Adit menatap sosok remaja yang bersujud di depannya ada rasa enggan dan sangat ingin menolak permintaan dari Dika, tapi bagaimana ya? Dia terus meminta tolong tanpa.
"Tolong bos, tolong, tolong, tolong. TOLONG JADIKAN AKU ANAK BUAHMU!!" Ini adalah kalimat yang dia ucapkan tanpa henti dan sejujurnya bisa membuat kepala Adit pecah.
Memijat pelipisnya, dia menghela napas. Dia terpaksa menerima tawaran itu lagipula tidak ada alasan untuk menolak orang kuat seperti Dika. "Oke kamu saya terima!"
Dika mengangkat kepalanya dan menatap Adit penuh kagum, kedua bola mata dia seperti bintang karena bersinar terang.
"Tapi, untuk sekarang katakan apa motif aslimu mengundangku ke sini?" Dia mencoba menggorek informasi ke Dika.
"Eh? Saya hanya ingin mengajak gelud Bos karena bosan. Lagipula kabar mengatakan bahwa bos Adit mempermalukan Raefka saat bermain bola bahkan kamu mengusir dia di cafe, 'kan? Di Eskumat topik itu jadi trending lo" jawab Dika penuh senyuman.
Serius, Adit tidak habis pikir dengan jalan pikiran remaja satu ini, sungguh maniak petarung. Dan ini pertama kalinya dia melihat sisi bodoh dari Dika. Adit terus berpikir bahwa Dika adalah orang cool, pendiam, tenang, tapi siapa sangka dia akan benar-benar berubah saat membahas masalah gelud.
"hah," Adit menghela napas dan melirik ke arah Dika dengan malas. "Alasan lainnya? Apa si Raefka tidak mengatakan apapun tentang menjebakku?"
Dika memiringkan kepala, muncul tanda tanya di kepala dia. "Hmm, untuk menjebak bos Adit tidak, tapi aku mendengar kalau Raefka akan menculik gadis sat pagi-pagi dan menyekapnya.."
"Hah apa kamu serius? Siapa gadis yang kamu maksud itu?" tanya Adit terkejut karena dia punya gambaran tentang gadis itu.
"E.. e.. emilia atau apalah itu."
Dan dugaan Adit benar seratus persen, si Raefka pasti menculik Emilia saat pagi-pagi dalam perjalan sekolah.
Tadi Adit bangun terlambat dan Emilia terpaksa berangkat terlebih dahulu oleh karena itu dia tidak berangkat bersama, Raefka pasti memanfaatkan saat Emilia sedang sendirian.
Benar-benar licik!
"Jadi Emilia menjadi korban, ya? Apa yang sebenarnya Bosmu itu inginkan!?" Adit mengepalkan kedua tangan karena emosi.
"EH? Bosku sekarang adalah Bos Adit. Aku dan Raefka sudah PUTUS!"
Dia berkata dengan nada layaknya perempuan, membuat wajah Adit menjadi membiru karena jijik. "BIsa berhenti mengatakan PUTUS? Menjijikan."
"Bos Adit jika gadis bernama Emilia itu sangat penting untuk Bos maka akan saya bantu, aku tahu tempat persembunyian Raefka dan lain-lain." Dika berdiri dari lantai dan kembali bersemangat meskipun babak belur, dia berlari ingin memandu arah.
Tapi dihentikan oleh Adit. "Tunggu!"
Perkataan itu membuat langkah Dika berhenti dia membalikan badan dan menatap Adit. "Iya bos?"
Adit memegang dagu seperti memikirkan sesuatu. "JIka asal terobos akan jadi hal buruk, geng eskumat ada banyak jadi kita harus berpikir pintar."
Dika makin kagum dan berbinar-binar. "Bos Adit gituloh~ memang hebat, dan pintar!"
'TIdak, siapapun akan berpikir hal ini, orang bodoh mana yang akan terobos ke arah markas musuh tanpa persiapan.' batin Adit menatap Dika. 'Oh aku lupa, kalau Dika pasti langsung gass terobos!'
"Jadi apa rencana bos Adit?!" tanya Dika tidak sabar dan penuh semangat.
Adit merenung beberapa saat dan tersenyum. "Aku ada ide menarik, dan pastinya berhasil."
[Ding! Selamat anda mendapatkan misi baru]
[Selamatkan Emilia dari tangan para geng eskumat dan sembuhkan hatinya terluka.]
[Hadiah satu kekuatan spesial yang luar biasa, fitur baru sistem terbuka.]
"Aku tahun sistem, bahkan tanpa kamu berikan misi. aku akan menyelamatkan dia."
***
Di gudang sekolah yang sudah tidak terpakai.
Sekumpulan murid berkumpul di tempat kumuh dan gelap itu, mereka yang berkumpul adalah para anggota dari geng Eskumat. Ada Sang Bos Raefka dan puluhan anggota di sana.
Di ruangan itu juga terlihat jelas sosok gadis yang terikat oleh tali dan tergeletak di lantai dengan mulut ditutup oleh latbam, dia adalah Emilia.
Seperti perkataan dan dugaan Adit, tampaknya Emilia benar-benar disekap hari ini.
