Chapter 16. Mendapatkan bawahan

Tap.. Tap..

Suara langkah kaki bergema di tangga sekolah, terlihat Adit dan Dika sedang menaiki tangga menuju roftop untuk berbicara empat mata.

"Omong-omong jika kamu berada diluar kelas, itu artinya kamu sudah selesai dengan ujian MTK?" tanya Dika membuka topik pembicaraan.

Ini adalah hal jarang untuk Dika- orang dingin memulai pembicaraan, jadi Adit sedikit terkejut dan terdiam seketika.

"Aku sudah selesai, soal lebih mudah dari yang kupikirkan." Dia menjawab dengan posisi tubuh berjaga-jaga, siapa tahu kan. Kalau tiba-tiba Adit diserang saat lengah.

"Hmm, sangat mudah ya? Adit yang terkenal rangking paling bawah tiba-tiba bisa mengerjakan soal MTK dengan sangat mudah, tidak berhenti disitu saja. Kamu juga melawan Rivan dan bahkan Raefka, sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" tanya Dika seolah menyelidiki segala kejanggalan yang ada.

Memang tindakan Adit patut dicurigai karena tiba-tiba berubah sangat banyak. Tapi dia tidak menyangka dia akan dicurigai secepat ini.

'Sesuai harapan dari rangking pertama dari satu sekolah, dia cukup pintar,' batin Adit dalam hati.

Clrak..

Kedua orang itu telah sampai di pintu masuk roftop ( atap atas) disitu tertulis dilarang masuk, tapi Dika tidak peduli dan membukanya.

Roftop terlihat sangat luas dengan pemandangan ketinggian yang indah, langit membentang luas terlihat sangat jelas di atas atap sekolah, terik matahari juga berada tepat di atas, sehingga membuat sedikit gerah. Namun, meski begitu angin sepoi-sepoi saling bermain, membuat suasana cukup sejuk.

Dika berhenti melangkah dan berdiri di tengah roftop, dia berbaik badan dan menatap Adit yang masih terdiam di pintu masuk roftop. Rambut milik Dika berayun-ayun, tertiup oleh angin.

"Kita sudah ada di tempat sepi jadi cepat katakan tujuanmu, Dika?!"

Dika tersenyum, sebuah hal paling jarang untuk siswa seperti dia.

Swosh..

Bruk..

Detik berikutnya, Dika menyerang Adit dengan sangat cepat. Dalam satu tarikan napas dia telah berada di depan Adit dan melayangkan tendangan kematian ke arah kepala Adit

Beruntung Adit baru saja menambahkan status, jika tidak dia pasti tidak bisa merespon dan menahan tendangan dari Dika seperti sekarang.

"Oh~ sudah kuduga. Aku tidak tahu darimana perubahan ini datang, tapi ini pertama kalinya ada yang bisa menahan tendanganku!"

Dika tersenyum karena puas, selama ini jika Dika melakukan tendangan maka dipastikan orang tersebut akan mampus dan jatuh pingsan jadi dia cukup kaget atas fakta bahwa Adit menahan tendangannya.

"Tapi bagaimana dengan ini?!"

Berteriak, Dika lagi-lagi melakukan tendangan. Kali ini dengan tenaga penuh dan mengarah ke perut Adit.

'gawat!' Adit tidak sempat untuk menghindar dan akhirnya tendangan itu terkena telak di perut.

Adit mundur beberapa langkah atas tendangan dari Dika.

Merasa percaya diri dia tersenyum penuh kemenangan berpikir bahwa Adit tidak bisa menahan serangan barusan.

"Hahaha pasti sakit, 'kan? Beberapa saat lagi kamu pasti akan pingsan!" teriak Dika sambil tertawa.

Mata Dika terbuka lebar karena terkejut, berbeda dengan prediksinya, Adit justru tidak mengalami luka apapun dia bahkan bisa berdiri setelah menerima serangan penuh kekuatan dari Dika.

"Bagaimana mungkin?" gumam Dika.

"Maaf tapi tendangan barusan bukan apa-apa untukku."

Semua berkat armor anti serangan jika saja Adit tidak pakai armor paka sudah pasti dia menerima kerusakan parah dan berakhir pingsan seperti yang dikatakan oleh Dika barusan.

"Jangan sombong dasar pecundang! Hanya beruntung kamu bisa menahan tendanganku, berikutnya tidak ada keberuntungan ke dua."

Dika tampak penuh emosi sangat berbeda dengan dirinya yang kalem. Jika bersangkutan tentang gelud maka sikap Dika bisa berubah drastis.

Meski terlihat tenang dan cuek sebenarnya Dika adalah orang yang suka gelud dan penuh hasrat untuk bertarung.

Dia terus bergelud melawan orang-orang kuat dan jika dia kalah maka dia akan mengikuti pemenangnya.

Dan itulah yang akan di alami oleh Dika beberapa detik dari sekarang..

