Adit saat ini sedang berada di tempat duduk yang cukup untuk dua orang, dia berada di halaman sekolah. Setelah mengerjakan ujian paling awal Adit tidak tahu harus melakukan apa.
[Ding! Selamat misi mengerjakan soal 15 menit telah selesai]
[Hadiah, + 500 coin dan 15 poin status, beberapa status baru juga terbuka.]
Senyuman puas tergambar di wajah Adit dia mendapatkan banyak hadiah lagi, tapi ada satu yang membuat dia binggung. "Apa maksud dari status baru?"
[Tuan bisa langsung cek]
Adit menganggukan kepala karena tidak mau menunggu terlalu lama dia menuruti Sistem. "Status."
Nama : Aditya Narayan
Level : 10
Kepintaran : 13
Ketampanan : 10
Kharisma : 10
Kekuatan : 16
Ketahan : 10
Kelincahan : 10
Skill :
* Ahli Memasak
-Seni beladiri tingkat tinggi
Item ;
-Armor anti serangan
coin ;: 4.800
Poin status : 70
Adit terkejut dengan layar notifikasi miliknya. "ini lebih panjang dari pada sebelumnya. Dan juga ada ketampanan?"
[Itu karena tuan telah mencapai level 10]
[Semakin tinggi status 'ketampanan' maka akan menarik banyak wanita]
"Hah," Adit menghela napas berpikir bahwa itu tidak terlalu penting. "Oh, ya. Aku punya banyak poin status yang menganggur, kira-kira apa yang sebaiknya kunaikan, apa kamu ada saran sistem?"
[tentu! Jika Tuan ingin mempunyai fisik dan kekutan yang mumpuni maka saya sarankan untuk menaikan 'kekutan' + 20, 'ketahan' + 20, dan kelincahan + 30]
[ Tapi jika Tuan ingin menjadi pintar, populer, tampan. Maka sistem menyarankan untuk menaikan; Kepintaran + 20, ketampanan + 30, dan kharisma + 20]
[Semua tergantung keinginan Tuan.]
Adit merenung untuk beberapa saat, lalu dia memutuskan untuk opsi pertama. Untuk saat ini dia sedang memiliki konflik dengan geng eskumat, jadi dia lebih butuh kekuatan fisik.
"Aku akan menambahkan + 'kekutan' + 20, 'ketahan' + 20, dan kelincahan + 30," gumam Adit sambil menekan-nekan tombol penambahan status.
Saat melakukan hal tersebut, Adit dapat merasakan sesuatu mengalir di dalam tubuhnya dan dia merasa lebih kuat daripada tadi.
Tubuh dia serasa sangat ringan, kekuatan tubuh juga berkali-kali lebih kuat. dia seolah bisa lari dan menghancurkan apapun jika ingin.
"Status!"
Nama : Aditya Narayan
Level : 10
Kepintaran : 13
Ketampanan : 10
Kharisma : 10
Kekuatan : 36
Ketahan : 30
Kelincahan : 40
Skill :
* Ahli Memasak
-Seni beladiri tingkat tinggi
Item ;
-Armor anti serangan
coin ;: 4.800
Poin status : 0
Adit tersenyum penuh kepuasan jika geng Eskumat menganggu maka dia sangat yakin bisa membabat mereka semua tanpa ampun.
Detik berikutnya Adit tanpa sengaja menatap seorang siswi perempuan, dia baru saja keluar dari salah satu kelas dan berjalan menuju tempat duduk Adit.
Dia merupakan gadis dengan rambut ponytail berwarna coklat, tubuhnya lebih kecil daripada anak seumurannya, sehingga terlihat seperti anak SMP alih-alih anak SMA, namun meskipun begitu dia memiliki paras yang mengemaskan dan munggil.
Mata berwarna keemasan terlihat sangat cocok dengan rambutnya, aura gadis itu terlihat sangat positif dan ceria.
"ternyata ada juga murid yang menyelesaikan soal ujian dengan cepat, bahkan lebih cepat daripada aku," ucap gadis itu menatap Adit.
"Permisi sebentar." gadis itu duduk tepat disamping Adit.
Tiba-tiba didatangi oleh gadis, hal ini membuat Adit sedikit kebingungan. Dia menatap sang gadis dengan serius, seolah ingin mengetahui sosok dari gadis itu.
