Cahaya matahari menerjang melalui jendela kamar, mengenai kelopak mata Adit yang tertutup rapat, perlahan remaja itu membuka mata.
Suara alarm kamar sudah berdering. Waktu menandakan pukul 06.00 waktu remaja normal untuk bangun.
Adit menguap lalu mengucek mata karena kelelahan.
[Ding! Selamat anda berhasil menyelesaikan misi]
[Membiarkan Emilia menginap satu malam]
[Hadiah 200 coin, 10 poin status, Skil Bela diri tingkat tinggi]
Adit menatap layar notifikasi yang selalu muncul disaat tidak terduga, baru saja dia bangun tidur sudah mendapatkan laporan dari sistem.
"Skil bela diri ya? Itu mungkin akan lebih berguna daripada skil memasak yang barusan kubeli... oh,ya Sistem, tempo hari aku mendapatkan item—armor anti serangan apa kegunaan armor itu?" tanya Adit walaupun dia masih agak mengantuk.
[Ding! Sistem akan menjawab pertanyaan Tuan]
[Armor anti serangan]
Dengan sekejap di udara muncul hologram berupa armor ringan yang tampak sangat mahal dengan kualitas tinggi. Adit seketika terkejut. "Jadi ini armor anti serangan? Terlihat keren tapi ini sangat mencolok!"
[Informasi item: Armor anti serangan adalah sebua armor istimewa yang membuat segala serangan baik itu fisik, tembakan, sayatan pisau, atau segala jenis kerusakan yang akan mengakibatkan damage fatal menjadi menghilang begitu saja.]
[Dengan kata lain selama anda menggunakan armor ini anda bisa bebas dari segala jenis luka.]
"Sangat cheat!? .... tapi meskipun armor terlihat sangat berguna, menggunakan hal seperti itu setiap hari bukankah akan menarik perhatian. Orang-orang bisa berpikir yang tidak-tidak denganku." Adit membuat wajah sedikit bodoh, dia sendiri sedikit malu jika membayangkan menggunakan armor setiap hari.
[Tidak perlu dipikirkan, Tuan. Karena armor itu bisa dibuat mode menghilang.]
"Mode menghilang?"
[Ya, semua jenis armor bisa dibuat tidak terlihat bagi mata manusia normal termasuk anda, tuan akan terlihat seperti menggunakan pakaian normal, tapi kenyataannya armor sudah berada di tubuh.]
Adit menganggukkan kepala, lalu dia mencoba mengambil armor anti serangan dari penyimpanan sistem. Kemudian menggunakan armor itu.
Armor kecil dan tipis, tapi mencolok kini dipakai oleh Adit. "Jadi bagaimana mengaktifkan mode menghilang?"
[Tuan tinggal mengatakan dengan nada liri "mode menghilang" maka armor akan menghilang.]
Dia menganggukan kepala. "Mode menghilang." Dengan sekejap pakaian armor yang moncolok itu hilang begitu saja, seolah Adit tidak memakainya. "wao ini sangat hebat!"
Tok... tok.. tok..
Sura ketukan pintu terdengar, Adit reflek menatap pintu tersebut.
"Adit ini sudah pagi jadi segeralah bangun, dan juga jangan terlambat hari ini ada ulangan kan?" suara gadis yang imut terdengar dari balik pintu itu adalah suara milik Emilia.
"Aku sudah bangun Emilia... tunggu tadi kamu bilang apa, kita ulangan?" Adit tampak terkejut dia tidak mengingat apapun tentang ini!
"Ya itu benar, jangan bilang kamu lupa."
Adit hanya bisa tersenyum, meski ini sangat mendadak dia yakin masih bisa mendapatkan hasil yang memuaskan apa lagi sekarang ada sistem yang siap membantu.
***
Seperti yang dikatakan oleh Emilia, rupanya hari ini benar-benar akan diadakan ulangan terlebih lagi mata pelajaran MTK yang sering membuat para murid pusing. Semua tampak mengeluh.
"Aku sama sekali belum belajar bagaimana ini?" keluah salah satu siswa.
"Sama dong, aku juga, yah. Walaupun aku belajar pasti akan percuma. Habis ini pelajaran dari pak Agus! Dia tidak ngotak kalau kasih soal. Yang bisa mengerjakan paling juga cuma Bagas." sahut siswa lain.
"Hah," siswa yang mengeluh menghela napas. "Kayaknya remdi akan menanti."
namun hanya seglintir orang yang telah siap akan ulangan hari ini.