Dika berlari kencang, dia melompat dan memberikan tendangan melayang ke arah Adit yang masih berdiri tenang.

"Mati kau, ahahaha~"  Dika tertawa terbahak-bahak berpikir bahwa semua akan berakhir dengan tendangan melayang miliknya.

Tapi dia terlalu naif.

"Maaf aku tidak punya waktu lagi untuk bermain. Ini mungkin sakit tapi tahan." Tatapan Adit berubah menjadi tajam, aura miliknya juga menjadi mencengkam, dia dengan cepat menjadi seperti orang yang berbeda.

Dika sendiri merasakan aura ini dan sedikit takut, tapi bodo amat dia akan tetap bergelud tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi.

Tendangan melayang itu makin mendekat ke Adit, saat ini berjarak 1 cm dan nyaris mengenai kepala Adit. Tapi pemuda itu dengan cepat mengakhiri pertarungan hanya dengan satu pukulan.

Bruk...

Pukulan keras itu adalah kekuatan penuh dari Adit, tepat mengenai mulut Dika dan membuatnya mental beberapa meter.

Tubuh remaja itu berguling-guling di lantai dan akhirnya tergeletak dengan posisi menyedihkan.

"Duh aku terlalu berlebihan," gumam Adit dengan senyuman kaku.

"Oy, kamu baik-baik saya?" Adit berjalan ke arah Dika untuk mengecek kondisi Dika.

Tapi seolah pukulan itu tidak berefek, tiba-tiba Dika berdiri lagi.

Adit mencibir, dia sekarang paham kenapa Dika disebut dengan petarung kelas atas dan penikmat gelud itu karena dia sangat suka bertarung walaupun dalam kondisi parah.

Dilihat darimana pun, Dika babak belur dan harusnya orang normal tidak mungkin berdiri dalam posisi terluka seperti itu.

"Apa kamu masih ingin gelud? Kalau begitu, kali ini aku tidak akan menahan diri lagi!" ucap Adit penuh tekanan dan mengeluarkan aura bertarung.

Tapi Dika hanya tersenyum, perlahan dia membungukan kepala dan pada akhirnya dia berpose sujud seperti menganggap Adit adalah orang paling patut dihormati.

"Hei kenapa kamu bersujud di depanku, berhenti!"

"T-to- to..." Dia mengeluarkan suara terbata-bata, mungkin luka dari pukulan Adit terlalu parah sehingga dia jadi agak sedeng dan susah berbicara

"Hah? Apa bicara lebih jelas!" bentak Adit karena dia sudah mulai merasa sebal.

"Tolong jadikan aku bawahanmu master!" Dika berkata dengan wajah berbinar-binar penuh kekaguman.

Sedangkan Adit memasang senyuman bodoh karena tidak percaya atas perkataan Dika. "Serius?" gumamnya. Sebagai siswa sini tentu Adit tahu rumor bahwa Dika akan mengikuti siapapun yang bisa menang gelud dengannya.

Tapi tidak ada yang menyangka bahwa rumor itu benar-benar ada!

[Ding! Selamat anda menyelesaikan misi rahasia, membuat Dika menjadi bawahan telah terlaksana]

[Hadiah, 2000 coin, 15 poin status, + 15 kharisma dan Skill leader ship, skill diamana tingkat pemimpinan anda berada di level luar biasa, semua bawahan anda akan patut dan hormat kepada anda]

[Anda Naik level]

[Nama : Aditya Narayan

Level : 11

Kepintaran : 14

Ketampanan : 11

Kharisma  :26

Kekuatan : 37

Ketahan : 31

Kelincahan : 41

Skill :

* Ahli Memasak

-Seni beladiri tingkat tinggi

-Leader Ship

Item ;

-Armor anti serangan

coin ;: 6.800

Poin status : 15]

Adit memijat pelipisnya. "Sistem untuk sekarang berhenti memberikan laporan, kepalaku sangat pening."

Terpopuler

Comments

Gavin Bae

Gavin Bae

adit ini MCnya rewel dan banyak mengeluh.banyak protes.

2024-01-31

5

Nazrul

Nazrul

mantap thor

2023-12-06

2

Herlinawati Lina

Herlinawati Lina

orang tuanya ga diliatin mlh berantem trs. cerita sistim semua bgtu lm" berantem dll.. mls bcnya