"Perkenalkan aku Nia dari kelas 2-B, siapa namamu?" tanya Nia, merentang untuk berjabat tangan.
Walaupun dia sedikit ragu-ragu karena didatangi oleh gadiscantiki, Adit tetap menerima jabatan tangan itu karena bisa dianggap sombong jika mengabaikan. "Aku Aditya Narayan, kelas 2-A."
Mereka saling berjabatan tangan dengan damai dan tersenyum, ini adalah pertama kali Adit melihat Nia, tapi entah kenapa dia merasa familiar dengan gadis bernama Nia itu.
Dia berpikir untuk beberapa saat, mungkin di masa depan dia pernah bertemu? Dan setelah rentang satu menit berpikir dia teringat sesuatu yang mengerikan.
"Nia Natasya, ya?" gumam Adit setelah selesai dengan berjabat tangan.
Nia terlihat terkejut untuk beberapa detik. "Aku tidak memberi tahu nama lengkapku, tapi darimana kamu tahu nama lengkapku? 'Natasya, itu adalah nama pemberian dari 'dia' baru-baru ini. Bahkan nama itu tidak masuk dalam data" Wajah ceria dan senyuman dari Nia perlahan menghilang digantikan oleh wajah serius.
Nia Natasya, kalau ingatan Adit tidak salah. Di masa depan, dia adalah korban pembunuhan brutal yang menjadi trending topik dimana-mana bahkan TV juga meliput berita. Tidak ada yang tahu siapa pelaku pembunuhan itu, tapi ada satu petunjuk dari beberapa kenalan. Pembunuhan dari Natasya disebabkan oleh tunangannya yang masih tidak diketahui namanya.
Adit tentu tidak bisa mengatakan secara langsung ke Nia bahwa dia akan mati, dia sekarang saja dicurigai karena tahu nama lengkap gadis itu.
Satu hal yang tidak diketahui oleh Adit adalah bahwa 'Natasya' adalah nama pemberian dari 'dia' yang memiliki kemungkinan besar dari sang tunangan.
"Jadi dari mana kamu tahu nama itu?" tanya Nia sekali lagi penuh penekanan.
Saat ini Adit bimbang harus menjawab apa, saat dia memutuskan untuk mengarang cerita dan membuka suara, entah beruntung atau dapat ketidak beruntungan, tiba-tiba suara lelaki terdengar dari belakang tubuh Adit.
"Ketemu juga Aditya Narayan." Suara itu sangat tenang dan mencengkam sebagai salah satu siswa di sini tentu Adit tahu sosok lelaki dari pemilik suara tersebut, dia tidak lain adalah Dika.
Adit menoleh dia memasang wajah bermasalah walaupun jujur dia terbantu atas kedatangan tidak terduga ini. "Apa yang bisa kubantu, Wakil ketua geng Eskumat- Dika?"
Dika merupakan wakil ketua dari geng Eskumat, selain ketua dia juga adalah siswa lelaki paling populer di sekolah ini. Terkenal dengan sikap kalem, dingin, dan cueknya. Dia juga adalah siswa super jenius yang selalu menghasilkan nilai seratus di seluruh mata pelajaran.
Tubuhnya yang sempurna dan ketampanan tanpa batas membuat semua siswi perempuan terpesona, tapi bagi Adit yang cari masalah dengan geng Eskumat dia tahu apa tragedi selanjutnya.
"Ikuti aku sebentar ada yang ingin kubicaran sama kamu." Dika berkata pelan dan dingin seperti biasa, tapi itu seperti sedikit menekan.
Adit menghela napas seketika, pasti dia akan dibawa untuk alasan gelud. Tapi mau bagaimana lagi, dia sudah membuat masalah dengan Eskumat akan lebih baik untuk menyelesaikan semua, terlebih dia punya amarah karena Eskumat membuat Emilia menderita selama ini.
"Baiklah akan kuikuti kamu."
...----------------...
...Bonus ilustrasi Emilia...
......Maaf kalau ilustrasi anime karena author agak wibu dikit 😎✌......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
yuce
pintar juga otor buat gambar komik daripada foto para artis mendingan gambar komik hehehehe/Facepalm/
2024-07-07
0
saa
nia nama teman saya thor
2024-01-07
3
biji bernapas
70-50=0 ?
kok bisa
2023-12-11
2