarang kondisi Emilia lebih penting.' batin Adit, perlahan dia berjalan mendekati gadis tersebut.

Terpopuler

Comments

Damsur Amanan

Damsur Amanan

parahhh letoyyyy,cuma gto doank.

2024-02-22

1

Agus Sugiarto

Agus Sugiarto

untungnya mereka tidak jadi memperokos miliya

2024-01-07

4

Ymmers

Ymmers

rasanya pengen tak cincang itu daging tak bertulang tergantung tak bertali, tak jadiin bakso penyet.. 😬😬

2023-12-21

3

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. Pengkhianatan
2 Chapter 2. Dunia tujuh tahun sebelumnya
3 Chapter 3. Misi pertama
4 Chapter 4. Menghentikan pelecehan
5 Chapter 5. Membeli Emas
6 Chapter 6. Membayar biaya
7 Chapter 7. Sejak awal aku ditipu
8 Chapter 8. Memutuskan hubungan
9 Chapter 9. Jam olahraga
10 Chapter 10. Cafe
11 Chapter 11. Melayani pelanggan sampah
12 Chapter 12
13 Chapter 13. Menginap
14 Chapter 14. Ulangan dadakan
15 Chapter 15. Status baru
16 Chapter 16. Mendapatkan bawahan
17 Chapter 17. Ide cermelang dari Bos Adit
18 Chapter 18. Menjadi bos baru
19 Chapter 19.
20 Chapter 20
21 Chapter 21. Rencana
22 Chapter 22. Menyelamatkan
23 Chapter 23. Menyelamatkan 2
24 Chapter 24 Amel dan Emilia
25 Chapter 25. Menuju kantor polisi
26 Chapter 26. Hadiah dari sistem
27 Chapter 27. Hadiah Spesial dari Emilia
28 Chapter 28. Keributan di pagi hari
29 Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris
30 Chapter 30. Dasar sombong
31 Chapter 31. Kondisi rumah sakit yang gaduh
32 Chapter 32. Merasakan perasaan jahat
33 Chapter 33. Membasmi preman jalanan
34 Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
35 Chapter 35. Menjalankan rencana
36 Chapter 36. Surat undangan
37 Chapter 37. Permintaan tolong dan bukti yang membantu
38 Chapter 38. Memberantas geng elang
39 Chapter 39. Menyelesaikan kasus
40 Saran dan kritik
41 Chapter 40. Keluar dari rumah sakit
42 Chapter 41. Ke hotel Al-Faris
43 Chapter 42. Makan di hotel
44 Chapter 43. Joging
45 Chapter 44. Oisi restoran
46 Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran
47 Chapter 46. Mengatasi oisi restoran 2
48 Chapter 47. Pelajaran Pak Eko
49 Chapter 48.
50 Chapter 49.
51 Chapter 50.
52 Chapter 51.
53 Chapter 52.
54 Chapter 53.
55 Chapter 54.
56 Chapter 55.
57 Chapter 56
58 Chapter 57
59 Chapter 58
60 Chapter 59
61 Chapter 60
62 Chapter 61.
63 Chapter 62.
64 Chapter 63.
65 Chapter 64
66 Chapter 65
67 Chapter 66
68 Chapter 67
69 Chapter 68
70 Chapter 69
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Chapter 1. Pengkhianatan
2
Chapter 2. Dunia tujuh tahun sebelumnya
3
Chapter 3. Misi pertama
4
Chapter 4. Menghentikan pelecehan
5
Chapter 5. Membeli Emas
6
Chapter 6. Membayar biaya
7
Chapter 7. Sejak awal aku ditipu
8
Chapter 8. Memutuskan hubungan
9
Chapter 9. Jam olahraga
10
Chapter 10. Cafe
11
Chapter 11. Melayani pelanggan sampah
12
Chapter 12
13
Chapter 13. Menginap
14
Chapter 14. Ulangan dadakan
15
Chapter 15. Status baru
16
Chapter 16. Mendapatkan bawahan
17
Chapter 17. Ide cermelang dari Bos Adit
18
Chapter 18. Menjadi bos baru
19
Chapter 19.
20
Chapter 20
21
Chapter 21. Rencana
22
Chapter 22. Menyelamatkan
23
Chapter 23. Menyelamatkan 2
24
Chapter 24 Amel dan Emilia
25
Chapter 25. Menuju kantor polisi
26
Chapter 26. Hadiah dari sistem
27
Chapter 27. Hadiah Spesial dari Emilia
28
Chapter 28. Keributan di pagi hari
29
Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris
30
Chapter 30. Dasar sombong
31
Chapter 31. Kondisi rumah sakit yang gaduh
32
Chapter 32. Merasakan perasaan jahat
33
Chapter 33. Membasmi preman jalanan
34
Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
35
Chapter 35. Menjalankan rencana
36
Chapter 36. Surat undangan
37
Chapter 37. Permintaan tolong dan bukti yang membantu
38
Chapter 38. Memberantas geng elang
39
Chapter 39. Menyelesaikan kasus
40
Saran dan kritik
41
Chapter 40. Keluar dari rumah sakit
42
Chapter 41. Ke hotel Al-Faris
43
Chapter 42. Makan di hotel
44
Chapter 43. Joging
45
Chapter 44. Oisi restoran
46
Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran
47
Chapter 46. Mengatasi oisi restoran 2
48
Chapter 47. Pelajaran Pak Eko
49
Chapter 48.
50
Chapter 49.
51
Chapter 50.
52
Chapter 51.
53
Chapter 52.
54
Chapter 53.
55
Chapter 54.
56
Chapter 55.
57
Chapter 56
58
Chapter 57
59
Chapter 58
60
Chapter 59
61
Chapter 60
62
Chapter 61.
63
Chapter 62.
64
Chapter 63.
65
Chapter 64
66
Chapter 65
67
Chapter 66
68
Chapter 67
69
Chapter 68
70
Chapter 69

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!