Adit menatap layar notifikasi yang tiba-tiba muncul di udara, waktu terhenti pada momen tersebut dan luka tusukan pisau hilang begitu saja.
'Apa yang terjadi?' pikir Adit, bingung dengan situasi aneh yang tiba-tiba terjadi.
[Ding! Apakah Anda ingin mengubah masa lalu!?]
[Ding! Apakah anda ingin mengubah masa lalu?]
[ Ya]/ [Tidak]
Layar notifikasi terus bermunculan disaat Adit masih tenggelam dalam kebingungan.
'Ini pasti mimpi! Kembali ke masa lalu hanya ada di film, pasti aku hanya berhalusinasi sebelum mati' Adit ingin mengatakan hal tersebut, tapi tenggorokan di leher penuh oleh darah sehingga membuat dia tidak bisa bersuara.
[Ini bukan mimpi Tuan! Anda terpilih sebagai penerima sistem : Pengubah takdir.]
[Saya adalah sistem yang bisa memutar balik waktu dan kembali ke masa lalu. Selain itu saya juga bisa membantu memberikan kekayaan, kepintaran, kekuatan dan segalanya yang bisa membantu perjalanan anda.]
[Namun keputusan untuk mau kembali ke masa lalu ada ditangan anda]
[Jika Tuan menolak maka Tuan akan menuju alam baka dengan perasaan hancur dan penuh penyesalan.]
[Tapi jika anda menerima, anda bisa kembali ke masa lalu.]
Mata pemuda itu makin terbuka lebar, bagaimana bisa suara robot ini mengetahui pikiran yang baru saja terlintas?
Sejujurnya masih sangat banyak sekali pertanyaan , kebingungan, dan keraguan di hatinya, tapi Adit memutuskan untuk mengklik tombol [Ya] di udara.
'Akan kuterima! Meskipun terdengar bodoh, tapi aku tidak ingin mati dengan seperti ini!'
'Di masa lalu aku akan mengubah takdir menjijikkan ini! Aku tidak akan membiarkan kedua orang tuaku mati karena penyakit di rumah sakit, dan aku juga tidak akan percaya dengan wanita jal*ng itu!'
Adit mengigit bibirnya, rasa sakit yang luar biasa timbul saat dia berusaha bergerak. Tapi dia memaksakan diri untuk menekan tombol [Ya]
Dengan usaha keras akhirnya dia berhasil menekan tombol tersebut.
[Selamat anda berhasil mengaktifkan Sistem: Pengubah takdir]
Dalam waktu beberapa detik anda akan menuju tujuh tahun sebelum semua terjadi.
'Tujuh tahun yang lalu.?'
Tujuh tahun yang lalu bertepatan pada saat Adit masih awal berpacaran dengan Sarah dan dia juga sering dibully di sekolah, pada saat itu juga kedua orang tua dia dibawa ke rumah sakit.
Persiapan sebelum kembali ke masa lalu....
Persiapan 10%.......
Persiapan 20%.......
Persiapan 40%........
Persiapan 60%.......
Persiapan 80%.....
Persiapan 100%.....
Semua persiapan telah siap. Kembali ke masa lalu akan segera dilaksanakan.
-Swosh
Aura kebiruan muncul di tanah tempat Adit melahap tubuh pemuda itu dan membawa ke suatu tempat.
pandangan Adit dipenuhi oleh warna biru yang terbentang sangat luas dan dia terus mendengar suara sistem. Karena telah kelelahan, Adit menutup kedua mata.
...***...
"Adit, bangun! Woi bangun dasar anak pemalas!"
Suara seorang pria paruh baya terdengar nyaring di telinga Adit, karena terganggu oleh suara itu dia membuka matanya.
Pemandangan yang pertama kali Adit lihat adalah sebuah ruangan yang sangat dia kenal.
Yaitu kelas 2 A. Kelas di mana dia saat masih SMA.
Semua orang di kelas menatap Adit dengan menahan tawa ini karena dia tertidur di saat pelajaran.
Apalagi di jam Pak Agus, guru Matematika yang terkenal killer.
"Hahaha, si payah itu membuat masalah lagi."
"Cih, dia sungguh menganggu pemandangan. Kenapa orang seperti dia bisa sekolah di sini?"
"Si miskin yang tidak tahu malu."
Bisik-bisik terdengar jelas di ruangan kelas 2 A. Sungguh suasana yang sangat dikenang oleh Adit.
"Apa yang kamu lihat, hah!"
"Apa kamu mengajakku berkelahi!"
Saat Adit melirik ke arah salah satu siswa lelaki dia dengan cepat mendapatkan ocehan.
"Adit sebagai hukuman karena tidur di jam pelajaran bapak, kerjakan soal matematika di depan!" bentak pak Agus.
"Baik... pak," jawab Adit lirih.