2023-11-28

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1. Pengkhianatan
2 Chapter 2. Dunia tujuh tahun sebelumnya
3 Chapter 3. Misi pertama
4 Chapter 4. Menghentikan pelecehan
5 Chapter 5. Membeli Emas
6 Chapter 6. Membayar biaya
7 Chapter 7. Sejak awal aku ditipu
8 Chapter 8. Memutuskan hubungan
9 Chapter 9. Jam olahraga
10 Chapter 10. Cafe
11 Chapter 11. Melayani pelanggan sampah
12 Chapter 12
13 Chapter 13. Menginap
14 Chapter 14. Ulangan dadakan
15 Chapter 15. Status baru
16 Chapter 16. Mendapatkan bawahan
17 Chapter 17. Ide cermelang dari Bos Adit
18 Chapter 18. Menjadi bos baru
19 Chapter 19.
20 Chapter 20
21 Chapter 21. Rencana
22 Chapter 22. Menyelamatkan
23 Chapter 23. Menyelamatkan 2
24 Chapter 24 Amel dan Emilia
25 Chapter 25. Menuju kantor polisi
26 Chapter 26. Hadiah dari sistem
27 Chapter 27. Hadiah Spesial dari Emilia
28 Chapter 28. Keributan di pagi hari
29 Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris
30 Chapter 30. Dasar sombong
31 Chapter 31. Kondisi rumah sakit yang gaduh
32 Chapter 32. Merasakan perasaan jahat
33 Chapter 33. Membasmi preman jalanan
34 Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
35 Chapter 35. Menjalankan rencana
36 Chapter 36. Surat undangan
37 Chapter 37. Permintaan tolong dan bukti yang membantu
38 Chapter 38. Memberantas geng elang
39 Chapter 39. Menyelesaikan kasus
40 Saran dan kritik
41 Chapter 40. Keluar dari rumah sakit
42 Chapter 41. Ke hotel Al-Faris
43 Chapter 42. Makan di hotel
44 Chapter 43. Joging
45 Chapter 44. Oisi restoran
46 Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran
47 Chapter 46. Mengatasi oisi restoran 2
48 Chapter 47. Pelajaran Pak Eko
49 Chapter 48.
50 Chapter 49.
51 Chapter 50.
52 Chapter 51.
53 Chapter 52.
54 Chapter 53.
55 Chapter 54.
56 Chapter 55.
57 Chapter 56
58 Chapter 57
59 Chapter 58
60 Chapter 59
61 Chapter 60
62 Chapter 61.
63 Chapter 62.
64 Chapter 63.
65 Chapter 64
66 Chapter 65
67 Chapter 66
68 Chapter 67
69 Chapter 68
70 Chapter 69
Episodes

Updated 70 Episodes

1
Chapter 1. Pengkhianatan
2
Chapter 2. Dunia tujuh tahun sebelumnya
3
Chapter 3. Misi pertama
4
Chapter 4. Menghentikan pelecehan
5
Chapter 5. Membeli Emas
6
Chapter 6. Membayar biaya
7
Chapter 7. Sejak awal aku ditipu
8
Chapter 8. Memutuskan hubungan
9
Chapter 9. Jam olahraga
10
Chapter 10. Cafe
11
Chapter 11. Melayani pelanggan sampah
12
Chapter 12
13
Chapter 13. Menginap
14
Chapter 14. Ulangan dadakan
15
Chapter 15. Status baru
16
Chapter 16. Mendapatkan bawahan
17
Chapter 17. Ide cermelang dari Bos Adit
18
Chapter 18. Menjadi bos baru
19
Chapter 19.
20
Chapter 20
21
Chapter 21. Rencana
22
Chapter 22. Menyelamatkan
23
Chapter 23. Menyelamatkan 2
24
Chapter 24 Amel dan Emilia
25
Chapter 25. Menuju kantor polisi
26
Chapter 26. Hadiah dari sistem
27
Chapter 27. Hadiah Spesial dari Emilia
28
Chapter 28. Keributan di pagi hari
29
Chapter 29. Menuju Hotel Al-Faris
30
Chapter 30. Dasar sombong
31
Chapter 31. Kondisi rumah sakit yang gaduh
32
Chapter 32. Merasakan perasaan jahat
33
Chapter 33. Membasmi preman jalanan
34
Chapter 34. Membasmi preman jalanan 2
35
Chapter 35. Menjalankan rencana
36
Chapter 36. Surat undangan
37
Chapter 37. Permintaan tolong dan bukti yang membantu
38
Chapter 38. Memberantas geng elang
39
Chapter 39. Menyelesaikan kasus
40
Saran dan kritik
41
Chapter 40. Keluar dari rumah sakit
42
Chapter 41. Ke hotel Al-Faris
43
Chapter 42. Makan di hotel
44
Chapter 43. Joging
45
Chapter 44. Oisi restoran
46
Chapter 45. Mengatasi masalah Oisi restoran
47
Chapter 46. Mengatasi oisi restoran 2
48
Chapter 47. Pelajaran Pak Eko
49
Chapter 48.
50
Chapter 49.
51
Chapter 50.
52
Chapter 51.
53
Chapter 52.
54
Chapter 53.
55
Chapter 54.
56
Chapter 55.
57
Chapter 56
58
Chapter 57
59
Chapter 58
60
Chapter 59
61
Chapter 60
62
Chapter 61.
63
Chapter 62.
64
Chapter 63.
65
Chapter 64
66
Chapter 65
67
Chapter 66
68
Chapter 67
69
Chapter 68
70
Chapter 69

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!