Tap.. Tap..
Suara langkah kaki bergema di tangga sekolah, terlihat Adit dan Dika sedang menaiki tangga menuju roftop untuk berbicara empat mata.
"Omong-omong jika kamu berada diluar kelas, itu artinya kamu sudah selesai dengan ujian MTK?" tanya Dika membuka topik pembicaraan.
Ini adalah hal jarang untuk Dika- orang dingin memulai pembicaraan, jadi Adit sedikit terkejut dan terdiam seketika.
"Aku sudah selesai, soal lebih mudah dari yang kupikirkan." Dia menjawab dengan posisi tubuh berjaga-jaga, siapa tahu kan. Kalau tiba-tiba Adit diserang saat lengah.
"Hmm, sangat mudah ya? Adit yang terkenal rangking paling bawah tiba-tiba bisa mengerjakan soal MTK dengan sangat mudah, tidak berhenti disitu saja. Kamu juga melawan Rivan dan bahkan Raefka, sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" tanya Dika seolah menyelidiki segala kejanggalan yang ada.
Memang tindakan Adit patut dicurigai karena tiba-tiba berubah sangat banyak. Tapi dia tidak menyangka dia akan dicurigai secepat ini.
'Sesuai harapan dari rangking pertama dari satu sekolah, dia cukup pintar,' batin Adit dalam hati.
Clrak..
Kedua orang itu telah sampai di pintu masuk roftop ( atap atas) disitu tertulis dilarang masuk, tapi Dika tidak peduli dan membukanya.
Roftop terlihat sangat luas dengan pemandangan ketinggian yang indah, langit membentang luas terlihat sangat jelas di atas atap sekolah, terik matahari juga berada tepat di atas, sehingga membuat sedikit gerah. Namun, meski begitu angin sepoi-sepoi saling bermain, membuat suasana cukup sejuk.
Dika berhenti melangkah dan berdiri di tengah roftop, dia berbaik badan dan menatap Adit yang masih terdiam di pintu masuk roftop. Rambut milik Dika berayun-ayun, tertiup oleh angin.
"Kita sudah ada di tempat sepi jadi cepat katakan tujuanmu, Dika?!"
Dika tersenyum, sebuah hal paling jarang untuk siswa seperti dia.
Swosh..
Bruk..
Detik berikutnya, Dika menyerang Adit dengan sangat cepat. Dalam satu tarikan napas dia telah berada di depan Adit dan melayangkan tendangan kematian ke arah kepala Adit
Beruntung Adit baru saja menambahkan status, jika tidak dia pasti tidak bisa merespon dan menahan tendangan dari Dika seperti sekarang.
"Oh~ sudah kuduga. Aku tidak tahu darimana perubahan ini datang, tapi ini pertama kalinya ada yang bisa menahan tendanganku!"
Dika tersenyum karena puas, selama ini jika Dika melakukan tendangan maka dipastikan orang tersebut akan mampus dan jatuh pingsan jadi dia cukup kaget atas fakta bahwa Adit menahan tendangannya.
"Tapi bagaimana dengan ini?!"
Berteriak, Dika lagi-lagi melakukan tendangan. Kali ini dengan tenaga penuh dan mengarah ke perut Adit.
'gawat!' Adit tidak sempat untuk menghindar dan akhirnya tendangan itu terkena telak di perut.
Adit mundur beberapa langkah atas tendangan dari Dika.
Merasa percaya diri dia tersenyum penuh kemenangan berpikir bahwa Adit tidak bisa menahan serangan barusan.
"Hahaha pasti sakit, 'kan? Beberapa saat lagi kamu pasti akan pingsan!" teriak Dika sambil tertawa.
Mata Dika terbuka lebar karena terkejut, berbeda dengan prediksinya, Adit justru tidak mengalami luka apapun dia bahkan bisa berdiri setelah menerima serangan penuh kekuatan dari Dika.
"Bagaimana mungkin?" gumam Dika.
"Maaf tapi tendangan barusan bukan apa-apa untukku."
Semua berkat armor anti serangan jika saja Adit tidak pakai armor paka sudah pasti dia menerima kerusakan parah dan berakhir pingsan seperti yang dikatakan oleh Dika barusan.
"Jangan sombong dasar pecundang! Hanya beruntung kamu bisa menahan tendanganku, berikutnya tidak ada keberuntungan ke dua."
Dika tampak penuh emosi sangat berbeda dengan dirinya yang kalem. Jika bersangkutan tentang gelud maka sikap Dika bisa berubah drastis.