Alasan dari tindakan tersebut adalah demi menarik perhatian dari Adit, membawa remaja itu ke sini dan membuat Adit babak belur oleh seluruh anggota Eskumat.
saat ini semua murid sedang melaksanakan ujian, para guru juga sibuk untuk mengawasi ujian jadi sekarang merupakan waktu paling tepat untuk berbuat seperti ini.
Namun, sangat disayangkan, umpan tidak berfungsi seperti seperti apa yang diinginkan oleh Raefka.
Terbukti dari Adit tidak datang sekarang.
Raefka sejak dari tadi menunggu kedatangan remaja itu dengan penuh emosi, dia tidak sabar untuk mencabit-cabit muka sombongnya.
"Sial kenapa cecunguk itu tidak datang juga?!" Raefka menendang parabotan di sana dengan kasar, meluapkan semua emosi dalam satu tendangan.
Para anggota yang melihat itu merasa ketakutan, tidak pernah mereka melihat sosok Raefka emosi seperti ini.
Disaat sedang panas-panasnya Raefka emosi, sebuah pintu terbuka.
Menampilkan Dika yang babak belur dan berjalan dengan santai. Di belakang dia ada Adit yang tampak tak kalah penuh luka juga, di pergelangan tangan Adit diikat oleh tali yang kuat.
"Hah, dia cukup kuat bos. Tapi sesuai perintah anda saya membawa orang ini," kata Dika dengan nada terengah-engah seolah baru saja mengalami pertarungan berat.
Raefka menatap Dika dengan seksama ada rasa terkejut melihat maniak gelud seperti dia ter engah-engah hanya karena melawan bocah seperti Adit.
Tapi, siapa peduli yang penting Adit pembuat onar sekarang ada di sini.
"Bagus tidak rugi aku membuatmu jadi wakil ketua, sekarang bawa dia dihadapanku!"
"Dimengerti Bos." Dika mendorong tubuh Adit dengan kasar sehingga membuat orang itu terhuyung dan terjatuh di lantai.
"Aduh." teriak Adit kesakitan.
"Hahaha akhirnya kamu ketangkep juga dasar pembuat onar! Pertama mematahkan tangan Rivan, kedua membuat aku dipermalukan dosamu sangat besar anak sialan!"
Semua orang yang melihat kondisi Adit menatap dengan rendah dan penuh senyuman jahat, mereka sangat menganggap bahwa orang lemah seperti Adit sebentar lagi akan menerima hukuman paling mengerikan dari bos mereka.
Tapi dari banyaknya tatapan merendahkan ada satu orang dengan tangan dibaluk oleh perban menatap ngeri ke Adit, dia adalah Rivan. Rivan tentu masih ingat kejadian di kantin, dia menjadi trauma dengan Adit.
Dia percaya bahwa kedatangan Adit pasti ada motifnya!
"Hahaha bos jangan terlalu kasar dengan orang seperti dia. Dia lemes banget dan letoy kayak bencong," ejek salah satu anggota eskumat.
"Iya aku malah jadi kasihan ama dia, ahahaha~" ejek anggota lainnya.
Semua yang berada di sini sudah jelas sekali mengejek Adit dan menganggap remeh.
Mendengar ejekan dari anggota, Raefka menjadi tertawa karena menganggap pendapat itu lucu. "Kamu sangat benar! Oleh karena itu aku punya hukuman lebih ringan. Aku tidak akan main fisik tapi memberikan hukuman berupa mental." Dia memasang senyuman menjijikan.
'Apa yang ingin dia lakukan?' batin Adit karena melihat senyum itu.
"Mari kita nikmati wanita ini di depan matanya, aku yakin dia pasti akan kena mental dan akan menjadi gila."
Mendengar ucapan itu Adit menjadi geram dan sangat ingin memberontak, tapi jika dia melakukan hal tersebut rencana akan menjadi berantakan dan gagal total.
Maka dari itu dia memutuskan untuk menahan diri setidaknya untuk saat ini!
"Yosh, mari kita bermain dengan wanita itu! Dimulai dari Dika ya, dia sudah berkerja keras jadi kita beri dia kesempatan pertama menyantap keperawana* gadis suci!"
jika saja Adit tidak punya rencana maka sudah jelas sekali dia akan memukul Raefka atas perkataan barusan. Tapi dia masih menahan diri.
Dika tersenyum tipis, kini adalah waktunya untuk menjalankan rencana!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Eros Hariyadi
Lanjuuuutt Thor 😝😄💪👍🙏
2023-11-15
3
Eros Hariyadi
Orang seperti Raefka kok fari dulu bebas berbuat sewenang-wenang, makanya Adit jangan Naif kalo jadi orang, hajaaarr dan jebloskan Raefka dan temen²nys ke penjara polisi...baru beneerr itu...😝😄💪👍👍👍
2023-11-15
2
Harman LokeST
haaaajaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr seeeeeeemuuuuuuanyaaaaassssaaaaaa jaaaaaaaaaaaaaaannnngggggaaaaaaaaannn beeeeeeeriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aaaaammmmmmmmmmmppppuuuuiunnnn kiipaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaasssss teeeeeeeeerrrrrrrrrrruuuuuuuusssssssss
2023-11-02
2