Bagas adalah salah satunya, sebagai siswa paling pintar dalam pelajaran MTK ulangan adalah hal yang mudah, dia sangat yakin bisa mendapatkan nilai sempurna. Dan dia juga berpikir ini adalah hari yang pas untuk membuat Aditya yang mempermalukan dia tempo hari.
Bagas sedikit melirik ke Adit. "Bersiaplah hari ini akan kubuat kamu malu... kemarin kamu sangat beruntung bisa menjawab soal dari pak Agus, tapi entah apa yang akan terjadi nanti. Hahaha." gumam Bagas merendahkan Adit.
Adit memang tidak mempersiapkan diri, tapi dengan kemampuan cheat yang dia dapatkan. Adit yakin bisa berhasil lancar.
Pak Agus membagikan soal dan sekarang adalah waktu untuk mengerjakan.
Adit menatap lembar ujian soal tersebut dan tersenyum. "Apa, ternyata ini sangat mudah." gumam dia sendiri.
[Ding! Selamat misi baru. Selesaikan semua soal dalam 15 menit dan buat semua orang terkejut.]
[Hadiah 500 coin, poin status 15, dan beberapa statis baru]
Adit tersenyum karena mendapatkan misi baru, dia merasa yakin bisa selesai dalam lima belas menit. Remaja itu mulai menggerakan pulpen dengan sangat cepat tanpa adanya kesusahan.
Bagas disisi lain masih meremehkan Adit, dia berpikir bahwa Adit sudah pasrah dan asal mengerjakan. 'Hahaha dia pasti asal orang bodoh seperti dia tidak mungkin bisa mengerjakan soal ini.'
Waktu telah berjalan sekitar 15 menit. Sikap sombong bagas barusan sekarang hilang, dia baru saja mengerjakan satu soal dan merasa kesusahan, sedangkan siswa lain malah pasrah dan terus mengumpat.
"Sial, pak Agus sangat tidak punya hati, mana ada anak SMA bisa mengerjakan ini!?" kesal Bagas dalam hati,
Adit menepuk meja dengan pulpen dan dia berdiri dari tempat duduknya. "Pak aku sudah selesai apa aku boleh langsung mengumpulkan ini?"
Mendengar perkataan dari Adit seketika suasana kelas menjadi heboh, ada yang tertawa karena menganggap Adit bercanda dan ada yang mengejeknya.
"Hei serius? Kerjain yang benar sobat, tidak mungkin orang sepertimu bisa menjawab dengan sangat cepat,"
"Dia pasti asal. Bagas sendiri saja kesusahan." Tambah siswa lainnya.
Dari semua siswa tentu Bagas yang paling marah atas ucapan dan tindakan adit. "Hei! Apa kamu meremehkanku? Jangan bercanda dan kembali duduk. Mana mungkin orang seperti kamu bisa mengerjakan soal itu dalam 15 menit."
Bagas berteriak dan berdiri dari tempat duduk, meskipun sepintar-pintarnya orang. Masih susah dipercaya soal seperti itu dikerjakan dalam 15 menit.
"Harap tenang para murid!" kata Pak Agus menenangkan. Semenjak Adit dapat menyelesaikan soal di papan tulis, pandangan Pak Agus terhadap.
Atas perkataan Pak Agus kelas yang sebelumnya ramai kini menjadi hening. Bagas dan lain-lain berhenti menertawakan Adit.
"Kamu boleh membawa ke sini, akan kucek dengan segera."
Adit menganggukan kepala dan berjalan, memberikan lembar jawaban ke meja Pak Agus.
Pak Agus mengecek untuk beberapa saat dan dia membelabakan mata. Sungguh luar biasa, pak Agus menyadari bahwa ada emas di kelas A ini.
"semuanya benar... kamu dapat poin 100"
Adit tersenyum dan melangkah keluar." Terima kasih pak Agus,"
Setelah Adit keluar, tentu saja semua terkejut bukan main, dan Bagas adalah satu-satunya paling kaget. 'Sial bagaimana bisa dia mendapatkan nilai sempurna? Dia pasti curang.'
'Akan ku bongkar caramu bermain curang Adit. Aku tidak percaya begitu saja dengan hasilmu.'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
yuce
masak ya anak SMA disuruh memberikan soal setingkat anak kuliahan mana mudeng dikepala mereka ada2 aja guru SMA nya.
2024-07-07
0
Deki Marsoni
👍👍👍👍👍👍👍
2024-03-27
0
Izhar Assakar
ngomong2 ada yg tau kah sdah berapa coin yg di dpat adit smenjak dpat sistem,,,
2024-01-15
2