Meski terlihat tenang dan cuek sebenarnya Dika adalah orang yang suka gelud dan penuh hasrat untuk bertarung.
Dia terus bergelud melawan orang-orang kuat dan jika dia kalah maka dia akan mengikuti pemenangnya.
Dan itulah yang akan di alami oleh Dika beberapa detik dari sekarang..
Dika berlari kencang, dia melompat dan memberikan tendangan melayang ke arah Adit yang masih berdiri tenang.
"Mati kau, ahahaha~" Dika tertawa terbahak-bahak berpikir bahwa semua akan berakhir dengan tendangan melayang miliknya.
Tapi dia terlalu naif.
"Maaf aku tidak punya waktu lagi untuk bermain. Ini mungkin sakit tapi tahan." Tatapan Adit berubah menjadi tajam, aura miliknya juga menjadi mencengkam, dia dengan cepat menjadi seperti orang yang berbeda.
Dika sendiri merasakan aura ini dan sedikit takut, tapi bodo amat dia akan tetap bergelud tidak peduli dengan apapun yang akan terjadi.
Tendangan melayang itu makin mendekat ke Adit, saat ini berjarak 1 cm dan nyaris mengenai kepala Adit. Tapi pemuda itu dengan cepat mengakhiri pertarungan hanya dengan satu pukulan.
Bruk...
Pukulan keras itu adalah kekuatan penuh dari Adit, tepat mengenai mulut Dika dan membuatnya mental beberapa meter.
Tubuh remaja itu berguling-guling di lantai dan akhirnya tergeletak dengan posisi menyedihkan.
"Duh aku terlalu berlebihan," gumam Adit dengan senyuman kaku.
"Oy, kamu baik-baik saya?" Adit berjalan ke arah Dika untuk mengecek kondisi Dika.
Tapi seolah pukulan itu tidak berefek, tiba-tiba Dika berdiri lagi.
Adit mencibir, dia sekarang paham kenapa Dika disebut dengan petarung kelas atas dan penikmat gelud itu karena dia sangat suka bertarung walaupun dalam kondisi parah.
Dilihat darimana pun, Dika babak belur dan harusnya orang normal tidak mungkin berdiri dalam posisi terluka seperti itu.
"Apa kamu masih ingin gelud? Kalau begitu, kali ini aku tidak akan menahan diri lagi!" ucap Adit penuh tekanan dan mengeluarkan aura bertarung.
Tapi Dika hanya tersenyum, perlahan dia membungukan kepala dan pada akhirnya dia berpose sujud seperti menganggap Adit adalah orang paling patut dihormati.
"Hei kenapa kamu bersujud di depanku, berhenti!"
"T-to- to..." Dia mengeluarkan suara terbata-bata, mungkin luka dari pukulan Adit terlalu parah sehingga dia jadi agak sedeng dan susah berbicara
"Hah? Apa bicara lebih jelas!" bentak Adit karena dia sudah mulai merasa sebal.
"Tolong jadikan aku bawahanmu master!" Dika berkata dengan wajah berbinar-binar penuh kekaguman.
Sedangkan Adit memasang senyuman bodoh karena tidak percaya atas perkataan Dika. "Serius?" gumamnya. Sebagai siswa sini tentu Adit tahu rumor bahwa Dika akan mengikuti siapapun yang bisa menang gelud dengannya.
Tapi tidak ada yang menyangka bahwa rumor itu benar-benar ada!
[Ding! Selamat anda menyelesaikan misi rahasia, membuat Dika menjadi bawahan telah terlaksana]
[Hadiah, 2000 coin, 15 poin status, + 15 kharisma dan Skill leader ship, skill diamana tingkat pemimpinan anda berada di level luar biasa, semua bawahan anda akan patut dan hormat kepada anda]
[Anda Naik level]
[Nama : Aditya Narayan
Level : 11
Kepintaran : 14
Ketampanan : 11
Kharisma :26
Kekuatan : 37
Ketahan : 31
Kelincahan : 41
Skill :
* Ahli Memasak
-Seni beladiri tingkat tinggi
-Leader Ship
Item ;
-Armor anti serangan
coin ;: 6.800
Poin status : 15]
Adit memijat pelipisnya. "Sistem untuk sekarang berhenti memberikan laporan, kepalaku sangat pening."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Gavin Bae
adit ini MCnya rewel dan banyak mengeluh.banyak protes.
2024-01-31
5
Nazrul
mantap thor
2023-12-06
2
Herlinawati Lina
orang tuanya ga diliatin mlh berantem trs. cerita sistim semua bgtu lm" berantem dll.. mls bcnya
2023-11-28
2