Semua siswa tertawa kencang mendengar hal itu mereka semua menganggap bahwa siswa tidak mampu seperti Adit pasti tidak bisa menjawab soal itu.
'Pak Agus sangat jahat dia sengaja membuat soal kelas anak universitas untuk Adit. Dia ingin mempermalukan dia.'
Senyum siswa terpintar di kelas, dia bernama Bagas saputra. Bagas merupakan juara Matematika tingkat nasional jadi dia menyadari betapa sulitnya soal di depan papan tulis, bahkan dia sendiri ragu bisa menjawab.
"Jika dia tidak bisa menjawab kamu tahu apa yang harus dilakukan, 'kan?" tanya siswa lelaki yang duduk di samping Bagas.
"Ya aku tahu... kita lempar dia di kolam ikan waktu istirahat." senyuman jahat tergambar di wajah Bagas.
Meski terkenal pintar tapi dia adalah salah satu orang yang suka menganggu Adit, dia hanya jengkel melihat orang yang tidak selevel dengan dirinya yang pintar bisa berada di satu kelas.
maka dari itu dia menindas Adit.
"Tidak perlu menunggu waktu istirahat, aku membawa telur busuk. Waktu dia kembali ke bangku ayo lempar telur busuk ini." bisik siswa di samping bagas, menunjukkan telur busuk yang dia punya.
"Hahaha kamu cukup pintar," sahut Bagas.
Di sisi lain Adit saat ini menatap soal di papan tulis dengan serius.
'Ini adalah soal tingkat Universitas tinggi, pak tua itu pasti sengaja ingin mempermainkanku,' batin Adit. Setelah tujuh tahun dia sedikit lebih pintar, namun dia tetap belum bisa menjawab soal tingkat seperti ini.
Jika saja soal adalah tingkat SMA maka Adit yang kembali ke masa lalu bisa menjawab dengan mudah.
'Sial apa yang harus kulakukan?!' Adit mengigit bibir dengan keras.
"Apakah kamu tidak bisa? Hahaha sudah kuduga! Siswa tidak berguna sepertimu tidak mungkin bisa.Kamu membuang waktu cepat kembali ke tempat duduk!" hina siswa perempuan.
Adit mengepalkan kedua tangan, emosi dengan ucapan gadis.
[Ding! Tuan bisa meningkatkan tingkat kepintaran di statis. Dengan itu soal seperti ini akan sangat mudah]
Mata Adit terbuka lebar karena mendengar ucapan dari sistem yang tiba-tiba muncul.
Dia awalnya bingung tapi berkat petunjuk dari sistem dia bisa menambahkan statis kepintaran dengan poin.
"Kenapa dia diam saja?" batin Bagas dia tidak sabar ingin menganggu Adit.
[Poin status berkurang 5]
[Sisa poin 5]
[Anda bisa mendapatkan poin status ketika menyelesaikan misi.]
Informasi kecil dan besar dengan cepat masuk ke dalam otak Adit dia merasakan suatu energi yang aneh ketika dia menambahkan statis kepintaran.
Dia tersenyum karena melihat soal ini. 'jadi begitu ya.. ternyata cukup mudah.'
"Hah... ini bercanda kan?" Pak Agus kaget karena Adit menggerakkan tangan dan mulai mengerjakan.
Tidak hanya pak Agus, semua siswa terkejut bukan main.
"Ini tidak mungkin... dia bagaimana bisa, aku saja tidak paham dengan soal ini?" gumam Bagas.
"Sudah selesai," ucap Adit
-Tak
Dia mengembalikan kapur barus ke tempatnya dan berjalan kembali ke tempat duduk.
Pak Agus sebagai guru matematika mengecek hasil yang diberikan oleh Adit.
"I- ini semua benar... bagus," kata Pak Agus dengan gemeteran. Dia sebenarnya ingin membuat malu Adit, tapi rencana sudah gagal.
"Terima kasih pak." Adite menganggukkan kepala dan membuka buku. Namun pandangannya tertuju ke kalender tahunan.
"Tahun 2016, aku benar-benar kembali ke tujuh tahun yang lalu," gumam Adit dengan tersenyum.
Pada saat ini, dia berjanji untuk mengubah masa depan. Dia tidak akan membiarkan kedua orang tuanya mati!
Dia juga akan membuat keluarg hidup bahagia! Dia tidak akan tertipu dengan jal*ng itu!
Dengan bantuan sistem dan pengalaman pahit, Adit sangat yakin bisa mengubah masa depan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Izhar Assakar
yg penting jngna smp kgk ganti baju yg pantas aja,,msa punya sistem tpj penampilan kym gembel,,bikin muak bacanya
2024-01-15
3
Agus Sugiarto
asik Adit sekarang jadi laki laki
2024-01-06
1
Indah Inaya
typo.. harusny kapur tulis bukan kapur barus thoor
2023-12-10
6